CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 91


__ADS_3

Jam makan siang, Aziz mengajak Zahra makan siang bersama di kantin karyawan. Aziz dan Zahra berjalan beriringan menuju kantin, Aziz ingin menggenggam tangan Zahra tapi di tolak oleh Zahra dengan alasan malu.


" Abang jangan pegang - pegang begini, malu di lihat orang bang " bisik Zahra sambil menarik tangannya dari genggaman Aziz, bukan hanya malu, tapi Zahra juga merasa canggung dan tidak enak hati di tatap banyak orang di kantin itu.


Memang saat mereka memasuki kantin itu, semua mata menatap ke arah mereka, ada yang menatap dengan pandangan heran dan bingung bagi yang belum tahu hubungan mereka , ada juga yang menyapa dengan pandangan takjub karena mereka melihat Aziz dan Zahra pasangan yang serasi dan tak sedikit pula memandang dengan tatapan iri. Tapi bukan Aziz nama nya jika tidak nekad, Aziz tidak mau melepaskan genggaman tangannya, Aziz malah makin erat menggenggam tangan Zahra, apa lagi banyak mata para lelaki yang menatap ke arah Zahra dengan tatapan memuja. Aziz cemburu, yah aziz ingin semua orang tahu bahwa Zahra Amali perawat cantik, baik dan ramah yang menjadi gosip di kalangan para pria lajang di rumah sakit itu saat ini sudah menjadi istrinya.


aziz tahu Zahra tidak nyaman, tapi Aziz tetap tidak melepaskan tangan mungil istrinya itu, Zahra berjalan di samping Aziz sambil menundukkan kepalanya malu dan menahan kesal pada suaminya itu . Zahra tidak mau lagi menarik tangannya dari genggaman Aziz karena itu percuma.


Aziz membawa Zahra duduk di pojok kantin dekat jendela taman kantin.


Aziz menarik kursi untuk Zahra, setelah memastikan Zahra duduk dengan baik, Aziz pamit untuk memesankan makanan untuk mereka.


" Abang pesan makanan dulu, kamu tunggu di sini ya, kamu mau pesan sayang " Aziz menanyakan apa yang ingin di makan istrinya siang ini.zahra yang masih cemberut berpikir sejenak lalu menyebutkan makanan yang ingin di makannya pada Aziz.


" Nasi pasang aja bang, pakai rendang ya " ujar Zahra akhirnya.


" ok, jangan cemberut terus, istri Abang makin cantik kalau cemberut " sahut Aziz pada Zahra sebelum pergi memesan makanan. Zahra makin mencibirkan bibirnya pada Aziz kesal,


" gombal , mana ada orang cemberut cantik " sahut Zahra pelan, tapi masih bisa di dengar oleh Aziz, Aziz tertawa pelan mendengar gerutuan istri cantik nya itu.


Setalah menunggu beberapa menit, Aziz sudah kembali ke mejanya sambil membawa beberapa cemilan untuk istrinya.


" Makan ini dulu ya sayang, sambil menunggu makanannya datang " sahut Aziz sambil memberikan cemilan gorengan itu pada istrinya .

__ADS_1


Zahra mengambil cemilan yang di bawa Aziz, dan mulai memakannya, memang Zahra sudah sangat lapar saat ini.tadi saat berangkat Zahra hanya sarapan roti dan segelas susu saja, sehingga ia merasa sangat kelaparan saat ini.


" kenapa masih cemberut sih sayang " tanya Aziz sambil menggenggam tangan Zahra , zahra yang memakan cemilannya sambil cemberut pun hanya Memandang Aziz sebenar.


" Abang jangan begini, Zahra kan jadi malu " sahut Zahra pelan .


" malu kenapa sayang , lagian kamu kan istri Abang " tanya Aziz tidak mengerti


" bang, belum semua orang yang tahu kalau kita sudah menikah, Abang lihat aja sendiri, mereka menatap kita aneh loh bang "kata Zahra lagi .dan meminta Aziz melihat sekelilingnya, Aziz mengikuti ucapan Zahra, ya Zahra benar, banyak di antara orang - orang yang ada di kantin itu menatap mereka heran dan bahkan bicara berbisik - bisik sambil menatap ke arah mereka .


Aziz berpikir sejenak, Aziz ingat mereka belum mengumumkan pernikahan mereka,.sehingga banyak diantara karyawan rumah sakit saat ini menatap mereka heran dan mungkin sudah berpikir yang bukan - bukan tentang mereka.


