
Zahra menatap dalam mata Aziz , Zahra merasakan ke kedamaian dalam tatapan tersebut ,lalu Zahra menganggukkan kepalanya , aziz pun tersenyum senang
" aku tahu, kamu tidak mencintai ku Ra, tapi beri aku kesempatan untuk masuk dan mengisi hati kamu yang kosong sampai cinta itu ada untukku , aku akan sabar menunggu kamu mencintai ku Ra " ujar Aziz sambil membelai wajah cantik istrinya lembut.
Lagi - lagi Zahra menganggukkan kepalanya ,Aziz tersenyum senang," aku boleh peluk kamu Ra ?" tanya Aziz lembut dan pelan
Zahra kaget mendengar permintaan Aziz yang tiba - tiba , walau ragu Zahra tetap menganggukkan kepalanya, zahra sadar hubungan bersama Aziz saat ini bukan lagi hubungan biasa saja, tapi mereka sudah terikat dengan namannya pernikahan dan sah sebagai suami istri , Zahra sudah berjanji dalam hatinya akan belajar menerima Aziz sebagai suaminya. untuk itu ia mengizinkan aziz untuk memeluknya.
Aziz tersenyum ,dan langsung membawa Zahra kedalam pelukannya .
" jangan bersedih lagi Ra , ada aku di sini. jangan pernah ragu datang pada mu untuk menumpahkan semua keluh kesah mu, senang dan sedih mu Ra, aku suami kamu akan selalu ada untuk kamu " bisik Aziz di telinga Zahra, Zahra awalnya ragu membalas pelukkan aziz , kemudian ia mencoba memberanikan diri membalas pelukkan Aziz dan menganggukkan kepalanya mendengar bisikkan Aziz di telinga nya tadi .
aziz tersenyum " makasih Ra ,makasih sudah mau menerima aku sebagai suami kamu istri ku " bisik Aziz lagi.
Zahra tiba - tiba merasakan panas pada pipinya, Zahra makin mengeratkan pelukkan pada Aziz dan membenamkan wajahnya di dada bidang aziz Karana merasa malu dengan panggilan istriku yang di bisikkan Aziz barusan.
Aziz tersenyum melihat istri nya yang malu - mali tersebut. Aziz merasa istrinya sudah lebih tenang kemudian merenggangkan pelukannya dan mengajak Zahra untuk makan
" Sekarang kamu makan ya Ra, " ujar Aziz lembut menatap sambil menatap wajah Zahra lembut
" nggak nafsu makan dok " tolak Zahra, karena memang tidak bernafsu untuk makan .
" kamu harus makan Ra, aku nggak mau lihat kamu jatuh sakit, jika kakek tahu kamu tidak mau makan , kakek pasti akan sedih Ra " bujuk aziz supaya Zahra mau makan.
Setelah diam sejenak akhirnya Zahra menganggukkan kepalanya., Aziz tersenyum senang " aku suapi ya Ra " ujar Aziz sambil mengambil minuman dan membuka botol minum tersebut dan menyerahkan nya pada Zahra untuk di minum.
Zahra mengambil botol minum yang d berikan Aziz baru saja ia membuka mulutnya untuk menolak di suapi oleh aziz , tapi Aziz sudah terlebih dahu berucap " jangan menolak, aku akan suapi kamu dan memastikan makanannya masuk ke lambung kamu Ra, dan tidak ada bantahan " ujar Aziz tidak mau di bantah.
Aziz menyodorkan sendok yang sudah berisi makanan itu ke depan mulut istrinya, Zahra mantap Aziz cemberut karena tidak boleh menolak di suapi, " jangan cemberut begitu sayang ,makanan untuk di makan bukan untuk di pelototi " ujar Aziz sambil mengidam Zahra dengan panggilan sayang.
Zahra di panggil sayang oleh Aziz salah tingkah , dengan cepat Zahra menerima suapan pertama suaminya itu,Zahra lalu menundukkan wajahnya menyembunyikan wajahnya yang memerah akibat panggilan sayang Aziz ,Aziz menatap lucu Zahra yang melahap suapan yang di berikan nya Sambil malu - malu itu jadi gemas, andai saja saat ini mereka bukan di luar ruangan alias di dalam kamar mungkin Zahra sudah di terkamnya saat ini juga.
Aziz sadar.dari pikiran kotornya, ' kamu mikir apa sih ziz, sabar ziz, istri kamu sedang berduka jangan macam - macam dulu ' gumam Aziz dalam hati mengusir pikiran kotor yang melintas tiba - tiba dalam pikirannya ,maklum pengantin baru wkwkwkkw
__ADS_1
Aziz menyuapi Zahra dengan telaten dan sabar, Zahra sadar dari tadi Aziz hanya menyukai dirinya, Zahra lupa menanyakan Aziz sudah makan apa belum , Zahra memberanikan diri bertanya pada Aziz.
" Dokter sudah makan ?" tanya Zahra sambil menelan makanan yang ada dalam mulutnya.
" Aku akan makan setelah memastikan istriku selesai makan dan kenyang " jawab Aziz tenang sambil menyuapi Zahra lagi.
" nggak bisa gitu dong dok,,Zahra biar makan sendiri aja, dokter makan ya ke dalam , atau Zahra ambilkan makanan untuk dokter dulu ya " ujar Zahra sambil siap - siap mau turun dari ayunan hendak mengambilkan makanan untuk Aziz.
