
Huaaawa...
Ibell yang lagi bengong di pinggir kasur, terkejut hebat dengan penampilan Nata yang baru selesai mandi. Bertelanjan* dada, boxer pendek doang yang membalut dengan handuk kecil melingkar di leher sebagai pengering rambut. Itulah penampilan Nata, Ibell sport jantung melihat penampilan Vulga* laki laki untuk yang pertama kali nya.
"Pak Nata, bisa tidak pakai baju yang betul ?" Ibell memalingkan wajahnya ke arah lain.
" Ck, inilah pakaian ternyaman kalau di rumah, boxer doang, tinggal tidur." Nata memamg sengaja tidak berbusana lengkap, ia menunggu khilaf dari Ibell, mana tau melihat dada bidang, perut sixpack nya, rasa kewanitaan Ibell meronta ronta memulai panas sendiri.
" Tidur lah, atau berubah pekiran ? ayo..saya tinggal tarik saja." enteng Nata siap tarik boxer, terkekeh melihat Ibell menggeleng geleng kepala. Nata berbaring santai di atas kasur, samping Ibell yang masih menegang karena nya.
" Ngalah dong pak sebagai laki laki, kalau bapak di sini ? saya tidur nya di mana ?" Ibell ogah satu ranjang, nanti Nata bisa nakal kalau ia sudah nyenyak, bagaimana coba ? Sofa ? Mana..biasa kamar orang kaya tuh di dalam nya ada sofa, eh...ini kagak ada. "Bapak tidur di lantai aja !" Titah Ibell mengatur tak mau menoleh kebelakang barang sedikit pun di mana Nata berada berbaring di belakang duduk nya.
" Maaf ya, baby.. pertama, stop panggil aku pak, rasa nya saya bukan bapak kamu, saya suami kamu, ya walaupun di antara kita belum ada rasa satu sama lain, tapi saya akan mencoba dan belajar menerima pernikahan ini, ku harap kamu pun sama."
Ibell tertegun, Mendengar penuturan Nata, apa kah seorang Cassanova bisa serius dengan Pernikahan, ia takut memulainya, takut takut bila mana ia sudah di dalam pernikahan yang di anggap nya bahagia, malah patah dan hancur karena sifat buruk Nata kambuh tiba tiba bermain serong di belakangnya. ia belum siap ?
" Panggil saya, Abang ? Mas ? ayang beib ? atau apa pun yang menurut nyaman di lidah mu." Sambung nya, Tangan itu ingin meraba Punggung Ibell tapi sang empu tetiba berbalik menatap nya, sejurus membuang muka lagi karena melihat dadanya yang polos. Nata tersenyum kecil melihat wajah sipu sipu Ibell.
" Ok, Abang ! Jadi Abang tersayang ini mau kan tidur di lantai ?" Nada Ibell merayu agar Nata menurut.
" Tidak, Kamu di sini, aku pun sama. Janji...Saya eh Abang tidak akan macam macam, Abang janji.. kecuali kamu yang minta, baru Abang akan menyerang."
Ibell segera berbalik memberanikan menatap intens wajah Nata untuk mencari keseriusan di sana. "Baiklah, tapi awas melanggar, Ibell akan marah besar dan akan kabur dari sini, dan ah... jangan harap dengan bertelanjang dada seperti itu hingga berpikiran saya akan meronta ronta ingin menyentuh nya.. buang pikiran itu sebelum adik kamu di cuci air panas, saya ogah di sentuh." Ibell mengancam, syarat nya memang konyol untuk Nata kabul kan, dan itu lebih baik.. modus belum siap di sentuh.
" Iya." Nata pasrah, menggeser posisi nya agar Ibell mempunyai ruang di sisi nya.
__ADS_1
"Bantal ini adalah batasan nya, awas jangan sampai melewati batas."
Setelah menaruh bantal guling di tengah tengah mereka, Ibell segera berbaring, ia mencoba untuk tetap terjaga sampai pagi, ia takut Nata nakal setelah ia tidur, Tapi semakin ia membuka matanya dengan paksa, semakin kantuk pun menyerang, Ibell sekilas menengok ke arah wajah rupawan mempesona itu yang sudah terlelap, mungkin si mesum kecapaian karena acara pernikahan mereka, Ibell pun mengibaskan tangan di hadapan wajah Nata, mencoba meyakinkan diri kalau si mesum sudah tidur nyenyak atau hanya modus.
" Aman !" Semenit, ia pun terlelap dengan dengkuran nafas halus teratur.
Tengah malam berlalu menjadi dini hari, Nata terganggu dari tidur nyenyak nya saat menyadari ada tangan yang membelit dada polos nya, lehernya juga ada nafas panas yang menerpa nya, Mata itu terbuka setengah sadar. ada wanita ons nya yang masih setia memeluknya.
" Gue bilang langsung pergi, kenapa malah tidur di ranjang gue, Sialan !" Nata meracau linglung, sejurus membuka mata lebar-lebar, tersadar kalau yang meluk dirinya bak guling adalah Ibell. Ons halal nya.
