
Yola hari ini menjenguk Nata dengan membawa rantang stainless makanan masakan rumah di dalam nya, mungkin Ibell atau pun Nata bosan dengan makanan rumah sakit, jadi Yola berinisiatif untuk membawa nya.
Ceklek.. Saat membuka pintu kamar rawat Nata, Anak mantu nya tidak ada di ruangan, Kemana Ibell dan Nata ? Apakah berjalan jalan di taman rumah sakit ? Batin nya bertanya tanya, tapi kan di luar lagi hujan, tidak mungkin di taman juga kan. Yola menjadi panik, jangan jangan anak mantu nya di jahatin orang lagi, Pan Nata lagi tidak bisa melawan karena masih terluka.
Langkah kaki Yola tergopoh-gopoh menuju ke tempat suster yang berjaga.
" Maaf Sus ! Anak saya yang di kamar VVIP 1 ada di mana ? kok ruangan nya kosong ? Apakah sudah pulang ?" Yala mencerca pertanyaan untuk Suster.
" Ada kok Bu, Saya baru memeriksa tensi darah nya dua puluh menit yang lalu, Mungkin di kamar mandi Bu."
" Oh gitu ya sus ! Ya sudah, saya coba cek lagi. Mungkin bisa jadi di dalam kamar mandi, saya belum cek ke sana keburu panik." Yola tersenyum tidak enak hati. Kaki itu pun kembali lagi ke kamar inap Nata.
Samar samar setelah di dalam ruangan Nata, Yola mendengar suara suara Nata dan Ibell di dalam sana sedang bercakap cakap tidak jelas terdengar. Lalu tidak ada suara lagi. Hening !
Lima belas menit Yola menunggu bosan, ke-dua nya tidak ada niatan keluar kamar mandi, Sedang apa anak mantu nya di dalam sana ? Apakah Nata dalam keadaan tidak enak badan ? Munta munta terus jadi nya lama untuk keluar ?
Kepo mendominasi cemas, Yola menempel kan daun telinga nya ke daun pintu itu. Tidak ada suara orang munta munta atau suara mengeram sakit kok ? Lagi apa sih ?
" Bang, Pelan pelan gerak nya, Nanti jarum infus nya putus lho."
Suara Ibell membuat Yola mengerutkan keningnya.
" Bang, Enak nggak ?"
Enak kata nya ? Sejak kapan jarum infus enak di makan ? Wajah Yola semakin pias, Anak mantu nya sedang apa di dalam sana ? Jarum infus kok enak ? Otak Yola jadi lemot di sini, mungkin terbawa umur.
" Sebentar lagi sampai sayang, Sabar ya, Ya ampun enak sekali rasanya, inilah makanan yang terluar biasa enak nya !"
Ocehan Nata membuat Yola semakin bingung. Nata hendak ke mana membawa jarum infus yang rasa nya luar biasa enak untuk di makan kata nya ?
Yola jadi merinding bulu kuduk dan bulu tangan nya, Nata kok jadi ngeri ya ? Seperti atraksi kuda lumping itu yang makan beling, bedanya di sini anak nya makan jarum infus. owalah...Anak semata wayang nya jadi sedeng sih, padahal yang tertembak itu lengan nya, bukan otak nya. Intelektual nya masih aman kan ? Masa jadi idiot sih ?
" Ish..Sstt, Bang. Jangan di gigit, kalau ujung nya putus bagaimana ?"
Di dalam sana suara Ibell terdengar seram seram sedap. Membuat Yola semakin ngeri ke Nata yang pasti ujung jarum infus itu di gigit Nata hingga mau putus, itu Pikir Yola. Beda sekali apa yang sebenarnya terjadi, Nata menggigit gemas ujung balon ku ada dua. paham kan readers, balon itu ?
Cepat cepat Yola keluar ruangan menuju ke tempat suster mau minta bantuan, Kasihan Ibell di dalam sana, setelah jarum infus habis bisa bisa Ibell lagi yang di makan oleh Nata. Padahal tanpa sepengetahuan Yola, Di dalam sana memang Ibell lah yang di makan oleh Beno.
