Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 110


__ADS_3

Beberapa menit yang lalu...


Eldath dan Kemal sampai di tempat secara bersamaan dari arah yang berbeda, Jaringan polisi yang di kepalai oleh Gion pun sudah sampai mendahului mereka.


Eldath dan Kemal di tahan Gion untuk tidak grasa grusu dan berakhir membuat panik tersangka yang mungkin bisa berdampak fatal ke sandera.


Kita harus mendekat tanpa membuat pelaku mengetahui keberadaan kita, jangan sampai salah sedikit saja, taruhannya adalah nyawa istri istri kalian.


Begitulah tadi instruksi taktik kepolisian Gion, yang sangat buang buang waktu menurut Mamang Asep dan Bang Gultom yang ikut serta, Seharusnya Kemal tidak mengikut sertakan kepolisan di sini dari dulu pun, Serasa tidak leluasa bagi mereka yang notabenenya mantan mafia yang punya cara sendiri. Tapi ya sudahlah... Eldath dan ante antenya terpaksa menuruti instruksi Gion.


Dan saat ini mereka sudah mengendap ngendap di rerumputan tinggi, pakaian mahal mereka tidak di permasalahkan sudah kotor berlumpur karena mereka saat ini tengkurap di atas tanah basah kehujanan.


Eldath yang mendengar baru separuh pengakuan orang jahat itu, rasanya ingin segera membantai musuh dalam selimut sialan itu, Tapi mengingat ada dua wanita tersayangnya yang dalam keadaan bahaya, ia menahan diri.


Begitu pun Kemal, Hati nya serasa sakit, tubuh besar nya serasa nggak guna melihat terang terangan di depan mata, orang tersayang nya di ikat begitu, tidak bisa bertindak langsung membuat nya ingin menenggelamkan tubuh nya masuk ke dalam salah satu kuburan saja, Ia ingin menghajar brutal si pria tua tak tahu diri. awas saja ada kesempatan. Batinnya geram.


Selamat tinggal Yola, Kamu.. juga Istri Eldath..


Yola dan Fifi hanya bisa pasrah saat ini yang bisa mereka lakukan. Orang hidup pasti akan mati bukan ? Cara dan waktu nya saja yang misterius kapan itu tiba, Tapi kalau di beri kesempatan untuk hidup, Mereka ingin hidup dengan sikap lebih baik lagi.


Kreeek...Braaak..!


Dan saat Om Lexi menarik pelatuk nya, angin semakin ribut, kilatan petir pun terlihat seram, Ranting pohon besar tiba tiba jatuh menimpa tangan Om Lexi hingga senjata api yang hampir terlepas pelatuknya ke kepala Yola, kini jatuh ke tanah.

__ADS_1


Yola menjerit histeris, begitu pun Lexi yang menjerit sakit di bagian tangan nya.


Kemal yang menyadari ada cela segera bangkit dan berlari cepat menendang tangan Lexi yang kembali ingin mengambil senjata itu lagi.


Eldath pun sama, Ia bangkit dengan penuh amarah di dadanya, Menendang keras punggung Lexi dari belakang hingga tersungkur ke tanah dan seketika Lexi terbatuk batuk darah saking kuatnya tendangan pertama Eldath.


" Jangan tahan gue lagi Gion, karena gue nggak akan menurut untuk nggak ngehajar orang jahat ini." Ucap Kemal seraya menghajar Lexi yang melawan pun dengan beladiri nya yang cukup baik menghianati umur.


" Ini bagian Gue, Mal. serahkan ke gue." Eldath pun kembali menyerang di titik titik tertentu yang mematikan di tubuh Lexi.


" Kalian anak ingusan tidak akan bisa melawan saya." Om Lexi malah menyepelekan Eldath dan Kemal.


" Jangan sampai mati !" Ucap Gion mengijinkan mendengar kesombongan Lexi.


"Majulah kalian !" Tantang Lexi kembali. Dan perkelahian sengit terjadi di hadapan Mata kepolisian yang sedikit memberi waktu untuk Eldath dan Kemal yang sekarang Gion bermood teman.


Sementara Mamang Asep sudah melepaskan tali ke Neng Kecil nya.


" Hiks hiks hiks..Mang Asep, Om Lexi dalang nya. Semua keburukan yang terjadi di hidup Yola, adalah ulah Om Lexi." Adu Yola di dalam pelukan sayang Mamang Asepnya yang benar benar tulus menyayangi nya tidak seperti adik angkat Daddy nya.