Ck, Masang penghalang guling sendiri, eh... melanggar sendiri...harus nya orang seperti ini yang terkena hukum melanggar aturan lalu lintas eh lalu ranjang.
Shiit, wangi tubuh Ibell Membuat nya On sendiri, Nata mencoba tidur lagi agar tak melanggar janji nya.
Deg.. Mata susah payah di pejamkan untuk tidur, Ibell semakin memancing dengan tangan halus itu bergerak tepat di Beno di bawah sana.
Nata menahan nafas yang sudah di ubun-ubun nafsnya, mencoba menggeser posisi tangan Ibell dan tubuh wangi itu untuk melepaskan kekepan tubuh nya. Kalau posisi ini terus, bisa bisa ia memperkosa Ibell. ia tidak bisa melakukan itu.
Sabar ya Beno, kalau tidak mau sabar, nanti kamu akan di siram air mendidih oleh wanita anti rayuan ini.
Uhhh...
Ibell bukan nya lepas dari tubuh hangat Nata, malah semakin mempererat pelukannya, bahkan Ibell di atas tubuh Nata saat ini, mungkin tidur nya nyenyak terasa guling bernyawa nya adalah penghangat ruangan alami di suasana dingin menerpa di dini hari ini.
Ya Tuhan, cobaan mu berat sekali, saat berzina, saya begitu mudahnya bergulat...saat mendapat kan halal, eh...berasa wanita sewaan yang tidak mau di sentuh. Sungguh hukuman mu sangat setimpal. Nata baru sadar diri, Rupanya.
__ADS_1
" Cantik !" Puji nya akan wajah ayu itu yang berada di sisi lehernya, si Beno di bawah sana sungguh tersiksa meronta di jepit tubuh Ibell.
Boleh nyuri sedikit nggak ya ? Nata tersenyum penuh arti. Pelan pelan menyentuh bibir seksi Ibell dengan bibir nya. Ibell tidak terganggu. Nata semakin nakal untuk merasakan bibir yang sudah lama menggoda nya. Manis, cuma sedikit.. mungkin lebih terasa kalau mengabsen rongga nya di dalam sana, tapi mana bisa..Ibell tidur nya cantik sekali, tidak ada celah bibir itu untuk terbuka. Takut Ibell terbangun. Nata menyudahi, sungguh...ia ingin merasakan tubuh istri sah nya, Tapi ia juga ogah kalau Beno di suruh mandi air mendidih, auto akan mati rasa berbulan bulan atau bertahun-tahun. Oh..serem nya hanya sekedar membayangkan nya saja.
Uhhh..
Kali ini Ibell melenguh terganggu akan posisi nya yang kurang rata dalam tidur tengkurap nya, Nata segera memejamkan matanya pura pura saat menyadari Ibell akan membuka matanya.
Aih, kok aku ?
Ibell segera turun dari tubuh Nata dengan pelan pelan, jangan sampai ketahuan sang empu tubuh, bisa bisa di anggap melanggar pembatas guling lagi. Untung nya si mesum ini tidur seperti orang mati.
" Jam tiga ?" Ibell turun dari ranjang, masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh, ia terbiasa bangun di pertigaan malam untuk melaksanakan shalat sunah.
Setelah selesai mensucikan diri, langkah itu membuka lemari Nata, mencari bukena. Namun nihil.
Ibell cari apa dan mau ngapain ? Nata mengintip di sela sela tidur bohong nya.
Tak kehabisan akal, Ibell menarik dua sarung yang seperti nya jarang di gunakan untuk di ubahnya menjadi bukena dadakan. Nata terenyuh hangat melihat istrinya mengerjakan shalat di malam hari begini. Ternyata ia mendapat kan Istri Soleha, ia menyesal dengan perkataan nya yang menganggap wanita itu semua murahan seperti Mutia-mantan laknat nya, ia berucap syukur dalam hati bisa di pertemukan orang yang membuka pikiran buruk nya tentang wanita di luaran sana.
" Ya Allah, Hamba sadar akan dosa hamba yang menolak memberikan hak suami ku terhadap tubuh ini, Tapi Tuhan..Hamba hanya antisipasi akan rasa yang bernama patah hati, suami ku bukan lah pria yang ada di jalan mu, Bukan menolak jodoh yang engkau berikan..aku ikhlas ridho akan menjalani nya, tapi Tuhan... bantu hamba mu untuk menuntun dia ke jalan mu, Engkau lah maha penguasa yang membolak-balik kan hati manusia. Amin."
Tanpa sadar, Nata meneteskan air mata harunya mendengar doa lirih Ibell, selirih apa pun suara itu, tapi sunyi senyap nya malam membuat nya sangat jelas doa mulia istri nya.
Terima kasih Tuhan, Belum genap dua hari dia menjadi istri ku, tapi sudah menyadarkan ku dari kelalaian ku... Engkau masih baik dengan hamba mu ini, maka kali ini tidak akan aku sia siakan. Nata masih pura pura tertidur di saat Ibell sudah selesai akan aktivitas nya...ia semakin penasaran, Istrinya bukan nya tidur lagi malah ke luar kamar.
__ADS_1
Mau kemana Ibell ?