Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 105


__ADS_3

Aduh duh duh...


Di kamar Yola dan Kemal...Yola beradu sakit saat pemanasan global terjadi menuju ah uh ah..Perut Yola keram.


" Kenapa ?" Cemas Kemal melihat Yola meringis memegangi perutnya. Sontak horn* mereka terjun down.


" Entah, perut Yola terasa keram, mungkin malam ini Dedek bayi nya ngambek, nolak di tengok." Jelas Yola. Kemal segera membantu membaringkan tubuh Yola di atas ranjang. Sejurus kemudian mengelus perut Yola dengan sayang dan penuh kelembutan.


" Maaf ya, Mas selalu minta hak.. masih sakit ?"


Yola menggeleng. " Sedikit !" Kata nya dan tersenyum lembut sebagai tanda ia akan baik baik saja


. Cup.. Satu kecupan di kening Yola dari Kemal.


" Istrihat saja, Besok kita ke dokter." Selimut pun sudah terpasang rapi. " Good night." Cup... Dan kali ini kecupan bibir jatuh di bibir Yola. Kemal pun beranjak menjauh dari kasur. Mungkin kerja malam ini di depan layar laptop yang akan membuat nya tertidur kelelahan bukan kelelahan di ranjang.


" Maaf !" Ungkap Yola yang tidak memenuhi hak.


" Tak apa sayang, istirahat lah agar anak kita juga istirahat." Sahut Kemal kembali mendekat di sisi Yola, mengusap usap pelan pucuk kepala Yola agar cepat terlelap. Yola kembali tersenyum teduh, Kemal sangat menyayangi nya. ia merasakan kasih sayang suami nya dengan melihat mata Kemal yang punuh tatapan cinta terhadapnya.


Sementara di sebelah....Mandi, Cek ! Semprot penyegar mulut, Cek ! Harum semua, Cek ! Eldath sudah selesai bebersih nya. Handuk terlilit di pinggangnya, sengaja tidak memakai baju yang sebenarnya masih di dalam kamar mandi.


Oke... waktunya belajar ! Eldath baru membuka laptopnya setelah selesai mandi, kali ini ia benar-benar melihat Video yang tak senonoh. Agar tak di cap payah oleh Fifi, ia ingin membuat Fifi lah yang akan kepayahan kalah dari nya.

__ADS_1


Shiiit... Jorok amat ya ? Bukannya horn*, Ia jijik sendiri melihat wanita di dalam layar begitu asyik ngemut permen Kramat.


Seketika ia tersadar dari kekonyolan nya. Tanpa belajar pun, Laki laki itu punya naluri kelakian yang akan bangkit seketika tanpa di tuntun seperti air mengalir, begitu lah naluri lelaki. Di hotel dulu pun, hampir pernah terjadi, So... kenapa gue harus segugup ini ? Malu sama tatto macho El..Dasar konyol.


El menggurutu sendiri dalam langkah nya yang tidak sadar keluar kamar mandi dengan hanya handuk di pinggang.


Ceklek..


" Belum tidur ?" El sepik bertanya ke Fifi yang saat ini Fifi memandang tubuh nya tak berkedip. Shiit, gue lupa pakai baju sekalian di dalam. El tersadar dari pikun nya, ia tidak mau di cap pria murahan oleh Fifi yang sengaja mengumbar aurat. Tapi tunggu dulu ? Pikir pikir, Tidak ada salahnya juga ia memanas manasin jiwa hormon kewanitaan Fifi, biarakan Fifi meronta ronta sendiri jiwa mesum nya.


Ya ampun ! Dadanya ? perut nya ? otot nya ? Tatto nya laki abis cuy ! Aww bingits deh, boleh di sentuh sedikit kagak ya ? ah kagak boleh..jaim sedikit Fi, masa cewek yang panas duluan, di bilang murahan lho nanti. Biarkan dia yang 'Minta' Jangan murahan, tapi kudu mahal... Seperti harga minyak curah yang lagi hits, naik.


" Ini mau tidur, cuma ijin dulu. boleh kagak tidur di ranjang ?"


" Boleh lah, Abang bilang kan sekarang ini kamar kamu juga." Datar Eldath menyahut belum dapat apa yang ia cari sehingga membuat tumpukan rapih tersusun sedikit berantakan sekarang.


" Aku T I D U R ya ?" Fifi menekan tidur, kalau El mengiyakan berarti tugas nya tertunda. dan itu pun tak masalah baginya karena ia pun masih percaya tidak percaya dengan hidup nya yang tetiba berstatus istri tanpa terpikir kan sebelum nya. Pernikahan mewah, dengan gaun pengantin, Tidak ada ! Foto pernikahan tidak ada, masih sirih lagi.. bagaimana mau bermimpi resepsi yang bisa menggemparkan coba kalau seperti ini jadinya, Mimpi jadi ratu sehari seumur hidup tidak terkabul kan di hari besar nya.


Sontak El berbalik dengan cepat. " Boleh, Tapi bisa siapkan baju tidur ku, lihat lah... berantakan karena tidak ketemu." El beralibi


Tanpa kata, Fifi bangkit dan saat ini berdiri di hadapan Eldath untuk mencari kebutuhan Eldath dengan perlahan, ia pecinta kerapihan, paling anti melihat isi lemari acak adul..apa lagi soal baju yang selama ini di tekuni nya dalam sehari harinya sebagai desainer.


