Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 191


__ADS_3

Masih di hari yang sama, Di luar kamar Nata dan Ibell. Lebih tepatnya, Di dekat swimming pool, Vay di temani Abah-Ambu berkeliling di area rumah megah ini, ketiga nya mendadak ingin main air. sementara Yola dan Kemal sudah di dalam kamar untuk beristirahat dengan nyaman dan damai akan keluarga mereka yang sudah utuh.


" Baaah, Ada sungai atuh di dalam rumah." Ambu langsung nyemplung masuk ke dalam kolam, tak perduli pakaian gamis yang sekarang di kenakan nya, intinya berendam segar hari ini.


" Abah, tolongin Ambu, air nya dalam ini."


Buur..


Sang penyelamat datang, Abah main nyemplung juga, peci hitam nya ngambang terpisah dari sang empu kepala.


Tapi se...air nya dangkal kok.


" Ambuuu__"


" Hahahaha, Abah di isengin Ambu." Vay yang melihat itu terpingkal pingkal di sisi kolam renang. Ambu pun sama saja, tertawa geli.


" Jangan katro Bah, Ambu tahu ini tuh nama nya kolam renang bukan sungai macam di desa, Rasain.. tadi Ambu di katain katro, jadi mari kita katro sama sama merasakan kolam renang milik orang tajir." Balas sengit Ambu dengan cara menyipratkan air ke wajah Abah yang memang sudah basah. Tadi itu suami nya selalu meledek nya dengan kata jangan katro, apaan coba, Ambu tidak katro kok cuma terkesima di setiap sudut rumah ini yang seakan-akan meneriakinya dengan kata mahal punya.


" Abah-Ambu, Tangkap Vay." Vay ikut melompat, karena terlalu dalam buat ukuran tinggi nya, Vay bermain air seraya bergelantungan di punggung Abah nya. Mereka bertiga bercanda ria dengan tawa tulus mereka. Inilah yang di sukai Vay ke Abah-Ambu nya-mereka sangat asyik diajak main tanpa melihat umur. di ajak main boneka hayuk cek, Abah-Ambu nya serba asyik, the best pokok nya.

__ADS_1


Lain di swimming pool lain di dalam kamar Nata Ibell, Ibell yang gemas dengan setiap ucapan Nata yang keluar adalah gombalan maut, jadi kenyang di jejeli gombalan mesum terus, Ibell mensentil bibir itu agar diam tak menggombal dalam tantangan mereka yang masih di gendong Nata selama satu jam lima belas menit ini sudah berlalu.


Aih ding.. Nata masih gagah perkasa saja tidak ada keluhan abot atau pun oleng sedikit pun. Ibell mulai gatar getir... sisa nya kini tinggal empat puluh lima menit saja maka Nata akan menang dan ia akan kalah. Kira kira apa yang di minta suami nya yah ? Jangan jangan itu lagi ?


" Jangan cuma mensentil bibir Abang dong, Dek. Betot juga dong hati Abang. Abang pasrah kok. Sedari awal berjumpa lagi, Abang seakan akan di anggap Nun mati di antara idghom bilaghunnah yang terlihat tetapi di anggap tidak ada."


Cius demi apa ? Tadi gombalan Nata bergenre mesum, sekarang gombalan nya bergenre religius. Ibell jadi jantungan ini, suami nya kini ada kemajuan tentang tanda baca Al'quran dengan membawa bawa Nun mati dan idghom bilaghunnah segala. Mari kita balas gombalan Nata dengan ala ala Ibell, Ibell jabanin kalau gombalan nya ada bau bau unsur islami nya. Mana tau Nata oleng karena medengar diri nya membalas gombalan syariah nya. ia pan bisa menang akan tantangan ini.


" Semoga adek bisa menjadi yang terakhir untuk Abang, layak nya Mad aridhlissukun, dan semoga perasaan Abang terhadap adek seperti waqof lazim, terhenti sempurna di akhir ayat." Balas Ibell kalem, merdu suara itu membuat Nata wow.


