CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 152


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, Rio dan Anton saling memberi kode untuk segera pergi ke cafe rumah sakit untuk menemui seseorang, Mereka berdua sudah membuat janji dengan orang tersebut untuk membahas sesuatu yang penting malam ini di cafe, lebih tepatnya Anton dan Rio lah yang lebih menginginkan pertemuan ini.


Sesuai yang sudah Rio dan Anton bahas siang tadi, dimana mereka harus pergi berdua ke cafe rumah sakit tanpa ada Mirna diantara mereka seperti biasanya.


Siang tadi Anton sengaja mengajak Rio untuk makan siang di kantin rumah sakit, Anton ingin membahas kasus hukum Naira bersama Rio, tapi tanpa Mirna.


Siang itu Rio dan Anton sedang terlibat percakapan yang sangat serius dia cafe rumah sakit, tadi nya rio dan Anton pamit ke Mirna dan Naira untuk pergi ke cafe rumah sakit untuk makan siang. sedangkan Mirna sendiri sudah terlebih dahulu makan siang, karena Naira minta tolong Rio untuk di belikan nasi Padang sebab Naira merasa tidak suka dengan makanan dari rumah sakit, setelah konsul ke dokter dan dokter mengizinkan akhirnya Rio pun membelikan nasi Padang untuk Naira dan mirna. Sedangkan untuk Anton dan dirinya, mereka memilih untuk makan di cafe rumah sakit saja.


Mereka tidak hanya pergi makan siang seperti yang mereka katakan pada Mirna dan Naira, tapi mereka juga akan membahas kasus hukum Naira yang sudah di laporkan oleh Aziz ke pihak berwajib.


Rio dan Anton sengaja membahas masalah ini berdua saja dan jauh dari mirna dan Naira, karena baik Anton mau pun Rio tidak ingin Mirna ikut campur dalam kasus ini, mereka sudah bisa menebak, jika Mirna ikut campur dalam menyelesaikan masalah ini, bukannya solusi yang mereka dapatkan, tapi masalah yang akan semakin bertambah, seperti yang sudah mereka ketahui Mirna juga sangat ingin Naira celaka, selain itu Rio dan Anton juga mempertimbangkan hubungan Mirna dan sandi yang tidak baik - bak saja, di tambah masalah semakin rumit untuk Anton karena hubungan bisnis nya dengan pak Widodo dan Aziz, sedangkan yang terlibat dalam kasus ini adalah putrinya sendiri.


Memang sejauh ini pak widodo dan aziz belum mengetahui hal ini, tapi Anton yakin suatu saat pasti mereka akan tahu juga karena ada sandi yang mengetahui tetang hal ini dan di tambah lagi Zahra adalah putri sandi.


Pastilah sebagai seorang ayang, sandi tidak akan membiarkan orang yang mencelakakan putrinya akan lepas begitu saja, apa lagi orang tersebut adalah anak dari wanita yang telah menghancurkan rumah tangganya.


Anton tidak dapat membayangkan, apa yang akan terjadi dengan perusahaannya jika pak widodo dan Aziz mengetahui hal ini.


Anton menarik nafas dalam berat dan membuangnya secara kasar, saat ini Anton bingung dan bimbang, satu sisi hatinya ia ingin Naira tahu siapa dirinya, tapi satu sisi yang lain mengatakan jangan sampai Naira tahu jika ingin perusahannya selamat.


Tapi sejauh ini, Rio dan Anton juga merasa bersyukur, ternyata Aziz dan keluarganya menepati janji mereka untuk mau memproses kasus Naira setelah Naira sembuh.

__ADS_1


" Jadi om, apa yang harus kita lakukan sekarang ? " tanya Rio menatap Anton yang dari tadi hanya diam saja.


" Om juga bingung Rio, seperti yang sudah om ceritakan, pak Widodo dan pak Aziz adalah rekan kerja om sendiri, om tahu betul gimana ayah dan anak itu di dunia bisnis" keluh Anton yang pusing memikirkan nasib Naira putrinya dan perusahaannya jika pak Widodo dan Aziz tahu siapa dirinya bagi Naira.


" Lalu apa om sudah punya rencana untuk langkah selanjutnya" Tanya Rio lagi yang dijawab gelengan kepala dari Anton


" Kamu sendiri, apa sudah punya rencana" tanya Anton balik bertanya pada Rio. Sama hal nya dengan Anton, Rio pun hanya menggelengkan kepalanya lesu.


" Aku pasrah om, bagai mana pun Naira salah di sini, aku berharap dengan cara ini Naira bisa insaf dan berubah dari sikapnya yang buruk itu, Sudah cukup rasanya selama ini aku meyakinkan Naira dan memberi pengertian pada Naira bahwa aku gak akan mungkin kembali dengan Zahra, tapi Naira tetap menganggap Zahra adalah penghalang di antara kami om" ujar Rio menyampaikan isi hatinya.


