Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Bab 239


__ADS_3

Prok prok prok prok...


Para Kurcil kompak terkejut mendengar tepukan tangan Nata, Bukan applause memuji, Tapi sebaliknya.


Wajah Kurcil tiba tiba pias di tatap horor para orangtuanya.


" Ayah_ !"


" Jangan Ayah Ayah !" Tegas Biru ke Pelangi, Biasa nya ia paling anti menyentak anak perempuan nya.


" Apa kalian tidak berpikir hah, Aktivitas kalian ini berbahaya, Sangat berbahaya !"


" Berbahaya dari mana nya ?" Ama berani menyahuti Gema.


" Ama ! Papi tidak tahu harus ngomong apa lagi ke kamu dan kamu juga Guruh !" Gema menciduk Ama memegang alat peledak yang belum siap sepenuhnya di rakit Ama. Jelas Gema ketakutan, Lah.... Nanti bisa bisa anak nya di tuduh sebagai terori* cilik, Bagaimana coba ?


" Ama dan Guruh tidak ada ampun lagi untuk kalian, Papi akan mengasingkan kalian ke kampung Nenek kalian, Ama ke Sulawesi ! Guruh ke Sumatera sampai kalian dewasa, baru bisa ke kota ini lagi."


Gema langsung memutuskan hukumannya tanpa memikirkan Jum-istri nya. Ia tidak mau kalau anak anak nya masih bersama sama dengan sahabat nya, takut takut mereka melakukan project lagi, ia takut kecolongan !


" Dan Five kembar, kalian akan Ayah asramakan dengan beda beda tempat biar perpisahan jarak membuat kalian jera , Bunda kalian pasti akan menyetujui hukuman Ayah kalau Ayah menjelaskan kenakalan kalian, Layaknya hukuman Om Gema untuk anak anaknya, Kalian akan ke kota ini bila sudah dewasa nanti."


Tidak ada yang protes dari suara si Kurcil. Anak Langit pun sama, mengasramakan seperti hukuman Biru, tentu nya secara berpisah.


Tinggal Vay yang belum di vonis hakim seorang Nata, Vay harap harap cemas. Jangan sampai di hukum kejam.


" Ayah akan berbicara terlebih dahulu lagi ke Bunda kamu, Vay. Baru vonis Ayah akan jatuh, Tapi jangan senang, Kamu pasti Ayah hukum juga."


Kepala Vay hanya manggut pasrah, Tidak ada yang berani membantah.

__ADS_1


" Ok, sekarang waktu Oma bermain ekstrim." Yola mengikis jarak ke arah Ama. Di susul Biru ke arah Topan.


Biru mengambil hasil projects zat itu, Sedangkan Yola mengambil peledak milik Ama.


" Anak chubby, Jelaskan ke Oma, Bill Of Material kamu kekuatan nya seperti apa ?" Yola ambigu.


Dengan senang hati Ama menjawab. " Ledekan nya masih payah, Butuh material internasional baru letusan nya dahsyat !" Sahut Ama antusias polos, Mana tahu Oma Vay mau membantu nya modal, iya kan ?


Yola manggut-manggut Tersenyum misterius. " Bi, biarkan hasil Zat berbahaya itu di sini."


Biru paham ke ambiguan Yola. di taruh nya kembali ke meja dua botol zat tersebut.


Topan yang sudah paham keambiguan Yola, cepat cepat menarik chip nya di laptop Vay secara diam diam, tak apa para orang tua menghancurkan nya sekarang, ia sudah punya copy nya.


Sabar Topan ! Gumamnya dalam hati, ingin marah juga percuma, ia tidak berani menantang Biru.


Sejurus, Yola mengaktifkan coklat khusus Ama.


" Ayo pergi !"


Vay duluan bergegas, kembali lagi kebelakang saat menyadari laptop kesayangan nya tertinggal, banyak data menarik di dalam nya.


Suatu saat nanti kita akan bertemu lagi The place. Sejenak Topan berbalik, ia ingin menghafal tata letak barang barang nya yang sebentar lagi akan hancur. Dalam hati nya sudah berjanji, kelak dewasa ia akan kembali. Kunci kesuksesan nya sudah ia copy.


