Bunga Liar & Cassanova Tobat?

Bunga Liar & Cassanova Tobat?
Extra Part 114


__ADS_3

Setelah kelahiran anak Yola dan Kemal, Dua bulan kemudian, Fifi menyusul melahirkan anak nya secara normal pun yang berjenis kelamin perempuan. Merlyn Dinda Aditama.


Dan saat ini, Kemal dan Yola sedang menjenguk Fifi yang baru beberapa jam tadi selesai melahirkan.


Kemal tak henti hentinya tertawa geli menertawakan Eldath yang sok sok kuat dan sok sok meledeknya dua bulan lalu yang katanya... Masa nemenin adik gue melahirkan saja, pakai pingsan segala, malu sama otot gede. Dan lihat lah...Karma menyerang si Eldathio kumpret ini yang saat ini baru sadar dari pingsannya.


"Masa nemenin istri lahiran aja pakai pingsan, malu dong sama otot dan tatto yang berseliweran ngintip ngintip di balik kemeja... Hahahaha !"" Kemal terbahak bahak saat mengembalikan ejekan Eldath dua bulan lalu terhadap nya. Satu sama kan...Maam tuh omongan, gue lempar kembali. Batinnya puas meledek Eldath yang bisu seribu kata.


"Apa gue bilang Fi, Laki laki tuh kelihatan nya aja machones... Tapi kalau di sangkut pautkan yang namanya perasaan. Beeh... lembek, seperti puding kebanyakan air...iya nggak Bang, Mas ?" Yola menaik turunkan alis nya menggoda Kemal sekaligus Eldath.


Kemal yang tadinya menggoda Eldath, jadi mingkem seketika, karena posisinya sama saja sama Eldath.


"Lupakan tentang itu, Abang pingsan itu karena tidak kuat melihat Fifi bertarung nyawa sementara Abang tidak bisa membantunya." Sangkal Eldath.


" Iya...iya...percaya aja !" Ledek Kemal. El memutar matanya malas. dan mendekat ke arah tempat tidur Fifi.


" Bagaimana perasaan mu sayang ?!"


"Masih campur aduk." Sahut Fifi lemah.


"Ehem, sebelum kalian mesra mesraan di hadapan kami, lebih baik kita pamit aja ya ? Takut nya Nata sudah bangun, minta susu... malah di ajarin main senjata api oleh Mamang Asep dan Bang Gultom di rumah lagi, cara mereka kan ekstrim." Pamit Kemal dengan gurauan nya.


" Bye, Fi...Bang El." Pamit Yola pun dengan lambaian tangannya, sekilas ia menghampiri bayi lucu yang tertidur di bed bayi.


"Bye, anak manis." Cium Yola gemas dengan bayi yang masih terpulas itu.


...******...

__ADS_1


Sampai di rumah, suara bayi menangis menggelegar terdengar menyayat hati Yola dan Kemal yang baru menginjakkan kakinya di ruang tamu. Mereka ngacir ke ruang tengah, Mata orang tua muda ini membulat sempurna karena terkejut melihat Bang Gultom yang mirip badut seraya berupaya menghibur bayi dua bulan yang belum paham dengan hiburan perbadutan.


" Yola... akhirnya kamu datang juga, kalau kamu pergi walaupun cuma setengah jam, kudu siapin sepuluh botol ASI kamu, lima botol susu tidak cukup, bayi Nata sangat paham...mana susu sapi, mana susu induknya." Dumel Bang Gultom yang di buat paksa menjadi badut oleh ide konyol Mamang Asep. bayi nya bukan nya terbahak bahak,eh...malah kejer.


" Hahahaha." Kemal dan Yola serta mamang nya kompak menertawakan kekonyolan Bang Gultom yang ngacir menuju kamar mandi.


"Cup cup cup." Kemal mengambil alih anak nya untuk di bawa masuk ke dalam kamar. Yola ngikut dari belakang. " Kamu haus apa lapar sayang ? Kita makan Mama di kamar aja... satuan ya, jangan di habisin semuanya, berbagi..Nata sebelah kanan, Papa sebelah kiri." Mesum Kemal, dapat teguran dari Yola.


" Jangan di pergurukan kemesuman mu, Mas."


Kemal terkikik geli seraya membuka pintu, Anak nya aja langsung anteng di sugesti mesum oleh bapaknya.


" Yola cuci tangan terus ganti baju dulu ya mas, takut ada debu."


Kemal mengangguk seraya menggoyang goyangkan lengan nya untuk momong Nata di gendongan nya.


Dan bayi yang di gendong nya, kembali menangis kejer sebagai bentuk penolakan keras nya yang tidak mau berbagi.


" Duh, Mas..Kok Nata nangis lagi sih ? Mas cubitin ya... atau di ancam berbagi lagi." Yola terburu buru mengganti baju nya yang baru keluar dari kamar mandi setelah cuci tangan.


" Mas nggak ngapa-ngapain kok, Yang. Bener deh." Sangkal nya. " Uda buru...di susuin aja, kagak usah pakai baju segala."


