Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 162


__ADS_3

Nata balik rumah jam 12 malam, sengaja menghindari Ibell, Ia tahu pergerakannya itu tak luput dari pantauan dari Bi Tina, Maka nya ia blokir dulu nomer orang tuanya, Ia masuk ke dalam kamar pribadinya sudah mendapati Ibell tertidur meringkuk dengan mata itu terlihat sembab.


Abang sudah berdosa membuat mu menangis.


Di kecup pelan kedua mata terpejam itu, memasang kan selimut tebal untuk istri nya agar tidak kedinginan.


Ibell yang sebenarnya belum terpulas membuka matanya dan memandang Nata yang masuk ke dalam kamar mandi, Tentu saja ia tidak bisa tidur... Istri mana pun tidak akan nyenyak bila mana sang suami masih di luar entah kemana ? Ngapain dan bersama siapa ? ia gelisah.


Ibell bingung dengan sikap Abang, Tadi Ibell merasakan perhatian cinta Abang ke Ibell, Tapi tadi siang.. Abang menyakiti Ibell. Membingung kan.


Dengan cepat Ibell bangun dari tidurnya dan segera memeriksa jas Nata yang mungkin ada sesuatu yang menjawab kecurigaan nya.


Semoga Ibell hanya salah sangka kalau Abang mempunyai wanita lain.


Ya.... Itulah dugaan besar Ibell. Laki laki bila mana berubah ke pasangannya, pasti punya pujaan lain bukan. Kalau itu terjadi..maka habislah Nata malam ini juga, Tidak ada kata maaf untuk suami nya itu.


" Abang dari panti asuhan ?" Ibell menemukan struk sembako rutin untuk anak panti. Syukur tidak ada tanda-tanda menyakitkan di sana.


Gawai.. Sasaran nya ke layar pipih Nata. Lancang memang, Tapi ia terpaksa.


Ah pakai di kunci lagi... mikir cepat Ibell, kuncinya apa ?


Ibell was was melirik ke pintu kamar mandi, jangan sampai Nata keluar menciduknya.


"Pin laptop baru Abang makna Nama kamu... Humanis namun di tambah Forever, Cara eja tulisan nya. H-manis4ever."


Ibell mengingat perkataan Nata di kala ia pernah meminjam leptop suaminya. Suaminya itu memang rumit memilih kode, beda dengan dirinya yang pin apapun angka 1 sampai 6 atau tanggal lahir doang yang umum ketebak. Mudah mudahan pin Gawai nya pun sama dengan pin laptop penting Nata.


Alhamdulillah sama... Ibell terpekik ria, Mengecek lancang semua isi pesan suami nya yang tidak ada yang mencurigakan, draft call pun tidak ada tuh nama cewek, Ada juga nama Bintang-Sepupu Nata yang lainnya nama nama laki laki semua.


Ceklek..


Ibell buru buru menaruh gawai Nata begitu saja dan cepat cepat tidur lagi.


Harum tubuh segar Nata langsung memperdaya Indera Ibell yang saat ini Nata berbaring di sampingnya. Hati nya luluh dapat pelukan hangat Nata.


Biarkan Abang memeluk mu sepuas nya malam Ini, Abang tidak tahu pernikahan kita akan bertuah atau bercerai berai, Abang pasti akan rindu dengan wangi tubuh mu.


Perlahan, Nata mendekat kan wajah nya dan mencuri lembut bibir Ibell. Ia seperti maling saja.


Tapi se... Istri nya membalas ciuman nya dan malah membelit langsung lehernya agar ia tidak mengelak ...ia ketahuan.


" Maaf kan Ibell kalau punya salah tanpa Ibell sadari." Ibell berbisik tulus setelah melepaskan pangutannya. Ia mengalah tentang kejadian tadi siang, maka nya ia tidak membahas itu lagi, Mungkin suaminya lagi mumet dengan kerjaannya. Tebak nya menepis segala rasa kecurigaannya yakni Nata kembali bejat.


Nata yang sebenarnya merindukan Istri nya, tak merespon kata, melainkan kecupan kening lanjut ke semua wajah Ibell.


" Ibell, Kamu tidak salah, Tapi kesalahan ada di diri Abang, Abang tidak pantas untuk mu karena___"


Drrrt Drrrtt..


