CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 10


__ADS_3

Zahra keluar dari ruang HRD dengan perasaan cukup lega, akhirnya pengajuan cutinya untuk Minggu depan di setujui oleh bagian HRD.


Zahra kembali keruangannya untuk melanjutkan pekerjaannya yang tadi di titipkannya pada teman shift yang bekerja pagi itu.


Yah setelah berbicara sama nenek dan tantenya tadi pagi, Zahra membulatkan tekatnya untuk pulang kampung dan menghadiri pesta pernikahan Naira dan Rio, selain itu Zahra juga sudah sangat merindukan kakek,nenek ,Tante dan omnya. semenjak memutuskan untuk merantau ke kota ini tiga tahun yang lalu Zahra belum pernah pulang kampung menengok keluarganya lagi. Zahra di sibukkan dengan pekerjaannya ,Zahra giat bekerja agar bisa menabung untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang S2 nya. Zahra sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke S2 dan mengambangkan ilmunya jadi tenaga pengajar.di sebuah kampus terkenal di provinsi riau ini.


" gimana Ra, udah selesai urusanya"? tanya tanya Adel teman shift Zahra pagi ini.


" Alhamdulillah citu aku sudah di ACC oleh HRD Del " jawab Zahra tersenyum dan lega.


" Alhamdulillah, bakal ada oleh - oleh dari kampung nih " goda Adel


" belum juga pulang kampung del, udah tanya oleh - oleh aja " jawab Zahra sambil tersenyum dan geleng - geleng kepalanya .


Adel dan Zahra ketawa bersama, " eh ya Del, gimana dengan pasien aku selama aku tinggal ,aman kan" tanya Zahra sambil memeriksa pasiennya yang tadi di titipkan Zahra ke Adel saat minta izin mengurus cutinya ke HRD tadi


" aman Ra, jangan khawatir." jawab Adel sambil mengedipkan matanya dan memajukan dua jempulnya


" makasih ya Del,maaf sudah merepotkan kamu" ucap Zahra, Zahra senang selama bekerja di rumah sakit ini Zahra bertemu dengan orang - orang yang baik dan team kerja yang mau membantu dan saling mendukung satu sama lain.


" kok kamu tiba - tiba ambil cuti dan pulang kampung Ra" tanya Adel pada Zahra


" kakak aku mau pesta Del " jawab Zahra pelan sambil tetap memeriksa pasiennya dengan teliti dan mencatat perkembangannya di catatan perawat


" aku pikir kamu yang nikah Ra " ujar Adel lagi


" belum Del , aku masih mau lanjutkan sekolah aku " jawab Zahra lagi


" eh ngomong - ngomong soal sekolah, jadi kemaren kamu daftar di kampus undri Ra, Giman hasilnya " tanya Adel lagi.


ya bulan kemaren Zahra sudah mendaftar dirinya di salah satu kampus ternama di Riau untuk melanjutkan pendidikan S2 nya disana.

__ADS_1


" jadi dong Del, Alhamdulillah bulan depan sudah bisa kuliah Del" jawab Zahra senang.


" selamat ya Ra,akhirnya kamu bisa juga menggapai cita - cita kamu lanjut S2 " ujar Adel senang .


" makasih Del" jawab Zahra tersenyum.


Tak terasa jam kerja Zahra sudah selesai ,Zahra siap - siap untuk pulang dan istirahat di rumah, Zahra merasa sangat capek hari ini , ia ingin cepat - cepat pulang dan istirahat di kasurnya yang empuk.


Dalam perjalanan menuju ke parkiran Zahra berpapasan dengan Rio yang juga mau pulang, Zahra berusaha menghindari Rio .bagai mana pun Zahra belum siap jika harus berjumpa lagi dengan Rio saat ini, Rio merasa sangat kecewa saat melihat Zahra yang berusaha menghindarinya.


' sebegitu bencinya kamu sama aku Ra, Sampai - Sampai untuk jumpa aku aja kamu nggak mau' gumam Rio dalam hati " padahal aku sangat rindu sama kamu Ra" gumamnya lagi.


Rio hanya menatap Zahra dari jauh ,ingin hatinya mengejar Zahra saat itu, tapi Rio berusaha menahannya, karena Rio tidak mau Zahra marah lagi ke padanya seperti waktu di taman sore itu.


