
Hari ini Ibell dalam bad mood menjalankan hari nya, Hatinya kesal....yang di tuntut terus oleh ibu tiri nya dalam hal materi membuat ada beban tersendiri di pundaknya. Semoga hari ini bos mesum nya tidak memancing emosi nya yang memang dalam keadaan jelek.
" Senang ya jadi Ibell, Pengin deh jadi sekretaris pak Nata."
" Iya... selain dapat gaji pokok nya plus plus pun mengalir, embel-embel nya dapat juga kehangatan dari pak Nata."
" Jangan di banggakan dulu, Nanti juga satu atau dua bulan kedepan nya, pak Nata nyari yang baru. Ibell pasti di pecat dan di buang begitu saja, Siapa mau taruhan.?"
Ibell mengelus-elus dada mendengar para penggosip tiga karyawati di pagi hari ini, Dengan menghentikan mereka, Ibell berdehem keras dan menerobos masuk ke dalam lift yang baru terbuka. Ia mendahului tiga wanita itu masuk yang tiba tiba memucat karena kehadirannya.
" Kalian mau masuk atau terus bergosip di situ ?" Ketus Ibell menahan tombol lift agar tidak tertutup.
Ketiganya menggeleng tidak enak hati sudah terciduk kuping Ibell sendiri.
Duh, Semoga kagak ngaduh ke bos deh.. Begitu lah dalam hati mereka.
" Ya sudah, bagus kalau saya sendiri di dalam lift, biar udara nya segar jauh dari mulut tukang nyinyir." Setelah menyindir, Ibell melepas tangannya dari tombol tahan, seketika pintu lift pun tertutup.
Sampai di lantai paling atas, Ibell segera memulai tugasnya, hari ini ia memang tidak ke apartemen Nata sebagai asisten, karena bos mesum nya itu berada di rumah utama katanya. Duh...enak kali ya jadi orang kaya, Serba ada tanpa harus bekerja keras. Batin nya berhalu seraya berjalan dengan beberapa File tertumpuk di tangan untuk di bawa nya ke ruangan pak bos.
Ceklek..
Ibell tersentak, di pagi hari ini..pak bos nya sudah berada di ruangan nya toh. Rajin amat. Lirih Ibell.
" Ibell, Saya sudah menunggu mu sedari tadi, bikinin kopi spesial mu dong, Di tetesin susu pun tak masalah."
Rasa rasanya, Ibell ingin sekali mencolok mata Nata saat berkata susu, Si bos mesum sialan ini melirik dada nya penuh damba..Gue sumpahin mata bapak kelilipan. Batin Ibell menaruh kasar File di tangannya dan beranjak keluar setelah mengiakan permintaan kopi susu untuk sang bos.
__ADS_1
Braaak.
Nata tersenyum santai di kala melihat wajah cemberut Ibell barusan, hanya Ibell seorang saja lah yang berani membanting pintu di hadapannya sebagai tanda protes kemesumannya. Entah kenapa ada hiburan tersendiri yang ia rasakan kalau menggoda Ibell. sedetik ia berdiri ke rak arsip dan menarik satu arsip itu membuat mata nya kelilipan debu.
Shiiit, OB malas amat sih.. Dumel nya menyalahkan pekerja nya seraya berkedip kedip mencoba membuang keluar kotoran yang masuk ke dalam matanya.
Di pantry, Ibell mendumel seraya membuat pesanan Nata. Satu karyawati ada di sampingnya yang membuat kopi pun.
" Kenapa sih Bell ? masih pagi lho, kok marah marah ?"
" Saya kesal sama kemesuman pak Nata, meresahkan." Dongkol Ibell.
" Pak Nata cuma begitu dengan wanita yang di incar nya lho, hati hati.. jangan sampai tergoda atau memang sudah ketagihan ?"
Ibell menaruh sendok bekas aduk nya secara kasar mendengar ucapan ambigu si wanita berkemeja putih modis ini. Awal nya saja terdengar menasehati, eh ujung nya sama saja merendahkan.
" Permisi !" Ketus Ibell. Entah kenapa semua orang terlihat monster di mata Ibell kali ini. Menyebalkan sekali bekerja bersama pak mesum itu, Nama nya seakan-akan sampah berada di dekat Nata, seharusnya Nata lah yang di nyiyirin sana....pan si bos mesum itu yang tukang main ranjang.
Braaak.
