
Mia Menatap Zahra tak berkedip, tak percaya dengan apa yang di ceritakan Zahra padanya barusan.
Sesuai rencana mereka tadi sepulang kerja Zahra dan Mia bukannya langsung pulang ke rumah,mereka memilih untuk mampir dulu ke kedai penjual nasi uduk langganan mereka yang berada tidak jauh dari kawasan rumah sakit.
Sesampainya di sana memesan makan pada penjual nasi uduk ,Mia menagih janji Zahra untuk menceritakan apa yang tidak jadi di ceritakan Zahra di rumah sakit tadi.
Akhirnya sambil menunggu pesanan mereka datang ,zahra pun menceritakan kepada Mia tentang hubungannya dengan Rio yang sudah berakhir sejak beberapa bulan yang lalu.
Zahra menceritakan semuanya pada Mia tanpa ada yang di potong sama sekali Sampai pada kejadian Zahra yang jumpa Rio di kantin rumah sakit tadi siang .
" Gila ya tu orang ,udah punya istri masih juga ganggu anak gadis orang." ujar kak Mia geram .
" kamu nggak usah pikirkan orang seperti itu Ra, dia nggak mau pertahanin kamu dan lebih memilih nikah sama pilihan orang tuanya, tapi sekarang dia mendekati kamu lagi dan bilang masih cinta sama kamu., bener - bener stress tuh orang." uang Mia lagi ber api -api.
" Lagian kakak kamu juga aneh deh Ra, udah tahu kamu sama Rio itu udah dekat dan pacarannya udah lama, masih juga mau di jodohkan kan dengan Rio, Kakak nggak habis pikir deh Ra dengan mereka." kata Mia lagi menyampaikan unek - unek di kepala nya dengan kesal dan menggebu - gebu, masih untung warung nasi uduk nya tidak terlalu ramai.kalau ramai Zahra tidak bisa membayangkan betapa malunya mereka.
" udah mbak ah, malu di lihat orang, aku juga sudah nggak apa - apa kok kak, aku sudah ikhlas melepaskan mereka untuk bersatu.,apa lagi sekarang kak Naira sedang hamil "
" serius Ra ,tapi katanya nggak cinta, anak orang kok bisa hamil juga " ejek kak Mia
" hus kak, nggak boleh ngomong gitu, nama nya aja mereka suami istri, ya sah - sah aja kan kak !" jawab Zahra tenang.
" iya juga ya Ra." jawab kak Mia berfikir
Zahra hanya diam dan mengangguk - anggukkan kepalanya.
" jadi sekarang apa rencana kamu Ra"
" aku nggak ada punya rencana apa pun kak , yang ada sekarang aku lagi fokus pada sekolah dan karir ku kak, aku ingin menunjukkan pada orang tua ku, tanpa mereka aku bisa berhasil dan bisa punya pendidikan tinggi " ucap Zahra sedih
" aku capek kak, di bilangin anak pembawa sial.dan hanya sebagai beban untuk mereka " kata Zahra lagi menundukkan kepala
" kamu pasti bisa Ra, kakak yakin itu " Mia menggenggam tangan Zahra memberi kekuatan.
" kamu orang baik dan penyabar Ra, jangan pernah kamu sekali - kali.menundukkan kepala kamu pada orang yang mencaci mu, tapi tegakkan lah kepala mu sehingga mereka malu dan tak akan lagi mencemooh dirimu." ujar kak Mia lagi.
" makasih kak, udah menyemangati ku selama ini"
__ADS_1
" tidak perlu berterima kasi Ra, bagi kakak kamu adalah adik kecil kakak, dan sudah seharusnya kakak berbuat seperti itu pada adik nya bukan "
" makasih ya kak "Zahra tetap mengucapkan terimakasih pada mia " makasih kakak udah anggap Zahra adik, .Zahra juga sayang sama kak mi, kak Mia adalah kakak Zahra " ujar Zahra terharu .
Mia tidak mau lagi mengatakan apa - apa, Mia berdiri dan langsung memeluk Zahra sayang " kamu pasti bisa lewati ini semua Ra, kakak yakin itu, kamu wanita kuat " bisik Mia pelan .
" Udah malam, kita pulang yuk " Mia mengajak Zahra pulang karena hari yang sudah mulai larut malam .
Setelah membayar makanan yang sudah mereka makan ,Zahra dan Mia pulang ke rumah masing - masing dengan mengendarai motor masing - masing.
*****
" pa ,papa kenapa " cindi panik melihat ayahnya terlihat pucat dan lemas semenjak tadi pagi, " kita periksa ke dokter ya pa " bujuk cindi pada papa nya.