Yola yang sudah siap mengancing kemejanya, di urungkan... Membiarkan baju itu terbuka lebar lebar karena sudah keburu di tagih oleh Nata. Dan segara menyusui anaknya. Kemal pun duduk di sisi Yola di atas kasur dengan sekali menelan ludahnya sendiri melihat Nata begitu rakus mengambil alih hak nya di dada itu selama dua bulan lebih ini.


" Benar kata Bang Gultom ya Mas. Nata itu tidak mau minum susu formula, Kenapa ya ?"


" Karena anak kita orang pintar, ogah ogahan Indra nya di samakan sapi. wong anak ku anak orang di kasih sapi. Papa aja kagak mau ya Nak ?" Kemal menoel noel pipi gembul lucu anak nya. " Jangan di habis kan ya Nak, Papa juga mau lho."

__ADS_1


" Diam Mas, jangan di ganggu, biarkan dia tidur lagi." Tepis Yola akan tangan Kemal yang terus menerus menoel noel pipi bayi nya.


" Ok, Tapi setelah nya giliran Mas ya ?" Pinta mesum Kemal mencubit gemas gundukan daging Yola yang ujungnya di sesap rakus oleh Nata. Yola tak menjawab, justru meraih tangan nakal itu dan mengecup nya singkat.


" Terima kasih sudah masuk ke dalam hidup Yola, walaupun awalnya menyakitkan." Ungkap perasaan Yola tersenyum manis.


" Jangan__"


" Tapi Yola senang akan ujungnya, Mas sudah membuktikan selama ini kalau Mas bersungguh-sungguh mencintai Yola. Mas juga benar benar memperioritaskan Yola dari segala urusan penting Mas di luar sana, Mas sudah mengajari Yola cinta dan kasih lawan jenis yang pertama kali dan berharap Mas yang terakhir untuk Yola begitu pun sebaliknya."


Kemal terpaku memandang mesra wajah cantik istri wild nya. Hati nya selalu berdegup kencang bila Yola dalam mode berperasaan seperti ini. Jujur... Selama dua tahun terakhir ini, terhitung mulai pertemuan pertamanya bersama Yola di dalam aspal liar, Jantung nya selalu berdisko ria tak pernah berubah walaupun sudah di miliki nya...Dan itulah perasaan cinta terhakiki nya, Penuh naps*. Jangan mencintai orang tanpa naps*... Karena setelah mendapatkan orang itu..Maka terasa hambar, tidak berwarna, cepat bosan tanpa adanya naps*, Kemal tidak lah munafik. Itulah definisi Kemal dan Yola yang seiras. Sama sama naps* menjalani rumah tangga nya untuk menciptakan adanya pelangi terus tanpa adanya badai terlebih dahulu.


Dalam rumah tangga nya, Tidak mungkin semulus paha Yola, ada kerikil nya pun, Tapi mereka menyelasaikan nya dengan kepala terbuka dengan pemikiran dewasa mereka masing-masing hingga berakhir harmonis. Tidak ada pasangan berumah tangga itu yang berjalan lancar lancar jaya saja, pasti ada tikungan nya, atau pun lubang yang harus di lewati, tapi balik lagi ke diri masing masing untuk menyelesaikan nya dan balik lagi ke kita masing-masing untuk pergi atau tetap tinggal mempertimbangkan apakah masih bisa di selesaikan atau berujung sad. pilihan selalu berada di tangan masing-masing. Remember that !


" Mas lah yang harus berterima kasih, Yola." Ungkap Kemal. Menarik pelan Nata dari pangkuan Yola dan menaruh nya di atas ranjang bayi, bayinya sudah terlelap nyenyak dengan mulut kecil itu masih menyesap sisa sisa ASI.


" Kamu sudah memberikan kesempatan besar untuk Mas dengan cara menerima kekurangan Mas yang dulu nya adalah penjahat ehm lubang." Kemal menunduk malu kalau mengingat dirinya yang penuh Zina, Dan untungnya ia bertemu dengan wild flower nya yang sanggup men-skakmat jiwa iblis nya hingga berujung tobat seratus persen dengan percasanovaan nya. Yang halal lebih nikmat kok.


" Ok, Sudah. Dari pada membahas lalu lalu, lebih baik kita bahas saat ini saja, jadi bagaimana mas suami ku ? Endus enduselable nya jadi nggak ? kalau nggak jadi, Yola mau tidur saja mumpung bayi kita masih tidur." Mesum Yola On, Tapi dengan menggoda, kemeja ia tutup rapat-rapat.


" Kalau masalah satu ini Mas nggak sanggup untuk menolak." Sambut semangat Kemal, sekali Breeeek.. Kemeja itu terbuka kembali. Dengan ganas yang memang sudah terpancing sedari tadi akan ulah Nata, Kemal menyesap kehidupan milik anak nya.


Sensor Mode On....( ayo...pada mikirin kesana ya...hahaha)


Oweee...Oweeee... Baru juga pemanasan, sudah ada pengganggu aja, Bayi mereka bangun lagi ulah suara lenguhan Yola dan Kemal sendiri.


" Astaga Nak, Papa seakan-akan tidak boleh menikmati Mama mu, Uda lama lho Papa sudah berpuasa selama kamu lahir." Lesu Kemal. Yola terkikik seraya menuju ke ranjang bayi nya.

__ADS_1


Selesai...


__ADS_2