Gawai Ibell berdering memotong pengakuan Nata yang hampir mengakui kalau ia mandul dan ia pun siap di tinggalkan oleh istri nya ini.


" Siapa Bell ?" Alis Nata terjungkit satu, kenapa di tengah malam begini ada yang menghubungi istri nya.


"'Mama video call ?" Ibell memamerkan layar nya ke Nata, ada foto Yola di sana.

__ADS_1


Pasti mau marah ! Batin Nata yang memang mengabaikan segala komunikasi dari Yola.


" Hai Ma ?" Lambai Ibell menampilkan wajah cerianya. " Hai juga Pa " lanjutnya ke Kemal yang ikut tertangkap layar.


" Hai juga sayang ? Mama nggak ganggu kan ?"


" Eum, Tidak !"


" Syukur kalau begitu, Nata mana..sorot masuk ke layar, Mama ingin ngomong !"


Ibell melirik Nata yang mengibaskan ke-dua tangannya, kode keras tak mau, Karena ia tahu, Mama nya pasti akan menyemprot nya.


Tapi disayang kan, Ibell keburu memindahkan kamera belakangnya, Yola pasti melihat kode keras lambaian tak mau Nata.


" Dasar anak durhaka, Sama Mama pun tidak mau bicara !"


Nata tercengir bodoh. " Apa Ma ?"


" Apa apa apa, Kenapa kamu susah sekali di hubungi, Anak gendeng, Nomer Mama sendiri di blokir, Mau di pecat kamu jadi anak, Dan ah... Setelah dapat laporan, Tingkah mu aneh belakangan ini, Kamu kenapa ? Awas macam macam."


" Ma, kami baik baik saja ! Lihat sendiri kan, buktinya kami di atas ranjang berdua." Ibell lah yang menjawab cepat, ia mendapati wajah ubah Nata. Fix... Suaminya tidak bisa berbohong mimik wajah, ada sesuatu yang di sembunyikan. Pasti.


" Yakin tidak ada masalah Nat ? Mama bicara padamu, kenapa seperti orang bisu ?"


Yola memicingkan matanya di seberang sana, mencoba membaca air muka Nata.


" Ada Ma, Masalah Nata banyak dan berat, soal kerjaan doang." Bohong Nata. punggungnya di belakang sana terasa adem di elus sayang oleh Ibell. Istrinya sangat perhatian dan baik, dan ia semakin bersalah saja yang tidak bisa memberikan kebahagiaan hakiki untuk Ibell.


" Hubungi Bimo asisten handal papa, mungkin dia bisa membereskan masalah pekerjaan mu." Kini Kemal yang bersuara. " Papa dan Mama sebenarnya Uda mau pulang, Tapi ada insiden cuaca buruk."


" Have fun saja di sana, Pekerjaan pasti rampung semua hanya menunggu waktu saja, dan terima kasih tawarannya, Nata bisa kok." Tolak Nata, Dan memang sebenarnya bukan pekerjaan.


" Oke, Mau bikin cucu apa pulas benar nggak nih ?" Goda Yola. Nata pura pura tuli dan segera menekan ikon merah. Melirik ke Ibell sekilas sekedar memberikan handphone saja.


" Matikan lampu, selamat malam." Mood Nata kembali jelek bila mana ada kata menyerempet kekurangannya.


" Bang__"


" Subuh Abang otw luar kota, Bisnis hotel membutuhkan Owner nya lagi, Biru dan lainnya tidak bisa hadir." Nata memunggungi Ibell yang saat ini ia lagi rebahan. Ia tidak sanggup melihat raut kecewa Ibell. Jujur....ia pun rindu berat ingin Sentuhan Ibell yang sudah satu pekan tidak berlangsung, Tapi...Ia sudah berjanji ke diri nya untuk tidak menyentuh istri nya, ia serasa tidak berhak dan tidak berguna. Cih...Mandul. Hardik nya terus ke diri nya.


" Bang, Salah Ibell apa ? Ibell ingin bicara ! Serius !" Ibell kekeuh, menggoyangkan bahu Nata. Tapi suami nya tak ada respon sama sekali. Benar benar mencurigakan, ia menangis batin dalam redup nya kamar, sama sama memunggungi dengan pikiran kalut sedih satu sama lain. Raga mereka bersisian tapi jiwa kedua nya tidak bersatu lagi. Itulah yang di rasakan oleh Ibell saat ini


...****...