" Memang di awal pernikahan kami aku belum bisa menerima Naira sebagai istri aku om, tapi setelah melihat Zahra bahagia dengan kehidupannya dan rumah tangganya, aku aku mulai berpikir untuk melepas Zahra sepenuhnya dan belajar menerima naira, tapi Naira sangat keras kepala om " ujar Rio lagi.


Anton hanya diam mendengarkan Rio berbicara, dari ucapan dan pancaran mata Rio, Anton yakin Rio tidak berbohong.


" Tidak semudah itu Rio, kamu tahu sendiri bagaimana rumitnya hubungan antara aku, sandi dan Mirna." Anton menatap Rio dan menghela nafas dalam berat.


Anton Memnag sudah menceritakan semua masa lalunya dengan Mirna kepada Rio, termasuk bagai mana Mirna bisa menikah dengan sandi sehingga membuat rumah tangga sandi hancur dan Karena Mirna juga seorang anak hatinya terluka akibat di abaikan dan tidak di akui oleh ayah kandungnya sendiri.


Rio seakan tidak percaya ibu mertuanya itu bisa berbuat seperti itu, rasanya sangat mustahil, tapi Rio sendiri juga menyaksikan bagai mana perlakuan Mirna dan sandi dahulu terhadap Zahra, sehingga rasa tidak percaya itu terbantahkan.


Tapi tidak bisa di pungkiri, saat ini Rio juga sangat bersyukur dengan perubahan sikap sandi pada Zahra, paling tidak, walau pun terkesan terlambat, sandi mampu mengakui kesalahannya itu dan mau merubah semuanya ke arah yang lebih baik,.dan itu dapat di lihat Rio dari sikap sandi yang jauh berubah terhadap Zahra.

__ADS_1


" Aku yakin Aziz tidak akan melepaskan orang yang sudah mencelakakan istirnya, apa lagi sampai tidak sadarkan diri seperti itu " Anton menjedah ucapannya,


".Apa lagi sandi ayah nya Zahra, sandi Pasti tidak akan membiarkan Naira lolos begitu saja, seperti yang kamu tahu, hubungan sandi dan Naira tidak lah seperti dahulu lagi, setelah sandi tahu siapa Naira dan bagai mana liciknya Mirna, sandi tidak pernah peduli lagi terhadap Naira yang sudah ia manja sedari kecil walau pun Mirna yang Sampai saat ini masih berstatus istri sah nya sandi." Anton kembali menjeda ucapannya dan meminum Copi yang ada di depannya.


" Kamu sudah lihat sendiri kan Rio, semenjak Naira di rawat , sandi tidak pernah nampak ingin menjenguk Naira, jangan kan untuk melihat kondisi Naira, menanyakan Naira saja tidak pernah sandi lakukan " ujar Anton lagi


Memang, semenjak Naira di rawat, sandi hanya beberapa kali datang ke ruangan icu , tapi bukan untuk melihat kondisi Naira, sandi datang untuk membantu Aziz mengurus pelaporan kasus kecelakaan Naira ke pihak berwajib.


" Tapi kita belum mencobanya kan om ? " sahut Rio


Anton menatap Rio ragu " Apa menurut kamu ini akan berhasil ?" tanya Anton


" Aku tidak bisa berkata ini akan berhasil om, tapi apa salah nya kita coba terlebih dahulu "


Anton terdiam merenungi saran Rio, memang selama ini mereka belum mencoba untuk bernegosiasi dengan pihak Aziz dan sandi, mungkin saran Rio perlu di coba, apa pun hasilnya, yang penting sudah di coba dulu untuk melalui jalan damai, itu lah yang di pikirkan Anton saat ini.


" Baik lah, kita coba untuk menemui mereka, om telpon sandi dan Aziz dulu untuk buat janji bertemu, semoga aja mereka tidak keberatan " sahut Anton akhirnya menyetujui saran Rio, Rio menganggukkan kepalanya setuju.


Anton pun mengambil ponsel dan menghubungi sandi, setelah sambungan telponnya terhubung, Anton pun menyampaikan niat nya untuk bertemu dengan sandi dan Aziz,.setelah berbicara beberapa menit, sandi yang awalnya menolak akhirnya setuju setelah Anton menyampaikan maksud dan tujuan ia mengajak sandi untuk bertemu, dan pertemuan itu mereka sepakati malam ini.


Anton dan Rio lega, setelah sandi dan Aziz menyanggupi permintaannya untuk bertemu.

__ADS_1


Dan malam ini di sini lah Rio dan Anton saat ini, Rio dan Anton datang terlebih dahulu dari sandi dan Aziz, mereka janjian bertemu di cafe dekat rooftop rumah sakit tersebut, Aziz dan sandi sengaja memilih cafe tersebut, karena di sana ada ruangan private nya.dan Aziz sudah memboking ruangan itu untuk mereka malam ini.


__ADS_2