Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 180


__ADS_3

Orang memang mempunyai satu hati dan bentuk nya sama di dalam sana. Namun... Apa kah kalian sadar ? Walau pun bentuk dan ukurannya sama, Tapi ego rasa hati itu berbeda beda...ada yang cepat melupakan hal yang dulu membuat hati nya berdarah darah, ibarat kata... lupakan masa lalu pahit, toh.. Sudah berlalu,


Ada juga ego hati itu terlalu lamban untuk sembuh dari sakit hati sehingga susah memberikan kesempatan ke dua bagi orang yang sudah mengecewakan kita. Ini lah Ibell...masih enggan untuk membuka hati nya untuk Nata, Bukan tidak mau.. tapi belum bisa. Tapi insyaallah ia akan mencoba demi Vay, Entah hasil nya nanti ? ia tidak akan berharap banyak, Toh...Raga ini sudah tidak sempurna lagi untuk Nata, Ia sudah punya kekurangan terhakiki untuk Nata, ia merasa tidak percaya diri untuk Nata layani nafkah batin nya.


Bagaimana ia tidak minder, ia sudah pernah pasca operasi histerektomi lengkap dengan ovarium dan uterus nya sudah di angkat tak tersisa, Pasti akan sakit nanti bila mana berhubungan intim nanti. Takut takut nanti ia menerima Nata, maka Nata akan kecewa akan layanan nya sebagai istri di ranjang, Nata itu pencinta sek* tidak akan kuat menahan hasratnya bila tidak di puaskan, Kasihan kan nanti. Dan ia tidak mau hati nya yang susah sembuh akan terluka lagi bila mana Nata khilaf dengan kekurangan terhakiki nya ini dan malah berbelok ke wanita sempurna. Bagaimana nanti hati nya... boom, ia trauma akan sakit hati itu, sakit hati mendalam itu rasanya perih, ibarat kata...sudah terluka di taburi garam pula, maka bernanah nanah lah luka nya nanti.


Ia harus berbicara serius nanti, ia ingin membuka lebar-lebar otak Nata, kalau wanita ini sudah tidak layak untuk di jadikan istri lagi. berpikir seratus ribu lah dulu untuk meminta rujuk ke padanya.


Sampai di depan rumah, Vay keluar mobil dan berjalan tak semangat.


" Lho, cucu Abah kenapa murung begini ?" Abah Ambu langsung keluar rumah mendengar ada suara mobil Ibell. Orang tua ini cemas, biasa nya Ibell dan Vay sudah pulang sebelum langit gelap, tapi ini..jam sembilan malam baru sampai. ada apa ?


" Vay berbuat nakal hari ini !" Ibell menyahut datar, Masuk ke dalam rumah meninggalkan Nata dan lainnya. Vay menunduk lagi.


" Bunda marah sama Vay" Vay berbicara sendiri ke diri nya. padahal ada tiga pasang mata yang memandang nya, sendu.

__ADS_1


" Sayang, Bunda tidak marah, cuma lagi capek mencari cari Vay seharian penuh, Lain kali jangan akting kabur kaburan lagi ya, kami cemas lho Sayang." Nata memberi pengertian, Tak secara langsung, Ambu Abah paham apa yang sudah di perbuat Vay hingga Ibell marah.


" Sudah jangan sedih lagi, ayo masuk." Ajak Ambu. Mereka pun masuk semua.


Nata duduk di ruang tamu, padahal tubuh nya pun sebenarnya capek banget, ingin istirahat di atas kasur tapi ah..ia tidak mungkin di beri izin masuk ke dalam kamar, Di rumah ini hanya ada dua kamar, satu untuk Ibell Vay dan satu nya lagi untuk Abah Ambu.


" Bun !" Rengek Vay yang melihat Bunda nya selesai mandi, Nata melihat dalam wajah lembab Ibell dari ruang tamu. Istri nya masih saja cantik alami layak nya tujuh tahun lalu, bila penyamaran Ibell di lepas.


" Maaf ya !" Rengek Vay lagi.


Tidak salah dengar kan ? Readers dengar kan ucapan Ibell ? Ah...senang nya seperti dapat mutiara sekotak. tak apalah Ibell terpaksa akan keinginan Vay..ini saja sudah kemajuan kan.


