Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 141


__ADS_3

Tadi senja menghiasai langit begitu indah mamanjakan mata, Namun setelah malam gelap masuk, di pukul jam sembilan malam teng, Hujan deras tetiba turun, Gelegar petir nan gerumuh guntur seakan-akan menakutkan bagi Ibell di dalam kamar, ia ketakutan sendiri. Entah suami nya lagi apa di ruangan kerja nya, Ibell tidak tahu.


Aaargh..


Sekelebat petir bercampur gerumuh guntur plus lampu padam, mengagetkan Ibell di kamar luas itu, Ibell beringsut ke pojok dan duduk memeluk erat lutut nya, ia terngiang ke masa lalunya, di mana sang Bunda tercinta meninggalkan anak kecil berumur delapan tahun untuk selama lamanya tepat suasana dalam hujan deras seperti saat ini.


Ceklek..


Ibell mendongak ke bercak cahaya lilin yang ia yakini...Nata lah yang masuk membawa cahaya kecil.


" Ibell ?" Nata mencari, tempat tidur nya kosong.


" Di_di sini."


Suara Ibell terdengar bergemetar masuk ke pendengaran Nata. Ia menyorot kan cahaya lilin nya ke arah suara. Segera Nata menaruh lilinnya di atas nakas saat menyadari Ibell dalam ketakutan hebat.


" Aaargh, Hiks !"


Ibell terloncat kaget saat petir dan guntur beradu lagi, ia reflek memeluk erat tubuh Nata, sangat erat dan tak mau di lepaskannya.


" Hey, Tenang lah." Nata menyambut hangat tubuh itu, mengusap usap punggung Ibell agar tenang, ia menyadari dada Ibell naik turun yang sedang terisak tahan, ketakutan.


" Lampu akan menyala sebentar lagi, Dalam proses perbaikan." Nata menggendong Ibell seperti bayi di depan tubuh nya, Berniat menaruh nya di atas kasur, Tapi langkah nya tersandung karpet bulu dan seketika jatuh bersama Ibell dengan Nata menindihi Ibell.


" Maaf, Cahaya nya remang, jadi__"


Nata yang ingin turun dari tubuh Ibell, Tertahan. Bukan karena ia tidak mau, melainkan Ibell malah menahannya, memeluk erat kembali tubuh nya karena suara seram alam kembali lagi.


"Jangan tinggalkan, Ibell. Ibell takut."


"Tidak akan, aku di sini. Tapi tolong renggang kan pelukan mu, Nanti kamu akan sesak karena beban ku."


Ibell baru sadar dengan Kelakuan nya akan suara protes Nata tepat di telinga nya, ia pun melepaskan tangannya dari tubuh Nata. " Maaf, Ibell tidak sengaja." Ibell segera menyembunyikan seluruh tubuhnya dari selimut saat sedetik Nata turun dari tubuhnya. Ia merona malu di tengah kegelapan balik selimut itu.

__ADS_1


"Yakin ? Sudah nggak mau peluk lagi ?" Goda Nata


"Tadi tidak sengaja."


"Sengaja pun boleh, sang__"


Belum juga kelar ucapan Nata, Ibell kembali meminta perlindungan akan suara alam teman hujan kembali terdengar.


Ibell memeluk samping tubuh Nata, wajah nya berlindung di dada Nata tanpa suara.


"Tidur lah, Aku di sini." Nata mengelus rambut itu pelan, berharap Ibell merasakan tenang di balik sikap Lembut nya. Tak di pungkiri, Jantung Nata dalam mood debar debar rasa desir hangat. Apa aku mencintai Ibell ? Tanya nya dalam hati, ia juga nyaman di dekat Ibell, dan semenjak kehadiran Ibell dalam hidup nya, Rasa ingin mencicipi wanita lain tidak ada lagi di benak nya.


Entah lah, biarkan rasa ini berjalan mengikuti alur nya, aku tidak ingin terlalu berharap akan nama cinta.


Malam semakin larut, Nata pun sedari tadi sudah terlelap dalam pelukan hangat itu, Lampu sudah menyala sedari tadi tanpa mereka tau.


Uhhh..


" Dasar ya, cari kesempatan dalam kes__"


Ibell, aku mencintaimu..


