
Mia menatap Zahra tajam dengan kedua tangan di lipat depan dadanya. Zahra merasa gugup di pandang seperti itu oleh Mia, Zahra sudah paham dengan sikap Mia, jika Mia sudah Seperi ini itu tandanya Mia sedang serius dan tidak bercanda.
" Ada yang Mau kamu ceritakan sama kakak dek?!" tanya Mia dingin pada Zahra , Zahra merasa gugup dan bersalah pada Mia.
" kak maaf, sungguh Zahra juga kaget dengan semua ini kak, Zahra juga tidak tahu apa - apa sebelumnya.ini terlalu mendadak bagi ku kak " jawab Zahra yang tidak berani menatap mata Mia, Zahra hanya mampu menundukkan kepalnya .
Mia merasa kasihan.pada Zahra, Mia lalu mengambil kursi dan meletakkannya di hadapan Zahra, Mia duduk di kursi itu sambil menggenggam tangan Zahra.
" Apa yang sebenarnya terjadi ?" tanya Mia lembut , Mia yang semula terkesan garang kembali melunak ketika melihat Zahra yang gelisah .
" Bukannya kamu izin cuti karena kakek kamu sakit dan maaf beliau akhirnya meninggal karena sakitnya, tapi setalah kembali mengapa justru kabar tentang pernikahan kalian yang kamu umumkan dek ?!" tanya Mia hari - hati.
" Sebenarnya di hari itu, aku mendapatkan dua berita yang membuat aku sangat syok setelah aku Sampai di sana kak, dua berita yang pertama membuat aku menangis sampai aku merasa putus asa di tinggal kakek secara mendadak dan berita kedua yang membuat aku entah senang atau sedih , aku benar - benar tidak mengerti dengan itu, tapi aku memaksakan diri ku untuk memahami semua itu dan menerimanya dengan ikhlas kak " Zahra menjeda ucapannya, karena dadanya yang terasa sesak setelah meluapkan semua isi hatinya. Mia mengelus bahu Zahra memberi kekuatan pada Zahra.
" Aku Sampai di sana ketika kakek akan menghembuskan nafas terakhirnya kak " ujar Zahra lagi setelah merasa sedikit tenang , lalu dengan pelan dan mata yang basah Zahra mulai menceritakan bagaiman ia bisa menikah dengan aziz . Zahra menceriterakan semuanya tanpa ada yang di skip satu pun.
" Apa kah kamu sudah mencintai Aziz ?" tanya Mia menggoda Zahra, setelah Zahra menghentikan ceritanya .Zahra tersipu malu ditanya seperti itu oleh Mia. Zahra menundukkan kepalanya menutupi pipinya yang sudah mulai memerah.
" Kalau aku lihat dari sikap mu, sepertinya kamu sedang jatuh cinta pada suami dadakan mu itu dek " lagi - lagi Mia menggoda Zahra yang di akui Zahra benar adanya, tapi Zahra malu mengakuinya.
Zahra tiba - tiba menatap Mia sambil mengerutkan keningnya.zahra baru ingat, dari tadi Zahra merasa sikap Mia pada Aziz sangat lain dari yang biasanya ditambah Mia begitu santai memanggil Aziz dengan nama nya saja.
" Kak maaf sepertinya ada yang tidak aku ketahui deh, kenapa kakak terlihat.kesal tadi saat bicara dengan dokter Aziz ?" tanya Zahra menyipitkan matanya pada Mia.
" kakak mana yang gak kesal adek nya menikah tapi ia tidak di kabari sih dek " jawab Mia kesal.
" maksud kakak?!" tanya Zahra bingung dengan ucapan Mia yang menurut Zahra penuh dengan ambigu.
" Nanti kamu tanya saja pada suami resek kamu itu ya" jawab Mia yang hendak berdiri dari sana .
" Semoga kamu selalu bahagia ya dek, dan samawa ya, udah lanjut kerja, bentar lagi pertukaran shift , bukan kah kamu harus siap - siap jumpa mertua nanti sore " goda Mia sebelum berlalu dari sana.
Zahra hanya bisa menganggukkan kepalanya, memang kerja nya masih banyak yang belum selesai , karena tadi sempat tertunda ulah suaminya.
__ADS_1
****
Sementara itu sandi terlihat geram setelah mendapat laporan dari orang di kepercayaan nya , semenjak mendapatkan bukti tentang perbuatan Mirna dua puluh dua tahun yang lalu , sandi mulai meminta orang yang di percayanya untuk mengikuti Mirna kemana pun ia pergi.
Hari ini sandi benar - benar geram setelah mendapat laporan dari mata - mata nya itu, sudah hampir satu bulan ini Miran selalu bertemu dengan laki - laki lain di luar rumah tanpa sepengetahuan sandi.