" Suster, Maaf sebelumnya ya, Otak saya lagi lemot untuk berpikir logika. Coba jelas kan ke saya, apakah jarum infus jaman sekarang ini bisa di makan agar tidak ada sampah bekas infusan.. Rasa nya kayak apa ? Maksud ku, Apakah manis atau asin asin gurih gitu ? atau rasa jagung bakar ? pasalnya anak saya lagi ngemilin jarum infus di dalam kamar mandi saat ini."
Pertanyaan polos Yola ini membuat Suster terbahak bahak.
" Ibu bisa aja bercanda nya, Ya tidak ada lah Bu. Jarum infus mana ada bisa di makan, Yang ada bisa nusuk orang sampai sakit, kecuali jarum infus yang tumpul tuh baru enak."
__ADS_1
Sang suster masih tertawa geli sembari mendorong pintu VVIP satu. Yola masih tidak konek dengan ucapan Ambigu sang Suster, karena pikiran nya telah menguasai keselamatan Ibell di dalam sana oleh Kelakuan Nata.
" Sini sus, silakan ikuti saya ke kamar mandi, siapkan dulu suntikan bius nya, Kalau anak saya ngamuk kan bahaya."
Yola mempersilakan sang Suster, baru juga dua langkah di dalam ruangan, Pintu kamar mandi terdengar ceklek.
" Ck, Bang Nata KDRT main nya, kata nya cuma__ Eh, Ada Mama. Juga__!"
Ibell yang baru keluar bersama Nata di tuntunnya terkejut, di hadapannya sudah ada Yola dan satu suster. Rambut basah nya telah membasahi kerudung nya membuat Yola mengerutkan keningnya bingung.
" Infusan nya terlepas ya, Pak ?" Tanya Suster dengan menahan tawanya agar tidak terbahak-bahak. Pasalnya tanda merah di leher serta dada Nata terpanggang jelas.
" Iya Nih !" Sahut Nata datar, cuek dengan mata bulat bulat Mama nya yang memperhatikan penampilan Ibell dan Nata naik turun, apalagi kini Nata hanya menggunakan celana panjang milik rumah sakit tanpa menggunakan baju setelah mandi basah tuh rambut.
" Saya pasang lagi ya, Pak." Sang suster masih menahan tawanya melihat wajah Yola yang sekarang sudah peka. bisa bisa nya otak mantan wild mesum ini tidak peka tentang masalah infus tumpul.
" Kalian ?" Yola geleng geleng kepala, mata Amber nya menatap dada Nata yang sudah tercap khusus milik Ibell. Ibell yang di sini malu luar biasa, wajah itu tertunduk malu malu seraya sok sibuk mencari baju Nata di dalam koper kecil khusus baju ganti Suaminya.
" Tunggu dulu sus, biar suami saya pakai baju dulu biar nanti tidak ribet kalau memasang baju nya karena infusan itu." Ibell ogah ogahan melirik Yola, terlalu malu ketahuan habis tawuran di dalam kamar mandi. Nata sih tidak mau sabar ! Batin nya menyalahkan Nata.
Setelah baju terpasang, sang Suster pun melakukan tugasnya, infusan itu sudah terpasang lagi di punggung tangan Nata. Meninggalkan ruangan dengan air mata hampir keluar karena terus menahan tawanya, seumur umur kerja di rumah sakit baru kali ini sang suster itu mendapati pasien nya nekat melakukan enak enak di dalam kamar mandi rumah sakit. Rekor muri di dalam dunia kesehatan.
" Kalian ya, Jantung mama serasa mau copot tahu nggak karena salah prediksi, Mama pikir kamu Nata doyan makan jarum infusan. Ternyata lagi ehem ehem !" Yola tersenyum geli dalam hati, tapi di depan Ibell wajah itu di buat sedatar mungkin agar Ibell tidak merasakan malu luar biasa padahal memang sudah malu tertunduk.
Yola jadi teringat masa lalu nya, di mana pun dan kapan pun melakukan nya bersama Kemal yang penting asyik panas menggelora. Tapi ini... astaga, Kamar mandi rumah sakit ! Ck, Masih warasan aku. Batin Yola seraya membelakangi Ibell hanya ingin melepaskan senyum geli nya.
