Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 84


__ADS_3

Di tempat lain, Eldath sedang berkendara dengan dua bodyguard menemani nya yang posisinya sekarang berada di luar kota.


Sunyi nya pertengahan malam membunuh jalanan, Ia memindai jam nya di pergelangan tangan. "Pukul dua lewat, Yola biasa nya terjaga malam malam begini."" Gumamnya, merindukan adik nya, sekaligus iba, Karena dalam situasi hamil begitu adik nya kurang perhatian darinya karena pekerjaan satu pekan nya di kota lain ini, Perhatian suami ? Jangan di harapkan, Pikir Eldath...Kemal paling kuda kudaan dengan wanita lain. ia tidak percaya seorang Kemal mempunyai hati dan kesabaran untuk setia, Cuih... Cassanova Tobat ? Kagak percaya !!!!


"" Butuh sesuatu bos ?"" Bang Gultom atau Erick yang melihat dari kaca spion kemudi melihat kegelisahan bos rasa teman nya, bertanya.


"" Tidak, Rick. Cuma ingat Yola saja, Jam segini pasti lagi terjaga tanpa di temani sama siapa pun.""


""Telpon saja sesampai di hotel !""


"" ide bagus !""


Namun tanpa menunggu sampai di hotel tempatnya menginap pun, Eldath langsung menghubungi adik nya. Hanya suara Tut Tut Tut saja tidak ada respon dari sebrang sana. "" Apa mungkin tidak terjaga ya ?"" Gumamnya bertanya, ingin menelpon Mamang Asepnya juga tapi kembali di urungkan karena tak enak hati mengganggu tidur orang tua angkatnya.


"" Tidak ada respon, Rick !""


"" Tidur kali, Bos. Besok pagi saja !""


""Eum !""


Perjalanan pun berakhir bagi Eldath yang sudah sampai di pelataran lobby hotel yang di booking nya selama ia berbisnis satu pekan di kota ini, Tepat baru turun dari mobil...di tengah malam seperti ini, ia melihat sosok wanita yang di kenal nya di papah oleh pria asing.


""Fifi ? Kok ada di sini ?"" Bingung Eldath, menghampiri kedua orang itu yang baru juga mau menginjak lobby. Fifi sekarang ini dalam keadaan linglung di papah oleh teman prianya. Bingungnya ? ia tahu kalau kota ini adalah kota kelahiran sahabat adik nya itu dari mulut ember Yola, Tapi tidak mungkin juga kan ? Fifi nginap di hotel secara rumah Oma opanya ada di kota ini. Ah...Ada yang tak beres di sini. instingnya langsung menyala nyaring.


"" Bung ? Apa butuh bantuan ?"" Eldath sepik, bertanya seolah-olah orang yang tak mengenali Fifi, saat ini mereka sedang menunggu lift bersama. Dua bodyguard Eldath termasuk Bang Gultom bin Erick mengikuti akting bos nya yang mengerti situasi saat ini, Mereka berdua juga paham betul sahabat Yola.


"" Tidak pak, Terima kasih, Saya bisa mengurus istri saya yang mabuk !"" Tolak takzim sang pria, masuk ke dalam lift yang baru terbuka, tentu saja Eldath serta bodyguard nya ikut masuk, dengan keyakinan mereka kalau sang pria berbohong. istri ? Bodoh !!!! Umpat Eldath menyeringai.

__ADS_1


"" Kalian pengantin baru ?"" El masih santai ingin meyakinkan diri, walaupun ia sudah yakin kalau pria di hadapannya adalah hidung belang banci yang memanfaatkan ketidak berdayaan kesadaran seorang wanita demi hasrat sesaat tanpa berpikir panjang bagaimana nanti hancur nya seorang wanita tersebut bila mana sudah tersadar, ia tidak mau ada Yola ke dua yang hamil di luar nikah di sekelilingnya, walaupun Fifi Perangai nya menyebalkan untuk ia konsumsi, Tetap saja ia harus menolong sahabat adik nya dari kehancuran. ia tidak lah sangar sejahat itu untuk bersikap cuek ke orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan.