Lima hari berlalu, Ibell resah gunda gulana, bukan apa apa, Suaminya itu keluar kota bagai di telan bumi tidak pernah balik balik, di hubungi pun tak ada respon baik.


Abang sibuk..


Abang masih ada urusan penting di sini..


Dan banyak lagi alasannya yang di terima Ibell dari Nata. Ibell sedih, menangis dan menangis terus hingga tubuh itu lemah tak niat melakukan apapun. Ia seperti patung tak di anggap lagi sebagai istri. Di mana suami mesum nya itu ? Apa yang di lakukan Nata di luar sana ? Apa iya suaminya kuat puasa selama ini, Tidaaaaak.. Ibell meraung raung isak di balik selimut itu membayangkan Suaminya mencumbui wanita lain. Pikirannya terus negatif. Mau mengadu ke Yola sungguh tidak ada rasa kedewasaan nya sama sekali. Tidak bisa di biarkan, ia harus menyusul keberadaan suami nya. ia akan memuntahkan segala uneg-unegnya yang tertahan selama ini, ia juga punya kabar gembira ke suami nya... Ia HAMIL, Sungguh... Hati nya jadi campur aduk, di sisi lain ia merasa bahagia tak terkira tapi di sisi lain ia sedih luar biasa akan perubahan drastis Nata.


Sementara orang yang di rindukan Ibell, sedang di dalam kamar apartemen dengan wajah berantakan tak niat mengurus diri, Di tangan kanannya ia memegang sebuah kertas gugatan cerai. Mata nya sembab dengan keputusan besarnya yang Ingin menceraikan istrinya dengan sangaaat berat hati.


Maafkan Abang Ibell, kamu berhak bahagia. Tapi bukan bersama Abang.

__ADS_1


" Nat, pikirkan lagi keputusan lo, gue sebagai sepupu saja merasa kecewa, bagaimana Ibell, hancur pasti bro."


Biru-sepupunya ada di sisi Nata untuk menasehati, Ia tidak setuju dengan keputusan sepihak Nata, Ia juga tahu semua masalah sepupu nya akan curhatan Nata sendiri. Namun baru hari ini ia ketahui, itu pun karena ia curiga dengan sikap Nata yang pendiam dan tidak pulang ke kota nya padahal tidak ada kerjaan penting di kota nya ini, Maka nya ia mendesak Nata untuk bercerita masalah nya.


" Ibell nggak akan bahagia di sisi gue, Bi. Tahu sendiri, aku cacat batin." Suara Nata bergelombang, Lima hari ini memang sengaja menjauhi Ibell, belajar untuk kehilangan Ibell.


"Dan apa Lo berpikir kalau Ibell akan bahagia dengan orang lain nanti."


Nata mengangguk lemah, sungguh ia juga merasa berat melepaskan istri sebaik Ibell.


" Bodoh !" Hardik Biru menendang pelan kaki Nata, ia jadi gemas sendiri akan pikiran sempit Nata.


" Iya, gue bodoh dan tidak berguna sebagai laki-laki, puas Lo."


" Gue gibeng juga Lo , Nat." Biru jadi kesal, kali ini ia merebut surat cerai di tangan Nata.


" Anjirt Lo, Lo Uda tanda tangan aja, Astaga__" Biru kehilangan kata kata akan sikap gegabah Nata. Menaruh kertas tersebut di atas meja. Ngeri sendiri melihat surat perpisahan itu. Jauhkan surat cerai itu dari nama ku dan nama Mentari. Batinnya amit amit.


" Itu yang terbaik, gue akan menyendiri seumur hidup, Ibell tidak pantas dengan laki laki kurang ini." Nata benar benar patah semangat.


" Bukan senjata Lo aja yang busuk, tapi otak Lo juga bangkai." Umpat terang terangan Biru. Nata diam saja, memang kenyataannya begitu kok, Beno dapat karma nya.. Mandul Mandul dan Mandul.


" Mana ijasah S2 Lo itu." Biru berkacak pinggang, Berambigu.


" Buat apa Lo nanyain ijasah gue, Mau pinjam ?"


Tuh kan, Sepupu gue jadi tulalit. Batin Biru lagi.