" papa nggak apa - apa kok cin, palingan istirahat sebentar aja sudah baikkan lagi " jawab papa cindi lemas
" tapi papa pucat loh pa " cindi tetap berusaha membujuk papanya untuk periksa ke rumah sakit.
memang sejak seminggu yang lalu tepat nya setelah pernikahan Alif dan Arumi di selenggarakan kondisi papa cindi atau kakek dari Zahra sudah mulai mengalami penurunan .
papa cindi sering mengeluh capek dan pusing.papa cindi juga terlihat sangat pucat dan tidak bersemangat dari biasanya.
Alif dan Arumi yang baru saja keluar dari kamar mendekati cindi yang terlihat duduk di samping kakek dan nenek sambil membujuk kakek untuk berobat,
" kakek kenapa ma ?" tanya Alif pada sang mama, dan ikutan duduk bersimpuh di depan pria renta di makan usia itu.
" kakek terlihat makin pucat lif, dan lemas.tadi aja kakek hampir jatuh ketika keluar dari kamar" cindi memberi tahu Alif , Alif memeriksa kondisi kakeknya sebentar , Alif memandang nenek dan mama nya ya sedari tadi sangat mencemaskan kondisi kakeknya.
Alif menarik nafas berat
" kita kerumah sakit ya kek " Alif mencoba membujuk sang kakek ,apa yang di bilang cindi benar , dari pemeriksaan Alif kondisi kakek memang tidak baik - baik saja. karena itu lah alif juga berusaha membujuk kakek nya untuk mau di bawa berobat ke rumah sakit, Alif tidak mau nanti kondisi kakek makin drop dan akan menambah kecemasan mama dan neneknya.
Tapi kakek tetap kekeh tidak mau dibawa berobat.
Alif diam memikirkan sesuatu, Alif ingat kalau kakek sudah keras kepala seperti ini biasanya akan luluh jika yang bicara itu Zahra.
Alife Merogoh kantong celananya dan mengambil ponselnya dari kantong celana itu, lagi mengotak Atik ponselnya mencari no Zahra.
__ADS_1
" kamu telpon siapa lif?" tanya cindi, ketika melihat Alif menghubungi seseorang lewat ponsel nya.
" Zahra ma, kakek akan nurut jika Zahra yang bicara " jawab Alif mulai menghubungi Zahra, tapi sudah dua kali Alif mencoba menghubungi Zahra, ponsel Zahra belum juga diangkat.
" Alif mencoba menghubungi Zahra lagi tapi tiba - tiba di cegah oleh kakek.
"Jangan hubungi Adek ma lif, kakek nggak mau dia cemas nantinya." ujar kakek melarang Alif Menghubunginya Zahra sambil memegang tangan Alif yang sedang menggenggam ponsel nya menghubungi Zahra.
" baik lah kita.kerumah sakit periksa " ujar kakek lagi dengan pasrah.
Alif menurunkan tangannya yang memegang ponsel lalu mematikan sambungan telpon yang tak kunjung di angkat oleh Zahra tersebut.
Alif menatap kakeknya lekat * kakek yakin ?' tanya Alif ragu pada kakeknya.
" iya, Adik mungkin sedang sibuk, jangan ganggu pikirannya dengan kabar yang tak baik , biar dia tenang dengan pekerjaannya dan pendidikannya." ujar kakek meyakinkan Alif dan yang lain.
" ya udah kali begitu kita siap - siap ke rumah sakit sekarang ya kek " Alif langsung berdiri dan membantu kakeknya berdiri untuk bersiap - siap ke rumah sakit.
Namun tiba - tiba kakek jatuh dan tidak sadar kan diri ketika akan berdiri, masih untuk Alif dapat dengan sigap menangkap tubuh renta sang kakek sampai tidak jatuh ke lantai, cindi, nenek dan arumi berteriak kaget,
" papa"
"Abang "
" kakek " terima mereka barengan dengan panggilan berbeda .
Alif cepat membopong tubuh kakek nya dan menidurkannya di sofa ,
" Alif siapkan mobil dulu" semuanya siap - siap ya,kita bawa kakek ke rumah sakit sekarang " ujar Alif pada nenek, mama dan istrinya ,Alif berusaha untuk tidak panik
Arumi yang memang seorang perawat memeriksa keadaan kakek dan berusaha membangunkan kakek
Tak lama kemudian Alif masuk kerumah lagi menjemput kakek dan membawanya ke mobil
" tekanan darah kakek sangat rendah bang " Arumi berusaha memberi tahu Alif sambil membantu Alif Bawa kakek ke dalam mobil.
" baik lah sayang, kita harus cepat sampai rumah sakit, sebelum kondisi kakek makin memburuk" jawab Alif
__ADS_1
Setelah semua masuk ke dalam mobil Alif pun melakukan mobilnya menuju rumah sakit dengan kecepatan yang di atas rata - rata.