
Di sekolah, Vay masuk ke kelas yang di mana sudah ada Purnama yang menunggu nya.
" Lama amat si Vay, sampai nya. Ama bosan tahu." Anak Jum ini cemberut, tampak tak semangat. Kalau begini....Vay tahu masalah nya, pasti kurang makan coklat.
" Nih, Ambil...Coklat terenak yang pernah aku makan, ini ku ambil dari kulkas teritori Bi Tina."
" Siapa lagi tuh Bi Tina." Serubut, Ama sigap menarik coklat yang baru juga di lihat bungkusan nya. ingredient punya ! Tapi tetap wajah Ama tertekuk kembali di atas meja, tak semangat.
" Bi Tina itu__"
" Pagi Neng Bule." Petir menyapa yang baru masuk, di belakang nya ada Triplets-Twins berikut Lautan.
" Pagi semuanya !" lambaian itu tertuju ke Pelangi, si rambut panjang hitam terikat kuda.
" Kamu kenapa, Ama ? kurang coklat kah ? bah..enak nih !" Badai yang jahil, main serubut coklat pemberian Vay dari hadapan Ama. membuka nya dan berpura pura ingin melahapnya.
Plak...
" Adek gue Lo jahilin, gue krekk Lo." Guruh-anak sulung Gema-jum menabok kepala Badai yang menjahili adiknya--Ama.
Badai hanya memutar matanya malas, Kalau dou cool Cool berada di antara mereka berdua maka suasana akan aman kondusif. Dan si dou yang di batinin Badai adalah Guruh dan Topan. si irit bicara.
" Elah, coklat aja di ributkan, sini." Hap...Tertelan sudah coklat itu di makan oleh Pelangi, Siapa yang berani protes, Guruh saja ogah ogahan berurusan dengan Pelangi, wajahnya memang anggun polos tenang seperti air sumur, tapi bila di ganggu, Bisa menenggelamkan. Di tambah ada Topan yang selalu menjaga saudara perempuannya.
" Kak Guruh ! Kak Pe makan coklat Ama." Adu nya merengek minta di belain.
Pe sudah memasang wajah garang nya ke Guruh yang seketika melengos, Bukan takut, melainkan ngalah sama sepupu perempuan nya. Yang lain..menahan senyumnya.
" Nanti Papi Mami balik dari liburan pasti bawa banyak coklat untuk Ama, atau siang kakak akan belikan yang banyak ya."
Huawaaa..
Eh... buset, Di lembut lembutin oleh kakak sendiri, Ama malah nangis.
" Kenapa sih, Ama ? dari tadi, mood nya jelek amat ?"
__ADS_1
" Ama tuh ngambek gara gara mau di tinggal___ Apa ya kata Nenek Rose, Ho_Ho, apa sih, lupa ?" Lautan nampak berpikir yang ingin menjawab pertanyaan Vay.
" Hon Hon !!!" Petir berikut si kembar kecuali Topan dan Guruh meneriaki Lautan yang lupa. Entah apa itu hon hon di pengertian bocah bocah ini. Nenek mereka-Rose penjelasannya cuma liburan hon hon aja. itu saja ! di KBBI nggak ada tuh.
" Santai aja kali, Ama. Ayah Bunda Vay aja mau liburan katanya, tapi entah di mana, Vay juga nggak di ajak, tapi nggak apa-apa, soalnya Opa ku akan ngajak Vay main di Mall atau di mana pun keinginan Vay." Vay mengingat janji Kemal.
Pembicaraan berlanjut, Bocah-bocah ini pada mengaku kompak, Orang tua mereka katanya mau jalan jalan, tapi entah ke mana, Setahu Petir....Langit Senja-Orang tuanya mau liburan dengan kapal pesiar. Bhumi juga mengaku begitu yang tanpa sengaja mendengar pembicaraan para orang tua mereka.
" Bubar !" Topan jengah melihat perbincangan yang katanya katanya melulu.
Semua pada diam ! Alon alon teratur meninggalkan kelas Vay. Guruh si watak turunan darah Gema julukan manusia trenggiling oleh Jum, sempat beradu mata dengan Topan, sejurus senyum tipis misterius pada terlukis di bibir masing-masing.
Bukan nya keluar, Topan dan Guruh berebutan ingin berbicara dengan Vay.
" Lho, katanya bubar, mau apa lagi ?" Vay menatap tanya ke dua kaka kelas nya.
