Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 42


__ADS_3

Yola melamun di sudut keramaian acara ulang tahun pernikahan adik angkat Daddy-nya Yakni Om Lexi dan Istri nya-tante Xavera orang tua dari Danver.


Mimpi itu lagi mimpi itu lagi yang muncul dalam tidurnya semalam, Yola merasa Dejavu, Perasaan ia pernah bermain di teras taman itu, entah sepedaan, petak umpet dan Di ruangan lainnya, ia pernah menggambar bersama Danver, pegangan tangga itu juga seperti pernah menjadi mainan nya sebagai plosotan bersama Danver tapi ia lupa, itu rumah siapa ? Rumah besarnya tidak seperti itu, rumah Danver Saat ini juga, bukan ? Tapi samar samar orang berantem besar besaran ada di sana, tembakan pun ada di sana, ia bisa stress lama lama kalau mimpi nya itu itu terus. Bila dulu ia sering melihat dalam mimpinya kalau orang tuanya itu meninggal karena kecelakaan, tapi sekarang...dan Terus menerus... mimpinya itu melihat samar samar ke-dua orang tuanya tergeletak di lantai dengan darah terkucur di lantai begitu banyak, bahkan seperti nya darah orang tuanya pun muncrat di wajah nya ? Yola reflek ngeri menyentuh wajahnya saat ini.


Namun...bila ia terus menerus mengingat nya, Kepalanya sakit, Seperti ada hal lain yang menolak pikirannya untuk kesana, Tapi ia setengah gila ingin mengumpulkan sedikit demi sedikit puzzle mimpi anehnya yang seperti nya bukan mimpi isapan jempol belaka.


""Ponakan Om, Kenapa hmm ? Kenapa duduk di sini sendiri ?""


Lexi yang melihat ponakannya hanya diam seorang diri, menghampiri dengan tatapan teduh nya, Karakter si Om bila dalam kelembutan, Memeluk Yola sebagai Om yang baik.


Yola pun yang sebenarnya kangen dengan orang tuanya, tak kalah erat memeluk Om nya yang aromanya persis dengan Daddy nya.


"" Pa, Itu Yola Kenapa di peluk erat begitu, Yola bukan anak 10 tahun lagi lho, Sudah jumbo sekarang, nanti kalau Mama lihat bisa cemburu la---!""


""Mama yang cemburu atau kamu yang cemburu, hayooo ngaku ! hahaha..""


Lexi melepaskan pelukannya, menggoda Danver dengan alis jenaka nya.


""Hah, Cemburu sama Yola Dugong ini ? Yang rugi kali Danver kalau cemburu ke rumput teki yang tanpa di tanam tumbuh sendiri ini, Ogah kali...! Danver tuh cuma nggak mau hari pernikahan papa mama hari ini kita kenang sebagai Anniversary perceraian mama papa, itu aja.""


"" Husth.. Jangan ngomong gitu, Pamali.. Oh ya Yola, Kamu belum jawab pertanyaan Om, kamu kenapa sedari tadi melamun begitu ?"" Lexi bertanya lembut, mengurai pipi Yola lembut yang mana membuat Danver memutar matanya malas.

__ADS_1


""Entahlah, Yola selalu di hantui oleh kematian orang tua Yola, dulu Yola sering mimpi kalau mereka itu kecelakaan, Tapi sekarang sepotong sepotong mimpi Yola yang sepertinya yang nyata itu, kalau mereka bukan kecelakaan lalu lintas, tapi tergeletak di lantai dengan bersimbah darah dan lantai itu tidak asing bagi Yola, tapi di mana? Yola tidak tahu ?""


Yola kini membaca air muka Om nya dan Danver yang saling pandang sekilas dan Kompak menatapnya saat ini.


""Dengar ya Yol, Ada kalanya peristiwa yang bisa mengusik ketenangan itu harus di lupakan semua nya tidak untuk di kenang atau pun di ungkit lagi, Apa kamu tahu...Om dan Kaka mu juga Mamang Asep serta semua keluarga mati matian membawa mu dari titik terendah Sampai kamu di sudut ceria ini, jadi kecelakaan orang tua mu itu jangan kamu ingat ingat lagi demi masa depan mu, ingat masa depan mu !""


