
Kemal yang baru beberapa menit menginjak kan kaki nya di exudos, terkesiap hebat melihat orang yang di cari nya sedang dalam posisi intim dengan pria lain yang entah siapa pria itu. Auto si hati jadi meradang. Menarik Yola yang sedang di endus endus pria sialan yang sudah mabuk pakai horn* lagi.
""Mas tidak akan ngelepasin kamu, Ayo pulang.""
Kemal sudah seperti seorang suami yang sedang menggeret tangan Istri nya yang terciduk selingkuh menuju ke luar Club.
""Yola tidak mau ! Yola mau masuk lagi, kasihan sepupu Yola, dia lagi mabuk berat, kalau jatuh ke ranjang wanita bisa ngamuk dia ke Yola nanti.""
Tenaga Kemal yang marah mengubun seperti nya, tak bisa di urai nya, Yola kalah tenaga walaupun sudah berupaya melepaskan diri dari geretan Kemal.
Berhenti, Kemal mengunci badan Yola di sela sela badan mobil dan juga tubuh maskulinnya. Wajah itu sangat dekat, bahkan Yola merasakan hembusan nafas berat Kemal menerpa wajahnya, Si herder Kalau lagi marah, serem juga...tapi hei... Apa hak orang ini marah kepada nya, Pacar bukan... Suami, Tentu saja bukan.
""Sepupu kamu bilang ? Sepupu tanpa darah lebih tepatnya, sepupu kok nafs* mencium ini ini ini, sepupu ta* Kucing garong."" Saat menyebut ini ini ini, Kemal menekan pelan ke-dua pipi Yola dan berhenti meraba di leher mulus itu.
Tuk...
Yola menoyor kesal jidat Kemal, Ini herder nyebelin banget, ia sudah bekerja keras membuat Danver mabuk agar meracau, eh datang datang misi nya di gagalin. Kan kesal, iya kan ? ia jadi gagal lagi memastikan mimpi buruk sialan itu. setidaknya kalau ia tahu kan, Si mimpi buruk tidak datang lagi menghampiri, si mimpi sialan ini seakan akan memaksa kan sesuatu yang masih samar dalam ingatan nya.
""Itu karena kesalahan Yola, Yola yang ngebuat dia mabuk karena---!"" Yola menjeda, tak penting juga ngejelasin ke herder jantan ini, tidak ada faedahnya untuknya.
"" Karena ?"" Penasaran Kemal. Yola mengedipkan bahu nya, menolak menjelaskan.
"" Ke to the Po, Kepo ! Awas ah, Yola mau bantu Danver untuk pulang, Yola harus tanggung jawab."" Yola mendorong dada Kemal untuk minggir dari kunciannya, ia cukup sabar tidak menendang si adik Kemal menggunakan lipatan dengkulnya, ia bisa saja kalau ia tega akan hal itu.
"" Biarkan anak buah Mas yang mengurus nya. Pulang dengan Mas dengan selamat ? atau pulang dari sini atas nama El, hmm ?"" Kemal mengancam, Ia sudah tahu kelemahan si wild ini, sebut lah Eldath bila mana Yola dalam berbuat pelanggaran, Auto si wild pasti menurut, lihat saja...Wild ini berhenti mendorong dada nya yang memang tak ada efek nya.
""Kuping Yola jadi sakit, pilihannya tidak ada yang menguntungkan, Milih Pulang bersama Anda, sama saja masuk kedalam lubang buaya, milih Bang El, nanti malah di rumah tanggakan secepatnya yang Yola belum siap dan Yola kagak mau siap. Menyeramkan."" Dumel Yola Seraya Membuka pintu mobil Kemal, pasrah. Pulang bersama Kemal pilihannya saat ini.
__ADS_1
Kemal mematung mencerna perkataan Yola yang terdengar takut dengan kata dirumah tanggakan. Haloooo bagaimana dengan dirinya yang ingin serius ke wild ini, ah...perlu di umpan trik si flawless Yola seksi liar untuk menceritakan ada apa kah gerangan alasan itu ? Siapa tahu ia bisa membantu.
"" Woiii, Niat nggak sih antar Yola pulang atau mau berdiri aja di situ !""
Teriakan Yola dari dalam kabin menyadarkan Kemal yang melamun mencerna kata kata ambigu Yola. Ia mentitah anak buahnya untuk mengurus Danver. Setelahnya...naik ke kemudi.