Aziz menatap Zahra sejenak " sayang menurut kamu, bagai mana dengan saran Oma kemaren ?, apa kah kamu setuju " tanya Aziz pada Zahra.


Zahra terdiam dan berpikir sejenak, Zahra ingat saran Oma minan semalam saat kumpul keluarga besar, Oma minan mengusulkan untuk mengadakan acara resepsi pernikahan untuk mereka berdua dua Minggu lagi dan semua keluarga setuju dan mendukung saran Oma minan, apa lagi pak Widodo, karena pak Widodo berencana di pesta pernikahan mereka nanti pak Widodo akan mengumumkan dan memperkenalkan aziz sebagai penerus dan ahli waris dari semua usaha yang di milikinya dan disetujui oleh keluarga nesarnya , tapi Zahra dan Aziz belum menjawabnya, mereka mengatakan akan membicarakannya dahulu berdua .


" Dan Giman dengan Abang sendiri, apa Abang sudah siap dengan rencana papi ?" tanya Zahra menatap Aziz.


Aziz berpikir sejenak , Aziz ingat permintaan papinya untuk mengambil alih kepemimpinan rumah sakit segera , alasan pak Widodo ia sudah merasa terlalu tua dan merasa sudah lelah untuk mengurus rumah sakit, dan pak Widodo menyampaikan ke inginannya untuk pensiun dari urusan rumah sakit .


" Menurut kamu gimana ya sayang " Aziz meminta pendapat istrinya, Aziz ingin tahu apa respon istrinya itu, karena Aziz tahu,jika ia sudah mengambil alih kepemimpinan rumah sakit, berarti nanti ia akan lebih sibuk lagi, dan Aziz takut Zahra akan merasa kurang memiliki waktu bersamanya.


" Zahra tergantung Abang, jika Abang merasa sudah sanggup, ya Zahra akan support abang. " jawab Zahra bijak .

__ADS_1


" Tapi nanti Abang akan lebih sibuk lagi sayang, Abang takut, Abang tidak bisa membagi waktu abang bersama kamu nantinya " kata Aziz sedih.


" Zahra yakin , Abang adalah imam yang baik buat Zahra, dan Abang sudah buktikan itu selama ini, dan Zahra juga yakin Abang pasti bisa dan mampu membagi waktu Abang nantinya mana untuk kerja dan makan untuk keluarga " sahut Zahra memberi dorongan semangat untuk Aziz.


Aziz terdiam menatap istrinya. di saat ia berpikir pesanan mereka pun datang Zahra yang sudah merasa sangat lapar itu mengajak Aziz untuk makan dulu dan menunda pembicaraan mereka sejenak.


" Abang pikirkan itu nanti aja, Sebaiknya sekarang kita makan dulu, Zahra sudah lapar bang " kata Zahra dengan manja.


Aziz tersenyum menatap istrinya yang sudah kelaparan ," Duh, istri cantik Abang sudah lapar ternyata ya " sahut Aziz menggoda Zahra


Mereka pun makan dalam diam.sesekali Aziz menatap Zahra yang makan dengan lahap.


aziz tersenyum melihat Zahra makan sedikit belepotan, Aziz mengambil tissue dan membersihkan bibir Zahra yang belepotan noda makanan. Zahra menatap Aziz kaget dan gugup, orang yang melihat adegan manis itu merasa iri pada Zahra terutama para cewek - cewek yang sudah mengidolakan Aziz selamanya ini .


Tapi dasar Aziz, ia tetap cuek, dan hanya sibuk dengan istrinya saja


" Makan nya pelan -pelan dong sayang, kamu ini lapar apa doyan sih, lihatlah makan aja sampai belepotan seperti ini" sahut Aziz sambil membersihkan bibir Zahra.


" lapar bang " jawab Zahra cengengesan , Aziz geleng - geleng kan kepalanya melihat tingkah laku sang istri yang menggemaskan.


Tanpa mereka sadari, dari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka dan cemburu.rio mengepalkan tangannya marah melihat keromantisan Aziz dan Zahra.


Rio.memang sudah ada di kantin itu tadi sebum Zahra dan Aziz datang, dan Rio menyaksikan semua perlakuan Aziz pada Zahra, ia cemburu menyaksikan kebersamaan Zahra dan Aziz yang terlihat sangat bahagia .

__ADS_1


Aziz dan Zahra sudah menyelesaikan makan siang mereka ketika tiba - tiba ada seseorang memanggil Aziz


" dokter Aziz "


__ADS_2