Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 120


__ADS_3

Ibell sedikit canggung menghadiri acara keluarga Nata setelah pekerjaan nya sudah selesai di kota ini, Nata malah mengajak nya untuk menemani bos Mesum nya ini ke rumah Om nya, kata nya. Padahal ia sudah menolak, ia lebih baik menunggu di hotel saja, Tapi kembali lagi mengingat profesional nya sebagai asisten, ia pun terpaksa menurut. Tapi tunggu dulu, Di dalam sana ada pak Kemal nggak ya ? ia pan terinspirasi oleh pengusaha sukses itu.


" Kenapa gugup begitu, Ibell ? ayo masuk, ini memang rumah keluarga ku, tapi acaranya bukan di sini melainkan di rumah seberang jalan!" Jelas Nata


Ibell hanya diam, tanpa suara ia pun mengikuti langkah Nata dari belakang yang saat ini masih di teras rumah mewah. Rumah nya mewah sekali ? Batinnya mengagumi rumah Eldath.


" Nataaaaa !"


Ibell tersentak dengan suara wanita cantik yang berlari dari atas anak tangga menyambut kehadiran Nata dengan senyum manis.. Elegan. Itulah kesan Ibell saat pertama melihat penampilan wanita cantik itu yang tak lain adalah Lyn.


Bugh..


Bukan pelukan hangat yang di terima oleh Nata dari Lyn sebagai jumpa pertama mereka yang sudah lama berpisah, melainkan jab keras Lyn jatuh ke perut Nata. Ibell tersenyum tipis, bos nya ternyata sangat hangat dalam keluarganya. Lihat lah... Tatapan Nata berbinar bahagia dan sangat lembut menyambut wanita cantik itu masuk ke dalam pelukannya.


" Aku merindukan mu, Lyn." Ujar Nata setelah melepaskan pelukannya.


"Sama, aku pun !" Lyn melirik ke Ibell, sejurus tatapan ke Nata lagi dengan kedipan mata nya, kode... apakah mangsa baru atau pacar ? Namun Nata mengedipkan bahu nya, pura pura bodoh dengan kedipan itu.


" Hay, Saya Lyn, kamu ?" Ramah Lyn ke Ibell, Namun wajah Ibell di mata Lyn terlihat familiar, ia seakan-akan pernah melihat Ibell tapi entah di mana ? sudah lah... tidak penting juga. Batinnya.


" Ibell, Sekretaris pak Nata." Sambut Ibell tak kalah ramah dengan senyum manisnya.


Lyn manggut manggut, mempersilahkan Ibell duduk di sofa, Tapi Nata menolak yang katanya di sini cuma mau menjemput nya untuk pergi bersama ke rumah Tante Meca.


" Ogah ah, Kalian aja yang kesana, Aku sudah membuat alasan mati matian akting sakit perut akan ajakan Daddy sama Mommy, eh..kamu malah datang lagi. Ogah ! Dan ogah bertemu Gilang. Titik." Tolak Lyn. Nata tersenyum geli, ia paham maksud Lyn yang walaupun mereka jarak jauh selama ini tapi mereka sering curhat masing-masing akan hidup nya lewat layar.


Ibell yang tidak paham, memilih diam mendengarkan dan melihat tingkah hangat Nata saat ini ke Lyn, yang berbeda jika di area kantor yang terkesan dingin di depan mata karyawan lainnya, tapi kalau hanya berdua.. astagfirullah, Mesum nya kagak ketulungan. Bos nya seperti nya mempunyai penyakit ganda. sedikit dikit dingin, hangat eh.. ujung ujungnya mesum.

__ADS_1


" Kamu kan tahu Nat, Adik sepupu mu itu Tengil nya minta di hajar, tidak di kampus, di komplek perumahan ini selalu saja mengganggu ku dengan tingkah menyebalkan nya." Oceh Lyn dengan prustasi nya kalau di sangkut pautkan nama si brondong itu


" Please... abaikan Gilang di sana ? Aku ingin kita kumpul dalam satu potret lho. mau ya ?" Bujuk Nata dengan mata penuh harap nya.


Lyn terdiam dengan nafas gusar nya, kalau ia setuju, Mental nya harus kuat di gangguin oleh Gilang di seberang rumah sana, Kalau menolak...ia tidak tega dengan permintaan kecil Nata yang mungkin tidak lama di kota ini.


" Baiklah !" Sahut Lyn lemah. Nata tersenyum jumawa, ia rindu berkumpul dengan keluarga besar nya baik dari keluarga Mama nya, maupun dari keluarga Papa nya.


...****...


Suit Suit... Gilang yang di atas balkon, malas malasan tadinya turun untuk berkumpul, mendadak semangat empat lima, ada si cantik Lyn datang ke rumah nya bersama Nata dan wanita X, cantik juga.


