
Yola membawa Petir, Pelangi tentu saja Vay juga pulang kerumahnya, Sepertiga malam ini ia tidak mungkin mengantar satu persatu ke-dua cucu kerabatnya. Pelangi dan Petir akan menginap di rumah besar nya.
Chitt..
Motor berhenti, Kemal yang lebih sampai kerumah, menyambut di pelataran itu.
" Sini sayang !" Kemal langsung mengangkat tubuh Vay dari atas motor di bagian depan boncengan Yola, menciumi pipi itu dengan hati plong, ia belum melihat luka istri nya di lengan itu, belum juga melihat wajah babak belur Yola yang masih tersembunyi di balik helm, di pastikan besok wajah Yola akan bengkak seperti korban KDRT.
Petir dan Pelangi pun sudah turun dari boncengan, begitu juga Yola. di lepas nya helm itu.
Deg...
" Wajah mu ? Lengan mu ?"
Pertanyaan Kemal tertahan ke Vay... Apa yang sebenarnya terjadi ? Gara gara melihat Yola babak belur dengan wajah terlihat pucat.
" Tanya tanya nya besok aja ya Mas, Anak anak...Kalian masuk, Pilih kamar masing-masing, baju minta di Bi Ti__ ah mandiri ! Cari di lemari." Ketiga nya berlalu setelah menjawab takzim, Mereka juga sangat kecapean.
" Gendong !" Manja Yola On, lupa umur ! ia memang sengaja menyuruh anak anak duluan masuk biar sikap manja nya tidak ada yang mengetahui, cukup si Mas suami seorang yang akan ia repot kan.
" Ck, Tadi ada kata Mandiri untuk anak anak !" mulut Kemal memang protes, tapi tangan itu dengan senang hati menggendong sayang bayi Wild nya.
Ambu dan Abah berikut Bi Tina ikut begadang, menunggu kabar. menatap cemas wajah Yola yang babak belur.
" Kalian tidur lah, Semuanya sudah beres." Belum juga ke-tiga orang itu mengeluarkan suara nya, sudah di sanggah Yola terlebih dahulu dengan nada sopan nya.
Abah dan Ambu pun berlalu, Padahal mulut mereka sangat gatal ingin bertanya tanya. Bi Tina pun sama. Tapi mereka mengerti, Yola dalam keadaan tidak baik.
__ADS_1
" Apa yang sebenarnya terjadi, Wild?" Kemal sudah sampai di dalam kamar, ia tidak bisa menahan rasa penasaran nya. di taruh nya tubuh Yola ke kasur dengan pelan pelan. Membantu Yola melepaskan sepatu, jaket juga baju Yola, menyisah kan tank top ketat Yola berikut celana pendek sepaha.
" Yola juga belum tau jelas, Tapi ke empat bocah bocah nakal itu berurusan dengan satuan khusus dari luar Negeri. ah... Stop jangan tanya tanya dulu, kabarin Titan, Chris, Radja dan yang lainnya, kalau cucu cucu mereka sudah aman. kasihan, pasti semuanya sangat cemas." Yola meringis, membuka mulutnya sekedar bicara saja sangat sakit di sudut bibir itu. Untung gue nggak ompong kena tonjokan tuh orang Sialan. Gumamnya dalam hati.
Kemal terpaksa menahan lagi rasa penasaran nya, istri nya benar....ia belum memberikan kabar ke yang lainnya berikut Nata yang sedari tadi menelpon nya namun tidak di angkat nya karena sibuk mencari cucu nya.
Tangan itu pun berselancar dengan pesan singkat ke group semata, Kemal buru buru ingin mengobati Yola.
" Pelan pel__ Ah, tuh kan, sakit." Yola meringis saat lengan nya yang terserempet peluru di obati oleh Kemal.
" Kamu itu ya, Harus nya mengabari aku dan tunggu aku dulu, Bisa bisa nya menghadapi penjahat seorang diri, kalau kamu kenapa kenapa melebihi luka ini bagaimana, eum ? Mas bisa gila nanti." Raut wajah Kemal penuh kekhawatiran mendalam dengan tangan nya teliti nan pelan pelan penuh kelembutan mengobati lengan serta wajah dan bagian tubuh lain Yola.
" Kalau aku menunggu mu, Yang ada kepala Vay dan Pelangi sudah tembus peluru." Yola hanya bergumam di dalam hati, bibir nya lagi di kompres saat ini, mata nya terpejam dengan jenjang lengan itu tertumpu di atas jidat dalam berbaring nya....Yola menelan ludah nya, Ngeri. Apa jadinya kalau tadi cucu satu satunya tertembak ? Pasti dunia anak mantu nya serta dunia nya pun akan terasa runtuh.
