
Ckiiiiiitttt...
Mobil Fifi terparkir di dekat tanah galian proyek dan banyak macam macam matrial proyek di sekeliling nya.
Eldath menyerinyit bingung, tak mau turun dari mobil, Entah kenapa teman adik nya ini mengajaknya ke proyek besar besaran yang ia ketahui ini adalah salah satu aset pundi pundi Kemal Abraham yang bekerja sama oleh investor asing.
Tok tok tok tok
Fifi mengetuk brutal kaca jendela mobil nya dari luar, kaca mata hitam anti radiasi sinar matahari sudah bertengger angkuh di mata.
Sementara Eldath hanya menurunkan kaca mobil tak mau turun sama sekali, Lagian mau apa coba ke sini, mau melihat mesin berat pasir dan semen di aduk aduk sama mesin berat, itu kah yang mau di tunjukkan oleh Fifi ? kagak jelas ! Bodoh sekali sih ia nya mau mau saja menuruti Fifi ikut ke mari.
""Apa ?!!"" Malas Eldath, mata nya juga kagak tertuju ke wajah orang yang ada di samping mobil melainkan lurus lurus ke depan.
Melihat keangkuhan El, dalam hati Fifi ingin menarik rambut gondrong pendek terikat rapi itu.
"" Turun Napa ! Ada yang mau gue perlihatkan ke Lo." Tukas Fifi, bersender di badan mobil nya dengan tangan bersedekap dada, ikut angkuh melawan ke angkuhan Eldath. Kok Yola punya Abang nyebelin tingkat dewa begini. Batin Fifi kesal, ingin sekali ia menggunting rambut buntut kelinci Eldath sampai pendek. Sok tampan, Tapi ding... Memang tampan tampan sangar sih. ralat nya dalam hati.
""Memperlihatkan apa eum ? Pasir ? semen ? mesin berat ? atau bahan bangunan lainnya, Gue Uda lihat dan sudah tidak asing juga, kan gue juga punya perusahaan kontraktor, tiap hari berjibaku melihat buru gue mengerjakan begituan, apa istimewanya coba, buang buang waktu gue aja, perempuan !!!"" Semprot Eldath santai santai kesal.
""Baiklah kalau Lo kagak mau turun, no problem... Meeting menyangkut seluk beluk dunia Yola yang sesungguhnya mulai dari di tempat ini, di adakan di sini juga tanpa harus ikut nyemplung ke proyek tak masalah. Nah...Karna gue kepanasan, gue juga mau masuk ke mobil, enak di Lo nya duduk di mobil ber AC gue, sementara sang Empu mobil terik terikan gerah."" Fifi pun masuk ke dalam mobil nya. Duduk santai di kemudi menghadap ke wajah angkuh Eldath yang hanya datar datar miskin ekspresi.
"" Sebelum proyek ini di kerjakan, ada rumah kecil nyaman untuk anak anak panti tinggali---!""
__ADS_1
""Terus ? Masalah buat gue !"" Potong Eldath merasa tidak ada sangkut pautnya dengan Yola.
""Masalah besar Ogeb, maka nya dengerin cerita gue dulu, baru deh mulut pedas berapi naga Lo komen seperti kritikus.""Ketus Fifi, lama lama Tensi nya naik juga bila terus berhadapan dengan Si Abang gondrong.
""Lanjut !""
""Dan panti itu sebenarnya tanggung jawab Yola ! apa Lo tahu itu tuan ?""
Sekian lama perjalanan, Eldath baru melirik wajah Fifi dengan gelengan, Tidak tahu.
"" ck ...ck..ck... Kaka cuek rupanya !"" Sindir Fifi santai, melirik wajah El yang merasa tidak terima.
Kok gue nggak tahu, kalau Yola punya tanggungan panti !
Eldath menggeleng geleng bodoh lagi. ia tahu sindiran pedas Fifi yang tertuju ke arahnya yang pernah hanya memberi jajan Yola sehari enam puluh ribu dan sampai sekarang pun ia tidak menanggung adik nya itu karena berniat membuat Yola menjadi orang benar dan bertanggung jawab.
""Adek Lo sebenarnya ingin menangis darah tahu nggak, Semua uang Lo bekuin, mau gue tolong juga Yola menolak nya Mentah mentah, sampai---"" Fifi menjeda, ia kok rasanya sesak mau mengatakan kalau Yola itu pernah menjadi babu nya orang dua orang sekaligus sebalik ngantor.
""Sampai ?!"" Eldath getar getir, jangan bilang Fifi mau berucap kalau sampai adiknya itu menjual harga dirinya, ia Akan menyesal seumur hidup kalau adik nya melacu* karena ia yang telah membekukan semua uang Yola yang sudah ia berikan untuk hidup glamor adiknya.
"" Sampai Yola bekerja banting tulang sana sini bekerja di tiga tempat, Di perusahaan Chirs dan menjadi Babu di apartemen orang, dua unit sekaligus, Apa kamu tahu itu ? Pasti juga tidak kan ? Dan itu demi anak anak panti yang notabenenya adalah orang lain, itu yang menurut Lo Yola itu wanita nakal menjijik kan, gue rasa Lo yang salah besar di sini !""
Fifi kembali menyalahkan mesin mobilnya, Pergi dari area proyek. Lagi lagi ia tersenyum sinis melihat wajah kurang ekspresi itu diam berpikir keras.