" Nama nya juga pengantin lama berasa pengantin baru, kan sudah lama, iya kan Bell ?" Nata mengedipkan matanya ke Ibell membuat istri nya itu mencubit perut nya.
" Sudah dong ah, Ibell ngambek nih !" Bisik Ibell mengancam. Bertepatan Yola berbalik badan lagi.
" Oh ya Ma, Vay kok nggak di ajak." Ibell mengalihkan topik agar ke-dua orang di hadapannya tidak menggoda nya lagi. kan wajah nya sudah memerah malu.
Ceklek...
Belum juga Yola menjawab. suara pintu terdengar terbuka memperlihatkan si pelaku nya yang tercengir tidak enak ke Yola yang menurut Biru, Dirgan dan Bintang, Yola tidak ada di dalam ruangan, maka nya main nyelonong saja.
" Ok, karena di sini sudah ramai, mama pulang duluan ya, Nata...Awas jarum infus nya jangan di gigit lagi." Ambigu Yola tersenyum geli sendiri dengan tangan itu membuka handle pintu ingin pergi.
" Laki Lo nggak di kasih makan Ibell ? Masa kata Tante Yola, Nata makan jarum infus ?" Bintang penasaran dengan ucapan Ambigu Yola.
" Auh ah, Gelap." Ibell menatap horor Nata agar tidak keceplosan. Nata mengerti itu, ia juga tidak mau membuat istri nya malu di hadapan para sahabat nya.
" Mama hanya bercanda tadi." Elak Nata ke Bintang. Sepupu nya itu pun mengangguk percaya. Ibell akan bungkam kesal ke Nata saat ini. Biarkan saja ! Lagian gara gara memaksa ingin tawuran berdiri di dalam kamar mandi berujung malu kan di hadapan Yola serta suster yang tadi. Untung para sahabat suami nya di hadapan nya ini tidak ikut mengetahui kejadian tadi. Malu coeg.
__ADS_1
" Bah...Lo sakit sakit punya tanda di leher Nat !" Mata jeli Biru mendapati tanda laknat di leher Nata. Bintang berikut Dirgan pun melirik ke Ibell. Ah.... Ibell kan pakai hijab, mana bisa terlihat tanda buatan Nata yang terkenal gila dalam hal ehem ehem.
" Ngapain kalian lihat aku seperti itu ?" Jutek Ibell ke Dirgan dan Bintang, sepasang suami istri yang di judesin ini malah tersenyum geli melihat pipi Ibell yang merona malu mendominasi kesal.
" Hahaha, Ibell ngambek ternyata, Lo sih Nat, Lagi sakit sudah main gila, sama Suster mana yang Lo embat." Biru malah memanas manasin, sengaja biar Nata semakin di cemberutin oleh Ibell.
" Sialan Lo pada, Kalian mau kesini jenguk gue atau mau ngebuat rumah tangga gue berantakan karena fitness eh fitnah ngasal lo, kampret, ck." Nata menendang Biru yang duduk di sisi brankar nya tepat di kaki kiri nya.
Ibell hanya memutar matanya malas seraya membuka rantang stainless yang di bawah Yola tadi. menulikan telinga nya lebih baik saat ini seraya makan mengisi tenaga sehabis tawuran debut Eni untuk pertama kalinya semenjak tujuh tahun lebih lamanya, bibir itu tak sadar senyum senyum sendiri karena kembali merasakan sentuhan sentuhan yang bisa membuat orang terbang ke awang-awang.
Bintang melihat itu, dan ingin kembali menggoda Ibell.
" Bukan suster mana pun Biru, tapi pasangan halal nya, lihat lah... Ibell sampai kelaparan begitu, makan nggak mau bagi bagi, senyum senyum sendiri lagi !" Goda Bintang.
" Gue lagi budek, guys !" Cuek Ibell dengan mengunyah santai makanannya. Nata tersenyum melihat Bintang gagal menggoda Istrinya. Bintang memanyunkan bibirnya.