Kehancuran hati Nata kembali terasa kalau mengingat wanita yang di cinta nya penuh damba nan kehormatan tapi dengan tega bermain api di belakang. Ia sudah tidak punya hati untuk sekedar pacaran atau pun sejenis nya, wanita itu sampah....sekali pakai, buang sudah. Seperti tissue yang sudah di pakai maka tidak berguna lagi, tempat nya di tong sampah...dan mangsanya sekarang si Ibell Ibell ini.
" Kopi susu nya pak." Walaupun kesal, tapi Ibell masih punya rasa hormat ke atasannya. ia berucap seperti biasanya, Datar tak bernyawa.
"'Terima kasih ? Tidak ada obat peningkat gairah nya kan di dalam ?" Nata berucap santai.
" Kalau membunuh itu tidak di selimuti dosa atau pun tidak di penjara, maka mungkin di dalam kopi susu anda ada sianida nya." Sahut Ibell santai. Satu sama kan. Batin Ibell tersenyum puas melihat Nata melengos.
__ADS_1
" Sebelum saya mati..." Nata menjeda. Bangkit dan berjalan kebelakang tubuh Ibell yang berdiri memeluk nampang. "... Bagaimana kalau kita bermain ranjang di kamar pribadi saya." Nata menyeringai di belakang tubuh Ibell yang tiba tiba berbalik dengan wajah sangat masam. Nata tersenyum santai, justru menaik turunkan alis nya untuk menggoda Ibell yang terlihat marah sekali.
Sebelum membeli ajakan kurang ajar bos mesum nya, Ibell menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan, menatrilisir kan emosi nya yang dari rumah pun sudah ada di tambah lagi dengan Kelakuan Bos mesum sialan ini. ia mencoba menguasai kemarahan nya yang mungkin akan membuat dirinya malu bila saja lepas kontrol, bagaimana pun, Nata adalah bos nya di sini, dan ia masih butuh kerjaan di kantor Nata yang memang menjanjikan gaji di atas rata-rata lain dari perusahaan umum nya.
" Maaf ya pak, Kalau Upin Ipin sudah besar dan memiliki rambut lebat, baru deh saya mau di ajak bapak ngapain aja, Tapi setahu saya, Upin Ipin itu botak permanen dan tak kunjung besar, jadi mimpi saja. Permisi." Santai Ibell berlalu, suara nya bergelombang karena menahan kesal.
Aww...
Tubuh Ibell kembali berbalik Setelah sengaja menginjak kaki Nata. " Maaf pak, saya tidak sengaja, mata saya di atas jadi tidak melihat kaki bapak di bawah." Senyum Ibell melebar dengan kelakuan kurang ajar nya.
Dan Nata yang terinjak oleh sepatu hak tinggi Ibell,, meringis sakit, ia tahu Ibell sangat sengaja. Biarkan kali ini, kapan kapan ia akan memberi pelajaran untuk Ibell...ia akan menunggu Upin Ipin berambut lebat. kapan pun itu.
Di luar ruangan Nata, Ibell langsung menghempaskan pinggulnya ke kursi kerjanya, mengusap wajahnya kasar, Wajah nya memerah karena menahan marah, Tidak di rumah, di kantor pun sama...sama sama tidak ada ketenangan untuk nya.
Baru juga duduk, suara telpon kantor di mejanya berbunyi.
" Keruangan ku sekarang, kamu terlalu bersemangat menunggu Upin Ipin berbulu lebat sampai melupakan membaca agenda ku hari ini, sayang !"
Suara Nata di seberang telpon sangat menyebalkan di telinga Ibell. ia pun menjawab maaf Tapi terdengar tidak ikhlas. Dan Ibell juga mendengar suara di dalam sana terdengar terkikik. Sialan.. awas kamu pak !
Lagi dan lagi, Suara pintu terdengar tidak ikhlas untuk di buka, Nata menyunggingkan senyum nya di saat Ibell sudah terlihat. Lucu sekali.. batin Nata melihat wajah cemberut Ibell.
" Agenda bapak hari ini___"
" Batal kan semua nya.. Karena hari ini saya mau bersantai, dan ah... tolong booking satu perempuan cantik untuk hari ini, kirim ke apartemen saya. Ingat ya ! Yang cantik... kalau tidak dapat maka kamu pun boleh." Nata menyeringai lebar melihat Ibell melongo
" Pak__"
__ADS_1
" Tidak ada alasan." Potong Nata, ia akan mengerjai Ibell dengan keinginannya yang di luar kemampuan Ibell.
Ok..., Lo jual, gue beli pak... siap siap aja bertemu Mama anda dalam permainan ranjang anda..dan ah...saya sumpahin, bila mana anda malam pertama untuk pasangan halal anda, semoga istri bapak menolak memberi anda jatah, biar tersiksa ! Amin !