" Vay, Kita ada projects buat kamu__"
" Tentang teknologi__"
" Ke tempat rahasia kami"
Topan dan Guruh saling memotong ucapan, Vay yang bingung di sini. Bantuin ? Teknologi ? tempat rahasia ? Bicara apa sih ini dou cool cool ? Bingung Vay garuk tengkuk.
" Vay nggak bisa, mau jalan-jalan aja sama Opa." Bleeek..Vay mengejek dengan juluran lidah nya,. Sejurus menawarkan ke Ama, mau ikut nggak katanya jalan jalan sepulang sekolah. Ama yang ingin menjawab mau. di bungkam mulut nya oleh Guruh-kakak nya memang kadang nyebelin.
" Kak Topan butuh bantuan mu,Vay. kata Twins kamu jago memecahkan kode kode rumit teknologi kriptografi atau sejenisnya " ujaran memang minta tolong, tapi wajah Topan datar datar amat. Membuat Vay malas untuk menjawab.
" Nanti, nggak janji, Kalau kalian minta ijin ke Opa, terus di bolehin, Vay mau, terus kalau boleh pun, Vay malas nungguin kalian habis pelajaran."
Guruh dan Topan kompak tersenyum tipis, sangat tipis sehingga nampak tak terlihat.
" Kamu ijin aja mau nginep di rumah kak Pe, nanti pasti di bolehin sama Opa mu, nggak apa apa deh Vay sama Ama jalan jalan dulu sepulang sekolah." Ide Guruh. Vay mengedipkan bahu. Tanda tidak janji. adik sepupu itu pun keluar ruangan.
" Kak Guruh sama kak Topan punya tugas sekolah kah, Ama !" Selidik Vay.
__ADS_1
" Nggak tahu dan nggak mau tahu, Five Twins memang aneh berikut Petir dan Lautan pun sama saja, Kak Guruh pun sama...Ama mau kepo eh...kagak di bolehin, kata nya anak cewek di rumah aja, padahal kak Pe aja anak cewek, boleh boleh saja. Kamu juga tadi di ajak padahal anak cewek, Ama itu di anggap hantu gendut tapi tak kasat mata oleh mereka. Awas saja nanti kalau butuh pertolongan__ mm"
Telinga Vay berdengung mendengar kecerewetan serba cepat Ama berbicara seperti bebek koek koek.. Sumpelin aja pakai coklat. Anteng kan tuh mulut bergerak mengunyah coklat.
Di sisi Ibell Nata, Pasangan itu saling lempar senyum dengan kapal pesiar mewah berkapasitas hotel bintang lima di hadapan mereka.
Ah... pasti romantis, Batin Nata yang ingin menikmati honeymoon pertamanya dengan Ibell yang tertunda lama sekali, tujuh tahun Coeg.. Sebentar lagi akan terbalas, gumam nya.
Di atas kapal pesiar, di terpa angin laut dengan pemandangan laut tentunya, melihat sunset seraya berpelukan mesra, ah... manis nya. Nata sudah terbayang bayang sendiri, padahal kaki nya masih di darat.
" Ayo my wife." Nata merangkul posesif pinggang Ibell, beriringan naik ke kapal. Senyum manis Ibell merekah. ini kah rasanya di manja suami ? Rasa nya ada kupu kupu yang menggelitik nya, manis.
" Tradaaa...welcome to our yacht party !!!"
Huapa ?
Party kata mereka ?
Ibell dan Nata cengong melihat wajah wajah di hadapannya yang di anggap nya adalah pengganggu.
Satu ,dua, tiga, empat..Nata menghitung kepala pasangan di hadapannya, Setdah...ini honeymoon atau party di atas kapal pesiar ?
" Kalian mau apa di sini ?" Nata berkacak pinggang menatap Dirgan-Bintang, Langit-Senja, Gema-jum, juga Biru-Mentari, satu persatu dengan picingan sinis nya.
" Mau apa guys ?" Bintang bertanya ke semua, menggoda Nata Ibell.
" Mau berlayar ke pulau cinta bersama sama !" Kompak mereka.. Hahaha.
" Ibell, senapan mana ? Abang mau nembak satu persatu kepala pengganggu di hadapan kita."
Ibell hanya tersenyum melihat wajah kesal suami nya.
" Kalian mau apa hah ? Jangan bilang mau ikut kapal pesiar ini yang udah Mama gue boking untuk kami." Nata tak habis pikir, bukan nya ia dulu tidak pernah mengganggu mereka mereka itu saat acara honeymoon masing-masing, ini astaga !
Belum ada yang menjawab, Tapi air muka empat pasangan di hadapan Nata Ibell terlihat santai saja.
__ADS_1
"TURUN !!!" usir Nata.