" Eh kita kesini mau ngebahas perihal anak anak, termasuk Vay." Wajah Biru kali ini tidak lagi bercanda. Membuat Ibell berdiri dan meninggalkan makanannya.
" Kenapa dengan Vay, juga yang lain nya ? Mereka baik baik saja kan ?" Ibell sangat sensitif bila menyangkut kepentingan Vay. Nata pun sampai terbangun dari rebahan nya, memasang wajah serius nya.
Sejurus pintu ruangan kembali terbuka, Ada Gema dan Langit yang baru datang.
" Biar kan Gema yang menjelaskan, karena Gema lah yang mendapat kabar aneh ini dari Ama."
Mata semua orang menatap penasaran ke Gema, kecuali Biru yang sudah mendapat penjelasan dari Gema.
" Jadi, semalam Ama dan Guruh lagi cekcok, Membuat Ama mengancam kakak nya untuk membongkar rahasia projects mereka katanya, tanpa sengaja Gue dengar itu...mereka saling hardik dan Ama keceplosan... Ama akan ngebom lab rahasia kalian, Ama akan hancur kan hasil projects kalian yang belum ada cadangan nya serta belum ada penawar nya...."
Gema mengulang kembali ancaman Ama ke Guruh yang memang tidak sengaja mendengar nya. semua omongan kekesalan Ama ia jabarkan ke para sahabat nya yang memang ada sangkut pautnya, karena orang di hadapannya ini adalah para orang tua yang ikut andil kenakalan anak-anak mereka nanti yang bila mana mengundang masalah kedepan nya.
" Project, projects apa maksud Lo, Vay kan belum lama akrab dengan anak anak kalian, Vay tidak ikut ikutan." Ibell menepis.
" Tapi Ibell, Tentang Alvin ! Apa kamu tidak curiga kepada anak anak nakal itu. Mungkin memang Kurcil itu pelaku nya, projects lab ? Nah... Bukti nya juga ada... Alvin melepuh bak besi yang di lelehkan, Itu bukan tembakan biasa yang di tembakan oleh Topan, Lihat lah..Abang juga tertembak tapi tidak melepuh, jadi Fix.. Mereka memang punya rahasia."
" Nah itu dia !" Dirgan yang sedari tadi hanya diam menjentikkan jarinya, setuju dengan pendapat Nata yang masuk akal.
" Tapi yang membingungkan, Lab ? Lab siapa yang mereka gunakan, dan di mana tempat nya. nggak mungkin Lab Papa gue kan ? Dan ah.. Dibi nggak mungkin ikut ikutan, anak gue itu nggak menyukai hal macam penelitian, Dibi lebih suka otomotif seperti kamu !" Bintang menatap Dirgan, Lab Vero-Papanya itu bukanlah lab sembarangan yang main mengijinkan para Kurcil memakainya.
" Inilah yang membingungkan, mereka kan hanya keluar rumah untuk berlatih Muay Thai di tempat gue, Sementara kalian tahu sendiri, di club' gue nggak ada tuh namanya lab, adanya gudang kecil di belakang nya." Gema pun bingung.
" Apa ada di antara orang tua kita yang ikut membantu mereka ? Atau jelas di antara kita ?" Biru menatap curiga parah sahabat nya, yang wajah wajah di antara mereka ini tidak ada yang mencurigakan, justru semua nya terlihat bingung tidak tahu apa pun.
Bukan gue ! Semuanya kompak bersuara mengelak.
__ADS_1
" Ayolah Bi, ini hal berbahaya lho, jika ada satuan khusus entah satuan pemerintah atau pun satuan orang jahat yang mengetahui hasil lab mereka yang luar biasa itu, maka anak anak kita dalam bahaya, para satuan itu bisa saja mengincar projects mereka. jadi sebelum itu terjadi, kita harus benar-benar melarang mereka untuk meneruskan aktivitas berbahaya itu, anak gue mah nggak apa-apa jadi chef dari pada nyawa nya dalam bahaya terus !"
Semuanya menyetujui saran Langit, Mereka kompak memfinal kan, kalau anak anak mereka akan di pingit seterusnya, para orang tua ini akan mematai matai para anak nya.