
Setelah pernikahan kilat Eldath-Fifi sah... Eldath tidak menunggu pagi lagi untuk membawa Fifi pulang ke rumahnya, ia akan mengejutkan Yola Kemal dan juga Mamang Asepnya tentang pernikahan nya. Ia tersenyum gaje sendiri dalam hati dengan kejadian tak terduga dalam hidup nya.
Selamat malam bos ! Itulah sapaan para bodyguard nya yang masih terjaga yang di terima Eldath dan Fifi yang baru keluar dari mobilnya.
" Malam ! Di mana yang lain, apa sudah pada tidur ?"
El bertanya seraya berjalan masuk ke rumah, Fifi hanya diam, Ia tidak sabar melihat reaksi Yola nanti setelah tahu nasibnya ini.
Sebelum sang bodyguard menjawab, Yola dan Kemal sudah terlihat di mata, begitu pun Mamang Asep nya.
" Lho Fi ? Kok Lo sama bang El ke sini malam malam ? Pakai bawa koper lagi, seperti korban bencana yang mau ngungsi." Seraya bertanya, Yola memindai jam di pergelangan tangan Kemal yang saat ini sedang merangkul mesra pinggang nya, mereka seperti perangko..Nempel terus.
" Gue se___"
" Fifi sekarang bi-ni Abang." Sahut Eldath memotong ucapan Fifi yang kelamaan menjelaskan.
Sontak kepala kepala di hadapan El dan Fifi pada mengaga.. ha ? Terkejut. Mamang Asepnya sampai membola bulat-bulat matanya seraya mengucek ucek telinga nya. Mungkin telinga tua nya budek kali. Pikir nya.
" Kenapa mulut minta pada di sumpel eum ? Jelek ! Ayo Fifi.. ikut gu_ Abang ke kamar." El sangat datar menanggapi wajah wajah kepo minta penjelasan tentang pernikahan dadakannya. Sorry..Gue mau praktek ah uh ah dulu, penjelasan besok tersampaikan.
" Eh tunggu dulu, ini benaran Bang, Fi ? Kalian kagak bohong kan...Bang El kagak macam-macam kan, Seperti pemaksaan gitu ? atau yang lainnya ? kasihan lho Papa Fifi yang Ingin melihat anaknya benar dalam pernikahan, Bang." Cerca Yola.
Yola menghadang El yang baru menginjak anak tangga pertama, ia ingin penjelasan sekarang juga..
" Tidak Yolanda, Papa nya sendiri yang menikah kan kami, kalau tidak percaya, tanya sama Fifi sana !" El melirik Fifi yang mengangguk seketika ke Yola, istri baru beberapa jam nya ini terlihat speechless. Mungkin syok sendiri karena kejadian tak terduga sudah terjadi.
Walah...Ide kibulan gue ke om buncit mangsanya abang gue sendiri, Dasar si Om ya... sudah sukses saja..kagak ada terima kasih nya, beri kabar kek.. biar gue kagak terkejut.
__ADS_1
" Kamu tidak setuju sayang ?" Kini Kemal yang bertanya ke wajah jahil istrinya yang saat ini tersenyum tipis tertangkap di matanya bahkan nyaris tak terlihat senyuman itu. Fifi menunggu jawaban Yola, dengan harap harap cemas, walaupun sahabatan tapi kali ini adalah soal hati dalam keluarga.
" Setuju dong, pakai banget nya yang banyak banyak lagi." Dua jempol untuk Fifi dari Yola dengan wajah ceria menyambut kakak ipar dadakannya. " Pan hang out nya bisa wenak. iya kan Fi."
" Tidak ada hang out hang out-an yang unfaeda saat ini. ayo Fi !" Tarik Eldath ke tangan Fifi. Dan terdengar siul siulan nakal dari Yola untuk menggoda ke-dua pengantin baru. Deheman menggoda pun terdengar dari Kemal dan Mamang Asep, sejurus kemudian meraka tersenyum geli.
" Mang Asep, Besok para bodyguard cair kan bonus, Mang Asep juga boleh pulang kampung kalau mau, yang lainnya pun boleh liburan dua hari...Kerena dua hari ini jadwal saya batalkan semua, ingin di rumah saja. Free !"" Eldath bersuara tanpa menoleh dari jalan menaiki tangga. Dan bodyguard yang mendengar itu otomatis bersorak Yes... Dari dulu kek nikah nya bos ! Begitu lah batin para bodyguard nya. Sementara Yola Kemal dan Mamang Asep, ketiga nya semakin tersenyum geli.
