
"" Lo berat juga ya !""
Bukan hanya mengantar kan di depan unit saja, El bahkan mengantar Fifi masuk ke kamar dan menaruh sedikit kasar wanita itu karena jujur...Fifi terlalu mengeratkan kalungan tangannya di leher. ia tercekik...
"" Pintu di sana !"" Usir Fifi, kesal di katain berat, wanita langsung tersinggung sensitif bila mana bobot tubuh di singgung.
El yang masih berdiri di sisi kasur, hanya melirik malas pintu, Ck..Main usir saja ! bergerak, Namun bukan keluar, Tapi malah menarik kaki Fifi untuk jangan di tekuk.
"" El, jangan macam-macam, kaki gue udah sakit, Lo jangan tambahin lagi."" Wajah Fifi meringis ringis sakit ulah El yang malah menimang pelan kaki nya.
"" Rileks kan tubuh Lo.""
""Apaan sih, sana pulang..ini sudah malam, besok juga sembuh sendiri."" Fifi ada rasa curiga, kaki nya akan di kreek bin di patah kan oleh El. Secara... Abang sahabat nya kan miring. Kadang marah marah kagak jelas, Eh.. kadang suaranya lembut, Seperti saat ini.
"" Sakit keseleo nggak akan sembuh sendiri sampai lebaran monyet pun, Rileks atau kaki Lo akan bengkak seperti gajah.""
"" Gajah ? Jelek dong ! Oke..Gue rileks."" Fifi bergidik jijik, membayangkan kaki nya seperti gajah, katanya. Nehi Nehi !
Kreeek..
" Awwww, El bodoh, gila sinting gelo !"" Hiks... Fifi bahkan mengeluarkan air matanya karena El tetiba membuat pergerakan seperti mematahkan kaki. Tapi se ? Rasanya berangsur bisa bergerak agak mendingan, tidak terlalu sakit lagi.
"" Thanks atas pujiannya."" El mendengus kesal, sudah di bantu, eh.. Dapat umpatan lengkap.
""Hehehe, Khilaf !"" Fifi ingin turun dari ranjang, ia tidak mungkin tidur begitu saja dengan baju ketat, Di tambah si babang gondrong malah tak beranjak. mau apa lagi coba ? ia jadi kurang nyaman sendiri di tatap intens oleh Eldath.
"" Fi, Gu-- Aku minta maaf atas kemarahan aku di rumah sakit waktu itu.""
Fifi yang terpincang-pincang ke arah lemari, berhenti. berbalik ke belakang.
__ADS_1
"" Pergi lah, Sudah malam, lupakan itu ! Dan ah.. Tolong tutup pintu rapat-rapat.""
El menurut kecewa, Ah...kok bisa-bisanya ia malah aneh begini. biasanya juga ia cuek gila dengan namanya perempuan.
...*****...
Ah..uh..Ah...
Damn, El yang baru sampai rumah di tengah malam lewat, mendengar suara suara laknat dari balik pintu kamar Yola. Dauble Damn !!! Otak nya ikut tercemar, ia tahu suara apa itu. suara naik kuda ku duduk di muka.
Harusnya kamar gue di bawa saja ! Gila si Kemal sialan ! adek gue di makan terus.
El mengacak acak rambut gondrong hitam rapih nya sendiri, ia tetiba membayangkan tubuh Fifi yang pernah hampir ia makan.
Sangat menyiksa !!! Batinnya uring uringan di dalam kamar nya. Tadi Fifi tidak merespon kata maaf nya, eh balik rumah, ada suara yang membuat kepala bawah nya On sendiri. Dauble lengkap kesialannya karena mata jadi tidak mau tidur.
...*****...
" Ehem."" Yola berdehem, Suasana meja makan kagak enak, sepi ! Abang dan suami nya seperti kucing yang siap beradu geeerr geeerr nya bin berantem.
" Bang El, Fifi semalam sampai dengan selamat kan ?"" Yola mencairkan suasana.
"" Selamat lah, Adek pikir Abang laki laki becat yang modus memanfaatkan waktu""
El menyindir, modus memanfaatkan.. kata itu tertuju ke Kemal, Dan yang di sindir.. santai santai saja, Kemal malah tersenyum geli. Belum tahu aja rasanya, dapat buah memanfaatkan itu seperti apa, Surga nya dunia cuy !