" Sudah mas, tidur lah.... Besok kita akan sidang bocah bocah kesayangan kita." Mata Yola terbuka menatap Kemal yang enggan berhenti mengobati luka nya.
" Hah, buka baju ? Yakin ?" Kemal heran, apa iya istri wild nya ingin bermain ranjang dengan keadaan babak belur begitu, Ia nya sih ok aja, tapi Kemal kasihan akan tubuh istri nya, Yang ada ia akan di buat nanggung, Lima menit nyelup eh... bisa aja Yola menyudahi permainan.
" Iya, Kenapa terlihat kaget begitu ? apa sekarang Mas jadi perjaka, di suruh buka baju aja kok shock." Yola tak habis pikir.
" Aku kasihan lho sama tubuh kamu, lebih baik puasa aja dulu ya, mas bisa Nahan kok, sueer." dua jari Kemal berbentuk V mengudara saat kata suer itu terucap.
dalam hati, Yola tersenyum... Suaminya ternyata salah prediksi, ia pan cuma mau peluk dada macho itu dalam tidur nya biar rasa sakit di tubuh nya serasa tidak sakit.
"'Buka cepat dan berbaring lah di sisi ku, atau kuterkam tubuh mu."
" Baiklah kalau kamu kebelet mah, Mas cuma satu ronda dengan lima menit saja."
__ADS_1
Dasar ! Senyum evil Yola terlihat saat Kemal membuka seluruh benang itu dari baju sampai benang bawah pun sudah tidak ada, Polos !
" Ayo, posisi apa yang nyaman dengan tubuh babak belur itu." Kemal sudah siap, istri nya memaksa ya hayuk...Tak ada lagi keraguan seperti tadi untuk melakukan aktivitas ah uh ah itu.
" Gaya begini." Tangan Yola yang di balut perban medis saat ini bertengger santai di dada Kemal sebagai penyangga nyaman luka nya, Maksud Yola tuh itu, bukan ah uh ah.
" Lho, tapi__ ini, Tangan__ Ah, nggak jadi ?" Kemal terbata bata, Yola Mengerjai nya...hmm, dasar istri somplak.
" Otak masih ada kan Mas ?" Ambigu Yola mengejek. " Selamat bobo mas manly, dan kalau bisa jangan bergerak ya, tangan Yola lagi butuh obat dada pelukable mu, mas." Sejurus Mata Amber itu terpejam, walaupun belum pulas tapi tetap di paksakan untuk tidur.
" Ah, gue kira minta main Ding, Ini mah tersiksa nama nya, Mana di bawah sana yang tidak tertutup kain apa pun sudah berdiri sombong. dingin lagi!"
Kemal tertidur dengan tubuh polos nya kini kedinginan, mau pakai baju tidak bisa, ia kasihan ke Yola yang sudah keenakan memeluk nya, nanti bisa saja terganggu tidur istri nya itu.
Di Kapal, Ibell yang tadinya pingsan belum sadar sampai sekarang ! Tubuh Ibell malah panas, bibir indah itu kini meracau memanggil nama Vay terus, mungkin efek demam terlalu tinggi hingga Ibell meracau terus.
Tentu Nata yang melihat kondisi tidak sehat Ibell jadi cemas. Tapi kecemasan nya yang tadinya dua kali lipat kini sedikit Turun karena ia sudah membaca pesan papa nya di mana Vay sudah aman.
" Vay, jangan lari sayang, Nanti jatuh." Racau lirih Ibell, di bawah alam sadarnya, Ia sedang bermain kejar kejaran dengan Vay.
" Sayang, bangun ! Vay uda pulang kok, Jangan begini." Nata berbisik di telinga Ibell yang saat ini sedang mengopres dahi Ibell, ia pun ikut rebahan dan memeluk tubuh demam Ibell, berupaya memberi energi positif nya ke tubuh sakit istri nya. Nata sudah berbisik sedari tadi tentang kondisi Vay baik baik saja, tapi Ibell seakan-akan tuli tidak mendengar nya efek demam tubuh itu sangat tinggi. Padahal Ibell sudah di periksa oleh dokter khusus yang ada di fasilitas kapal.
__________
Kakak kakak yang cantik/tampan... Mampir yuk di karya baru aku yang ikut event, Angetan...jadi butuh like, komen banyak banyak, gift atau pun Vote yang banyak tapi ikhsal๐eh ikhlas ya !
__ADS_1
Wajib absen ya #pemaksaan๐คฃ๐คฃ๐คฃ Di tunggu pokoknya dukungan kalian semuanya ๐๐๐๐๐คฉ Love You All ๐๐๐