Dan hari ini mereka bertemu lagi untuk kesekian kali nya, tapi di tempat yang berbeda, yang biasanya hanya di cafe atau di taman, hari ini sandi mendapat laporan jika Mirna janji bertemu dengan laki - laki yang sama di sebuah hotel bintang lima di kota itu.
sandi mengepalkan tangannya , kemarahannya makin memuncak ketika orang yang di minta sandi mengikuti Mirna mengirimkan bukti foto Mirna bersama pria itu masuk kedalam sebuah kamar hotel, dan beberapa foto lainnya di mana Mirna dan laki - laki tersebut berpelukkan mesra di atas ranjang kamar hotel tesebut.
" kamu tetap di situ, tunggu Sampai saya datang " saya mengirim pesan pada orang suruhannya tersebut , setelah pesan terkirim lalu sandi menghubungi sekretarisnya dan meminta sekretarisnya itu untuk masuk ke ruangannya
" Apa jadwal saya siang ini " Tanya sandi dingin.
Susan sedikit merinding menghadapi sikap dingin bosnya yang tidak seperti biasa yang ramah dan murah senyum itu, tapi Susan tidak berani bertanya pada sandi.
Susan lalu mencek lagi jadwal sandi untuk siang Sampai sore ini.
" saya tidak bisa datang, tolong kamu batal " ujar sandi dingin.
" maaf pak, perempuan tidak bisa di batalkan karena pertemuan ini sudah pernah di batalkan kemaren saat orang tua bapak meninggal," jawab Susan takut - takut, Susan takut bosnya akan Marah pada dirinya demi melihat mood bis nya yang tidak baik hari ini.
Sandi menarik nafas kasar, sandi kesal urusannya sama Mirna tertunda
" Tapi jika bapak memang berhalangan , pertemuan masih bisa di wakilkan kok pak " kata Susan lagi . sandi menatap Susan tajam.
" baik lah kalau begitu, tolong kamu minta wawan untuk menggantikan saya, saya sedang ada pekerjaan yang tidak bisa saya tunda " perintah sandi pada Susan yang meminta Wawan sang asisten untuk menggantikan dirinya.
" baik pak " jawab Susan lega.
" kamu boleh keluar " ujar sandi pada Susan , Susan pun keluar dari ruangan sandi, Susan langsung menarik nafas lega .
Tak lama kemudian , pintu ruangan sandi terbuka tanpa bicara apa pun dengan langkah tergesa - gesa, sandi melangkah keluar kantornya menuju parkiran di mana supirnya sudah menunggu di sana .
__ADS_1
" Tolong antar aku ke hotel nirwana sekarang " perintah sandi pada sang supir. supir sandi mengagumkan kepalanya patuh sambil menutup pintu penumpang.
Tidak menunggu lama, sandi sudah sampai di hotel yang ia tuju. sandi langsung keluar dari mobil sambil menelpon orang suruhannya .
" Kamu di mana, saya sudah di lobi hotel " tanya sandi tanpa basa - basi lagi
" saya masih di lantai lima pak, di depan kamar Bu Mirna dan laki - laki itu, kamarnya 517 pak " jawab orang suruhan sandi.
Sandi langsung mematikan ponselnya setelah mengetahui no kamar yang di booking Mirna dan selingkuhannya itu.
Sandi langsung menuju lantai lima tempat yang di bilang orang suruhannya .
Setelah sampai di lantai lima, sandi melihat orang suruhannya berada di dekat sebuah kamar yang di yakini Aziz adalah kamar yang di gunakan mirna.sandi mendekati orang suruhannya tersebut, walau pun hatinya di selimuti kemarahan sandi berusaha untuk tenang.
Melihat kedatangan sandi, orang suruhannya menundukkan kepalanya memberi hormat
" Sudah berapa lama mereka di dalam " tanya sandi dingin pada orang suruhannya itu.
" kurang lebih sudah hampir dua jam pak " jawab orang suruhan sandi.
" kamu sudah mendapatkan kunci cadangnya " tanya sandi lagi, tadi sandi memang meminta orang suruhannya itu meminta kunci cadangan kamar Mirna ke bagian resepsionis, awalnya bagian resepsionis tidak mau memberikan dengan alasan privasi klien nya, untung hotel tersebut adalah milik rekan bisnis sandi, dan sandi pun meminta tolong pada rekan bisnis nya tersebut sehingga orang suruhannya berhasil mendapatkan kunci cadangan kamar itu.
" Sudah pak " jawab orang suruhan sandi sambil memberikan kunci cadangan itu kepada sandi.
" buka pintunya " perintah sandi pada orang suruhannya itu
Tanpa banyak bicara orang suruhan sandi, langsung membuka pintu kamar itu.
cklek ..
Pintu itu pun terbuka dengan sempurna , sandi masuk ke kamar itu tanpa permisi.
".Abang.."
__ADS_1