""Tapi--!""


""Bagaimana dengan kandidat calon suami mu ? sudah terbaca belum siapa yang akan mengalahkan Danver, Ahaai... Ve.. siap siap dapat istri, Sayang !""


Cepat cepat Lexi memotong ucapan Yola yang masih penasaran kematian orang tuanya yang sesungguhnya seperti apa, dengan menggoda ponakan dan anaknya yang sekarang sama sama mendengus malas ke arahnya.


"" Ga*maksud Lo, Dugong ? Enak aja Lo kata, kalau Danver Ga* mana mau Danver memukul dada dada liat lawan Ve di ring coba, dari pada di tonjok atau di buat berdarah darah mending Ve elus elus kalau Danver itu benar penyimpangan seksual. gila Lo ya Dugong ! main tuduh tuduh saja."


Yola menyeringai lebar ingin menggoda Danver, walaupun terdengar sarkas ucapan Danver ini, Tapi Yola tahu, kalau sepupu tak ada darah ini sangat perduli kepadanya.


""Di raba raba seperti ini ya, Ve ? hahaha."" Yola menggoda, beranjak ke sisi Danver dan mengelus eksotis dada liat Danver yang tertutup kemeja kasualnya. seketika Danver bergidik.


"" Pa, Tuh lihat kan Kelakuan ponakan papa...mesum kan ya ?""


Yola langsung saja bersembunyi di belakang bahu lebar Om nya di saat Danver Ingin menoyor nya.

__ADS_1


""Lagian kamu juga si Ve, masak di raba segitu doang sudah takut, papa jadi ragu benar ini akan kejantanan kamu.""


Yola semakin geli, si Danver di semprot oleh papa nya sendiri, dari pada lama lama di sini dan dapat balasan dari Danver. Yola buru-buru pergi saja, Lagian acaranya hampir selesai.


...****...


Sehabis dari rumah Danver. Yola membantu ibu panti dan anak anak panti menyusun dan memindahkan barang barang naik ke mobil pick up. Alhamdulillah hasil dari menjual tas-tas branded unlimited nya, membuat nya berhasil membelikan roku untuk mereka tempati dan sekaligus bisa untuk usaha.


Di Sudut matanya, yang sedang sibuk memindai barang ke mobil, Ada mobil lain yang baru datang dan berhenti di samping mobil pick up. dan orang itu Kemal yang lagi lagi berdiri di hadapannya.


""Yol, kamu kenapa pindah dari sini tanpa ada kata lebih awal, kalau bukan Security yang mengabarkan, Mas tidak akan tahu kalau kamu membawa mereka entah kemana."" Kemal menarik tas besar baju milik anak anak di tangan Yola dan menaruh nya naik ke mobil, kasihan Melihat Wild flower ini bercapek capek yang di rumah besar nya di perlakukan seperti ratu oleh El.


Saat Yola ingin menyahut, Ibu panti datang.


""Eh nak Kemal sudah ada toh di sini. Baru juga kami ingin memberi kabar setelah semua rapi, Ayo anak anak, bilang Terima kasih kepada pak Kemal yang sudah baik hati menampung kita di tempat Nyaman nya. Kita doakan beliau dapat rejeki yang berlimpah atas kebaikan nya untuk kita, amin...!""


Dan koor dari anak anak pun terdengar tulus mendoakan yang katanya kebaikan Kemal, Yola yang malas berbicara empat mata pun mengucapkan terimakasih nya bersama-sama, Yang sebenarnya tidak berterima kasih pun sah sah saja karena Kemal kan sudah mendapatkan bayaran nya, bayaran nya memang bukan uang tapi tubuhnya.


Dan sekarang di sudut bibir Kemal telah tersenyum lembut ke para anak anak, melirik Yola yang sok sibuk mata itu tak mau menatapnya.


Sekeras apapun niat kamu ingin menjauh dari mas, Tapi...mas tidak akan melepaskan mu dengan mudah Yola.

__ADS_1


__ADS_2