
Satu pekan berlalu menyapa Kemal menjaga Yola. Kemal sudah siap untuk bersinggungan dengan Eldath dengan cara yang sudah matang , Satu pekan itu pula Membuat hidup nya senang karena ada Yola yang mendampingi nya dalam atap yang sama, yakk.. walaupun belum dapat jatah hak di ranjang sebagai suami. Tapi perubahan ada sedikit yang menonjol di diri Yola terhadap nya, Yaitu...Yola banyak tersenyum manis kepada nya. walaupun ujung ujungnya terkena mental untuk si adik bawah perut ulah Yola yang tak pernah merubah selalu menggoda dan berujung menghempaskan ketenangan si adik
Tapi tenang saja, Ia masih sabar menanti kok.. Saking sabar nya, bisa mengalahkan buaya yang sabar mengintai mangsanya mendekat untuk di terkam. Begitu lah definisi sabar Kemal, Tenang tenang menghanyut kan.
"" Aduh."" Kemal berbohong terpekik sakit memegangi perutnya untuk memodusin Yola yang sedang duduk santai di hadapan tv yang menyala. ia ingin mengetes kepedulian istri nya, Apakah sudah ada rasa peduli untuk diri nya atau masih saja cuek.
"" Kenapa ?"" Yola yang tadinya fokus di layar tv, segera melirik ke belakang, ada Kemal yang berdiri di belakang sofa yang di duduki nya sedang meringis berdiri memegangi perutnya.
"" Perut ku sakit, Tetiba !""
Berbohong, dalam hatinya.. Kemal terpekik senang, Yola kali ini perduli pada nya dengan cara memapahnya manja ke atas sofa untuk duduk dan membaringkan tubuhnya.
Maaf ya wild... Sedikit mengetes perjuangan ku sampai mana satu pekan ini.
"" Sudah makan ?""
"" Belum ?"" Kemal menggeleng pelan.
" Ck, Giliran Yola di paksa makan terus sampai Yola merasakan tubuh Yola gendut seperti upil gajah eh badak, diri sendiri malah kagak makan."" Oceh Yola pelan dalam bersuara, Seperti ibu ibu yang mengomeli anak nya yang melupakan makan sepulang sekolah.
Dalam rebahan nya di sofa, Kemal menahan mati matian agar tidak tersenyum geli, istrinya sangat menggemaskan dalam ocehan nya. Duduk bersila di karpet berbulu di sisi kepala nya, Mata berputar putar malas meledeknya, Bibir mengerucut cemberut, Minta di lamut apa itu bibir merah yang sudah lama di nganggurin.
__ADS_1
""Sini ?"
""Apa nya ?"" Bingung Kemal yang tidak mengerti Yola minta apa yang tangan lembut itu menangada ke arahnya.
"" Dompet !""
Walaupun bingung, Kemal tetap mengeluarkan dompetnya dan membiarkan Yola membuka nya sendiri, entah mau apa si wild ini yang di mata Kemal, Yola menarik dua lembar uang nya. Bukannya kemarin kemarin ia memberikan kartu platinum nya ?
""Tunggu ya, Nanti Yola beliin makanan di food court bawah, Karena Yola tidak punya uang kes dan percuma juga kartu platinumnya mas suami di berikan ke Yola, tetap Yola tidak pakai karena merasa belum berhak, jadi Yola ambil dua lembar ini untuk makanan mas, tak apa kan ?""
Kemal manggut-manggut dalam melongo, Bukan karena duit nya di ambil, Di rampas semuanya juga tak masalah bagi Kemal, tapi karena sikap perhatian Yola yang mau keluar membelikannya makanan.
Apakah itu rasa peduli ke suami atau peduli sesama manusia saja. Batin Kemal tak mau berkesimpulan jauh terlebih dahulu, karena mengingat sisi lain Yola itu punya hati malaikat yang mudah menolong sesama.
Sementara di sisi Eldath, Satu pekan pun berlalu bagi Eldath untuk merampung pekerjaan nya di luar kota, kini mobil nya sudah terparkir sempurna di hadapan rumah megahnya, Perasaan hati nya tak sabar ingin melihat adik manjanya yang selalu di anggap nya Yola itu masih adik kecil nya yang baru berumur anak anak.
