Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 32


__ADS_3

""Kenapa Lo eh Mas sedari tadi ngeliatin Yola seperti itu ? Yola tau.. kalau wajah Yola itu seperti Putri raja di dongeng dongeng, tapi tidak usah juga ngeliatin Yola seintens pakai dalam. Nanti Yola tembakin panah Asmara, is dead lho"


Yola hanya mengaduk aduk sarapan nya, risih di lihatin tak berkedip oleh Kemal. Ia curiga kalau sui herder ini Ingin bisnis di pagi hari. sebagai pemuas seharusnya siap kapan pun, Tapi...Jujur, badannya remuk coeg ! Sumpaaah kagak bohong.


""Berhenti lah jadi ART di apartemen orang."" Nada Kemal sangat menyebalkan di telinga Yola. Membuat nya mendelik tajam ke Kemal.


""Bukan permintaan yang mempunyai pilihan, mau atau tidak, tapi ini perintah dari Mas sebagai pemilik mu."" Lanjutnya lagi.


""Hap..Shut up dan kunyah makanan mu !""


Saat Yola siap berceloteh, Kemal menyuapkan makanan dari sendok nya. Dan mau tidak mau...Yola harus mengunyahnya dulu baru menyembur si herder nyebelin ini.


Milik ? Emang Yola kucing, di cap milik ?


Braaak...


""KEBERATAN YANG MULIA !!!""


Ukhuk.... Ukhuk


Mampus ! Keselek kan !


""Kamu ingin membunuh Mas ?"" Kemal terkejut akan ulah Yola yang menggeprak meja seraya bersuara satu oktaf.


"" Kalau boleh jujur sih....iyaaa ! biar leher Yola terlepas dari rantai tak kasat mata itu." Yola membuat pergerakan memotong lehernya di saat berkata iyaa. Tersenyum ejek ke Kemal.


""Lepaskan saja kalau kamu sanggup !"" Tantang Kemal. ""Dan ah....aku tidak menerima penolakan atau pilihan nya dead...dead...and is dead !""


""To the point ? Mau anda ini sebenarnya apa sih ? Yo--Saya sudah cukup bersabar. Bukannya selama ini saya sudah bekerja dengan baik dalam bisnis kita. Anda seharusnya tidak mengurusi hal pribadi saya juga, karena saya pun sebaliknya.""


Yola serasa Ingin mencolok mata Kemal menggunakan garpu yang di pegangnya.


"" To the point ?!"" Kemal Tersenyum gaje seraya menjentikkan jari di hadapan wajah Yola, Membuat mata itu berkedip paksa.

__ADS_1


""ishh !" Yola menepis tangan Kemal.


""Saya mau kamu keluar jadi ART orang, kedua...Kamu harus tinggal di sini supaya bila mana saya membutuhkan belaian mu, maka saya tinggal klik. Ketiga...Karena hari ini sampai satu minggu lamanya kamu ngantor di perusahaan pusat saya atas perwakilan staf dari Pak Chris, dan kantor pusat saya itu ada di luar kota plus tempat tinggal saya, jadi kamu tidak mungkin bolak balik hanya untuk ngebabu di apartemen itu kan ? Ke empat.... Harus mau tidak pakai tawar tawar."" Telak nya.


Pak Chris bikin ribet juga ternyata, kenapa harus gue sih ?


""Cielaah si bapak ampe segitu nya merantai saya, Hati hati lho pak sama pesona setan kecil ini, Takut bapak jadi ehem baper baperan, kalau sampai begitu, Siap siap saja nangis kejer kalau saya sudah terlepas dari rantai kasat mata itu, Ingat ya... Terlepas ! Saya hanya nunggu waktu itu saja.""


Walau terdengar datar suara Yola, Namun di dalam sana ia ingin meneriaki wajah mesum Kemal yang sekarang menatapnya dengan kedipan mata.


""Kalau kamu yang sebaliknya baper ke saya, bagaimana itu ?"" Kemal menggoda dengan menoel noel dagu Yola yang cemberut kepadanya.


"" Ngimpi kok di pagi hari ! Yola itu tidak punya perasaan yang namanya baper baperan. Sudah koid lama, Tapi kalau di hadapan Yola yang duduk itu Nino Fernandez, mungkin saya berpikir dua kali, Secara idola Yola yang itu kan keren abis.""


Yola sengaja menekan kata terakhirnya ingin membuat telinga Kemal panas, Laki laki kalau di bandingkan oleh orang lain auto hareudang.


""Apa bedanya ? Laki laki itu sama semua, punya hormon testosteron yang di inginkan hormon sejenis mu, cuma beda kekuatan mesin dan bentuk rupa doang.""


