
Semalam, Setelah pertarungan Kemal dan Danver berakhir, El menyuruh anak buahnya untuk mengantarkan Yola pulang ke rumah besar nya saja. Jadi di sini lah Yola, duduk di taman belakang rumahnya dengan mata kosong di pagi hari yang tak bersamangat mau ngapain ngapain juga, kehamilan nya hari ini lagi bersahabat...kagak munta munta di pagi hari, Calonnya itu penganut paham ke calon Mamanya Sepertinya, Tidak mau menyusahkan yang sedang berkucing kucingan dengan calon Om galaknya.
""Hey, Kenapa melamun begitu ?""
El, menepuk lembut pundak Yola yang duduk hanya diam, biasanya si wild ini ceria dan pecicilan di mana pun berada, El juga menemukan kantong mata Yola di pagi hari ini seperti mata panda sembab bengkak seperti habis menangis semalaman penuh.
Penampilan Yola di pagi hari ini sangat berantakan sekali di mata El, Tidak biasanya adiknya itu mengabaikan penampilan paripurna nya.
""Jelek amat sih adek, Abang !"" El menjandai Yola dengan menarik lembut hidung mancung kecil itu, duduk di samping Yola di kursi panjang taman, Rupanya adik nya sedang berjemur di pagi hari seperti bayi toh. Enak juga punggung nya terkena sinar di pagi hari.
""Yola mimpi buruk lagi, Bang ! Yola takut...Hati Yola kok sakit ya tiap bermimpi aneh."" Yola merebahkan kepalanya di pundak kokoh El, mengadu kan perasaannya yang sesungguhnya. ""Katakan ke Yola yang sesungguhnya, Ingatan apa sebenarnya yang kalian buang paksa di otak Yola di waktu itu."" Tuntut nya lirih di senderan pundak itu, El menatap sedih kepala adiknya.
""Dengarin Abang, Bila kami membuang memori itu, berati tandanya itu adalah penyakit untuk kamu, dan jangan ungkit ungkit itu lagi, Abang tidak suka.""
""Hahaha, Penginnya sih Yola seperti burung dalam berpikir Bang, Yang terbang dengan segala kebebasan nya, Tapi....Yola tidak bisa, Setiap Yola mencoba untuk terbang bebas, di saat bersamaan ada senapan angin yang kencang siap menjatuhkan kebebasan burung itu. Kalau Abang kasihan ke Yola, Cerita kan lah."" Tawa Yola tidak sampai hati dan mata, Berarti tawa nya ini adalah tawa penderitaan nya.
El kehabisan kata-kata, ia tidak mau membuka mata batin masa kecil adik nya yang mati matian ia selamat kan di waktu Yola kecil setelah orang tua mereka berakhir tragis.
Diam lagi... Menyebalkan, Tapi cepat atau lambat, adek pasti ingat Bang.
"" Kalau tidak bisa maka jangan, By the way... Kenapa sih Bang, Si Kemal Abraham ikut serta semalam...apa Bang El tega menikah kan Yola dengan pria yang mempunyai catatan merah, hmm..? Rasa rasanya...dalam hidup Yola itu semuanya serba tidak adil tau nggak Bang---.""
""Jangan berpikir seperti itu Yol !"" Potong Eldath, Mengelus sayang kepala Yola.
""Tapi begitu lah kenyataannya !"" Kepala itu pun di tariknya, menatap El dalam dalam, Senyum paksa ia lontarkan di depan El Seraya meneliti setiap gambar wajah tampan Abang nya yang seakan akan ingin menyimpannya dalam hatinya menggunakan potret mata Amber nya, ia takut suatu saat ia tidak bisa melihat wajah ini dengan dekat bila mana boom waktu yang di simpan nya rapat rapat meledak tidak sengaja.
__ADS_1
""Sini Bang El, Yola mau cium seluruh wajah Bang El.""
Cup cup cup cup..
"" Eeeh.""
El sampai kaget, walau pun Yola minta ijin tapi pergerakan nya sangat cepat, Semua inci wajah nya di absen Yola kecuali bibirnya. Adik wild nya ini kenapa sih, Bersikap aneh sekali.... sangat mencurigakan bagi El.
""Adek menyayangi Bang El sampai kapan pun... walaupun bang El benci Yola setengah mati nanti." Lanjutnya membatin.
"" Yola sayang, Bang El cuma mau menikah kan mu, Bukan untuk saling meninggalkan satu sama lain...Dan tentang Kemal Abraham, Dia bukan lah finis nya, Masih ada dua kandidat yang akan di lawannya. Dan kamu harus menonton langsung lagi dalam pertarungan terakhir itu setelah stamina Kemal Kembali pulih seratus persen.""
Yola tetiba sakit kepala mendengar kata kata enteng Abang nya, ia sudah seperti piala bergilir, mending pantas untuk di perebutkan, ini mah...Piala bolong yang di perebutkan, Piala nya bunting lagi, Ai*...Ai* ai*. Nama tengah nya adalah kotoran saat ini yang cocok untuk nya. Batin Yola yang sudah menganggap dirinya sampah.
