Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 83


__ADS_3

Semenjak hamil, Malam nyenyak Yola selalu terganggu di pertengahan malam, Kadang mual, lapar, kadang pula memang bangun karena kantuknya menguap pergi sendiri.


Seperti saat ini, Tidak merasa kan apa apa, Tapi mata nya terasa enteng di bawah melek. Dengan itu, sebagai teman melek, Yola keluar kamar menuju dapur yang sudah di ketahui selak beluk apartemen Kemal, istimewa yang pernah menjadi babu. Secangkir kopi lah yang menjadi target nya saat ini.


Sempat terkejut, melihat Kemal berada di dapur di jam dua malam dengan asap rokok menemaninya, Ah....ia ingat Abangnya bila melihat Mas suami dalam situasi seperti ini, Persis Abang nya, Pasti banyak pikiran ? Tebak nya.


Uhuk uhuk uhuk


Tak kuat juga rupanya menghirup asap rokok sekarang, Rasa eneg menyerang perut Yola saat ini. Dan Kemal yang mendengar suara Yola batuk batuk, terkesiap dan segera menoleh ke belakang.


"" Hey, Kamu di sini ? Maaf ya, Mas mengganggu pernafasan mu."" Kemal segera mematikan penghasil kebulan asap nya. Bekas rokoknya pun ia bersihkan dan membuang nya ke tong Sampah, Ah...ia harus membiasakan diri tanpa asap itu selama Yola ada di rumah nya, apalagi Yola sekarang mengandung anaknya yang tidak baik untuk kesehatan pertumbuhan janin nya.


"" Tidak usah segitu nya, ini kan rumah Mas... Bebas mau ngapain, Yola ke sini hanya untuk secangkir kopi."" Yola dengan santai membuat apa tujuan nya ke dapur.


"" Kenapa kamu belum tidur ?"" Kemal bangkit dari duduknya, dan beranjak ke sisi Yola yang sedang menuang air panas ke dalam cangkir.


"" Sudah, dan memang seperti ini setiap malam semenjak mengandung."" Tanpa sadar, Yola tersenyum seraya memegang perutnya, ia menikmati perubahan diri nya dalam menjalankan kehamilan nya, Tidak terlalu buruk karena ia selalu membayangkan wajah lucu bayi nya yang beberapa bulan kedepan akan keluar. ia tak sabar menunggu itu.


"" Apa Mas boleh menyentuh perut mu ?"" Izin Kemal tak mau bertingkah kurang ajar agar Yola nyaman di dekatnya.


Yola terdiam sejenak, aktivitas mengaduk kopi nya pun berhenti dan menatap dalam wajah Kemal. Dia Bapak dari anak mu Yola, dia berhak juga mengelus nya. Batin nya tak mau egois. Dan anggukan setuju pun terpatri. Kemal tersenyum manis akan persetujuan Yola.


"" Terimakasih."" Bukan hanya mengelus saja saat ini, Melainkan Kemal berlutut di depan tubuh Yola, mengelus perut yang masih trimester pertama bin rata, juga mencium sayang tulus perut istri nya.

__ADS_1


Yola sampai speechless di buat perlakuan lembut Kemal. Rumah tangga tak buruk juga kalau suami nya selalu berprilaku kucing manis, Andai ini bukan kesalahan... mungkin aku sudah terhanyut perasaan yang berbunga bunga karena merasa di cintai.


"" Hai baby, Kamu nakal ya di dalam sana, sampai mama mu terbangun, lagi apa coba di dalam sana eum ? Lapar ? atau mau main bola ? Ayuk...Papa temenin !"" Canda Kemal mengajak bicara perut Yola yang tak punya mata apa lagi mulut untuk menjawab.


" Main bola ? ada ada saja, sudah ah...Yola geli melihat ke manisan Mas, nanti Yola baper dan merasa di cintai lagi, padahal kan tidak ya ?"" Yola mundur selangkah menjauh dari berlutut nya Kemal, Menarik cangkir kopi nya dan duduk santai di table makan.


Kemal yang mendengar perkataan terakhir Yola jadi nyes ngilu hati nya, Yola belum melihat ketulusan hatinya, ia tulus mencintai istri dan anaknya, sumpah pocong deh ah kalau kagak percaya. Tapi ia juga tak mau menyalahkan Yola yang tak melihat ketulusan nya, karena mengingat kembali dirinya yang awalnya hanya membuat kesalahan alibi demi tubuh Yola, Pasti susah untuk mendapatkan hati Istri nya, Tapi belum saat nya menyerah kok, perjalanan masih panjang, selama hidungnya kempas kempis bernafas, ia tetap maju tak gentar menghadapi tantangan apa pun di hadapan sana.