Perlahan tapi pasti, Tangan Eldath menyentuh pundak Fifi dari belakang, memberanikan diri untuk membalikkan tubuh Fifi pun, sebagai laki laki ia harus macho mengalah minta jatah nya, Perempuan manapun gengsi nya tuh selangit, awalnya aja jaim pura pura kagak peka, tapi dalam hati sih, bersalto salto.

__ADS_1


" Apakah berhubungan harus mengunakan baju ?" Bisik Eldath di telinga Fifi dengan sedikit menunduk menyamakan tinggi Fifi.


Meremang merinding ! itulah yang tetiba menelisik tubuh Fifi, desir hangat di tubuhnya, ia Speechless, lebih tepatnya pasrah saja apa yang di inginkan Eldath.


" Belum siap ya ? Ok, Fine ! Tidur lah." Serasa di tolak dengan kebungkaman Fifi, El berkesimpulan sendiri.


" Apa kah Abang bisa sendiri atau perlu di ajarkan caranya oleh Fifi seperti dalam berciuman ?" Fifi tersenyum menggoda. " Tapi masalah berguru yang itu, Fifi belum bisa karena ini pertama buat Fifi." Sedikit malu, Fifi menjelaskan, hari ini atau besok besok...ia pasti akan di mintai haknya, jadi saat ini pun siap harus siap, El sudah membantu nya dalam membayar hutang papanya, Jadi menjadi isteri yang baik adalah gantinya.


" Pertama ? satu sama, Ikuti naluri saja." El memulai di kening Fifi dengan satu kecupan hangat, Mata mereka bertemu dalam pertama kali nya tatapan mereka terlihat sama sama pasrah dan mesra. Maju terus maju.... wajah itu bertemu dalam posisi berdiri di hadapan lemari sampai tubuh Fifi tersudut ke belakang ulah Eldath yang mulai ganas ganas mesra memangut bibir nya.


Dalam belitan lidahnya, Tangan mereka sudah terbawa alur untuk saling menyentuh kulit, Tangan satu El nakal bermain di dada Fifi yang sudah berhasil menelusup masuk ke dalam pakaian Fifi. Tangan satunya, El meraih tangan Fifi yang meraba raba dada nya saat ini tapi dengan nakal, menuntun tangan Fifi yang pasrah untuk menarik handuk nya.


Fifi terkejut, seketika menarik bibir nya yang masih di kuasai Eldath.


" Kenapa ? Malu ?" El bertanya dengan senyum geli nya. Si cantik istri nya ini ternyata malu sendiri akan ulah nya yang saat ini ia sudah tidak memakai handuk lagi. polos sudah. Sementara Fifi masih lengkap dalam berpakaian dengan mata tertuju ke pusaka Eldath yang sudah mengacung tegak.


" Malu ? Bukan, aku hanya heran... Punya Abang cepat sekali mengembang nya seperti adonan roti yang di beri fermipan." Fifi tersenyum geli di saat seperti ini ia masih sempat sempat nya mencandai suami dadakan nya. Lihat lah...Si Abang cemberut. Duh....gue makan tuh bibir.


Dan benar saja, Fifi kembali merayu Eldath dengan kembali menggigit gigit mesra bibir Eldath. Tanpa ampun pun, El menyerang Fifi tak kalah menggairahkan..baju cek, polos ! Bawahan cek, Polos semua. Mereka sudah seperti bayi yang baru lahir dalam keadaan polos ber ah uh ah dengan beberapa gaya...macam gaya Yola yang umum.. Naik Delman ku duduk di muka ! Naik kereta tut Tut pun sudah. quick se* lain nya pun sudah. yang membuat kedua nya bersuara Laknat apalagi Fifi yang sempat menjerit karena kebobolan pertama nya membuat nya berdarah darah. Namun jeritan itu kian merdu satu sama lain bersuara Laknat sahut sahutan. Tanpa sadar, Eldath sudah membalas dendam akan suara suara kepedasan Kemal dan Yola di samping sana.


Astaga...Suara mereka mengganggu saja, bikin gue berfantasi liar. Dumel Kemal yang belum tertidur dengan kerjaan kantor di hadapannya. sementara Yola sedari tadi sudah tidur karena sempat merasakan ngilu di perut nya. ia tidak mungkin membangun kan Yola minta jatah karena kasihan kepada istri dan anak nya yang takut kenapa kenapa karena sering melayani nya. Biarkan malam ini berpuasa plus dapat suara goib dari kamar sebelah.


" Berati kalau gue dan Yola menjerit enak ? Eldath dengar dong ?" Hahahaha.. Kemal tertawa kecil, geli membayangkan Eldath yang mungkin tersiksa kemarin kemarin karena ulah nya.

__ADS_1


Malam ini gue di balas coeg ! Kemal kembali tersenyum geli seraya memakai earphone di telinganya agar tak mendengar jeritan ah uh mereka yang kian semakin besar saja. Gempa ... Gempa !


__ADS_2