
Kemal memasuki pelataran rumah Yola, ia perlu berbicara serius ke El yang ingin mempersunting adiknya dengan kesungguhan hati, ia nya sih ragu akan di terima oleh dengan El begitu mudah nya, secara ia sadar diri siapa sesungguhnya diri ini yang ke bangsatan nya terhadap penjahat kelami* sudah tidak menjadi rahasia lagi di depan publik.
Tapi... Tidak ada salah nya juga kan memberanikan diri dengan awal baik, di terima dengan mudah bersalto ria. di beri penolakan... Banyak jalan menuju Roma, iya kan ? Jalan tikus pun jadi bagi Kemal, ia sudah gila rupanya akan sosok Yolanda wild itu, Dunianya benar benar di jungkir balik kan oleh si wild flower iblis kecil itu, saat baru pertama kali berjumpa pula harus ekstra mengeluarkan tenaga di aspal liar untuk Yola, Si iblis besar ini menginginkan sampai mengubun, pemirsaaah !
""Silahkan duduk Pak Kemal, Saya akan memanggil bos kecil eh maksud saya Pak El.""
Mang Asep mempersilahkan sopan Kemal duduk di ruang tamu, Kemal harap Yola ada di rumah biar dia dengar sekalian Kalau Kemal Abraham ini tidak omong kosong doang bila mana sudah bersabda.
"" Mang Asep ! Hm..Yola ada di rumah ?""
Langkah kaki Mang Asep yang ingin melangkah terurungkan, menyerinyit menatap pria berkelas di hadapannya ini. "" Neng Yola tidak ada Pak, Anda ingin bertemu Neng Yola atau bos Kecil Kami ?""
"" Dua duanya sih, tapi yang penting ada E---pak Eldath saja, cukup !""
Kepala berwajah sangar itu pun mengangguk mengerti, tanpa bertanya lagi... kakinya menuju di mana posisi El berada.
Suara derap kaki terdengar berirama di telinga Kemal, ia menoleh ke asal suara, Eldath dan Mang Asep serta dua bodyguard seram juga di belakangnya, Ini si Eldath orang nya seperti apa sih ? di dalam rumah saja sampai di ikuti bodyguard sangar seperti itu, Si Eldath walaupun sudah pernah di buat curang dengan sabotase nya yang Alhamdulillah tidak ketahuan dan jangan sampai ketahuan, bisa di bilang bodoh atau memang hidupnya kah yang misterius ? Kemal susah menebak nya.
""Pak Kemal, anda selalu bertamu dengan tiba tiba, Apa ada lagi berkas Yola yang ketinggalan di mobil anda, Tapi bila iya....pasti saya akan curiga ada sesuatu di antara kalian, Secara adek saya itu bekerja di perusahaan Pak Chris bukan di perusahaan anda kan ya, Pak ?""
Belum apa apa sudah di sindir. Sesuatu...? Sudah jauh lagi hubungan sesuatu itu dari kata sekedar sesuatu belaka.
"" Anda bisa saja pak Eldath, Tapi kalau saya ada sesuatu dengan adek anda, apakah anda keberatan ?"" Nah...Kemal tak mau kalah, sudah di sindir maka di luruskan saja sekalian tanpa basa basi, Niatnya memang itu kan berada di rumah orang bertatoan semua.
__ADS_1
""Keberatan ? Maksud anda ? Tunggu dulu, bila di cermati uraian kata anda, Apakah anda ke sini sebagai relasi bisnis atau sebagai hal pribadi ?"" Orang pintar memang cepat ngena di otak, walau pun kata kata Kemal masih ambigu, El sudah mengendus aroma lain di sini.
"" Pribadi !"" ungkap Kemal.
Tarikan nafas terkesiap El saat ini, memandang Mang Asep dan kedua bodyguard nya untuk mengkode mereka agar meninggalkan berdua saja bersama Kemal, Orang ini ingin pribadi katanya, maka El sendiri lah yang patut untuk mendengar pribadi apa yang di maksud tiba tiba dari pengusaha besar ini.
""Kalau pribadi, Hal formal sudah tidak di butuhkan lagi yang dong kan Pa-- Maksud saya Ke-mal.""
"Tentu saja tidak perlu formal, Santai itu membawa keawetan. entah awet muda atau awet tua !"" Kemal berupa bercanda padahal dalam hati nya kok jadi kicep seperti ini, Nervous jadinya..
begini kah rasanya orang mau melamar itu, deg deg-an kagak jelas, lebih jedag jedug dari pada harus bertarung di meja meeting memperebutkan investor besar.
"Straight to the point saja !"" Jari jemari Eldath bermain di sisi sofa seraya mencoba menebak apa yang di inginkan Kemal dari nya.
""Saya ingin melamar Yola sebagai calon istri saya.""
"" Tidak ! Saya serius dengan untaian kata-kata saya barusan. Bagaimana ?""