Suit suit... Sumpah ! Detak jantung Nata berbunyi nyaring seperti ini.. Deg deg duarr.. Kalian dengar kan balasan Ibell, adem cuy. Tapi benar nggak sih Ibell membalas gombalan nya yang ala ala anak santri, takut takut hanya tuli saja.


"Kamu sadar kan ngomong gini sama Abang ? Ingat lho, ucapan itu tidak boleh di tarik lagi layak nya petugas BPOM makanan yang giliran makanan kadaluwarsa maka main tarik tarik saja di supermarket. Jangan karena kamu ingin menang dari Challenge ini maka nya kamu ingin memperdaya Abang."


Nata berpura-pura mencibik kan bibirnya dengan sok kesal. padahal dalam hati nya sih serasa ingin goyang dombret ah.. saking bahagianya dapat ucapan manis dari wanita pujaan hati nya.


" Apa Abang lihat wajah Ibell seperti bercanda, eum ? Atau lagi tidak sadar seperti orang pingsan meracau linglung ?" Ibell mempererat pegangan nya di leher Nata, pegal juga di gendong ala bridal style begini, lah...yang di gendong aja serasa kurang nyaman, apa kabar Nata ? Pasti encok setelah ini atau memang sudah ? Biarkan saja... lagian konyol di pelihara yang membuat challenge aneh aneh begini, rasakan sensasi nya sendiri.


Nata hanya menggeleng menjawab pertanyaan Ibell, benar bukan pingsan, wong sehat di atas gendong nya begini, lah.. pingsan pan tergeletak di lantai dengan mata tertutup rapat sementara Ibell memancarkan mata misterius nya saat ini.

__ADS_1


" Itu tanda nya Ibell serius, kenapa...Abang nggak suka ?" Ibell menaikkan satu alisnya, seru juga ternyata meladeni gombalan maut suami manly nya ini, melihat Nata melongo dengan mulut berbentuk O tadi lucu juga, ia bisa menghibur hatinya yang masih berkecamuk dalam.


"Suka pakai bingits dong, sayang. Kamu tau nggak, mendengar gombalan syariah kamu itu, hati Abang rasanya seperti Qolqolah Kubro, terpantul pantul merdu kerasnya, eaaah suit suit."


Saking senangnya, Nata melupakan challenge nya, Menaruh perlahan tubuh Ibell ke kasur, sejurus melakukan tinju tinju udara dengan suara iyes yes.. ingin rasanya bersalto salto remix dombret, tapi takut di nilai lebay oleh Ibell.


Kena kamu, Bang !


" Ibell memenangkan Challenge nya, Dua jam kurang saat ini, so...?" Ibell menyeringai lebar, ia memang sengaja membeli gombalan maut Nata, Lihat lah... karena membuat hati seorang Nata senang, Ayah dari anak nya itu melupakan keadaan.


" Yakh.. kamu curang Ibell !" Nata tersadar dengan kebodohan nya, padahal kurang lima belas menit lagi. ah... Ibell sangat pintar cara mengecoh lawan nya.


" Apa nya yang curang, Ibell hanya membalas gombalan Abang, bukan aneh aneh kan ?!" Ibell tersenyum jumawa, memberi kan jempol payah nya ke Nata.


" Apa itu maksudnya, sini kamu."


Serasa terancam, Ibell ngebiri masuk ke dalam kamar mandi, Nata mengejar nya tapi bleeek.. ia lebih cepat menutup pintu nya.


" Dengar ya Bang, Ibell yang menang, pasal nya akan tersirat nanti setelah Ibell selesai mandi." Teriak Ibell dari dalam kamar mandi. Nata mendengar itu, cuma ia tidak menyahut, sia sia tubuh nya hampir dua jam menahan beban tetapi tidak ada hasil nya, ah...harus nya ia tidak termakan gombal rayuan Ibell. Dasar mulut manis ! Gagal kan jadinya bermesra mesraan nya saat ini. Ibell menang ? Payah kamu, Nata !

__ADS_1


__ADS_2