
""Mau Kemana kamu malam malam begini ?""
Kemal memperhatikan Yola yang sedang memungut pakaian nya setelah permainan panas mereka. Yola hanya diam, memakai satu persatu pakaiannya yang sekarang kemejanya sedikit rusak karena kekesalannya tadi membuka kasar bajunya sendiri.
""Mas bertanya Yola ?""
Mas Mas... Mas-alah harusnya lebih cocok panggilan mu.
""Mau pulang ke kosan lah, mau kemana lagi ? Dugem ? Cih...Tenaga Yola ada batas nya."" Jawab Yola santai santai kesal
Lantas Kemal menahan Yola yang sudah siap pergi dengan penampilan nya hanya menggunakan boxer.
""Nginap lah di sini, Pagi pagi akan Mas antar !"" Kemal merentangkan tangannya di tengah pintu kamar, menahan Yola untuk keluar.
""Nggak bisa, Hari ini cukup untuk berbisnis dengan mu. Yola capek pengin istr----!""
Belum selesai menyelasaikan perkataan nya, Tubuh itu hampir mencium lantai karena pusing hebat menyerang nya, bila mana Kemal tak menangkapnya.
""Sudah ! Jangan membantah...Kamu itu lagi sakit, Tidur lah di sini, Mas janji tidak akan menggangu mu, dan maafkan Mas !""
Kemal menggendong Yola untuk berbaring di kasur empuknya, ia terlihat kesal karena Yola masih saja kekeuh ingin pulang padahal tubuh yang biasanya strong kini terlihat lemah dan suhu tubuh Yola juga masih panas yang di rasakan kulit Kemal.
"" Yola mau pulang, Yola nggak mau nerima kebaikan An-Mas, Kalau Yola baper kan bahaya. Yola itu tidak pantas mendapat perhatian kan ya.. Hahaha, Yola kan wild flower busuk, Seperti bunga bangkai, iya kan Tamvaaan. ""
Dalam tubuh lemas setengah sadar, setan kecil ini masih mencandai Kemal.
""Terus kalau Mas jatuh cinta ke Yola, lebih ribet lagi... Karena Yola----!""
"" Diam lah Yola ! Tunggu sebentar di sini, aku akan membeli makanan di resto bawah pasti kamu belum makan , biar cepat Mas sendiri yang akan membeli nya. INGAT, JANGAN KEMANA MANA !"" tekan Kemal, Wild ini kan nakal, di beri tahu A pengin nya B.
__ADS_1
Yola tidak menjawab lagi, melainkan berangsur terpejam membawa rasa pusingnya, Melihat itu...Kemal segera meluncur, ia sadar diri, Yola sakit karena tekanan darinya.
Beberapa menit meninggalkan Yola, Kemal datang dengan makanan di tangan nya, Tapi si wild ini sudah terpejam rupanya, Namun dalam tidurnya air muka itu terlihat gelisah.
""Yol, Yola... Bangun dulu, makan dan minum obat !"" Kemal menepuk pelan pipi Yola.
Namun tangan itu di tangkap oleh Yola yang masih terpejam. "" Bang El...Yola kedinginan Bang !"" Racaunya, Bahkan di mata Kemal, bibir Yola kini sedang beradu gemetaran efek meriang.
Apa boleh buat, Kemal juga tidak tega membangunkan Yola, di raihnya remote AC, menekan tombol off, lalu naik ke peraduan, Membiarkan Yola mencari kehangatan dalam tubuhnya yang menggunakan satu selimut bersama, bahkan Yola kini sedang menduselkan kepala nya di bagian lehernya untuk mencari kenyamanan hangat di sana.
Deg...
Perasaan apa ini ? Tidak....Ini hanya rasa salah saja karena sudah merusak kegadisannya yang gue anggap Wanita ini adalah wanita murahan.
Detik, menit dan jam telah berganti....Malam ini Kemal susah memejamkan matanya, ini pertama kalinya ia mau di buat susah oleh Pemuas nya, Bahkan ini pertama kalinya pun, ia bermain ranjang setia dengan satu wanita.
