CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 102


__ADS_3

Sandi sedang duduk di taman seorang diri. hidupnya terasa sepi semenjak kepergian intan, walau pun sandi sudah menikah dengan Mirna, tapi sandi tidak bisa sedikit pun melupakan intan.


Kehadiran intan sangat berarti dalam hidupnya. Sejujurnya semenjak kepergian intan yang tidak pernah di sangka nya itu telah menghancurkan kehidupan sandi. Sandi sangat terluka, hidupnya terasa hampa tampa warna.


Sandi sering menghabiskan waktunya duduk di taman rumahnya itu kala rasa rindu terhadap kekasih hatinya itu mendera, Hanya taman ini tempat sandi bisa mengenang kenangan indahnya bersama intan, karena semua yang ada di taman ini adalah hasil tangan intan, intan yang sudah membuat taman ini indah dan intan juga yang sudah memilih dan menata semua tanaman di taman ini.


Intan sangat mencintai keindahan. karena itu lah sandi membeli rumah ini untuk intan, rumah yang mempunyai taman yang luas sehingga intan leluasa menghabiskan waktunya menata dan mempercantik taman itu.


Untuk itu lah semenjak intan tiada, sandi selalu meminta pada tukang kebunnya untuk selalu menjaga dan merawat semua tanaman di taman itu dan jangan pernah merubah tatanan taman itu apa lagi membiarkan tanamannya layu atau mati.


Selain taman di rumah itu, satu lagi ruangan di rumah itu yang tidak boleh di sentuh oleh sandi, yaitu kamar utama yang pernah ia dan intan tempati dulu sewaktu mereka menjadi pasangan suami istri.


kamar itu selalu di rawat dan di jaga kerapiannya dan kebersihannya, dekorasi kamar itu tidak pernah di robah sandi, seperti apa kamar itu terakhir di tinggalkan oleh intan Seperi itu lah sampai saat ini, hanya seprei dan gorden kamar itu yang di ganti, itu pun harus dengan seprei dan gorden kesukaan intan.


sandi tidak membolehkan ada orang yang masuk ke kamar itu selain dirinya dan bik Titin art kesayangan intan.


Mirna pernah secara diam - diam ingin melihat ruangan yang selalu terkunci itu, tapi tidak berhasil karena sudah ketahuan sandi duluan.


Semenjak intan pergi dan Mirna yang Memaksa masuk dan tinggal di rumah itu, sandi secara diam - diam memasang cctv di sekitar rumah itu, sebenarnya sandi tidak ada maksud lain, sandi hanya menjaga agar kamar pribadinya bersama intan tidak ada yang memasuki kecuali bik Titin yang sudah ia percaya.


Dan sekarang pun walau pun yang tinggal di rumah itu tidak ada art, sandi tetap tidak mengizinkan Mirna untuk masuk ke kamar itu, sandi dengan diam - diam akan meminta bik Titin untuk membersihkan kamar itu, dan itu pun ketika Mirna tidak berada di rumah atau sedang belanja ke pasar.


Tapi siapa yang menyangka ternyata cctv yang di pasang nya saat itu sangat berfungsi saat ini.


Berkat cctv itu, sandi dapat mengetahui niat busuk Mirna dan Anton terhadap dirinya dan Zahra.

__ADS_1


Sandi sengaja tidak berbuat apa - apa saat ini, sandi ingin melihat sejauh apa rencana Mirna dan Anton terhadap dirinya dan Zahra, untuk itulah sandi Sampai saat ini pura - pura tidak mengetahui rencana busuknya itu.


Dan kejadian hari ini, sandi juga sudah mengetahuinya,.sandi sebenarnya sangat marah dan geram ketika Mirna memfitnah intan dan Zahra lagi. Tapi sandi mencoba untuk menahan kemarahannya saat ini, sesuai dengan saran dari Adam, sandi akan lebih bersabar lagi untuk sementara waktu sampai saat itu tiba.


Yah semenjak sandi mengetahui Adam tahu kebusukkan dan kelicikan mirna, dan semenjak kejadian makan siang itu, hubungan sandi dan Adam kembali membaik.sandi dan Adam saling bekerja sama untuk menghancurkan Mira. dan Anton .


sandi sudah menyelidiki siapa Anton ,yang tak lain ada lah pemilik sebuah perusahaan kecil , dan Anton selalu menjalan kan usahanya dengan cara yang licik.


" Ayah .." sandi menarik nafas kasar ketika ia mendengar seseorang memanggilnya ayah dari belakang nya. Sandi merasa sangat terganggu dengan kehadiran orang tersebut,saat ini sandi hanya ingin sendiri, sandi tidak ingin ada yang mengganggunya di saat ia sedang berada di taman itu sendirian.