__ADS_1
""Sampai rumah yang Yola sewa di jual oleh pemilik sesungguhnya, Yola merasakan pusing lagi, tentu saja pusing, duit cuma pas sekolah anak anak sama isi dapur doang harus di bagi lagi untuk menyewa kediaman baru, dan untungnya ada orang baik yang mau menampung sementara anak anak panti, Entah siapa orang itu ? Gue juga nggak tahu karena Yola tidak memberi tahukan namanya."" Jelas Fifi, mobil ia kebutkan....Sengaja untuk memberi efek soundtrack kebungkaman Eldath yang mungkin mencerna semua pengakuan nya.
""Kepulangan dari kota lain, Yola mengutus Mamang Asep untuk membawa semua koleksi tas branded limited nya ke butik gue untuk di jual obral, demi apa ? Demi untuk membelikan rumah anak anak untuk berteduh dan kios roti untuk usaha anak anak panti, Biar dia tenang katanya, takut takut nanti dia meninggal mendadak, Ungkap Yola dalam chat nya ke gue, dan bila mana Yola meninggal karena cambukan Lo, Lo berhutang banyak dosa dari Rutukan anak anak panti karena malaikat nya Lo bunuh.""
Fifi puas sudah berhasil meluluh kan wajah angkuh itu untuk saat ini, yang ada hanya ada wajah sedih di sana.
"" Kenapa kamu tidak meminta pertolongan ke Abang dek ?"" Eldath seakan akan bertanya ke Yola yang tak ada di dekatnya.
""Bagaimana mau minta tolong, Saat mau penggusuran panti, Lo aja kena musibah yang terancam akan gulung tikar karena proyek raksasa Lo yang dari KA group di ujung pinalti besar besaran, Lo pasti tahu sifat Yola sesungguhnya ketimbang gue yang orang nya tidak mau menambahkan masalah orang ! Yola aja cerita ke gue masalah ini lagi lagi dalam mulut tanpa rem, Tapi masalah dia hamil, gue kagak tahu sama sekali, Yola belakangan ini juga jarang ngontek gue. Bagaikan buku tertutup...dan mungkin itu karena masalah kehamilan nya.""
Fifi menurunkan kecepatan mobilnya, menjadi saksi kebaikan Yola yang sengaja di kesan kesan buruk kan diri nya dan berakhir terlihat buruk mendalam oleh orang lain bahkan Abang nya sendiri yang menilai Yola itu adalah wanita menjijik kan dari segala wanita di dunia ini menjadi miris sesak akan penilaian orang itu.
"" Kita kerumah sakit Fi !"" Pinta El datar, Tapi jujur, rasanya di dalam sana bagaikan tersayat pisau perasaan nya sekarang ini, di luar dari kehamilan Yola, adiknya itu adalah wanita luar biasa hebat yang sebenarnya sudah menjadi orang bukan iblis onar tanpa di asingkan di kosan sepetak pun. Harus nya sebagai Kaka ia bisa jeli membaca sikap onar adiknya yang mungkin kurang perhatian dari orang tersayang nya yakni dirinya. Tapi tetap saja, Yola itu sudah pantas dapat senggol bacok darinya bila mengingat kehamilan Yola yang masih gelap siapa pelaku nya, Apa sebab nya Yola dapat kompensasi, Masalah panti... ? Rasanya juga kurang masuk akal karena pengakuan Fifi tadi adik nya itu banting tulang bekerja demi anak panti, bahkan Yola juga membohongi nya perihal penjualan tas, ia sudah mendengar tas branded itu di jual dari Mamang Asep Tapi alasan Yola waktu itu lain cerita.
Ckiiiiiitttt...Fifi tak menurut, menepikkan mobilnya ke pinggir jalan.
""Turun !!!" Pintanya kesal, enak saja ia di titah bagai dayang Baginda raja saja. Ia memang akan ke rumah sakit, tapi sorry to say...ia hanya kesana sendiri tanpa si gondrong muram durjam kejam si Eldathio kumpret.
""Fi, Lo gila hah...ini tuh pinggir jalan !!!""
"' Emang ! siapa bilang ini itu pinggir gunung, justru pinggir jalan gue Turunin di sini biar Lo mudah mendapatkan tumpangan. Turun gue bilang !!! Gue Kagak mau satu mobil sama orang yang sudah mencambuk sahabat gue "" Fifi bahkan mencondongkan badannya ke duduk Eldath untuk membuka seat belt yang di pakai Eldath secara paksa, Harum rambut Fifi Membuat ada ke anehan di diri Eldath. ia bergetar sendiri, ia sama sekali tidak pernah berdekatan dengan wanita lain selain adiknya-Yola sehingga membuatnya aneh. Tapi ia tepis angin lalu doang rasa Aneh itu, amit amit akan rambut gondrong nya kalau ia bersanding dengan wanita nyebelin tingkat setan ini. Lihatlah... sebagai perempuan tidak ada sama sekali manis manis nya. Dasar stupid.
Dan Fifi tersenyum puas juga tersenyum mengejek akan Eldath yang sudah seperti gembel baru penghuni jalanan dengan dasi berjas nya. Korban kalah tender besar ! Batinnya geli melihat dari spion, yang sekarang Eldath berkacak pinggang kesal mengumpat kasar mobilnya dengan telunjuk kasar. Hahaha, Emang enak gue kerjain. Dompet Lo Uda gue tarik Babang Tamvaan, Hihihi.
__ADS_1
Damn it, Perempuan nyebelin...mana hp mati daya lagi, Dompet ? Oh..Astaga ! diiiii--- Hais, di mobil gue apa di mobil Fifi terjatuhnya ?