CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 14


__ADS_3

Zahra sedang duduk di taman belakang seorang diri. Alif datang menghampiri Zahwa sambil membawa segelas coklat panas kesukaan zahra. Alif. mendorong coklat hangat tersebut ke hadapan Zahra, Zahra kaget dan melihat siapa orang yang telah membawakannya coklat hangat tersebut.


" Abang ...." ujar Zahra kaget dan mengambil coklat hangat itu dari tangan alif.zahra mencium wanginya coklat hangat tersebut sambil tersenyum.


" Abang tahu aja aku lagi butuh ini " ujar Zahra ambil mendongakkan kepala menatap Alif yang berdiri di depannya.


" apa yang tidak Abang tahu klau sudah mengenai Adel abang yang manja dan cantik ini " jawab Alif sambil duduk di bangku yang kosong di samping Zahra


" Abang yang terbaik deh " ucap Zahra lagi sambil tersenyum dan mengedipkan mata nya sebelah


Alif tertawa senang melihat senyum yang terukir di bibir tipis Zahra.


" kenapa belum tidur Ra?" tanya Alif Samnil menyeruput coklat hangatnya


" belum ngantuk bang " jawab Zahra singkat sambil meminum coklat hangat nya juga


" kenapa "? tanya Alif ingin tahu sambil menatap Zahra, Zahra mengangkat bahunya bingung


" apakah ada yang mengganggu pikiran kamu ra "? tanya Alif lagi sambil menyipitkan matanya memandang Zahra


Zahra hanya diam, sambil memainkan pinggiran gelas dengan jari tangannya. karena tidak kunjung mendapat jawaban dari Zahra, Alif menggenggam tangan Zahra lembut


" Pakah ini ada hubungannya dengan pernikahan Naira besok ?" tanya Alif lagi hati - hati sambil menatap Zahra dengan tatapan yang sulit di artikan


Zahra hanya bisa menundukkan kepalanya ,tidak ada kata yang bisa di ungkapkan oleh Zahra. hatinya begitu sulit untuk di ajak berdamai saat ini.


Sementara sebelum berangkat ke kampungnya kemaren, Zahra sudah bertekad akan mencoba menerima kenyataan dan mengikhlaskan semuanya serta belajar untuk berdamai dengan hatinya,tapi entah mengapa setelah sampai di sini hatinya kembali sakit dan bimbang. mengapa segitu sulitnya untuk menerima dan mengiklas kan semua ini.


" cerita sama Abang Ra, Abang akan mendengarkan semuanya ,jangan kamu pendam sendiri luka itu, masih ada Abang disini untuk kamu Ra, kamu Adek abang sampai kapan pun itu Abang tidak akan meninggalkan mu " ujar Alif sambil mengelus puncak kepala Zahra.


Zahra menundukkan kepalanya , air matanya luruh tak sanggup lagi di tahanya ,padahal dari tadi Zahra sudah mencoba untuk tidak menangis .tapi sekarang runtuh juga. Zahra tak sanggup menahan rasa sakit yang sudah menumpuk di dalam dadanya.


Alif menarik kepala Zahra dan mendekapnya di dada bidangnya, " menagislah dek, menagislah sepuas mu, tumpahkan semua rasa kecewa dan sakit mu itu, abang harap setelah ini tidak ada lagi air mata dan kesedihan itu di hati mu dek" ucap Alif sambil mengelus kepala Zahra yang berada dalam pelukannya.


Zahra makin menangis pilu , tak kan sanggup bagi yang mendengarnya.alif membiarkan Zahra larut dalam tangisnya, setah jam kemudian tangis itu mulai reda dan tinggal isaka. kecil dari bibir Zahra.


Alif merenggangkan pelukannya, dan mengusap air mata itu dari pipi Zahra, Alif manatap Zahra dengan lembut seraya berkata " janjilah ini tangisan mu yang terakhir untuk nya dek, setelah ini kamu harus bisa bangkit, dan berdiri tegar ,kamu harus bisa menunjukkan pada mereka bahwa kamu baik - baik saja setelah mereka menyakiti kamu " Zahra menatap Alif dengan air mata yang masih tersisa di matanya ." kamu pasti bisa. dek, Abang yakin kamu bisa melewati semua ini,karena kamu adalah wanita yang kuat " ujar Alif lagi meyakinkan zahra.


Zahra menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Walau pun Zahra tidak ada bercerita apa - apa padanya, tapi Alif sudah tahu semuanya itu, malahan Alif sempat menentang perjodohan Naira dengan Rio, karena Alif tahu bakal ada yang akan tersakiti jika perjodohan itu di lanjutkan yaitu Zahra Adek yang selama ini begitu sangat di sayangi dan di jaganya.


Taoi Alif tidak bisa berbuat banyak di tambah Naira yang sangat keras kepala, dan tantenya Ani ibu dari naira yang menyetujui permintaan anaknya agar di jodohkan dengan Alif.