" Fifi...Awas ! Di makan macan !"" Goda Yola berteriak dari bawah.
Dan Fifi hanya membuat pergerakan gorokan leher dan menunjuk punggung Eldath yang ada di hadapannya. yang artinya... Gue macan nya di sini. Abang Lo payah dalam kiss kissan saja apalagi 'itu'.
" Ayo semua nya, bubar, News nya sudah selesai." Kemal membubarkan semua bodyguard El. Tinggal ia dan Yola yang berdiri.
" Bagaimana kalau kita saling makan juga." Ajak nakal Kemal.
" Yola memang mau makan, perut Yola sudah lapar lagi." Yola tercengir sok kagak paham dengan ajakan Kemal. " Mas tunggu di atas saja, Dek Yola mau ngambil minum, Nanti setelah olahraga ranjang kan, kita tidak kehausan."
" Oke...Jangan lama lama ya, sayang."
Di dalam kamar Eldath.... Ke-dua pasangan baru ini terjadi kecanggungan.
" Fifi tidak ada handuk, boleh minjam sekalian kamar mandinya." Fifi memecahkan kecanggungan, Si Eldathio ini hanya mengangguk dengan sok sibuk dengan laptop di tangannya.
" Handuk sudah ada di dalam kamar mandi, tersusun rapi di pojok. Pakai sesuka mu yang ada di dalam kamar ini, sekarang kamar ini pun milik mu." Welcome Eldath. Tapi mata nya itu lho...Kagak melihat ke arah lawan bicaranya, Fifi jadi kesal sendiri di cuekin. Dasar payah..Umpat nya dalam hati seraya beranjak.
" Huh." El menghembuskan nafasnya yang sedari tadi kekurangan oksigen, entah kemana semua oksigen itu bersembunyi, ia nervous sendiri mau bersikap apa setelah nanti Fifi keluar dari kamar.
__ADS_1
Fi, Aku minta hak ku !
Fi, kita langsung saja !
Fi, Apa kamu sudah siap ?
Leptop memang ada di tangan, tapi sebenarnya ia sibuk merangkai kata untuk mengajak Fifi.
Jangan sampai gue di katain payah lagi dalam urusan satu ini... Malu sama badan gorilla tapi kalah dalam bergulat ranjang.
Eldath mondar mandir kagak jelas sendiri, sumpah...ini malam sangat panjang baginya. Memikirkan hal ranjang yang seumur umur tidak pernah melakukan nya, dan belum pernah nakal untuk sekedar melihat video hot. Harinya selama ini hanya kerja kerja dan mengurus Yola.
" Apa gue nanya soal ini ke Kemal saja kali ya ? Dia kan jagonya, adek gue aja yang pernah trauma dengan hal intim, di kuasai semudah itu." El mulai berbicara sendiri. Menimang nimang ide nya yang sudah tepat atau salah untuk bertanya intim ke Kemal.
" Tapi sama saja malu, nanti di ledekin !" Kembali ia mengurungkan niatnya.
Ada laptop pan, segudang pertanyaan dan jawaban ada di dalam mesin canggih ini, Kenapa gue bego amat ya !
Sejurus kemudian ia bergegas duduk di sofa dan mengetik sesuatu di dalam sana. Video video hot macam macam terpanggang jelas di layar nya.
Shiiit... Fifi sudah selesai saja dari ritual bebersih nya. Eldath secepat kilat menutup layar laptop dengan kasar sehingga menimbulkan suara.
" Ada masalah ?" Santai Fifi bertanya, baju tidur sopan terpasang di tubuh nya, Tapi jujur... walaupun tertutup begitu.. El malah menilai nya sangat seksi.
" Tidak, aku hanya kaget...lupa kalau sudah ada teman di penghuni kamar ini. Aku bebersih dulu."
" Tapi kenapa bawah leptop ? Laptop nya mau di mandiin juga kah ?"
__ADS_1
El tak menjawab, dengan santai ia beranjak tetap membawa laptop nya.
Aneh..!!! Batin Fifi tak perduli lagi dan segera melanjutkan ritual wajah nya di hadapan cermin rias.