"" Yola sudah selesai, Ayuk mas..kata nya sebelum ngantor, mau cek kandungan dulu."" Serasa semakin di ujung lidah pedas dari pria pria tersayang nya, lebih baik mas suami di ajak beranjak saja.
"" Ayo... Kakak ipar, kami pamit...!" Kemal tersenyum takzim, ia tahu...El masih menerima nya setengah hati sebagai adik iparnya. Biarkan, Nanti juga terbiasa.
__ADS_1
...*****...
"" Wah wah wah....Anak Lo sepertinya laki laki, Mal ! Lihat ini dan ini."" Dokter Nelo sedang menunjuk nunjuk bagian tubuh bayi ke Kemal
""Nah, ini adalah ciri ciri nya anak laki laki, Detak jantung nya juga kuat lho, Bagus ini. Dedeknya sangat sehat.""
Kemal masih terdiam sambil menatap dalam dalam takjub melihat anak nya di hasil USG tersebut. Ia bahkan baru tahu euphoria akan menjadi Ayah sebegini menyenangkan. Ia yang dulu acuh pakai banget dengan hal hal berbau percintaan, keluarga apalagi anak kini bahkan sangat seksama mendengarkan tentang tips kesehatan ibu dan bayi. Bahkan ia sangat rajin browsing dan membaca buku buku parenting.
Jadi bapak memang tidak ada sekolahnya Seperti Ingin menjadi pilot, dokter atau pun yang lainnya. Tapi Kemal ingin terbaik untuk keduanya , dan itulah pentingnya bagi Kemal membaca parenting, Menjadi all out untuk mengurus anak nya sendiri dengan bimbingan nya, dan saat anak beliah lah adalah masa masa emas untuk menanamkan nilai-nilai baik. bukan malah menyuruh upahan yang momong anak nya seraya duduk menonton tipi yang alay.
"" Pak mac__ Dokter, wajah nya sudah bisa di lihat belum Seperti foto ?"" Yola bersuara yang tadinya juga diam mendengarkan, butuh perjuangan meyakinkan diri dalam hatinya untuk tidak apa apa perutnya di sentuh oleh laki laki lain selain Kemal, tadi. dan ujung nya tidak buruk bahkan sekarang malah menganggap nya hoki sudah di pegang oleh pria macho, Lainnya.
"" Kenapa memangnya, Yol ?""
" Mau nanya, anak Yola mirip siapa salah satu di antara Nino Fernandez atau mirip senyum manisnya Arya Saloka di sinetron tenar itu."" Yola tercengir lebar melihat wajah Kemal yang tiba-tiba muram mendengar pertanyaan absurd nya.
"" Berhenti menyebut nyebut pria sialan idola kamu itu, atau Mas akan meng-unfollow semua jejaringan sosial mu, bagaimana kamu bisa berharap mirip dengan mereka ? Kan mas yang main naik kuda ku duduk di muka dan Mas pula yang nanam saham di perut kamu, hah ?""
Kemal merasa mendadak ingin ngemilin batu bata kalau istrinya terus menerus menyebut nama nama sialan itu di hadapan lubang hidungnya.
"" Yaah bisalah, Kan pas mas naik kuda Yola langsung balik bantal seraya membayangkan wajah mereka berdua___ eh pissss Mas, becanda elaaahh."" Yola segera mengangkat jarinya berbentuk V saat melihat wajah Kemal sudah menghitam saking emosinya, tertahan.
Huahahahah..
Dokter Nelo yang di antara mereka, ngakak parah mendengar ke konyolan Yola mengerjai suaminya sendiri. Ramai sekali rumah tangga mereka, Batinnya senang.
"" Mal, sungguh ! Gue bahkan lebih nggak nyangka kalau Lo dapat istri yang personality nya sangat jauhhhhh dari ekspektasi gue. Tapi sungguh, gue bahagia melihat Lo dapat istri Yola, dia bakalan menghancurkan tembok batu Lo dan mencabik-cabik hati dingin Lo menjadi panas, sepanas gunung berapi. Selamat bro ? Selamat menjadi klenger maksud gue."" Hahahaha...
Dokter Nelo kembali menertawakan nasib Kemal yang sudah di porak porandakan oleh istri lucu lucu somplaknya.
__ADS_1
"Puas Lo ! Terus...Terus saja Ketawa""