
Menjelang sore, Aziz dan Zahra sudah sampai di daerah tempat kakek akan di makam kan. Setalah sadar dari pingsan nya Zahra Meminta Aziz untuk mengantar kan dirinya untuk pulang ,Zahra ingin menemui kakek sebelum jenazah sang kakek di makam kan.
Setelah memastikan kondisi Zahra sudah membaik ,akhirnya Aziz membawa Zahra pulang . Sebelum pulang ke rumah Aziz terlebih dulu mengabari Alif dan mengabari jika Zahra sudah di izinkan pulang oleh pihak rumah sakit.san sekarang ia dan Zahra akan menuju ke rumah, tapi Alif meminta Aziz untuk langsung membawa zahra ke pemakaman saja, Karena proses pemakaman kakek akan dilakukan sore ini juga.
Aziz pun menyetujui saran Alif, setelah membuka map yang di kirim Alif, Aziz melajukan mobilnya ke arah makan di mana kakek Zahra di makam kan, dalam perjalanan tidak ada satu kata pun yang terucap di.antara mereka. Aziz sangat paham dengan kesukaan Zahra saat ini, oleh karena itu Aziz memilih untuk membiarkan Zahra yang terus diam sampai saat ini. Sesekali Aziz menatap Zahra yang masih betah menatap keluar jendela , air mata kesedihan masih menetes membasahi pipi mulus gadis itu, wajah cantik itu sudah mulai sembab karena tidak berhenti menangis dari tadi.
Aziz menatap Zahra sendu, melihat Zahra seperti itu, hatinya merasa sakit . Tapi Aziz sadar ia tidak bisa berbuat banyak saat ini, karena Zahra belum tahu status mereka apa saat ini.zahra masih beranggapan Aziz hanya lah sebagai seorang dokter di tempatnya bekerja.
Aziz merasa takut dan tidak bisa membayangkan bagai mana reaksi Zahra nanti ketika Zahra tahu jika mereka sudah menikah dan sudah berstatus sebagai suami dan istri.
Aziz takut Zahra akan menolak pernikahan mereka yang tidak terencana sama sekali .
Aziz memarkirkan mobilnya di daerah parkiran pemakaman .
Alif membantu Zahra keluar dari mobil ,dan menuntun Zahra ke tempat kakek di makam kan.Awalnya Zahra merasa risih ketika Aziz memeluk pundaknya sambil berjalan, tapi kerana tubuhnya yang masih sangat lemah, akhirnya Zahra membiarkan Aziz menuntunnya untuk berjalan.
Di sana pelayat sudah ramai melepas pemakaman kakek, melihat kehadiran Zahra dan Aziz, Alif langsung menyambut mereka dan membantu menuntun Zahra untuk mendekat ke arah tandu di mana jenazah kakek berada saat ini .
Aziz menolak ketika Alif menawarkan untuk mengambil alih menuntun Zahra berjalan.Aziz merasa sebagai suami ini adalah tugasnya, suka dan suka ia harus mendampingi Zahra. Alif yang melihat penolakan aziz paham dengan maksud aziz, Alif pun tetap membiarkan Zahra di tuntun oleh Aziz untuk berjalan. Alif juga paham dengan status Aziz dan Zahra saat ini, dan wajar jika aziz ingin melindungi Zahra dan selalu siap berada di samping Zahra .
Zahra berjongkok di samping beranda jenazah kakek , kakek memeluk beranda kakek sambil menangis pilu sambil memanggil kakek dan minta maaf pada sang kakek.
Azizi mengelus punggung Zahra lembut dan membisikkan kata - kata mendukung dan memberikan kesabaran pada Zahra.
Karana hari sudah mau petang akhirnya keluarga memutuskan untuk tidak menunda - nunda pemakaman kakek lagi, kakek pun segera di makam kan. setelah pemakaman dan di tutup oleh doa, satu - satu pelayat sudah mulai berangsur pergi dari daerah pemakaman tersebut.
__ADS_1
Zahra masih betah berada di pemakaman itu sambil memeluk papan nama kakek, air mata masih mengalir di pipinya, Sudah banyak yang berusaha membujuk Zahra untuk pulang ,tapi Zahra tetap menolak .
Saat ini yang tertinggal hanyalah mereka berempat siapa lagi kalau buka alif, Zahra dan aziz.
Karena hari sudah memulai gelap, akhirnya Alif memaksa Zahra untuk pulang, dengan berat hati Zahra pun mengikuti Alif, Arumi dan Aziz untuk pulang.
Sampai di rumah Zahra di bantu Arumi memasuki rumah, Alif dan Aziz mengikuti dari belakang.
Ternyata di rumah keluarga keluarga nya sudah berkumpul menantikan kepulangan mereka. Cindi mendekati Zahra dan memeluk Zahra penuh kasih, memang di antara mereka Zahra lebih merasa kehilangan sosok kakek dalam hidupnya , semua orang memahami itu, Karena Zahra begitu dekat dengan sang kekek.zahra tidak hanya menganggap kakek sebagai seorang kakek, tapi juga sebagai pengganti ayah nya.karena selama ini kakek selalu ada untuk Zahra.,kasih sayang yang tidak ia dapatkan dari sang ayah, maka kakek lah yang sudah menggantikannya.
Cindi mengajak Zahra duduk, Zahra mengedarkan pandangannya ,Zahra baru sadar, ternyata di ruangan itu tidak hanya keluarganya yang ada di sana, tapi selain Aziz juga ada seseorang yang sangat di segani di tempat ia bekerja siapa lagi kalau bukan pak Widodo beserta istrinya Susan.
