Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Part 117


__ADS_3

" Ibell, rendah kalori.. Masuk !"


Dua hari terlewat Ibell bekerja bersama Nata, dan dua hari itu pun ia sudah tahu semua sifat bos nya yang rada rada mesum, ralat...Mesum parah dan narsis abis kelakuan nya, Bukan cuma sekretaris yang ia jabat, si bapak juga merekrutnya menjadi asisten pribadi. Ok.. penghasilan bertambah dua kali lipat, tapi harus tahan banting godaan sang bos mesum ini yang rupa rupanya punya mata keranjang.


Bahkan, Ibell sempat syok ingin pingsan di saat Nata dengan gamblangnya mengatakan kepadanya... Ibell, Kamu ada kenalan yang bisa di bawah ke ranjang satu malam, Tapi yang cantik dan tentu saja tidak penyakitan. Kamu pun boleh...


Shiit... Emangnya ia wanita apa coba ? Murahan ? Cih...Dasar pria becat. Ingin sekali Ibell menaruh ular di hadapan wajah Nata kemarin Sore saat Nata mengatakan kegilaannya, agar wajah tampan itu di patuk, membiru keungu unguan biar wanita di luaran sana kagak bodoh yang hanya melihat ketampanan semata.


" Ini pak, Kopi rendah kalori." Ibell menaruh secangkir kopi di atas meja Nata dengan sikap sopan nya, beginilah jadi kacung, jam istirahat saja masih di tahan di ruangan ini untuk menyusun schedule sang bos.


" Kopinya kok hitam sih ? Kenapa nggak putih seperti kulit kamu." Gombal Nata. Ibell terbatuk.


" Garing amat sih pak ! kalau mau minuman putih ya minum susu dong."


" Seperti punya kamu ?" Goda Nata, Ambigu. melirik dada Ibell yang padat besar. ia ingin membuat sekretaris nya ini tersipu eh malah kemasaman di wajah itu.


" Maksudnya, minum susu biar punya kulit seperti kamu, Putih licin." Jelas Nata cepat agar sekretaris nya tidak tersinggung.


Ibell kembali tak merespon, ia setia dengan draf draf di atas meja Nata untuk di teliti nya.


Dan Nata semakin ingin tahu sifat bawahannya ini yang tidak sama sekali terlihat ada ketertarikan pada nya dari Ibell. Satu seruput kopi masuk ke Indra nya.


" Kok kopi nya pahit ya, tapi setelah melihat wajah mu, jadi manis." Eaaa...Nata berkedip lucu saat netra coklat Ibell melirik wajah nya sedikit lama.


" Wanita di ciptakan dengan kecantikannya, kalau laki laki di ciptakan dengan nama tengah nya...laki laki dan modus gombalan maut nya. Tapi sorry lho pak, kagak ngefek bagi saya. apalagi gombalan garing bapak." Jelas Ibell santai dengan wajah datar nya.


Beeh...anti gombalan, Rupanya. Nata jadi garuk tengkuk, belum bisa membuat wanita ini terpesona kepadanya. Cih, Tapi palingan juga cuma jaim.


" Ibell, kamu punya pacar ?" Nata bertanya serius, Wanita yang tahan gombalan itu bin cuek biasanya punya pasangan. Pikirnya.


" Punya__" Ibell tertahan, Pulpennya terjatuh ke bawah, ia pun menunduk. Dan Nata tidak sengaja melihat belahan boob* Ibell yang ukurannya lumayan besar. Glek..ia jadi berfantasi liar, penyakit adik nya kambuh di bawa sana. " Punya, tapi masih di sembunyikan oleh sang kuasa." Sambung Ibell. Nata tersenyum, Jomblo dong. Batinnya geli.

__ADS_1


" Saya tampan nggak, Ibell ?" Narsis Nata ingin tahu otak Ibell tentang Perangai nya.


" Tampan sih tampan, Tapi ketampanannya menggelap muram karena sifat yang anda miliki, pak." Jawab Ibell jujur tanpa takut mengeluarkan kritikan nya, Pan si bapak sendiri yang minta di nilai. Jadi ya begini lah mulutnya yang jujur luar biasa.


" Oh begitu ya, Kalau saya berpakaian sarung serta peci ? Apakah ketampanan saya terhakiki ?"


" Maaf pak, di sudut mata saya, gembel saja terlihat tampan kalau mempunyai hati mulia." Ibell menjawab masih setia menunduk ke draf. Ia tidak melihat wajah Nata yang bersender manis di kursi seraya menatap nya dengan senyum gaje.


Nata tertarik dengan tingkah polah pikiran si gadis ini.


" Mulia seperti apa yang kamu maksud ? Saya orangnya lugas beramal lho, bukan pamer..Tapi saya dan keluarga saya mempunyai tanggung jawab panti asuhan, Rajin bersedekah dan masih banyak lagi kegiatan sosial yang saya ikuti atas ajaran bekal Mama saya sedari kecil."


"Hati mulia tidak terlihat dari sedekah saja pak, Hati mulia sejati itu tidak memandang rendah kodrat wanita baik wanita itu seorang maaf.. pelacur pun. Dan ah...anda memang sangat lugas..saking lugasnya bersedekah sampai sperm* anda saja sedekahkan kemana mana ? Kan sayang ya... kalau jadi kering nanti bagaimana coba ? Apa bapak tidak mau punya anak nanti ?"


Maam tuh sindiran pedas gue. Ibell masih saja datar sudah membuat bos nya menganga dengan kultum halus nya.


" Kalau saya tidak punya anak nanti, kan kamu juga merasakan nya, kan..kamu lah Istri masa depan saya." Sahut Nata sedikit menekan, Damn...ia di ceramahin oleh gadis cantik ini.