...******...


" BELANDA ?!"


Ibell terkejut bukan main, Yola dan Nata meminta persetujuan nya untuk mengasingkan Vay ke Belanda, di bawah pengawasan ketat Eldath di sana. Ibell sudah mendengar kenakalan anak nya.

__ADS_1


" Keputusan ada di tangan kamu, sayang ! Terserah kamu, Tapi pikirkan lagi... ini bukan soal kenakalan Vay juga, tapi demi keselamatan Vay , Aku tidak mau musuh dari usaha usaha aku memanfaatkan keselamatan Vay demi menjatuhkan aku."


Ibell berpikir keras, berat bagi ia untuk melepas Vay dari sisi nya. Tapi ucapan Nata ada benarnya juga, Ibell pun takut nanti ada Alvin Alvin lain yang berniat jahat seperti tempo itu.


Macam makan buah simalakama, Ibell tidak tahu harus menjawab apa. Mata nya hanya memutar ke gerombolan keluarga nya di ruang keluarga itu. Vay juga ada yang hanya duduk pasrah. Ke Belanda tak masalah anak jelita ini, membayangkan salju rasa rasanya hukuman terindah dari orang tuanya.


" iyain aja Bun, Iya iya iya iya ! itu aja kok susah amat sih !" dalam hati, Vay seperti merafal doa.


" Sebenarnya ini keputusan yang sangat sulit, tapi jujur.. keselamatan Vay memang utama, Vay memang anak kita satu satunya, dengan itu...Aku rela untuk melepaskan nya sesaat dari pada selamanya. Tapi aku boleh kan kapan kapan jenguk Vay ke Belanda nanti ?!" Ibell membesarkan hatinya untuk menyetujui, sekalian ia ingin melatih kemandirian anak nya, anak akan tahu rasanya nanti apa itu kata mandiri bila jauh dari orang tuanya.


" Tentu saja boleh !" Sahut Kemal dan Yola secara bersama.


Sejurus mata orang tua menatap Vay yang malah tersenyum gembira.


" Vay tidak marah ke Bunda kan ?" Cemas Ibell, ia tidak mau di musuhi.


" Tentu tidak, justru Vay senang, besar di kampung Oma bule di sana kayak nya pengalaman seru."


Yola tersenyum lebar, mendengar panggilan Vay.. Oma bule.


" Huawaaa, Tapi nanti Ambu sedih, pasti Ambu akan rindu Vay." Ambu menangis lebay di mata Vay.


" Jangan pura pura ya Ambu, bilang aja iri sama Vay, Ambu pun ingin main salju kan ?"


Ambu mengangguk cepat, membuat tawa lepas di ruang keluarga itu.


" Nanti kita akan berlibur ke sana bila Vay di sana libur sekolah." Final Yola di setujui Kemal.


Perbincangan tentang keberangkatan Vay pun berlangsung santai di ruang tamu itu, Ibell dan Nata merangkul anak satu satunya di antara duduk mereka. Sepasang orang tua ini ingin membentuk kepribadian Vay dari dini. Anak keturunan Abraham-perkasa harus kuat banting, Istimewa Vay seorang pewaris tunggal, fisik dan mental nya harus benar benar tahan banting, dan Eldath lah jagonya yang di percayakan oleh Yola. Lihatlah kepribadian seorang wild flower bin Yola, hasil didikan keras dari Eldath berikut ante antenya, ia jadi strong, di cambuk oleh Eldath pun kulit badak nya masih bisa bertahan dengan bibir terus tersenyum.

__ADS_1


Nata ingin membuat kepribadian Vay seperti mama nya, walaupun wanita... tapi tidak mudah di tindas, hanya ya itu....Papanya lebih licik lagi masalah otak...Masa menaklukan seorang Wild flower dengan cara sabotase penipuan plus menghamili duluan. Tidak elegan ! Batin Nata yang sudah khatam cerita tentang orang tuanya dari bibir Meca-tante cantik nya.


__ADS_2