Mangatse !!! di dalam hatinya, Kemal menyemangati diri sendiri, duduk di sisi kursi Yola.


"' Ini buat mas."' Kemal merebut kopi Yola yang mau di sentuh Yola. Meminumnya santai tanpa rasa dosa.


Yola melongo tak percaya, racikan nya main di tarik saja, dasar Mas suami, mau ? bikin sendiri dong, atau tadi bukan nya ngomong sekalian minta di bikinin, soal kopi sih ia bisa melayani Mas suami, asal jangan soal ranjang saja.


Kemal beranjak ke pantry membawa kopi di tangannya agar aman dari seruput Yola.


"'Sampai segitu nya, Tidak usah mengistimewakan Yola, kan Yola hanya satu pekan doang di sini, Bang Eldath balik pasti Yola di tarik dari sini."" Yola berbalik dari duduk nya, menatap kesibukan Kemal.


Dalam hati, Yola memuji perhatian Kemal terhadapnya, Sampai segitu nya mas suami, rela mengaduk aduk susu hamil saat ini untuk nya. Meleleh kagak ? Entah ? Ia bingung dengan perasaannya sendiri, Niat nya membatu. Titik.


"" Kamu istri Mas, Nama sepasang itu harus satu atap, Tidak boleh di pisah kan dalam beda rumah, Tak apa Eldath balik, Mas akan bicara serius tentang ini. Dan Mas mohon, jangan berpikir Mas lagi berpura pura mencintai mu, karena ini memang nyata. Percaya tak percaya, terserah kamu, Mas juga tidak memaksa mu untuk membalas nya saat ini, Tapi kalau bisa buka lah sedikit hati mu untuk melihat hati tulus Mas untuk mu.""


Dengan sabar perhatian, Kemal menaruh segelas susu hangat di hadapan duduk Yola yang sudah di buat nya dengan rasa cinta untuk anak istirnya, mengelus lembut pucuk kepala Yola dan duduk kembali di sisi kursi istri nya. Tidak ada raut kata dan raut becanda di wajah Kemal yang di lihat oleh mata Amber Yola.

__ADS_1


Astaganaga, tumben gue di elus jadi kesetrum listrik seperti ini, Oalaah Yolanda...Ada apa dengan cinta eh hati mu ? Jangan bilang Lo terhipnotis akan kemanisan kata kata Mas suami. pukul cepat pipi Lo bego agar mantra nya kagak ngaruh.


Dan plak...Benar saja Yola menampar pipi nya konyol dengan sedikit tenaga, hingga tersadar dengan mulut somplaknya meringis aww.


Kemal yang melihat itu tersenyum geli. "' Bukan seperti itu untuk menyadarkan orang cantik, Tapi begini...""


Hufft... Yola sampai merinding bulu kuduk nya, dapat elusan lembut pipinya dari tangan Macho Mas suami. Saking speechless nya, tak sadar mata nya terpejam menikmati sentuhan lembut di pipinya. Kemal auto bersorak ria di dalam sana, karena walaupun bibir Yola mengelak tak merespon ketulusan nya, tapi nyatanya... Tubuh dan hati si istri Wild pasti sedang disco disco remix koplo.


Kagak boleh begini ! Yola lagi lagi menepis rasa aneh nya, Beranjak cepat dari sisi Kemal setelah menepis tangan Kemal yang keasyikan bermain di pipinya.


"" Yol !""


Yola berhenti dan berbalik akan suara Kemal.


"" Apa lagi ?""


"" Itu ada yang jatuh ?"" Kemal mau mengombal pemirsa. Dengan bingung Yola menunduk kan pandangan mata nya ke lantai.


" Apa yang jatuh ? Tak ada ?" Bingung Yola bertanya polos yang belum mencium bau bau ada nya gombalan maut dari Kemal.


"" Hati Mas, Hati Mas sudah jatuh atas nama kamu."" Eaaaah.. Kemal mengedipkan matanya lucu menggoda si wild mesum Abal Abal ini. Abal Abal ? Kalau tidak Abal Abal pasti diri ini yang machones abis dan tampan pula kagak di anggurin untuk ehem ehem kan. ini malah puasa !


"" Mana ? Sini ! Yola injak injak sekalian biar berdarah darah."" Semprot Yola kagak ngefek bok dengan gombalan basi Kemal.

__ADS_1


Yaaak, kudu belajar ngegombal lagi ini mah...mbah google, Mas Kemal mengetik mu.


__ADS_2