Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 75


__ADS_3

Awalnya....


Saat ini, Meca dan Titan, juga Vero dalam diam mendengarkan Kemal menceritakan Awal pertemuan nya dengan Yola di atas aspal liar beberapa tahun lalu, Meca tanpa sadar mengangguk anggukan kepala nya pelan saat Kemal berkata Yola melanggar perjanjian pertaruhan balapan liar dan kabur begitu saja dengan sangat pecundang.


Sekarang Titan lah yang reflek tersenyum geli dalam diam nya di saat Kemal kembali menceritakan pertemuan keduanya bersama Yola di Club Exodus, dengan berkata... Kami berkenalan dengan cara sangat intim, Yola meraba raba dada gue langsung Setelah berkenalan, mengajak bergoyang di lantai dugem dengan terus merayu gue dengan gogoyes nya, lama lama gue tergoda dan menyadari gadis yang di atas aspal liar dan yang bergoyang bersama gue adalah gadis yang sama melihat tatto mawar hitam di pergelangan nadi nya, saat gue nagih janji satu malam hak gue hasil pertandingan, Gue kembali di kibulin dengan sekonyong-konyong nya menendang pas di persendian dan kabur lagi.


"" Ck, Titan kenapa Lo tersenyum begitu ?""


Titan menggeleng cepat." Lucu saja kak, mendengar perkenalan orang sesama mesum, eh ujung ujungnya di kibulin lagi, hahaha." Kali ini Titan malah tertawa tanpa dosa, dan perutnya dapat hadiah sikutan kecil dari Meca.


"" Iya..iya..Titan shut up, Tapi ya kak... Selama Titan dan Yola satu sekolah di bangku putih abu-abu, Dia itu orang nya memang begitu, senang nyerang doang, Tapi giliran di serang oleh laki laki, ujung ujungnya teman laki laki nya babak belur, Dan Danver sebagai pelindungnya di masa itu."" ungkap Titan dengan aksi mesum abal abalan Yola. Kemal Tersenyum tipis, Nasibnya ternyata di alami teman teman Titan juga.


"" Terus ?"" Meca dalam mode serius, ia tidak sabaran ingin sampai ke titik sabotasean kakanya di perusahaan Eldath.


"" Terus waktu dan tempat selalu mendukung kami untuk bertemu terus, gue makin di buat penasaran dan terus di bikin dongkol kehilangan kesabaran karena berakhir penolakan padahal satu malam saja kagak mau, sampai---"" Kemal menjeda untuk menarik nafas seraya menatap air muka Meca yang begitu serius duduk mendengar kan ceritanya di sisi brankar, Ia juga takut Meca tak mau membantu nya karena cara salahnya sudah memperdayai Yola.


"" Sampai ?"" Penasaran Vero yang diam diam mendengarkan seksama.


"" Sampai gue marah dan berujung bermain di perusahaan Eldath, Menyabotase nya sebagai umpan yang ternyata ngena untuk Yola , gagal waktu proyek sesuai pridiksi gue, Yola masuk pancingan yang gue umpan, bahkan tak terduga...Yola juga dalam situasi dua masalah di waktu itu tentang panti asuh nya juga masuk daftar gusuran di proyek raksasa KA Group, Kalau masalah panti sih itu di luar rencana, sumpah..! Dan berujung perjanjian...Dia menjadi penghangat ranjang kakak sebagai timbal balik keselamatan perusahaan Eldath.""


Bugh...

__ADS_1


""Awww... Sakit Ca !"" Kemal meringis karena enteng tangan Meca yang sekonyong-konyong nya memukul tubuh nya yang babak belur ulah Eldath. bukan nya di elus sayang, eh di tambahin sakit nya. gerutu nya dalam hati.


"" Biarin, lagian otak kok kotor amat, selalu menempuh jalan got bau demi nafs* sesaat doang, Dulu gue juga pernah di situasi Yola dengan orang sama, Sakit hati dan menakutkan lho Buto ijo di gituin.""


Aww...Ringisan kedua kembali terdengar, Meca semakin geram karena mengingat masa lalunya yang hampir di lecehkan oleh Kemal di waktu dulu, dan kembali memukul pelan Kemal namun terasa sakit karena tangan Kemal memang dalam keadaan di gips, keseleo.


Vero dan Titan bukan nya prihatin, malah Kompak mengulum senyum geli nya akan kekesalan Meca...Benar kata wanita tersayangnya...Kemal itu salah, ya... walau pun Yola yang pertama memantik api nya, Tapi cara Kemal salah, banci ! Kagak Gentleman.