" Mau gue bakar, itu mungkin cuma pencitraan doang Lo dapat kelulusan IT, aslinya Lo itu bodoh, boleh nyogok skripsi kali ya hingga ketuk palu kelulusan."


Nata memutar matanya malas akan ledekan kurang ajar sepupu nya, bukan nya menghibur atau mendungkung keputusan nya malah di umpat bodoh terus.


" Lo dulu sok bijak mengurus dan menyelesaikan perkara rumah tangga gue dan Mentari. dengan mudah menasehati gue kalau perpisahan itu tidak baik dan pasti ada jalan keluar nya, Tapi lihat lah..mana Nata yang bijak nan hebat itu ? Hilang." Biru terus membeo cerewet, ia mengingat jasa jasa Nata dalam rumah tangganya, ia ingin balas budi, mana tau bisa mengurungkan niat jelek Nata.


" Tapi ini berbeda Biru, Gue Mandul.. Mandul ! Lain hal nya Lo sama Mentari yang cuma salah paham dengan orang ketiga, gue..Real kesalahan ada di gue, kasihan Ibell nya bila mana di sisi gue terus, Dia mendambakan anak tapi tahu sendiri, Sperm* gue busuk..busuk, Puas Lo dengar nya." Nata menggeleng geleng prustasi, wajah ia usap dengan kasar. Ingin menangis sejadi jadinya saat ini, tapi itu tidak lah membuat masalah kelar.


" Mandul ? Dokter bisa saja memvonis Lo kekurangan, Tapi mungkin Tuhan punya rencana lain, Dan ah...kata Lo tadi, Ibell belum tahu kekurangan Lo, Lo juga salah di situ, harus nya Lo berdiskusi hati ke hati, Mana tahu Ibell menerimanya dengan lapang dada, Cinta itu hebat bro, bisa mengalahkan segalanya termasuk menerima kekurangan pasangan nya."


Nata tersentak diam, benar juga usulan Biru. Tapi...ah, Ia tidak kuasa melihat senyum harapan Ibell yang ingin punya anak, runtuh kembali niat nya. Biarkan Ibell pergi dengan rasa bencinya dan bahagia bersama orang lain.


" Ah..Lo lama tulalit nya, Belajar lah dari kesalahan gue, Bang Bro. Dulu Mentari di fitnah teknologi gambar tak senonoh dan berakhir gue menyesal sudah menyakiti nya, Jangan sampai penyesalan berpihak ke Lo, Mana tahu Lo juga cuma di permainkan oleh pihak ketiga. Musuh Lo kan banyak seperti semut, bisa saja kan berbuat curang akan kelalaian Lo." Biru menarik paksa Nata untuk ikut bersamanya.


" Bi, Lo mau ajak gue kemana ?"


" Ke Lab Om Vero, kita tes ulang !"


Nata menghentak tangan Biru sekuat tenaga.


" Dan berakhir semua keluarga dan orang tau akan kekurangan aib gue. Lo mau memperlakukan gue, Bi. Hah ? dan Om Nelo gue nggak mungkin salah." Tolak Nata keras kepala.


" Dan menurut Lo, Om Vero ember hah, Om Vero punya pendirian nya sendiri untuk semua pasien nya, Om Vero akan diam, Gue yang urus itu, di jamin hanya kita yang tahu aib Lo ini, mungkin Om Nelo Lo memang tidak salah, Tapi bisa saja ada ante antenya yang berniat buruk, Secara...di kota Lo sono noh..Lo itu terkenal, Lo pewaris bisnis raksasa, jadi mungkin ada yang berniat menjatuhkan nama Lo atau kekonsenan Lo dalam berbisnis dan busss..Hangus sudah perusahaan Lo, Bego.."


Lagi, Biru menendang gemas Nata di bagian betis tulang kering Nata, Niat hati sih ingin mencongkel otak Nata, ia ragu..Nata masih punya otak kan ? Takut di dalam sana otak nya kurang gizi dan peyok punya tuh otak.


" Sialan Lo, sakit anying."

__ADS_1


Nata meringis sakit, pasrah di geret geret oleh sahabat plus sepupu nya ini. Ia lebih memilih Biru untuk wadah curhat nya dari pada Bintang, Dirgan, Lyn apalagi Gilang. Semua nama itu sering ceplos ember.


Bab terpanjang...Dua bab jadi satu.. Mohon jempol ya..🤗🤩


__ADS_2