" Iya Neng, Mamang sudah dengar, Maaf untuk itu ya...Mamang saja yang berpengalaman dengan orang jahat Justru tertipu, Ini lah bedanya musuh berbulu domba, Susah di tebak sayang. Dan lepas kan Mamang dulu, Kaka ipar mu butuh di tolong juga."


Fifi yang masih dalam ikatan mendengus, tidak ada yang mengingat dirinya yang mulut nya sudah pegal di sumpal sedari awal.

__ADS_1


" Hah... Dasar pria tua sialan, Untung Danver kagak nerima gue jadi pacar nya selama gue gebet, kalau itu terjadi, gue punya mertua jahat seperti dia, Terus Bang Eldath, Kemal. Jangan di beri ampun." Maki Kesal Fifi yang baru bisa mengeluarkan suaranya, meneriaki Eldath dan Kemal untuk terus menghajar Lexi.


Yola yang melihat wajah menyedihkan Fifi segera memeluk kaka iparnya.


Sementara di perkelahian, Gion yang sudah melihat Lexi terkapar bersimbah darah ulah Dua macan yang berkolaborasi dengan baik, Segera menghentikan perkelahian itu, Sudah cukup memberi mereka waktu untuk melepaskan kekesalan dua pria yang masih saja senggol bacok, apalagi Eldath yang seperti nya mau jadi pembunuh di hadapan polisi.


" Sudah sudah, Cukup ! Sana lah El, Mal ! Istri kalian perlu pertolongan." Gion berimprovisasi agar dua macan ini sadar dari senggol bacok nya yang susah amat di lerai cuma ngomong nanti kalian akan jadi pembunuh...Eh, Giliran di sangkut paut kan nama istri kalian... Seketika ingat daratan dan berlari ke arah dua wanita yang sedang berpelukan di bawah rindang pohon.


" Mas, Hiks !"


Kemal langsung saja memeluk istrinya dan mencium kening Yola yang menangis tak sanggup mengeluarkan suaranya lagi, meraup tubuh Yola untuk di bawa kerumah sakit.


Yola yang di atas gendongan, melirik ke arah Fifi dan Eldath yang tiba-tiba Kaka iparnya itu pingsan seketika, Kaka ipar nya memang mempunyai sisi lemah bila di sangkut kan hal menegang kan, Tapi pertanyaan Yola..? Kenapa baru sekarang pingsan nya ? Entahlah !


Dan sebelum ia benar benar jauh dari pohon rindang, Mata Yola sempat melirik kebelakang, Astaga....Ia tidak salah lihat kan ? Daddy dan Mommy nya terlihat duduk bersampingan di atas ranting besar yang sempat jatuh dan mengenai tangan Lexi dengan senyum mengembang kearahnya dan sedikit nya bayangan putih itu hilang sekejap.


Mommy dan Daddy menolong ku..


Yola tahan untuk tidak menangis lagi...ia mengambil kesimpulan logika nya sendiri, kalau yang membuat ranting besar kokoh itu jatuh adalah ulah pertolongan orang tuanya.


Yola adalah orang yang paling anti dengan hal hal yang berbau mistis klenik, Tapi bagaimana ia mengelak ? Kejadian di depan matanya sudah membuat nya percaya kalau hal mistis klenik itu ada. Khusus pertolongan Mommy Daddy nya kali ini, Yola akan menyimpan nya di hati nya khusus untuk ia seorang. ia tidak mau menjadi pemicu perdebatan klenik antara orang yang percaya adanya klenik dan orang yang tidak percaya kalau klenik itu tidak ada. yang penting semua nya telah berakhir, musuh dalam selimut kini sudah di amankan, ia hanya berharap tidak adalah masalah yang menempatkan dirinya di dalam situasi menegangkan antara mati dan hidup.. semoga saja. Amin !


" Sayang, Apa kah ada yang terluka, Maafkan mas yang lalai menjaga mu. Astaga... Tubuh kamu sangat dingin sekali."

__ADS_1


Yola yang memang sangat lemas, tidak bisa menjawab lagi. sebelum ia pingsan..Mas suami nya dengan telaten mengganti bajunya yang basah kuyup di dalam mobil yang tertutup rapat gelap dari luar.


__ADS_2