Nata seketika melengos, ratu nya telah datang, ia pasti akan pusing tujuh keliling kalau menyangkut wanita tersayangnya ini.


" Eh..eh eh..saya bu__" Ibell pening dapat tarikan dari Yola dan seketika memutar mutar tubuh nya untuk di nilainya. Nata saja sampai berdiri dan seketika menahan Ibell hampir tersungkur yang pening ulah mama hebohnya.


" Serasi !" Santai Yola tak merasa bersalah dengan ulah nya. Ibell yang berada di dada Nata segera mungkin menarik tubuhnya.


" Maaf nyonya saya bu__"


" Panggil saya Mama, cantik ! Jangan nyonya, kamu pikir saya sudah tua, saya masih berumur dua puluh tahun kok." Gurau Yola di akhir katanya.


Glek... Ibell menelan ludahnya, penampilan anggun Mama bos nya menghianati mata, Ibell kira berpenampilan anggun itu Kelakuan nya pun anggun, eh..salah toh, adanya sedikit kocak.


" Ma, dia sekretaris Nata, mama salah." Jelas Nata, Membuat bahu Yola melorot lemas dengan mata menatap Ibell yang tersenyum ramah kepada nya. Duh... senyum nya manis benar ya.

__ADS_1


" Siapa nama mu ?" Tanya Yola ke sekretaris anaknya.


" Ibell, nyonya !"


" Ibell, kamu tahu nggak ? bentuk bibir mu itu sangat indah, Tipe bibir seksi seperti punya kamu tuh yang walaupun hanya diam tapi seperti orang tersenyum tipis karena tipe bibir mu mempunyai garis senyum walaupun hanya tertutup, saya saja sebagai wanita jatuh cinta melihat senyum mu, jagah diri ya cantik, jangan mau di goda oleh laki laki bermulut manis." ujar Yola. Nata mulai waspada, kesomplakan mamanya akan keluar sudah di hadapan bawahannya.


" Hehe, iya Nyonya, anda yang kesiakan kalinya menilai saya seperti itu, kalau begitu saya pamit keluar ya, Pak, Nyonya., mari" Canggung Ibell tersenyum. Anak dan Mama sama saja, Pikirnya dalam hati yang senang menilai Perangai orang.


"Eh tunggu dulu."


Ibell tertahan dengan tangan Yola.


" Ma, biarakan Ibell keluar, dia belum istirahat, kasihan mau makan. Ibell..kamu keluar saja." Seru Nata buru buru dari pada urusan nya panjang kan. Dan Yola pun pasrah.. padahal ada sesuatu yang ia tanyakan ke Ibell.


Kepergian Ibell..Tuk, Yola langsung menghantam tubuh Nata memakai tas.


" Apa sih, Ma ? Masa anak di pukul sih ?" Keluh Nata cemberut, sikap manja nya munjul kalau di hadapan Yola seorang, dan sikap peperangan nya muncul kalau berhadapan dengan Papanya yang kadang iri melihat mamanya perhatian kepadanya. Dasar kan Papanya itu...Masa anak sendiri di cemburuin katanya.


" Apa sih-apa sih ? kamu itu ya, Uda lama sekali tidak mengunjungi mama di rumah besar, apartemen meluluh jadi utama nya, ada siapa sih di sana hah ? Wanita Ons kamu, begitu ? Kalau iya...Mama bom tuh apartemen sesekali biar lagi mendesaaah juga, sekalian terpanggang seperti kambing guling. aneh deh... Kelakuan jelek kemal kok menurun kepada mu sih ?"


" Kan anak nya, Ma. Wajar."" Nata menebalkan gendang telinga nya agar tidak pecah dengan ocehan mamanya.


" Iya, Nanti Nata pulang dan berperang dingin sama Papa di rumah." Sambung nya


" Lupakan itu, Mama kesini membawa banyak jodoh untuk mu." Yola duduk di atas kursi kebesaran anak nya, mengeluarkan beberapa lembar foto wanita untuk Nata pilih, Yola iri dengan ipar nya Meca yang sudah mempunyai mantu. Sementara anak nya masih setia celap celup sana sini, ia ora sudih kalau suatu saat nanti Nata mempunyai penyakit kelami*. Bigg No No.


" Nata tidak mau..., ini jelek, ini jerawatan, ini rambut nya pendek, ini dada nya tidak mantap, ini bibir nya kekecilan tidak enak untuk di ajak cipo*kan, ini ini ini ini...Bigg No." Tolak Nata berkomentar asal asalan ke foto itu dan saat ini ini, ia membuang satu persatu foto itu masuk ke tempat sampah. Yola mendengus kesal melihat sikap anak nya.


" Ok, tak masalah..Nanti Mama akan cari yang lebih besar dada nya, Lady Man bin banci mungkin, mau ?" Yola bangkit dan beranjak keluar. Berhenti dan kembali berbalik ke Nata yang melongo dengan ucapan asalan nya, Fix...ia punya ide nanti untuk membaut pelajaran ke anak nya.


" Mama kesini untuk memberi tahukan mu, kalau mama dan papa akan ke kota Om El dan Tante Meca mu, Lyn juga sudah pulang dari tugas Dosen nya di luar negeri, dan akan melanjutkan gelar nya di sini saja, Gilang juga sudah pulang, menyusul lah kalau ada waktu senggang, mereka katanya mau mengadakan acara kecil kecilan." Jelas Yola.

__ADS_1


Lyn dan Gilang udah pulang ? Senyum manis tertarik di bibir Nata.


__ADS_2