Jika sandi berada di taman atau di kamar utama ia dan intan dulu, itu artinya sandi sedang ingin sendiri dan ingin bersama intan gadis tambatan hatinya, hanya dengan cara ini lah, sandi merasa sangat dekat dengan intan.tapi sekarang kesayangannya harus di ganggu dengan kedatangan orang yang tidak ingin di temuinya saat ini.


Dahulu sandi memang begitu sangat menyayangi Naira dan kasih sayang nya pada Naira tidak dapat di bandingkan dengan kasih sayangnya pada Zahra, karena dahulu sandi memang tidak pernah menyayangi Zahra karena dulu sandi menganggap Zahra bukan lah putrinya sepeti yang di katakan oleh Mirna pada dirinya , dan sandi lebih menyayangi Naira karena saat itu sandi menganggap naira lah satu - satunya putri kandungnya.


Itu dulu sebelum sandi mengetahui siapa Mirna dan mengetahui siapa ayah kandung Naira.


Sandi mulai tidak menyukai Naira, selain karena kebohongan Mirna sandi mulai tidak menyukai Naira karena Naira suka dan tidak pernah berhenti menyakiti Zahra putri kandungnya.


" Ayah aku mau bicara dengan ayah " sahut Naira mendekati sandi yang duduk di taman itu dengan nada yang tidak sopan.


Naira berdiri di hadapan sandi sambil melipat tangannya di depan dada.


Sandi mendengus kasar, Naira sangat jauh jika di bandingkan dengan Zahra, Zahra selalu berkata lembut, tidak seperti Naira yang berlaku kasar dan bicara tidak sopan.


Sandi tersenyum miris, ia merasa sangat kasihan dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


Zahra putri kandungnya, tumbuh dengan sangat baik, Zahra tumbuh menjadi gadis yang cantik dan baik, tidak hanya itu, Zahra juga sangat sopan dan santun pada orang yang lebih tua dari nya, nilai plus lagi dari Zahra, ia tumbuh menjadi gadis yang Sholeha, tidak seperti Naira yang tumbuh menjadi gadis manja, kasar dan tidak pernah menghargai orang tua, Zahra tega membentak orang tuanya Jika keinginannya tidak di penuhi.


Tapi sayang semua kebaikan sikap Zahra tidak ada sedikit pun andil dirinya dalam mengajari putrinya itu, putri nya tumbuh atas ajaran kakek, nenek, Tante dan oom nya yang sangat menyayangi Zahra melebihi anak kandung mereka , tidak seperti sandi yang hanya bisa menyakiti hati putrinya itu, sandi sangat merasa bersalah jika mengingat itu semua. kewajiban yang harus ia emban untuk putrinya telah di lakukan dengan baik oleh keluarganya.


Dan apa yang di lakukan sandi, ia malah menyayangi dan memanjakan anak yang bukan darah dagingnya sendiri.


" Ayah, kok diam aja sih, Naira udah capek ngomong dari tadi, ayah kok diam aja " sahut Naira meraih tangan sandi dan menggoyangkan tangan sandi .


Sandi memang tidak mendengar baik apa yang di bicara kan Naira, saat ini hati dan pikirannya sedang tertuju pada intan dan Zahra dua wanita yang sudah di sia - sia kan nya selama ini.


Cek


sandi mengibaskan tangan Zahra kasar, ia tidak suka ketenangannya saat ini di ganggu oleh siapa pun,.apa lagi oleh Naira dan mirna.


".Ayah sedang tidak ingin membahas apa pun saat ini ,.sekarang kamu masuk tinggalkan ayah sendiri disini " sahut sandi tanpa menatap Naira


".Lagian bukannya kamu lagi hamil, udara malam tidak baik untuk ibu hamil." ujar sandi lagi.


Naira menghentakkan kakinya kesal, ia sudah capek bicara dari tadi, tapi sandi tidak ada menyimaknya sedikitpun,.dan sekarang , sandi malah mengusirnya dari sana .


" Tapi ayah, ini harus di bahas " sahut Naira tetap ingin membahas tentang ibunya yang di perlakukan tidak adil oleh sandi.


" Ayah bilang ayah tidak mau di ganggu, sekarang kamu masuk " sahut sandi menatap Naira dingin .


Naira merasa ciut nyalinya seketika,Naira belum pernah melihat sandi semarah itu pada dirinya selama ini, bahkan semenjak ia kecil sampai sekarang.

__ADS_1


" Ayah tidak mau mengulangi ucapan ayah, jadi lebih baik sekarang kamu masuk " sahut sandi lagi dan memalingkan wajahnya menatap ke depan.


Naira menghentakkan kakinya kesal dan berlalu dari sana , bagai manapun Naira akan memilih aman dulu, ia tidak mau menjadi pelampiasan kemarahan ayah nya, Naira berpikir saat ini ayahnya sedang dalam tidak baik - baik saja, mungkin ia akan mencoba bicara lagi dengan ayahnya itu setelah sandi lebih tenang sedikit.


__ADS_2