Aziz dengan sigap meraih tangan Zahra " mau kemana , makanan nya kan belum selesai ?" tanya Aziz pada Zahra yang sudah berlalu dari sana.
" mau mengambilkan makanan untuk dokter " jawab Zahra merasa bersalah sudah mengabaikan suaminya.
" Tidak perlu, aku nanti bisa ambil sendiri, sekarang kamu duduk dan lanjutkan makannya " perintah Aziz pada Zahra dan meminta Zahra kembali duduk meneruskan makannya dengan isyarat matanya.
Zahra menurut , Zahra kembali duduk dan menerima suapan makan demi suapan yang di berikan Aziz pada dirinya dengan diam.
Aziz tersenyum senang melihat istrinya yang sangat penurut itu.
Setelah beberapa suapan yang masuk kedalam mulutnya, Zahra mengangkat tangganya dan meminta Aziz untuk berhenti menyuapi dirinya karena Zahra merasa sudah kenyang
" Yakin sudah kenyang ?" tanya Aziz meyakinkan ,Zahra menganggukkan kepalanya sambil meminum air yang di berikan oleh Aziz.
" tapi makannya belum Hanis loh Ra "ujar aziz ragu ketika Zahra mengatakan sudah kenyang.
" Sudah dok, Zahra udah nggak sanggup lagi " ucap Zahra tanpa sadar sambil merengek manja.
Aziz tersenyum senang melihat Zahra yang sudah bisa santai berhadapan dengannya dan sudah bisa mengekspresikan keinginannya Dangan tengekkan manja dari sang istri
Aziz pun tidak mau lagi memaksa Zahra untuk makan, Aziz lalu dengan santai menyuapi makanan sisa Zahra kedalam mulutnya.
Zahra membulatkan matanya kaget melihat Aziz dengan santai makan makanan sisa dari dirinya yang tidak habis.
" Dokter, itu kan manan sisa Zahra, kenapa dokter makan ?" tanya Zahra kaget
__ADS_1
" Iya memangnya kenapa ?" balik tanya Aziz santai dan terus melahap makanan itu dengan lahap tanpa jijik sedikitpun .
" tapi dok, apa dokter tidak jijik ?" tanya Zahra lagi.
" kenapa harus jijik sih Ra, kamu kan istri aku, sama aku jijik dengan istri sendiri sih Ra ?" jawab Aziz tetap melahap makannya itu sampai habis.
Aziz lalu mengambil botol minum yang di minum Zahra tadi ,lagi - lagi dengan santainya Aziz meminum air minum bekas Zahra itu sampai habis.
Lagi - lagi Zahra kaget melihat Aziz yang minum dari botol yang Sama dengannya tanpa ada rasa jijik sama sekali.
" kenapa menatap aku begitu?" tanya Aziz santai
" Dokter itu makanan dan minuman kan bekas aku semua " ujar Zahra lagi ,Zahra bukannya menjawab tapi malah bertanya kenapa Aziz memakan dan minum sisa diri nya.
" Salah nya di mana Ra ?" tanya Aziz sambil menatap Zahra setelah meletakkan makanan dan minuman di atas meja di samping ayunan.
" ya salah dong dokter, masak dokter memakan dan minum sisa aku sih " jawab Zahra bingung.
" nggak ada yang salah Zahra, makan dan minum dari satu tempat yang sama dengan pasangan itu adalah salah satu sunah rasul dan cara rasul memanjakan istri -istrinya sehingga menciptakan rumah tangga yang langgeng " jawab Aziz sambil menatap Zahra lembut
" Mulai sekarang jika ada kesempatan kita akan selalu melakukan hal itu agar rumah tangga kita langgeng sampai kakek nenek " ujar Aziz lagi pada zahra , Zahra pun menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Aziz
Aziz mengelus kepala Zahra lembut sambil tersenyum senang , Aziz bersyukur ,walaupun mereka menikah mendadak tanpa ada pendekatan seperti orang - orang pada umunya , tapi zahra bisa menerima pernikahan ini dengan lapang dada, dan Zahra merupakan istri idaman bagi aziz , selain Sholeha Zahra juga istri yang sangat penurut .
Aziz bersyukur bisa menikah dengan Zahra .
Aziz sadar mungkin saat ini hanya ia yang mencintai istrinya itu pun tanpa Zahra ketahui ,tapi Aziz akan berusaha membuat Zahra untuk bisa mencintainya dalam waktu singkat walau aziz Haris bekerja keras untuk itu.
" Tahlilan akan di mulai , kita masuk yuk " ajak Aziz pada Zahra , Zahra pun setuju dan menganggukkan kepalanya.
Aziz.membatu Zahra merapikan hijabnya yang sedikit berantakan , kemuadian mereka berjalan beriringan masuk ke dalam rumah dan berbaur dengan keluarga dan para tamu yang lain yang sudah mulai berdatangan untuk mengikuti acara tahlilan untuk sang kakek.
Tanpa mereka sadari dari tadi ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka saat ini dari tempat yang berbeda , yang satu menatap tidak suka dan kesal melihat kebersamaan Zahra dan Aziz , pria itu mengepalkan tangannya melihat kemesraan Aziz dan Zahra , apa lagi saat Aziz mengelus kepala sambil menatap lembut gadis yang masih di cintainya itu. ada api cemburu di mata pria tersebut
__ADS_1
Sedangkan yang satu lagi menatap curiga dan cemooh pada Zahra yang sedang berduaan dengan lelaki yang tidak ia tahu siapa dan apa hubungannya dengan Zahra.