"" Beda lah, Kalau fans Yola kan rupawan, kalau Mas kan rupa ditarik mirip Orang orangan sawah.""


""Hei, flawless Yola... orang orangan sawah seperti ini juga sudah berhasil membuat mu mendesaaah dessaaa manjaaah di bawa tindihan Mas !"" Teriak Kemal kesal, setan kecil itu tidak bisa sama sekali di bully lewat baku mulut, justru ujung ujungnya ia yang kesal sendiri.


""Yola lebih mendesaaah desaaahhh manjaaah lagi kalau lawan mainnya Nino Fernandez.""


Sialan ! Kuping Kemal serasa berasap, si setan kecil itu masih saja menjawab nya padahal sudah tak terlihat batang hidungnya di telan pembatas tembok.


...******...


Yola mau tidak mau harus menurut manis akan permintaan Kemal, Dalam perjalanan ke luar kota, Ia sudah menelpon Kellie untuk mengundurkan diri dari ART Tian, Ia juga sudah minta ijin El untuk tugas di luar kota atas utusan perusahaan Chris.


Dan sekarang, Kemal dan Yola sudah berada di pelataran rumah yang mirip istana menjulang sombong di hadapannya.


""Ini rumah mas ?"" Yola bertanya seraya mengikuti langkah Kemal masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


""Eum. Ikuti Mas...kita ke kamar... istrihat sebentar lalu keperusahan raksasa saya.""


Perasaan gue kagak enak nih, Mendengar istirahat dan Kamar. Mata Yola menggerlya di sela Langkahnya, ia tidak mendapati keluarga Kemal barang satu orang pun, Hanya pelayan yang hilir mudik dengan tugasnya masing-masing setelah mengetahui tuannya sudah pulang.


""Oya...orang tua Mas kemana ? kok tidak terlihat menyambut anaknya.""


Kemal berhenti, menegok ke belakang yang sebenarnya sudah siap membuka pintu kamarnya.


"Mas tidak tahu mereka di mana ? dan mas juga tidak mau tahu mereka di mana ? Jangan bahas bahas mereka, Mengerti ?!""


Yola reflek mengangguk, dari nada cuek Kemal, ia menerka kalau hubungan orang tua dan anak ini dalam tidak baik baik saja.


""Masuk !!! Apa perlu di gendong baru mau masuk ! jangan sok jaim...masa Wild flower mesum takut sama laki laki.""


Yola masuk, ia tahu kalau Kemal sengaja menantang nya. ""Bukan masalah takut ya Mas, cuma rasanya tidak etis saja kalau kita istrihat satu kamar di dalam teritori Mas, Yola hanya ingin menghargai keluarga Mas... kalau mereka tahu bagaimana coba ?""


""Tidak gimana gimana dan tidak usah di hiraukan.""


Yola tetiba merinding, tengkuk nya sudah di cerca kecupan panas oleh Kemal dari belakang.


""Ka-kata nya, ma--mau istrihat ?""


Bahkan tangan Kemal sudah mencari sasaran empuk meraba raba dadanya dari belakang.


""Satu ronde, tidak akan lebih dan tidak akan lama mengingat kamu masih dalam proses penyembuhan dari demam, Boleh ?""


Kemal membalikkan badan Yola untuk menghadap nya, meminta kerelaan Yola. Ia punya rencana terselubung untuk membuat Yola tak bisa jauh dari belenggu nya.


Wanita....bila mana sudah ketergantungan apa pun maka sulit untuk melepaskan bukan ? dan teori ini yang akan Kemal terapkan , sekeras apapun watak Wanita bila mana di perlakukan lembut, maka pasti akan terjerat juga. Ia butuh Yola untuk hasrat nya...itu saja ! Memuaskan satu sama lain mungkin saling menguntungkan bukan ? Kemal memuaskan hasratnya dan Yola sebagai wanita dewasa pun pasti Punya hasrat ingin bercinta dalam kerelaan.


""Kalau saya menolak bagaimana ?"" Tanya Yola mengetes, apakah majikan sebagai pemuas marah atau tidak ? maksa atau tidak ?


""Maka tak apa ? istirahat lah ! Aku akan mandi air dingin saja !"" Tunjuk Kemal ke bawah perutnya yang sudah mengembul.

__ADS_1


Wajah Yola tetiba tersipu merah, Ia malu. Ck, Yol... Kirain Lo tidak punya urat malu ? Masih ada rupanya ! Batinnya memunggungi Kemal seketika dan berjalan ke arah kasur, tubuh nya perlu istirahat agar kekebalan tubuhnya stabil kembali. Biarkan si herder menderita di dalam kamar mandi. Cueknya yang kagak ngefek pengertian Kemal, Sekali gelap tidak akan putih kan. Nilainya ke Kemal.


__ADS_2