"" Eum, sekitaran satu bulan lalu."" Bohong nya menjawab, Dalam hati, sang pria mengumpati sikap sok akrab Eldath yang cerewet bertanya tanya. Namun sikap tenang nya seakan-akan tak mau di ketahui kebohongannya.


Satu bulanan ? Cuih, Bahkan kemarin kemarin si kucrit ini menyebalkan di mata ku. Jangan lupa kan sikap kurang ajar nya yang menurunkan aku di tengah jalan. Tentu saja Eldath kagak percaya.


"" Bung, Apa kamu tahu ini apa ?"" El menarik santai pistol Erick di balik jaket itu, memutar mutar nya bermain di tangan tepat di hadapan pria yang ngaku ngaku suami Fifi.


"" Tahu, pistol..Buat nembak, Tapi buat apa anda memperlihatkan itu kepada saya, apa anda ada masalah dengan saya, kita bahkan tidak saling kenal."" Takut, itulah yang pria ini rasakan, Tapi demi Fifi, maksud nya kemanisan Fifi, ia tahan rasa gemetaran di kaki nya.


""Kita memang tidak saling kenal, Tapi wanita yang anda bawa adalah wanita saya, Fifi nama sapaan nya namun nama aslinya Madelfie. Betul ?"


Eeh bussset, El menarik lagi kata ceplosnya yang mengakui Fifi adalah wanitanya, Bagaimana nanti hidup tenang nya kalau di sanding kan dengan modelan mulut rusak saking ngesilin nya. Dan Bang Gultom juga bodyguard lainnya Tersenyum geli akan ucapan Bos nya yang mengakui Fifi adalah wanitanya.


"" Be-be-betul."" Sang pria mulai kicep tergagap gagap keringat dingin saat ujung pistol Eldath sudah bertengger di pelipisnya. ia ketahuan.


Kenapa sial begini sih ? Sudah lama aku menanti Fifi pulang kampung, Tapi saat di ujung keberhasilan malah di hadapan kan dengan pria pyshico.


"" Sa-saya hanya berniat menolong pak, Di-di- pesta ta-tadi Fifi kebanyakan minum alkohol.""


Tuk... Ketukan keras pistol jatuh ke kepala Pria kurang ajar ini dari Eldath yang lagi lagi berbohong.


"" Anda pikir saya anak kemarin sore, yang bisa di bohongin dengan trik basi anda hah ? Mana ada wanita saya mabuk."" El menarik Tubuh Fifi yang di papah setengah sadar, lagi lagi mengakui Fifi wanita nya dan lagi lagi kedua bodyguard nya tersenyum geli diam diam.


Merangkul pinggang itu dan membiarkan kepala Fifi bertengger di pundak nya. "" Tidak ada bau alkohol sedikit pun di tubuh nya, hanya ada bau wangi parfum. Dasar ! Anda tidak tahu sedang mengusik siapa rupanya, saya adalah anak cucu seorang mafia, Daddy saya saja bisa ku bunuh, apa lagi hanya orang lain.""


""Ampun !"" Itulah satu kata ketakutan sang pria.

__ADS_1


"" Maaf, saya tidak sebaik itu, Anda harus di beri peringatan keras agar berpikir dua kali kalau ingin menjebak wanita lain lagi, entah itu Fifi atau wanita lain di luar sana. Rick...Urus dia !""


"" Siap Bos !"" Erick malah senang akan berolahraga dini hari. "" Kita keroftop aja ya cuy. Main main sedikit di sana.""


Dan pintu lift terbuka, Eldath keluar membawa Fifi yang susah lunglai berjalan, karena tak suka orang lelet, Mau tak mau Eldath menggendong kesal tubuh ramping Fifi. Pintu lift pun kembali tetutup membawa bodyguard Eldath menuju lantai roof top bersama pria malang yang sebentar lagi dapat oleh oleh bogeman sana sini.