"" Yol, tinggal lah di sini lagi.""
"" Lain kali.""
Mang Asep, tolong ikutin dan selidiki Yola diam diam, perilaku nya aneh saat ini, dia seperti bukan adik ku lagi.
Siap bos kecil.
Di tempat lain, suara Hoek hoek hoek sedang bernyanyi nyanyi jijik di kuping Radja dan Chris dalam apartemen Kemal, Setelah menonton pertarungan Kemal semalam, ke-dua temannya ini sudah berada di apartemen nya di pagi hari, mengganggu bukan ? Dan si hoek hoek itu adalah Kemal Abraham yang tetiba muntah muntah kagak jelas.
"" Mal, apa Danver men hook lambung Lo ? Wajah yang babak belur eh.. Perut yang bermasalah ! Payah ah..."" Cerewet Radja menggoda.
__ADS_1
""Periksa atuh Abang sayang, nanti lambung Abang busuk di dalam, eh kagak jadi acara resepsi nya sama si flawless malah berakhir resepsi tahlil tujuh hari."" Goda Chris pun. Mereka berdua berdiri di ambang pintu kamar mandi menjadi penonton penderitaan Kemal.
""Reseh Lo Lo pada, Teman lagi kagak enak badan, ini malah di ejek ejek...Nyebelin !" Ketus Kemal, Melempar gumpalan tissue bekas nya ke arah pintu di mana kedua reseh berdiri. Hanya Longlongan jorok yang kompak dari Radja dan Chris dengan tawa mereka yang seperti nya sangat senang melihatnya muntah muntah.
Kaki dan tubuh babak belur hasil pertarungan semalam, menerobos kesal dua badan kekar di pintu. Kemal sudah legah rasanya yang sudah memuntahkan segala isi perutnya.
""Chris, Dja...Lo kesini bukan nya bawa rujak buah kek' sebagai tanda prihatin kalian ke gue, segar kali ya makan rujak..""
Hahahaha... Radja dan Chris kompak tertawa geli akan keinginan aneh Kemal. Ya kali ada tukang rujak di pagi hari di jam tujuh lewat seperempat jam.
""Mal, Lo waras kan ? Otak Lo kagak kena jab Danver juga kan yang tetiba bergeser otak jenius Lo itu, Mana ada coba tukang rujak di pagi hari, adanya tuh tukang sabu bin sarapan bubur, Keinginan Lo kok seperti orang ngidam saja sih."" Chirs si mulut pedas menatap selidik ke Kemal yang malas malasan bersender di atas kasur.
""Muntah muntah ? Rujak buah ? Satu paket ciri ciri orang ngidam ! Hayoolooo, Lo hamilin anak siapa hmm ? Hayo ngaku ! Pasti Lo bingung ya karena wanita yang Lo tidurin tiap malam sudah seperti semut saking banyaknya bekas celup Lo."" Radja pun menggoda Kemal yang seketika loncat ke kasur sampai kasur itu melesat jimbul ulah grasa grusu Radja.
""Apa benar ini ciri ciri hamil bro, eum ? Tapi pan gue laki, masa gue yang ngidam sih.. Berarti artikel yang pernah gue baca macam nasib gue ini, bukan mitos dong?""
Radja dan Chirs mengangguk, apalagi Radja yang sekarang berwawasan luas sebagai Calon dosen mengerti banyak tentang ilmu kedokteran.
""Ahay... Syalalalala !"" Senang Kemal Tersenyum senyum gaje di hadapan Ke-dua temannya. Siul siul kecil pun keluar dari mulutnya seraya bangkit di mana cermin besar berada. Kedua kepala di hadapannya ini sampai mengira Kemal dalam sakit jiwa.
""Dja, Panggil Dokter spesialis kejiwaan gih, eh...Vero atau Tristan aja dulu suruh kemari, gue takut Kemal benar benar edan terkena kutukan dari salah satu mantan ons nya, Takut takut teman kita ini berujung di pinggir jalan raya yang baju serta celana nya sobek sobek memperlihatkan barang nya karena stress Dja. mana nanti wajah Kemal serta rambut nya acak acakan karena gilaaannya, Serum gue Dja ngebayangin nya. Ayo Dja....buru Dja...Kemal semakin gila tuh Dja, Lo lihat sendiri kan Dja, masa joget joget di depan cermin sih, sok keren lagi nyisir rambut makai jari jarinya padahal wajah dalam babak belur begitu.""
Chris heboh sendiri akan Kelakuan Kemal yang senyum senyum di depan cermin, berbisik panjang kali lebar ke telinga Radja yang mengangguk ngangguk satu pemikiran dengan Chirs kali ini.
Kagak salah ini mah namanya sindrome sakit jiwa gara gara kegeser otaknya atau terkena kutukan..Batin Radja ngeri.
__ADS_1