" Baik, Ayo Vay, kita gantian bebersih nya." Semangat senang Nata empat lima. Ha-ha-ha ayah, hahaha, Ayah..Ge-geli. Vay tergelak tanpa beban di atas gendongan Nata seraya di klitik oleh ayah nya di sela langkah mereka menuju kamar mandi yang hanya satu doang di dalam rumah ini.


" Lihat lah Issa, Anak mu ceria nak, Buang ego tinggi mu, setidaknya demi Vay terlebih dahulu, Mungkin seiring nya waktu, kamu akan menerima suami mu lagi dengan lapang dada, bukan atas nama Vay, lagi." Petuah Ambu. Ibell hanya diam datar, langkah nya yang ingin masuk ke kamar terhenti.

__ADS_1


" Orang patut untuk di beri kesempatan ke dua nak, begitu pun sebaliknya. Abah nilai, suami mu itu baik kok, ingat..orang pintar tidak lah selalu pintar nak, semua pernah bodoh. Kamu jangan pernah jatuh ke golongan bodoh untuk membuat hati anak mu hancur, Vay adalah korban sesungguhnya di sini. berpikir positif lah dengan logika mu. Abah tidak mau memaksakan mu untuk kalian balikan lagi, karena kamu lah yang menjalankan nya, bukan Abah-Ambu. Itu terserah kamu, Abah dan Ambu hanya bisa mendukung mu dari belakang apa pun itu keputusan mu." Imbuh Abah, menepuk pundak Ibell satu kali. anak angkat nya ini terlihat gelisah sekali.


" Tapi Bah, Ambu... Kalian tahu kekurangan Issa, Issa sudah tidak bisa menjadi istri yang baik lagi untuk Bang Nata, Ibell sudah tidak sempurna." Ragu Ibell, ia takut untuk melangkah bersama Nata lagi. " Ambu...Bang Nata tuh orang nya pencinta sek* sementara Issa sudah tidak maksimal lagi." Lirih Ibell di telinga Ambu nya, ia malu Kalau Abah mendengar dan tahu maksud nya yang sedikit intim.


Tapi sayang...Abah dengar tuh... Rambut boleh saja ubanan, tapi telinganya bagus punya.


Ibell cemberut, Abah nya malah tersenyum, padahal tidak ada yang lucu bagi Ibell. Nyebelin deh Abah ini. Batin Ibell menatap kesal Abah nya.


" Kamu itu ya." Ibell mengelus dahi nya yang di sentil oleh Abah. " Suami istri itu tidak seterusnya memikirkan ranjang, Lihat lah contoh nya Abah Ambu mu ! apa kamu lupa cerita kami Nak ? Ambu mu sama dengan kekurangan mu bahkan kalian lebih beruntung..Anevay sudah ada sebelum rahim kamu di ambil, lah...Ambu, rahim nya di ambil karena kanker ganas. Tapi karena Abah cinta ke Ambu mu, ya begini lah, tak jadi masalah...Cinta kadang mengalahkan apa pun, harta memang patut ada.. tapi cinta lah bagi Abah adalah raja nya dalam hubungan, kalau sudah cinta yang berbicara...Ambu bau asem aja tak kira bau parfum branded."


Ambu serasa terbang ke angkasa akan mulut manis suami nya yang jenaka, Tapi...saat di bilang bau asem...beeh, terpental ke bumi, kejedut buuur ... lanjut jatuh ke dasar laut, tenggelam.


" Dasar Abah ya...Ambu itu wangi tahu nggak, artis maju mundur cantik itu saja kalah sama Ambu." Ambu protes, mencium aroma tubuhnya dengan cara menarik ujung daster batik nya di bagian leher. aih ding..bau balsem.


Ibell yang melihat perdebatan kocak di hadapannya, hanya menggeleng geli, sejurus ngebirit masuk ke kamar saat samar samar mendengar canda tawa Vay dan Nata yang mungkin sudah selesai bebersih nya, ah..apa iya mereka harus tidur satu kasur bertiga seperti keinginan Vay ?

__ADS_1


__ADS_2