Alif tidak habis pikir dengan tantenya itu, demi kebahagiaan anak yang satu ia tega menyakiti hati anak yang lainnya. begitu juga dengan om sandi ayah Naira dan Zahra hanya diam tanpa berusaha untuk menolak perjodohan itu.


terkadang Alif tidak habis pikir dengan keluarga itu, Naira dan Zahra adalah dua bersaudara kandung tapi mendapat perlakuan yang berbeda dari orang tuanya.


Alif melihat orang tuanya Zahra tersebut lebih menyayangi Naira dari pada zahra.itu terbukti seringnya Zahra mendapat perlakuan yang tidak baik dari kedua orang tuanya sehingga Zahra memutuskan untuk tinggal bersama nenek dan kakek ya ketimbang tinggal bersama mereka orang tua kandungnya.


" kapan kamu akan menengok ayah dan ibu mu dek " tanya Alif tiba - tiba yang di jawab acuh oleh Zahra


"dek..."


" buat apa kak " tanya Zahra memotong ucapan Alif yang belum selesai


" mereka juga nggak akan perduli kan aku ada tidaknya " ujar Zahra lagi kemudian mengambil coklat hangat di meja dan meminumnya pelan


" tapi mereka orang tua kamu dek" Alif mencoba menasehati dan mengingatkan Zahra


" orang tua ku kakek ,nenek om Adam dan Tante cindi kak" jawab Zahra sewot


Alif juga tidak bisa menyalahkan sikap zahra seperti ini kepada keluarganya dan bukan berarti Alif membenarkan sikap Zahra tersebut.


Alif dan Zahra sama - sama diam dan sama - sama larut dalam pikirannya masing - masing.


" Oya Ra, kata kakek kamu mau lanjut sekolah lagi ya" tanya Alif tiba - tiba


" iya bang ,dan kuliahnya baru di mulai bulan depan " jawab Arumi


" nggak capek apa kuliah terus " tanya Alif lagi


" ya nggak lah bang, kan memang udah cita - cita aku ingin sekolah sw tinggi - tingginya bang, dan itu baru S2 loh bang" jawab Zahra enteng


" kapan kamu nikahnya dek, klau dalam pikiran kamu itu sekolah terus" ujar Alif lagi


" Abang aja belum nikah malah nyuruh aku nikah" jawab Zahra sewot.


" jodoh Abang masih immunisasi dek " jawab Alif nyeleneh, Zahra ketawa terbahak - bahak mendengar ucapan Alif

__ADS_1


" ada tuh bang, yang udah siap nikah Tampa nunggu immunisasi nya lengkap" ujar Zahra


" si apa " tanya Alif penasaran


" Arumi bang teman aku,udah lama loh dia naksir Abang " jawab Arumi menggoda Alif


" ogah deh " jawab Alif sambil menyeruput coklat hangat nya


" ogah - ogah nanti jodoh loh bang " goda Zahra sambil menarik turunkan alis mata nya


" amit - amit deh" jawab Alif kesal karena di goda Zahra terus


Zahra ketawa melihat wajah dongkol alif


tiba - tiba Alif terdiam dan memandang Zahra yang sedang menyeruout coklat hangat nya dengan pandangan yang susah di artikan. Dalam diamnya Alif mamandang Zahra yang masih tertawa, entah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini


" teruslah tersenyum seperti ini Ra ..." ucap tiba - tiba tanpa lepaskan pandanganya pada Zahra.


Zahra kaget mendengar Alif berkata seperti itu, seketika Zahra mengalihkan pandangannya ke arah Arif yang duduk di sampingnya saat ini


" terus lah tertawa dan bahagia seperti ini, ingat dek mendung itu pasti berlalu, yakinlah dalam luka yang kamu rasakan saat ini akan ada bahagia yang akan menanti mu nanti nya." ujar Alif lagi,Zahra masih menatap Alif mencerna kata - kata yang di ucapkan Alif barusan.


kemudian Zahra memeluk Alif erat, " makasih bang,makasih sudah ada buat Zahra selama ini" ucap Zahra haru


" udah ah Melo - melonya ,udah malam tidur masukdan tidur " Alif melenggarkan pelukannya dan meyuruh Zahra untuk tidur karena sudah larut malam.


Zahra tersenyum dan berdiri dari duduknya mengikuti perintah Alif .


" Abang nggak tidur " tanya Zahra


" Abang bentar lagi dek, mau ngabisin ini dulu " jawab Alif sambil menunjukkan minuma coklat di tangannya yang belum habis


Zahra mengangguk - anggukkan kepalanya.


" Zahra tidur dulu ya bang" Zahra pamit untuk tidur duluan pada Alif kebetulan ia juga sudah merasakan kantuk saat ini


Alif melihat keprgian Zahra yang masuk kedalam rumah dan menghilang di balik pintu


" kasihan kamu dek, semoga deritamu di gantikan oleh kebagian yang tak terhingga nanti nya dek" gumam Alif

__ADS_1


__ADS_2