""Antar kemana, Pulang ke kosan ? Rumah besar mu ? Atau ke apartemen ku.""
Yola melirik malas ke wajah mesum Kemal, buat apa coba pilihan ketiga di adakan, yang ada nanti ia berujung di makan oleh si herder ini, ia pan sudah tenang sudah bebas dari rantai tak kasat mata itu.
""Tidak ke-tiga nya, bagaimana kalau kita ke neraka saja, Bakar jagung...nyantai macam di pantai."" Alis Yola naik turun menggoda Kemal, saat berucap ke neraka, telunjuk nya ke wajah Kemal.
""Ok, siap meluncur....Kita ke neraka bersama sama."" Balik menggoda Yola, Kemal menunjuk wajah nya juga wajah Yola saat kata Neraka terucap. Menancap gas nya pergi.
Yola sendiri hanya diam memutar bola matanya malas, ia pasrah mau di bawa kemana oleh Kemal, asal jangan ke ranjang saja, ia tidak mau pulang ke kosannya yang sepi apa lagi ke rumah El.
Sebagian orang bila di khianati baik dalam hal pribadi, atau pun dalam keformalan bin pekerjaan, Ada yang ikhlas menerima membiarkan lepas atas nama sang pencipta yang akan menghukum nya, Tapi beda dengan Eldath... Menurut nya, dalam perbuatan apa pun itu harus di balas dengan sepadan.
Dan saat ini, dalam pencarian akan penyabotasean di proyeknya, anak buahnya hampir menemukan titik nya.
Bugh...
""Ini orang nya Bos, orang yang kita cari.""
Bang Gultom membawa satu pria menghadap ke El, orang ini adalah Penghianat dalam perusahaannya.
""Aditya Suherman ?""
__ADS_1
Nama yang di sebut El saat ini dalam rangka dag dig gemetaran, dari Suara datar nya El saja sudah berhasil mengintimidasi nya, takut. ah seharusnya ia tidak menghianati bos nya sendiri.
""Saya masih berbaik hati saat ini, jadi kata kan...Siapa yang menyuruh mu, saya tahu...pasti ada orang lain di belakang mu yang ingin menghancurkan saya.""
Tatapan horor El, bersama suara rendah penuh penekanan yang dingin, membuat nya lemas seketika. mau kabur...pasti kagak bisa, ruangan kebesaran bos nya yang luas tengah malam ini terasa sempit baginya.
""Sa-saya tidak tahu bo-bos.""
""KATAKAN !!!""
""Sa-saya sungguh tidak tahu, Ka-kami hanya berinteraksi lewat telepon, Sa-saya hanya di bayar oleh orang itu. Ma-maaf kan saya."" Belum di sentuh, Orang yang bernama Aditya ini sudah memucat, darah nya saja takut mengalir seperti biasanya.
""Berikan handphone mu dan tunjukkan nomer orang itu."" Melihat lirikan El saja, Mang Asep sudah tahu harus ngapain.
""Ini, tapi nomer nya sudah tidak aktif...!"" Ungkap si pelaku.
""Saya mantan kaki tangan mafia di Belanda bung, Hal seperti ini sangat mudah bagi kami, hanya cukup beberapa hari saja, saya akan menemukan nya."" Mang Asep si wajah sangar menepuk pelan bahu pria ini, Tapi bagi sang empu pundak, bukan pelan tapi menekan, Besok pasti memar sakit itu.
""Apa kompensasi nya masih ada ?""
Pertanyaan Ambigu El di angguki si tersangka. dan sejurus kemudian, El bangkit dari kebesaran nya, tak terbaca pergerakan nya...Suara Longlongan Aaaargh dan kreeek di tulang tangan kanan Penghianat ini berbunyi bersamaan di dalam ruangan Eldath.
""Bang Gultom, antar dia ke rumah sakit, Kompensasi nya masih ada katanya, jadi biarkan bayaran nya itu habis untuk pengobatan tangannya yang entah bisa sembuh atau tidak !"" El berucap tanpa rasa salah sama sekali, Kekakuan nya seram seram sedap.
""Bos kecil terlalu baik sebenarnya ini bung, asal kamu tahu itu...Coba di hukum nya yang berdarah darah, pasti seru.""
Ucapan santai Bang Gultom di gelengin kepala geli oleh Mang Asep. Begitulah cara kerja Bos kecil nya, tidak grasa grusu tapi ngena pakai dead.
__ADS_1