Sementara orang yang di cemaskan Eldath, lagi duduk bersila di atas sofa menonton film romantis blue 21+ di layar laptop nya Kemal yang di pinjam nya karena merasa bosan mau ngapain, terpaksa hanya menonton saja yang ada, Mau dugem ? Jangan harap di ijinkan oleh si Mas suami, Tadi ia sudah minta ijin untuk gogoyes, Tapi malah dapat kultum dari Kemal yang berbunyi Kamu itu lagi hamil, Anak kita nanti bisa bisa jadi pemandu music lagi Hobby nya, Bigg No. Begitu lah ocehan telak nya.


Dan Kemal yang sekilas melirik film apa yang di tonton Yola, jadi bersorak ria, ikut duduk di samping Yola pura pura menonton serius, padahal ia hanya menunggu adegan dewasa nya di mulai, siapa tahu saat melihat adegan kiss kissan seraya raba rabaan Yola jadi panas, dan mengajaknya ehem ehem. Mas suami sudah siap lahir batin. cekidot... mulai lah adegan. Batin Kemal, kalau ia jadi produksi film, ia akan membuat nya hanya ada adegan panas nya saja tanpa ada lagi bicara bicara segalaan. Pikirnya mesum.


"" Eh... Kenapa filmnya di skip, adegan dewasa nya mau mulai itu."" Protes Kemal tanpa sadar mengeluarkan niat selubungnya menemani Yola nonton.


Dan Yola saat ini menatap dongkol orang di sampingnya yang berisik. Oh jadi ada lubang eh udang di balik otak kotor. cuih !


""Yakin mau adegan dewasa nya ?""


Kemal manggut-manggut heboh, seraya wajah nya berseri seri senang, melihat Yola kembali mensetting film ke adegan hot.


Asyik, dik.. kondisikan kesiapan mu, kita akan main dini hari ini. Senang nya heboh mengajak bicara ke adik nya yang di bawah perut.


"" Ini udah."" Yola menggeser laptop tepat ke hadapan Kemal. ia sendiri bangkit dari sofa.


"" Mau ke mana, kita nonton bareng !"" Cegah Kemal di tangan Yola.


"" Yola udah ngantuk, jadi silahkan nonton sendiri yang hot hot manjaaahhh."" Di kata Hot hot manjaaahhh, Yola membuka mulutnya sedikit, seksi. dan setelahnya menggigit bibir bawahnya merayu kibul otak kotor Kemal yang sudah ke tebak nya. Di telinga Yola juga sudah ada suara aneh kepedasan di layar leptop yang ada di hadapan Kemal.


"" Yol, Kalau Mas panas sendiri bagaimana ? Sama siapa ?"" Kemal meneriaki Yola yang berlenggok lenggok seksi meninggalkan nya sendiri, Shiiiitt, Yola malah berlenggok laknat menggoda iman ku yang tak pernah punya iman kalau Masalah beginian.

__ADS_1


"" Sama sabun !"" Hahahaha... Suara cekikikan ledek Yola terdengar menyebalkan di telinga Kemal yang istri somplaknya itu sudah tertelan pembatas ruangan.


"" Ah uh ah. Apa kamu. Sialan !!!"" Braak... Kemal kesal, mengomeli orang yang beradegan panas di layar leptop nya yang tak tahu apa apa. Menutup kasar layar nya pun dengan dongkol. Mana adik di bawah sana menggembung liar lagi hanya melihat mulut seksi Yola yang sengaja terbuka menggoda nya, jangan lupakan bokon* sintal Yola yang sengaja di lenggok lenggak kan, seksi. beeeh... akibat nya ia merasakan sesak nafas dan sesak di balik jeruji kain. Ia tersiksa mbok, ogah juga ia berendam air dingin di pagi buta cuaca dingin seperti ini, bisa masuk angin lah diri nya. Dengan itu ia hanya mengelus sayang adik nya untuk tidur lah... Tidur lah.


__ADS_2