Deg.. Suami mesum nya menyatakan apa ? Mencintai ku ? Ibell menoleh ke wajah Nata, ah...cuma ngigo aja. Ibell menggeleng membuang rasa GR nya. sesaat ia membiarkan tangan nakal itu.


Terima kasih atas rasa perlindungan mu malam ini, Bang. Entah kenapa mata Ibell jatuh di balik celana Nata, ia penasaran akan si Beno.


Kalau orang nya tidur, 'itu' nya ikutan tidur nggak ya ? Polos nya bertanya tanya. Entah dapat keberanian dari mana, Ibell menggerakkan tangan nya untuk mengelus Beno di atas celana itu.


" Oh.. ikutan tidur juga." Tangan Ibell masih di atas Beno. Saat ingin menarik tangannya, ia merasakan ada mahluk bergerak di dalam celana Nata.


Aih.. Kaget nya. Kembali penasaran, Ibell memberanikan diri untuk memegang nya lagi, bahkan memencet gemas Beno yang seakan akan balik menyerang nya dengan cara berkedut kedut.


" Kamu sedang apa, Ibell ?'

__ADS_1


Adu, ketahuan !


" Tadi ada tokek , Bang. Jadi Ibell usir deh." Elak Ibell asal asalan. seketika ia menarik tangannya, cepat. wajah nya merona merah ubah ubah busuk. " Enak ya Bang, tangan di dada Ibell " Sindir Ibell mengalihkan rasa malu nya.


" Oh, hehe..maaf, Nama nya aja orang tidur kan tidak sadar, Tapi Bell... Beno kamu ganggu tidurnya, jadi bangun deh. Bagaimana dong ?." Nata ingin merayu modus istri polos nya yang Nol besar dalam hal intim.


" Di suruh tidur lagi lah, gitu aja susah." Enteng Ibell, menggeser tubuhnya untuk menjauh dari berbaring nya Nata. ah.. dingin lagi.Batin nya yang tidak bersentuhan langsung lagi dengan kulit hangat Nata. Hujan di luar masih rintik rintik menyeruak kan tempias cuaca dingin nya.


" Tidak bisa, Bell. Kecuali di muntahin dulu. Dan hanya kamu yang bisa menidurkan nya, kamu harus tanggung jawab."


Glek... Ibell terdiam, ia tahu tanggung jawab apa yang di maksud oleh Nata.


" Tap__"


" Coba deh kenalan sama Beno, ini asyik kok, jangan pingsan lagi."


Lihat lah, Nata berakting penuh drama kelembutan demi dapat hak nya. ia tarik tangan Ibell dan menaruh nya tepat di atas Beno yang masih terbungkus rapi namun siap cilup baaah meronta keluar.


" A_i__"


" Tidak apa apa kan, Tidak menggigit tangan kamu juga kan ?" Tangan Nata masih setia menuntut ilmu untuk tangan Ibell, ia lebih nekat lagi membawa tangan Ibell menelusup masuk ke celana nya. ah...masih ada kain sempa* yang menghalang. Pokoknya ia harus berhasil menaklukkan ketakutan Ibell. Harus !


Saat Ibell tersadar kenyataan tangan nya sudah tidak perawan lagi. ia ingin menarik nya, Namun tangannya lebih di tuntun menyentuh kulit Beno yang halus separuh dan kasar berbulu separuh.( Pembaca membayangkan kulit Beno..ha..ha..ha.)


Jantung Ibell tak karuan berdebar debar hebat, Ia sebenarnya ingin memberikan hak nya sebagai istri nya, Namun hati nya berkata.... Habis lah kamu di makan Beno. Ia kembali terkena mental, gemetaran.


" Tidak apa apa kan, Bell ?" Nata kembali menyakinkan. Namun suara nya itu sudah mulai di luar nalar, ia sudah termakan nafs* akan tangan Ibell yang masih di genggam nya untuk jangan kabur dari Beno.


Jangan pingsan Bell... Jangan pingsan... Jangan pingsan. rafal Nata seperti doa.


_______


Hahahaha.. Berhasil kah Nata ?.... ada tokek guys kata Ibell..cus lah... Komen, like, hadiah and rate bintang lima.. Jejak mu adalah penyemangat karya receh ini.🤗😍

__ADS_1


__ADS_2