Kemal terduduk di kala Yola sudah tidak menggigil lagi, Mengibaskan pergelangan lengan nya yang keram di buat bantal oleh Yola. Bibirnya tersenyum di kala melihat dalam dalam wajah cantik Yola
Dari Sudut hatinya, Kemal penasaran setengah gila karakter setan Kecil ini ? Di mana mana manusia itu menciptakan kesan baik terhadap orang sekeliling nya dalam hal kecil apa pun, apalagi pencitraan yang tinggi, Tapi wanita yang di pandang nya saat ini berbeda, malah sebaliknya yang sengaja membuat namanya jelek. KENAPA ? Batin Kemal.
Bahkan mungkin, kebanyakan orang di luar sana tidak tahu kalau Wild ini mempunyai hati malaikat yang rela berkorban demi keluarga nya bahkan berkorban demi panti asuhan yang notabenenya cuma orang lain di hidup Yola.
Dari awal bertemu di aspal liar, kamu sudah membuat ku penasaran, Ratu Racing.
Lama lama, Mata Kemal pun terpejam pulas, Seraya kembali memeluk tubuh Yola agar tidak merasa kan kedinginan meriang.
...****...
Sinar matahari di pagi hari menelisik masuk ke jendela kamar Kemal yang sengaja di buka untuk memberi kehangatan untuk tubuh Yola yang masih terbaring tidur. Mata Cantik itu pun terganggu, membuka matanya dan langsung terduduk saat menyadari dirinya ada di mana.
__ADS_1
""Sudah bangun ?"" Kemal keluar dari arah kamar mandi, berjalan ke arah lemari dengan hanya berlilitkan handuk.
""Kenapa Yola ada di sini ? Apa Yola menyusahkan an- bapak eh Mas ?""
Yola menyilak selimut nya, beranjak dari kasur, ia baru menyadari kalau sekarang ini ia memakai baju Kemal yang terlihat Bigg size untuk tubuhnya.
""Menyusahkan ? Tidak juga, eh... sedikit sih. Kamu membuat tangan ku kesemutan doang Karena kepala mu itu terlalu nyaman bertengger di sana !"" Kemal mengacak acak rambut Yola, Lembut. berlalu ke kamar mandi untuk memakai bajunya.
Hah ? Si Herder kagak kesurupan kan ya ? Tumben tumbenan lemah lembut begitu ? Aneh !
Yola tercengang, menyentuh kepalanya yang di sentuh Kemal barusan.
Si muram durjam belum minum obat waras nya kali ya. Batinnya Tersenyum geli, Seraya mencari pakaiannya, ia tidak mungkin keluar unit menggunakan pakaian laki laki.
""Nyari apa ?""
Dari belakang Kemal muncul, memeluk Yola dari belakang, ia ingin menggoda si wild ini di pagi hari sebagai sarapan nya.
""Le-lepas ! Nanti Yola reflek men Skakmat tuh tangan, ribet lagi."" Yola berbalik, menatap intens wajah Kemal, Tangannya pun reflek menyentuh kening Kemal, Takut takut si herder ini lagi sakit jiwa.
""Kagak panas, justru panasan ketek Yola."" Lirih nya, Dapat sentilan kecil di dahinya ulah Kemal.
""Kamu menyamakan dahi Mas sama ketek kamu, ck ..ck ..ck.. Kalau mau memeriksa suhu tubuh secara ekstrim dan bisa di bilang mengasyikkan tuh seperti ini.""
Hmmmmp, Suara terkesiap tertahan dari Yola. Si herder ini selalu mencuri nafas nya, bila waktu bisa di ulang...ia tidak mau menerima tantangan Kemal di atas aspal liar kala itu dan berakhir lah Seperti ini. Tapi ya sudahlah...Nasi sudah menjadi bubur. Laki laki itu sama saja, Mencari kesempatan.
""Jangan bilang masih pagi begini minta bisnis, saya mau kerja...apa--!""
"" Tidak juga, Karena kamu mau bekerja...Maka sini, kita sarapan bersama, Mas sudah membeli dua porsi.""
__ADS_1
Yola mencubit pipi nya sendiri. mimpi nggak sih ? Batinnya aneh, masa iya satu malam si herder bisa lembut Kepada nya, Padahal semalam ia ingat kalau herder ini menghina harga diri nya abis abisan.