
Aziz terbangun ketika terdengar suara azan subuh yang berkumandang dari mesjid memanggil umatnya untuk melaksanakan sholat subuh.
Aziz mengerjakan matanya menyesuaikan dengan pencahayaan kamar tidur yang di hasilkan dari lampu tidur kamar itu.
Aziz merasakan tangannya yang sedikit pegal,ia memalingkan kepalanya ke samping kanannya, Zahra masih tertidur lelap berbantalkan lengan tangan Aziz dan sambil memeluk dirinya.
Aziz tersenyum ketika melihat Zahra yang masih tertidur lelap di tangannya itu, bahu pulus istrinya terbuka akibat selimut yang menutupi tubuh istrinya sedikit melorot, Aziz kembali teringat peristiwa yang tidak akan pernah ia lupakan tadi malam.itu adalah pengalaman yang sangat istimewa untuk dirinya dan Zahra.
Akhirnya setelah menempuh perjuangan yang cukup panjang selama dua Minggu ini, ia berhasil mendapatkan cinta istrinya dan telah berhasil meng anboksing istrinya semalam.
puas menatap istrinya, Aziz dengan pelan - pelan memindahkan kepala Zahra ke atas bantal, Aziz melakukannya dengan sangat hati - hati agar istrinya tidak terbangun, Aziz berniat akan membangunkan istrinya ketika ia sudah selesai membersihkan dirinya nanti.denagn pelan, Aziz turun dari tempat tidur, dan berlalu kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi Aziz untuk membersihkan tubuhnya.aziz keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar dan wangi.
Aziz mendapati istrinya masih terlena dalam tidur nyenyak nya. Aziz mendekati Zahra yang masih nyaman dalam balutan selimutnya. sambil tersenyum Aziz merapikan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya itu.
" Sayang, bangun yuk,nanti waktu subuh nya keburu habis loh" Aziz membangunkan Zahra untuk mengajak Zahra sholat subuh berjamaah.aziz membangunkan Zahra sambil membelai wajah istrinya dan memainkan hidung mancung milik istrinya itu.
Zahra merasa terusik oleh belaian Aziz di wajahnya.zahra mengerjab kan matanya sejenak, ia melihat suaminya duduk di tepi tempat tidur sambil memandang dirinya yang baru bangun tidur.
" udah subuh ya bang," tanya Zahra serak dengan suara bangun tidurnya.
" udah yuk bangun " jawab Aziz yang tidak melepaskan pandangannya dari sang istri
" Bentar lagi ya bang, Zahra masih ngantuk nih " Zahra kembali memejamkan matanya yang terasa masih mengantuk itu.
" capek atau mengantuk sayang " Aziz menggoda istrinya yang kembali hendak memejamkan matanya itu.
Zahra yang berniat memejamkan matanya kembali membuka matanya lebar menatap aziz kesal dan malu.zahra menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya menahan malu ketika mengingat kegiatan panas mereka tadi malam,aziz pun tersenyum dan merasa lucu melihat tingkah istrinya yang malu itu .
" Kok di tutup sih sayang " sahut Aziz sambil menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya, namun Zahra berusaha menahan selimut nya agar tidak ketarik oleh Aziz dan menampakkan wajah nya yang sedang memerah karena malu saat ini.
" gak mau, malu bang " tolak Zahra dari dalam selimut.
" kenapa harus malu sih sayang, Abang udah lihat semua kok, malahan udah memegang dan merasakannya juga " goda Aziz lagi.
Zahra membuka selimutnya sebatas wajah dan menatap Aziz kesal.
__ADS_1
Aziz makin tertawa lebar, Azi melihat istrinya makin cantik ketika kesal begitu.
" Udah ah yuk bangun, nanti subuhnya keburu habis nih " sahut Aziz mengajak Zahra bangun untuk sholat subuh.
" Atau masih mau mengulangi yang semalam lagi ?" sahut Aziz menggoda Zahra lagi karena masih malas untuk bangun.
" gak mau sholat aja " sahut Zahra sambil duduk dari berbaringnya..
Aziz melotot kan matanya dan menelan Saliva nya kasar menatap pemandangan indah di depan nya.
Zahra duduk tiba - tiba membuat selimut yang menutupi tubuhnya melorot ke bawah pangkuannya sehingga menampakkan bukit kembarnya yang Ter ekspos sempurna, Zahra tidak menyadari jika ia semalam langsung tertidur dalam keadaan naked karena merasa kelelahan di ajak olah raga sampai dini hari oleh Aziz, mereka melakukannya hampir tiga ronde karena Aziz yang terus meminta sehingga Zahra tidak tega menolaknya ,jadilah mereka baru bisa tidur menjelang pagi.
" Sayang, kamu sengaja menggoda Abang ya " sahut Aziz yang tidak lepas memandang pemandangan indah di depannya.
Zahra mengalihkan tatapannya pada pandangan yang di tuju aziz saat ini, Zahra kaget melihat tubuhnya yang setengah terbuka itu, Zahra dengan cepat menarik selimut nya yang melorot menutupi tubuhnya sampai batas lehernya. muka nya seketika memerah menahan malu , Zahra kesal karena kecerobohan nya.
" kalau masih mau, Abang siap kok sayang, tapi kita sholat subuh dulu ya " Aziz tak henti - hentinya menggoda istrinya itu.
" Abang pagi - lagi kok mesum sih" sahut Zahra kesal bercampur malu. Aziz kembali tertawa lebar mendengar ucapan istrinya yang kesal terhadap dirinya itu.