"" Iya, Kakak salah...Kakak akui, Tapi bagaimana dong solusinya, Kakak benar benar cinta lho sama Yola, Hati Kakak langsung di raih Yola saat darah pertama nya di miliki Kaka. Dia itu bukan cewek murahan atau lepehan orang, Karena bukti nya Kaka sendiri yang pertama mengambil kesu---"


"" Shut up lah...Saya jijik juga lama lama, bukan jijik di Yola nya Tapi jijik akan otak kakak, Jadi kalau Yola itu bekas muntahan orang, tak masalah gitu bila di jebak dengan cara kotor ? Ck..Ck...Ck.. Aneh deh, otak kok di taruh di Peni* Hmmmpt.""


Saat Meca mengoceh di kata peni*, Kompak Titan dan Vero membungkam mulut lemes Meca sampai Meca susah untuk bernafas.


"" Kondisikan language mu dulu baru saya lepas !""


Meca mengangguk kecil, setuju akan ucapan peringatan suaminya. Dan tangan ke-dua pria tersayangnya pun lepas. dengan legah, Meca mengambil nafas rakus rakus. Kemal hanya menggeleng prustasi, ia menebak kalau Meca tak mau membantunya karena ulah licik nya sendiri.


""Ca, Ve, Tan !"" Rengek Kemal minta solusi, Otak nya ngeheng kali ini buntu tak bisa berpikir jernih.


"" Ck, Sebenarnya mudah kok caranya, cuma praktek nya aja yang susah."" Meca berambigu. Dapat tatapan penasaran dari Kemal yang duduk menyender di kepala brankar.

__ADS_1


"" Apa ?"" Kompak ketiga kepala pria di hadapannya.


"" Cinta ? Kaka harus memenangkan hati Yola sebenar benarnya tanpa beralibi, setulus hati melakukan nya tanpa mengeluh, percaya deh.. ujungnya pasti manis walau pun awalnya sepahit obat rumah sakit, saya sudah membuktikan nya kok karena saya pernah mengejar cinta seseorang sampai di katain gila, bego dan sebagainya. dan percaya pula... Eldath bakalan restuin kalau Yola benar benar mencintai dan menginginkan kaka di sampingnya. Sekuat tenaga Eldath memisahkan, bila cinta sudah bersuara di kedua hati, maka El seketika kalah menyerah. Sangar sangar pasti adalah hati lunak nya untuk kata cinta, baik itu cinta kasih sayang ke adik nya, apalagi cinta untuk lawan jenis, Eldath pasti tak bisa membedakan mana taik kucing dan mana coklat enak untuk di makan, Bisa keliru dia nya juga bila sudah terkena sidrom panah asmara. Iya nggak Vero ?""


Ujung ujungnya, Meca menggoda suaminya dengan kedipan mata genitnya, sekaligus menyindir suaminya yang dulu mati matian menolak cintanya, eh....saat di tinggal jauh, sok Sokan baru kehilangan nyawa.


""Hemm." Hanya itu yang keluar dari mulut Vero yang tetiba di sindir. Meca pun tersenyum geli akan wajah sipu suaminya.


"" Begitu ya ? Baiklah lah...hujan badai menerpa kakak akan berjuang demi cinta kakak !"" Optimis Kemal, semangat Empat lima, tak sadar pun ia bergerak brutal sehingga menimbulkan sakit di tubuhnya.


"" Kak, Titan saranin cara ampuh untuk membuat Yola berbelok haluan ngejar ngejar Kaka, ini mah seratus persen ampuh pakai banget ?"" Titan sengaja menjeda, ingin membuat penasaran Kemal untuk menggoda. Tapi di lihat lihat dari wajah Meca dan Vero, Mereka juga kepo pakai banget.


"" Apa tuh, Tan ? Main pelet ?"" Vero bersuara. Titan menggeleng cepat.


"" Iya, apa ?"" Tanya Kemal pun. Meca hanya sabar menunggu Titan mengeluarkan ide nya.


"" Pelet ? iya sih..cuma bukan pelet mbah dukun, melainkan pelet taik ayam, Kakak tempelkan saja secuil di kulit Yola pasti seratus persen, Yola bakal ngejar kakak deh...Hahahaha."" Titan terkikik kikik sendiri dengan candaan garing nya. Ke-tiga kepala di hadapannya memandang Titan tak berkedip dengan wajah datar datar saja.


"" Kagak lucu ya ?"" Titan berhenti dalam tawanya, menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Salah prediksi ding, niat hati ingin menghibur, malah dapat wajah wajah datar kagak enak untuk di lihat.


Namun sejurus kemudian... Hahahaha, Tawa ke-tiga nya pecah bersamaan dengan wajah asem Titan yang dapat tiga timpukan bersamaan. Kemal melempar Titan dengan tissue bekas makan nya, Vero menghadiahi lemparan bantal sofa yang sedari tadi di dekap nya dan Meca yang lebih parah, Menjejelin mulut Titan dengan buah pisang yang sudah di kupas separuh..

__ADS_1


Nyebelin deh...!!! Dumel Titan namun santai mengunyah buah hasil suapan paksa dari Meca.


__ADS_2