Zahra melewati Rio Tampa menyapa sedikit pun dengan motornya, Rio hanya bisa menatap Zahra sendu, setelah Zahra tidak terlihat lagi dari pandangannya baru lah Rio menaiki motornya dan meninggalkan area parkiran rumah sakit menuju pulang ke rumahnya.


selama bekerja di Riau Rio sudah bisa membeli rumah yang awal niat sebagai tabungan nanti ketika menikah dengan Zahra Rio tidak bingung lagi mau tinggal di mana, untuk itu Rio mulai mencicil sedikit - demi sedikit apa yang bisa di siapkan nya untuk bekalnya setelah menikah dengan Zahra nanti, Rio sudah berniat akan melamar Zahra tahun depan dan menjadikan Zahra satu - satunya perempuan yang akan menjadi istrinya nanti.


sementara itu Zahra yang sudah sampai di kosnya langsung membersihkan mandi karena tubuhnya merasa lengket semua karena keringat.


usai membersihkan badannya Zahra merasa lebih segar, Zahra merebahkan badannya di atas kasur empuknya, " duh nyaman nya " gumam Zahra , Zahra merasa sangat lelah setelah seharian beraktifitas.


" tok...tok...tok..." tiba - tiba ada suara ketukan di pintu kamarnya, Zahra mendengus kesal " siap sih, baru aja mau istirahat tenang ,ada aja yang mengganggu " gerutu Zahra kesal.


Zahra bangkit dari tidur nya dan membuka kan pintu untuk tamu yang tidak tahu waktu itu.


" lama amat buka pintu nya Ra" Arumi langsung mengomel begitu pintu kamar Zahra terbuka, Arumi langsung masuk ke kamar Zahra tanpa minta izin sama yang punya kamar


Zahra hanya diam dan membiarkan Arumi masuk, Zahra kembali menutup pintu kamar itu dan kembali membaringkan tubuh nya yang lelah di kasur empuk itu, Zahra tidak menggubris Arumi yang masih mengomel itu. Zahra memejamkan mata nya, melihat Zahra memejamkan matanya Arumi makin kesal


" Zahra " teriak Arumi kesal karena di cuekin oleh Zahra

__ADS_1


" apa sih rum, aku capek tau" ujar Zahra dengan mata yang masih terpejam.


" iiiih Zahra bangun dulu dong " ujar Arumi lagi sambil menarik tangan Zahra untuk duduk


Zahra membuka matanya dan menatap Arumi kesal " iisss, kenapa sih rum, datang - datang langsung ribut gitu, berisik tahu " ujar Zahra lagi


" Ra, kamu ambil cuti ya, mau kemana, kok dadakan Ra " tanya Arumi beruntun, Arumi tidak peduli dengan Zahra yang uring - iringan , Arumi lebih mementingkan rasa penasarannya Karan Zahra tanpa ba bi bu ambil cuti selama satu Minggu. tanpa memberi tahu dirinya


"iya ,aku mau pulang kampung rum" jawab Zahra malas


" Kom tiba - tiba sih Ra, kamu nggak ngasih tahu aku juga lagi " ujar Arumi sewot


" nenek dan Tante cindi telpon aku pagi tadi dan meminta aku untuk pulang Ra, karena nenek sudah kangen katanya,semenjak ke sini aku kan belum pernah pulang ke kampung rum." jawab Mega


" Kom buru - buru amat Ra" tanya Arumi lagi


" ya setelah aku pikir - pikir ,aku kan udah lama nggak pulang, dan mulai bulan depan aku sudah mulai masuk kuliah kan rum, aku pasti akan di sibukkan oleh jadwal kuliah aku beberapa tahun ke depan,makin sulit aku buat pulang rum " jawab Zahra lagi menjelaskan


Arumi menganggukkan kepalanya " iya juga ya Ra, bulan depan kamu udah mulai kuliah ya," gumam arumi sambil menganggukkan kepalanya, " tapi kenapa kamu nggak ngasih tahu aku sih Ra, aku kan juga pingin pulkam Ra " ujar Arumi memajukan bibirnya.


" maaf tadi aku nggak kepikiran buat ngabari kamu, soalnya aku ajukan cutinya dadakan sih rum, untung di ACC " jawab Zahra merasa bersalah.


Zahra sengaja tidak memberi tahu Arumi dulu alasan ia pulang kampung, karena Zahra tidak mau Arumi khawatir akan dirinya.


Zahra berpikir biarlah setelah pulang dari kampungnya nanti Zahra baru akan menceritakan semua masalahnya dan alasannya pulang kampung ke Arumi ,paling tidak mungkin nanti di saat Zahra menceritakannya kepada Arumi Zahra berharap hatinya sudah bisa lebih membaik.


" nanti aku nitip ya buat umi ya Ra" ujar Adel akhirnya ,Zahra menganggukkan kepalanya .


" tenang, kamu siapkan aja, sekalian dengan onkirnya ya" ujar Zahra


pluk

__ADS_1


Arumi melepar Zahra dengan bantal Doraemon dan tepat mengenai muka nya ,Zahra ketawa melihat raut wajah kesal Arumi .


__ADS_2