Kata Meca-Mamanya... Nak, Kalau menyukai orang itu yang kudu di perjuangkan, walau pun perjalanan berliku liku, maju terus pantang mundur, pepet terus jarak sopan, apalagi kamu seorang pria, nama tengah nya jantan... jadi yang harus kuat banting dengan penolakan penolakan dari wanita yang kamu sukai. Lambat laun pasti ada hasilnya, percaya deh sama Mama. Tapi kembali lagi ke sang pencipta.... kalau bukan jodoh, ya... bagaimana lagi, kita sudah berusaha mati matian pun tidak mungkin akan bertuah Kalau takdir berkata lain, ada kalanya untuk berjuang dan ada kalanya untuk berhenti.


Gilang selalu mengingat nasehat Mama nya yang mempunyai jiwa pejuang kemerdekaan hati, lihat lah buktinya...Ia dan kakanya ada di dunia karena perjuangan cinta Mama nya yang tak ada kata menyerah memperjuangkan Vero-papanya. Sifatnya dan tingkah nya duplikat dari Meca-Mamanya.


" Cantik cantik cantik...Sini kamu !" Sarkas Nata. Namun tangan itu berhigh Five jenaka dengan tertawa kecil sebagai tanda jumpa pertama nya lagi.


Lyn menganggap Gilang setan tak kasat mata, ia menerobos masuk dan menabrak pundak Gilang.


" Astaga, untung suka..kalau tidak, saya masukin ke kandang Mumun." Gilang mengejar langkah Lyn masuk.


" Hahahaha. Lucu juga." Nata tertawa kecil, ia bahkan melukapan ada Ibell yang menatapnya aneh.


" Ehem." Ibell berdehem untuk menyadarkan tawa kecil pak mesum nya. " Mereka pacaran ya pak ? Terus lagi musuhan jadi seperti anjing dan kucing ? Begitu kah ?" Kepo Ibell, sedetik ia menggigit bibir bawahnya, karena sudah kepo dengan keluarga besar pak bosnya.


" Mereka itu seperti kita, lagi pedekate." Goda Nata kembali ke sikap mesum nya untuk menggoda Ibell.

__ADS_1


" Owh, Jadi Gilang itu seperti anda yang menginginkan Lyn naik keranjang nya ?" Ibell tersenyum miring, menyindir Nata yang selalu saja mesum, sedikit dikit ngebahas ranjang.


" Ayo masuk !" Nata tak merespon sindiran Ibell, melangkah masuk dengan beriringan bersama Ibell.


" Cuit cuit cuit...Nata datang bersama calonnya, uih."


Baru beberapa langkah ia dan Ibell di dalam rumah, suara godaan Biru dan Bintang kompak menyerbunya. Ke-dua sepupu nya itu malah menyeringai kompak.


Nata tak merespon dengan untaian nya melainkan kode tangan nya dengan cara menzipper mulut nya, peringatan untuk kedua sepupu nya untuk shut up. ia tidak enak hati akan Ibell yang mungkin merasa tidak nyaman.


" Maaf ya Ibell, Kalau ada kata kata tidak sopan yang keluar dari mulut mereka, maka abaikan saja, keluarga ku memang penuh kata humoris semua." Ujar Nata pelan seraya terus berjalan mendekati rombongan besar keluarganya.


Di pojokan sana, Gilang terus saja mengganggu Lyn dengan tingkah tengil nya, Gilang bahkan tidak perduli dengan tatapan sangar Eldath.


" Santai saja pak, Tapi saya boleh tidak minta tanda tangan ke Papa anda, Asal anda tahu...saya adalah Fans nya beliau, Papa anda sangat hebat dalam dunia bisnis."


" What ? Kamu ngefans papa ?"


Ibell mengangguk cepat di sela langkah di rumah itu yang penuh dengan kata barang barang mahal seakan akan meneriakinya.


" Siap siap jadi bulan bulanan Mama aku kalau begitu ?" Ujar Nata memberi tahukan, padahal cuma menggoda saja.


" Tidak jadi Ding, saya nyari aman saja kalau begitu." Ibell menelan kekecewaan nya.


" Haha, saya cuma bercanda Ibell."


Dan kini Tatapan mata semua Keluarga Nata menatap Ibell seperti siap di kuliti. Duh...kok gue gugup begini ya, Uda kayak bertamu di rumah calon mertua saja. Batin Ibell. walaupun terlihat santai, tapi jujur..ia deg deg-an sendiri, apalagi mendapat tatapan penuh selidik dari Pak Kemal di tempat duduk nya di pojok sana bersama empat pria macho berumur tapi masih pada tampan mempesona semua. Eldath..Gion, Vero serta Titan. Pria itulah yang di maksud oleh Ibell. Ia jadi rindu di selimuti iri kalau melihat keharmonisan keluarga besar seseorang, sementara keluarga nya ? Ah.... Sudah lah. Tak baik Ibell membandingkan keluarga sendiri dengan keluarga orang lain. Cukup syukurin saja apa yang kamu miliki saat ini. Batin nya sedikit iri.

__ADS_1


__ADS_2