Mamang Asep berdiri di dekat pintu, ia juga sudah mempersiapkan diri untuk mendapat amukan ke marahan Bos kecil nya karena sudah membelot, Sengaja lalai menjaga Yola yang malah memberikan tanggung jawab itu ke Kemal yang memang sewajarnya seperti itu.
"" Mang !"" El Tersenyum hangat menyapa bodyguard rasa orang tuanya. "" Yola di mana ? Sedang apa ?"" Langkah itu pun menelusuri jalan ke arah kamar Yola.
"" Keluar !"" Santai Mang Asep.
__ADS_1
El berhenti dan berbalik, menatap Mamang nya dengan tatapan selidik. "" Kemana ? Sejak kapan ? Ini sudah malam lho ?"" Cerca El bingung, di depan sana jumlah bodyguard nya sempurna lengkap menyapa kedatangannya, Terus ? Yola keluar rumah seorang diri dong.
"" Sejak satu pekan lalu, di jagah sama suami nya sendiri.""
Duaaar...
Gemelutuk gigi baradu marah, menatap kesal ke Mamang nya yang lalai dari perintah nya. Sejurus melengos kasar, tak mau lama lama di hadapan Mamang Asepnya yang mungkin bisa terpancing kemarahan amukan karena Mamang nya lalai.
"" Yola sakit di waktu itu dan Kemal lah yang pertama mengetahui nya dan menolong adik mu dengan kecemasan di matanya, dan ingat bos kecil, Biarkan adik mu hidup normal layaknya istri yang berada di dekat suami nya, Kemal pun manusia yang bisa melakukan kesalahan dan manusia juga yang bisa menyesali kesalahannya dengan cara memperbaiki sikap nya sendiri ke Yola."' Santai Mamang Asep menjelaskan cepat, dan terlihat El berhenti dari grasa grusu nya yang berjalan ke luar rumah lagi.
El berbalik penuh ke wajah sangar Mamang nya. "" Mang, Kemal bukan orang baik untuk Yola."" Kesal Eldath yang seakan akan membela Kemal.
Mang Asep pun mendekat dengan tangan nya menepuk pundak Eldath tanpa ada rasa takut sedikitpun ke Bos Kecil nya.
"" Orang baik seperti siapa yang kamu ingin kan untuk Yola, pikir lah... Kalau Kemal tak bersungguh sungguh, Kenapa seorang Kemal Abraham yang terkenal sosok kejam bila mana di cubit kulit nya Tetiba bersikap konyol mengalah berdarah darah demi ingin memperjuangkan restu dari kamu juga ingin membuktikan isi hatinya yang bersungguh sungguh terhadap Yola, Walaupun Yola ada di bawah lindungan Kemal, tapi mata dan kuping Mamang ada selalu mengawasi mereka berdua dalam satu pekan ini, Yola terlihat santai di sana, tidak tertekan dan tidak juga merasakan kekurangan apa pun, adik mu terlihat tersenyum tulus ceria di mata Mamang yang sudah hilang senyum tulus itu di waktu tragedi orang tua mu.""
Eldath diam mendengarkan seksama ucapan Mamang nya. Cuma ia membelakangi Mang Asep dengan tangan berdecak garang di pinggangnya.
"" Ini mungkin saat nya untuk membuktikan ke Yola kalau rutukan Daddy kalian tidak akan ada, tapi Kalau kamu memisah kan mereka dengan memaksa Yola atas kehendak mu, maka Yola akan percaya rutukan Daddy mu ada, Tapi terserah kamu saja, pergilah bertanya ke Yola tanpa paksa memakai hati ke hati Apa mau adik mu itu...meninggalkan suaminya atau bertahan, tapi ingat...pakai hati untuk kali ini saja jangan pakai intimidasi, Mamang cukup sampai di sini untuk tidak ikut campur masalah ini. Terserah kamu mau bertindak apa ?""
Mang Asep menghela nafas panjang nya saat ucapan nya berakhir, Eldath main pergi dengan kemarahan yang mungkin untuk diri nya yang lalai malah jatuh ke Gucci mahal besar yang dapat tendangan keras dari Eldath. Praaaang.. Kembali di luar sana Mamang Asep mendengar pecahan barang lainnya yang mungkin di sengaja oleh Eldath.
__ADS_1
Emosi nya adalah kelemahan mu Eldath !!! Tidak bisa terkontrol bila sedang marah.