Hening, Mata sesama mata yang berbicara dari ke-dua pria hebat sesuai versi masing-masing, El melihat memang ada kesungguhan di mata Kemal, cuma sebagai Kaka, ia takut salah mengambil keputusan untuk main Terimah saja niat baik Kemal, secara pria di hadapannya ini adalah terkenal kebanglasatan nya, suka bermain dengan wanita, Ia bukan lah orang bodoh bodoh amat yang mau menjalin bisnis tanpa mengetahui Perangai sesungguhnya orang itu, Plusss...El juga sekarang lagi investigasi tentang sabotase pekerjaan nya yang baru di ketahui kalau mesin berat pesanannya sengaja di tikung oleh orang, cuma masih gelap orang itu siapa, tapi terarah kecurigaan nya ke orang yang saat ini berniat baik ke Yola...El sudah berjanji akan menghajar babak belur si penikung bila mana sudah tertangkap dan bila mana ada bukti-bukti akurat di tangan, Sumpah...kagak pakai bohong.
""Sebagai Kaka dari Yola, saya berterima kasih banyak, kamu sudah ada niat baik ke Yola, Pertanyaan biasa...Apa kah kamu mencintai adik saya sampai nekat menghadap ke saya sebagai pelamar eum ?""
""Ya...saya mencintai Yola ?""
__ADS_1
"" Sejak kapan ?""
Sejak mendapat kan keperawanan adek Lo dan **** *** terus dalam beberapa hari..... Tentu saja Kemal menahan ucapannya yang itu, bila keluar dari mulutnya sekarang, bukan nya ke-welcoman yang ia dapatkan malah kuburan atau rumah sakit ? Tanpa perlawanan dari nya karena ia memang salah.
""Saya sudah tertarik ke Yola di saat melihatnya di balapan liar beberapa tahun lalu sebelum kita saling kenal seperti ini."" Ia tidak bohong juga kan, Pan memang seperti itu awal kejadiannya.
Helaan nafas Kembali tertarik dari El, adeknya itu memang Badung dan liar, ternyata Yola sudah lama berjibaku dengan aspal liar tanpa sepengetahuannya, hebat benar adek nakal nya itu ? Hebat ngibulnya, maksud nya.
""Entah saya harus percaya atau tidak kalau kamu itu benar benar mencintai adik saya, Secara kamu sudah terkenal kebanglasatan nya di ranjang, maaf mengatakan itu. Tapi saya benar kan ?"" Ucap El kalem kalem pedas.
""Tidak saya pungkiri, Memang seperti itu lah Kelakuan saya sebelumnya, Tapi baju kotor tak selamanya kotor bukan ? tergantung kitanya, ingin mencucinya bersih atau mencucinya asal asalan, dan saya di sini demi Yola dan bukan untuk Yola saja melainkan untuk masa depan saya, saya ingin merubah hidup kebanglasatan saya menjadi jernih dan hati saya memilih Yola, wa--gadis luar biasa yang sudah berhasil mencuri hati saya. So....?""
El manggut manggut akan pemikiran Kemal, Rupanya orang ini berniat Tobat ? Tidak buruk juga kan, semua orang bisa berubah tergantung kesungguhannya.
""Dari awal kata, saya setuju setuju saja, Tapiiii !!!!!!"" El sengaja menjeda dengan seruan panjang.
Sudah ku duga.. ada tapi nya cuy ! Benar ya kata orang itu, jalan baik itu penuh liku liku rintangan nya.
"Tapi, tahu sendiri kan sebelum nya, kalau saya itu lagi mengadakan sayembara adu jotos di ring siapa yang terkuat lah pemenangnya yang berhak untuk Yola, Tidak adil dong bagi saya...kalau saya menerima mu dengan gamblang nya, sedangkan pria pria yang ikut serta sudah berdarah darah dari awal. Dan saya tipe orang yang tidak mau menjilat ludah lagi, Mengerti kan maksud saya ?""
Tentu saja Kemal mengerti, Secara halus...El ini menyuruh nya ikut serta dalam adu jotos itu, merepotkan bukan ? Tapi demi Yola...ia akan meratakan lawan lawannya nanti, ia tidak takut oleh siapa pun, laki laki memang harus ektrim, berniat ingin menempuh kebahagiaan, maka berakit rakit lah dahulu. Walau pun ia tidak yakin nyawanya akan selamat di atas ring.
""Saya akan ikut menjadi Challenge di sana !""
__ADS_1
"" Hahaha, selamat berjuang...nanti saya akan kabarin !!!""
Dan pembicaraan itu berakhir dengan high five ria, Kemal balik tanpa melihat orang yang ingin di lihat di sana, ia hanya melihat foto Yola yang tersenyum kepadanya, Maksud nya Tersenyum ke semua orang yang melewati foto itu. Kasian deh gue !!!