Zahra menganggukkan kepalanya dan mengatupkan kedua tangannya di dada menyapa kedua orang itu sambil tersenyum .
Zahra bingung, kenapa bisa ada si pemilik rumah sakit tempat nya bekerja ada di rumahnya, dan hadir di pemakaman kakeknya.
Adam menganggukkan kepalanya pada sandi sebagai tanda mempersilahkan sandi untuk menjelaskan semuanya pada Zahra .
Sandi menarik nafas dalam sebelum memulai berbicara.
" Nak , mungkin ini bukan waktu yang tepat bagi kami untuk membicarakan ini pada mu, karena masa berkabung yang kita alami dengan kepergian kakek saat ini " sandi mulai berbicara sambil menatap Zahra lembut. sandi menjeda ucapannya , sandi ingin melihat respon Zahra terlebih dahulu sambil mencari kata - kata yang pas untuk di sampaikan. kepada Zahra agar Zahra tidak salah paham.
" sebelum kakek meninggal, kakek meminta pada papa dan Alif untuk bisa melihat kamu menikah sebelum beliau pergi. dan saat kami kebingungan menerima atau menolak permintaan kakek, tiba - tiba Aziz datang dan bersedia menikah dengan kamu nak, atas restu dan izin dari kakek akhirnya Aziz saat itu juga menikahi kamu, sebenarnya kami ingin menunggu kamu datang dulu baru ijab kabul di laksanakan , tapi melihat kondisi kakek yang semakin menurun dan tidak memungkinkan untuk menunggu kamu datang maka akhirnya akad nikah di laksanakan tanpa kehadiran kamu, papa atas nama keluarga minta maaf karena tidak merundingkan dan meminta persetujuan kamu dulu, ini kami lakukan demi kakek dan atas restu dari kakek juga , kami berharap kamu bisa menerima ini semua, lakukanlah demi kakek nak " sandi menatap memohon pada Zahra yang saat ini juga menatap sandi tidak percaya dengan apa yang sudah di dengarnya.
Zahra merasa seperti bermimpi dalam tidurnya yang panjang , Zahra tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi pada diri nya hari ini.Ia baru saja kehilangan sandaran hidupnya ,kakek yang sangat ia sayangi, dan sekarang tanpa ia tahu dan tiba - tiba status nya sudah berubah menjadi seorang istri.
__ADS_1
Zahra terdiam begitu lama, tidak ada satu kata pun yang terucap dari bibirnya, Zahra menerima ponsel yang di berikan Arumi pada nya, di sana ada Vidio saat Aziz melafazkan ijab kabul di hadapan sang kakek yang terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
Zahra bungkam seribu bahasa menatap Vidio tersebut, semua orang cemas menunggu reaksi Zahra, apa lagi aziz, dari tadi pandangan matanya tidak lepas dari Zahra, Aziz sangat takut dengan respon zahra ,Aziz takut Zahra menolak pernikahan mereka yang mendadak ini.
Lama Zahra terdiam, Zahra menyandarkan tubuhnya ke sandaran sofa dan memejamkan matanya, Zahra teringat mimpinya dengan sang kakek, malam itu.' Apakah ini arti mimpi malam itu ' batin Zahra dalam hati, ' Apakah ini yang di maksud kakek, akan ada seseorang yang akan menggantikan kakek untuk menjaga ia nanti setelah kakek pergi ?'
Sekelebat bayangan kakek terlintas dalam alam bawah sadar Zahra, kakek tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada Zahra.
Zahra membuka matanya pelan, mantap semua orang yang sedang menunggu jawaban dari nya. Terakhir pandangan Zahra berhenti pada Aziz yang masih menatapnya harap - harap cemas .
" Ra...." Tante cindi menyapa yang berada di samping Zahra memanggil Zahra dan menyentuh bahu Zahra lembut,
Merasa nama nya di panggil , Zahra menatap balik cindi ," Semua orang menunggu keputusan kamu nak " kata cindi mengingatkan Zahra .
Zahra menarik nafas dalam, Zahra tersenyum pada cindi, " Zahra menolak pun sudah tidak ada pilihan kan tente?' tanya Zahra pelan sambil tersenyum .Semua orang bungkam mendengar jawaban Zahra
" Pa, zhara terima pernikahan ini " Ujar Zahra tiba - tiba sambil tersenyum menatap sandi .Semua mata menatap ke arah Zahra, mereka kaget dan merasa tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Zahra .
" Kamu ..... yakin sayang " tanya sandi meyakinkan pendengarannya lagi. Sementara itu Aziz dan keluarganya berharap - harap cemas menanti jawaban Zahra.
" Iya pa, Zahra serius, Zahra terima pernikahan ini dengan hati yang iklas dan Zahra akan berusaha belajar menjadi istri yang baik untuk dokter Aziz sebagai suami dan imam Zahra kedepannya " jawab Zahra yakin sambil tersenyum tanpa ada beban sama sekali di wajah .
Semua orang menarik nafas lega mendengar jawaban Zahra terutama Aziz , Aziz tidak dapat lagi melukiskan dengan kata - kata bagai mana senangnya ia saat ini.
" Terima kasih Zahra , terima kasih sudah mau menerima pernikahan ini dan mau menerima aku sebagai suami dan imam kamu, aku juga tulus menerima kamu sebagai istri ku dan makmum ku seumur hidup ku " uang Aziz sambil tersenyum bahagia mantap Zahra yang telah menerima dirinya sebagai suami,teruman menerima pernikahan ini.
__ADS_1
" Tapi maaf sebelum nya, bagai mana bisa dokter ada disini di saat kakek dalam keadaan kritis ?"