Melihat istrinya mau turun dari tempat tidur Aziz dengan sigap berdiri di hadapan istrinya hendak membantu istrinya itu untuk turun dan mengantarnya ke kamar mandi.
" Abang mau ngapain " tanya Zahra heran.
" Mau bantu kamu ke kamar mandi sayang " jawab Aziz.
" Gak usah bang, Zahra bisa sendiri kok " tolak Zahra karena merasa yakin bisa melakukannya sendiri, lagian ia masih malu karena tubuhnya hanya berbalut selimut aja.
" Yakin kamu bisa sayang " tanya Aziz ragu
" iya" jawab Zahra yakin, namun ketika hendak menurunkan kakinya dari tempat tidur Zahra merasakan nyeri pada bagian bawah nya, Zahra meringis menahan sakit, sementara Aziz tetap berdiri di samping Zahra tanpa ada pergerakkan sama sekali tapi tatapannya tidak lepas dari Zahra .
Zahra mencoba berdiri pelan - pelan sambil menahan sakit pada bagian intinya. ketika akan melangkahkan kakinya Zahra hampir saja terjatuh karena tidak bisa menahan keseimbangan tubuhnya sambil menahan nyeri.
Aziz dengan sigap langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya masuk kekamar mandi.
Zahra kaget karena di gendong Aziz tiba - tiba, dan lebih malu lagi ia di gendong dalam ke adaan naked tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya karena di saat hendak menggendongnya tadi Aziz menarik selimut yang menutupi tubuhnya polosnya.
__ADS_1
" Sudah Abang bilang, kamu pasti akan kesakitan kalau paksakan berjalan, tapi kamu ngeyel juga " sahut Aziz mengomeli istrinya itu.
Zahra hanya bisa diam dan pasrah dalam gendongan Aziz, bagai manapun Zahra membenarkan ucapan suaminya itu.zahra membenamkan kepalanya ke dalam dada bidang suaminya , menutupi pipi merahnya yang sudah seperti tomat matang itu.
" Kenapa di sembunyikan sih sayang " tanya Aziz, melihat istrinya yang mulai malu - malu itu membuat jiwa penggodanya bangun lagi.
" Kan Zahra malu bang " jawab Zahra pelan hampir tidak terdengar .
" ngapain malu, Abang udah lihat semua kok, lagian sudah halal juga kan " jawab Aziz tersenyum sambil meletakkan tubuh Zahra pelan kedalam bathtub yang sudah berisi air hangat, tadi sebelum membangun kan Zahra Aziz sudah menyiapkan air hangat dulu untuk istrinya itu berendam sejenak.
" Kamu berendam sebentar ya, biar nyerinya berkurang, baru setelah itu mandi bersih ya " ujar Aziz sambil mengecup kepala Zahra .Zahra menganggukkan kepalanya .
" Abang tunggu di luar ,kalau udah selesai panggil Abang ya" perintah Aziz lagi. lalu Aziz keluar dan menutup pintu kamar mandi dan membiarkan istrinya berendam sebentar untuk mengurangi nyeri yang di rasakan oleh istrinya itu.
aziz mendekati tempat tidur dan tersenyum puas plus senang menatap akibat dari perbuatannya tadi malam , Aziz mengalihkan tatapannya ke arah pintu kamar mandi sejenak, lalu mengambil ponselnya mengabadikan noda bercak merah di alas kasurnya sambil tersenyum bahagia.
setelah mengabadikan noda tersebut ,Aziz menatap hasil gambar yang di ambilnya, ' makasih sayang sudah menjaga nya selama ini hanya untuk ku ' gumam Aziz pelan dengan senyum yang tak hilang dari bibirnya.
Aziz lalu membuka Seprei itu dan menggantinya dengan yang baru kemudian menarik seprei itu kedalam tempat kain kotor.
Aziz lalu menyiapkan baju ganti untuk istrinya dan dilanjutkan menyiapkan dua sajadah untuk ia dan istrinya Karena mereka belum melaksanakan sholat subuh.
Zahra keluar dari kamar mandi dan berjalan pelan ke arah tempat tidur, di sana sudah ada baju ganti untuk dirinya yang telah di siapkan oleh Aziz dan tidak hanya itu, tempat tidur pun sudah di rapikan Aziz dan seprainya pun sudah di ganti . lalu Zahra menatap ke arah tempat sholat, di sana juga sudah siap tinggal menunggu dirinya selesai berpakaian kemudian sholat bersama suaminya.
" Sudah selesai mandinya sayang, kok gak panggil Abang " tanya Aziz mendekati Zahra.
" Zahra bisa sendiri kok bang, lagian sakitnya sudah mulai berkurang kok " jawab Zahra tersenyum malu.
" Abang yang udah siapin ini semua? kok gak tunggu Zahra sih bang " tanya Zahra sambil menunjuk ke arah tempat tidur mereka dan tempat mereka melaksanakan sholat nanti.
" Iya Abang yang bereskan semua , biar hemat waktu sayang "jawab Aziz dan membelai wajah istrinya
" Ayo pasang bajunya, habis itu kita sholat " sahut Aziz lagi yang meminta Zahra memakai bajunya cepat.
Zahra menganggukkan kepalanya, setelah memakai bajunya, Zahra dan Aziz langsung melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Setelah selesai sholat Seperi biasa, Zahra mencium tangan suaminya dan Aziz pun mencium puncak kepala istrinya.sungguh damai pemandangan itu di lihat.
__ADS_1