CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 49


__ADS_3

Setelah cairan infusnya habis, Alif kembali ke ruangan ICU tempat kakek di rawat.


Alif melihat sandi masih betah menunggu kakek di sana. Alif mendekati sandi.


" om, gimana kondisi kakek, apa sudah ada kemajuan " Alif menegur sandi yang sedang termenung menatap pintu ICU yang tertutup rapat .


" eh lif, usah baikan kamu ?" sandi kaget mendapati Alif sudah berada di sampingnya, sandi bukannya menjawab pertanyaan Alif malah menanyakan balik kondisi Alif yang sempat mendapatan perawatan di IGD karena tiba - tiba mengalami diare.


" Alhamdulillah sudah membaik om, walau terasa sedikit lemas " jawab Alif tersenyum lalu duduk di kursi tunggu samping sandi.


" kakek udah ada kemajuan om ?" Alif mengulangi pertanyaannya yang belum di jawab oleh sandi.


" belum lif " jawab sandi lemas.


" sabar ya om, kakek pasti bisa melewati ini semua " ujar Alif sambil mengusap pundak sandi.


Tak berapa lama dokter dan perawat berlari keruangan kakek, Alif hanya melihatnya saja tanpa ada niat untuk masuk seperti sebelumnya , bukannya akif tidak cemas dan tidak peduli , selain merasa masih lemas, Alif juga memberi ketenangan pada team media untuk memeriksa kakek tanpa ada rasa sungkan dengan ada dirinya di dalam sana .


Alif dan Andi menunggu hasil pemeriksaan dokter dengan hati yang tak menentu.


Mereka berharap ketika dokter keluar nanti akan membawa berita yang sangat menggembirakan bagi mereka.


Tiga puluh menit berlalu, akhirnya dokter keluar juga dari ruang rawatan kakek, melihat dokter sudah selesai melakukan pemeriksaan pada sang kakek, Alif langsung menghampiri dokter dan meminta penjelasan tentang kondisi kakek saat ini


" bagai mana keadaan kakek saya dokter " tanya Alif cemas pada dokter tersebut


" Alhamdulillah,pasien sudah mulai sadar " dokter mulai menjelaskan kondisi kakek dan alasan mereka tadi yang buru - buru masuk keruangan kakek.


" tapi pasien masih dalam kondisi sangat lemah, tadi beliau meminta tolong panggilkan anda dokter Alif beliau ingin menjumpai anda saat ini bersama seseorang yang bernama sandi." dokter menjeda ucapannya dan menatap Alif dan sandi bergantian


" apakah di Antara kalian ada yang bernama sandi?" tanya dokter itu lagi


" Saya sandi dokter, saya anak beliau " sandi angkat bicara mengenalkan dirinya .dokter itu pun menganggukkan kepalanya mengerti.


" baik lah dokter Alif dan pak sandi kalian berdua boleh masuk menemui beliau , tapi ingat jangan banyak di ajak bicara dulu " dokter pun mempersilahkan Alif dan sandi masuk keruangan kakek.


Alif dan sandi saling melempar pandangan ,kemudian sama - sama menganggukkan kepalanya pertanda mereka akan masuk .


Setelah dokter itu pergi sandi dan Alif masuk ke kamar rawatan kakek dengan pelan dan hati - hati agar tidak menimbulkan suara dan akan membuat kakek terganggu dan bangun dari tidurnya .


" kek..." Alif mendekati sang kakek dan menggenggam tangan renta itu lembut, Alif mencium punggung tangan sang kakek lama.


kakek tersenyum samar melihat Alif yang datang bersama sandi ke kamar rawat nya.

__ADS_1


Lalu kakek menatap sandi , sandi yang di tatap seperti itu oleh sang papa , langsung megambil posisi sujud di samping tempat tidur kakek.


" Sandi minta maaf pa , maaf sandi sudah mengecewakan papa selama ini., " sandi bersujud meminta maaf pada sang papa yang sudah ia kecewakan selama ini ,Alif Terus meminta maaf sambil menangis dan menggenggam tangan ayah nya yang satu lagi karena bebas dari pelukkan alif


" Sudah, papa sudah maaf kan kamu, sekarang berpikirlah bagai mana cara kami menebus semua kesalahan kamu kepada Zahra semalam ini.


Sandi terdiam mendengarkan nasehat dari papanya itu ,


" Sandi janji akan memperbaikinya pa " jawab sandi yakin dan berjanji pada sang papa .


kakek kemudian. menatap Alif dan sandi bergantian." Alif , sandi....." kakek memanggil sandi dan Alif bersamaan dengan suara yang lemas dan cukup bisa di dengar oleh mereka berdua saat ini


" papa merasa sudah sangat lelah, dan papa juga merasa umur papa sudah tidak panjang lagi" kakek menjeda ucapannya dan kembali menarik nafas dalam.


" kakek jangan bicara seperti itu kek, Alif yakin kakek akan sembuh dan kita kembali pulang ke rumah" Ujar Alif yang tidak terima sang kakek berbicara seperti itu


Kakek kembali tersenyum menatap Alif," umur tidak ada yang tahu lif ,dan sekarang tiba lah saat nya bagi kakek untuk siap di jemput olehnya." kata kakek pelan


" Tapi....., sebelum kakek pergi, kakek ingin melihat Zahra menikah terlebih dahulu.kakek belum merasa tenang sebelum melihat Zahra menikah "ujar kakek pelan dan sedih.


" kakek nggak usah ber pikir yang aneh - aneh dulu ,yang penting sekarang kakek harus sembuh supaya kakek bisa melihat Zahra menikah nanti " ujar Alif menghibur kakek yang menampakkan raut kesedihan di wajah tuanya nya yang lelah.


" waktu kakek tidak banyak lif, kakek takut setelah kepergian kakek Zahra tidak ada yang menjaganya., sementara kakek ingin sebelum Mata tua ini menutup Zahra sudah menikah,"


" tapi Zahra tidak ada di sini kek, lagian Zahra akan menikah dengan siapa" Tanya Alif kemudian setelah mendengar permintaan kakek yang menurut Alif tidak mungkin untuk dilaksanakan .


" Saya bersedia menikahi Zahra " tiba - tiba suara seseorang terdengar lantang dari balik pintu kamar rawatan kakek yang terbuka dari luar menyatakan kesediaannya untuk menikahi Zahra., memang saat sandi dan Alif masuk tadi, Alif tidak menutup pintu itu rapat.


Alif dan sandi menatap ke arah suara tersebut, mereka kaget, heran, dan bingung bercampur menjadi satu.


" Aziz ..." gumam Alif pelan ketika melihat siapa yang tadi bicara dan masuk ke kamar rawatan kakek.


" ya lif saya Muhammad Gafar Al Aziz, dengan sadar bersedia menikahi Zahra Amalia dan akan selalu menjaganya Sampai maut memisahkan,, sesuai dengan keinginan kakek " jawab Aziz yakin.


Alif masih tercengang dan tidak percaya dengan apa yang di lihat dan di dengarnya barusan .Alif masih kurang yakin dengan apa yang sudah terjadi saat ini.


Aziz menepuk pundak Alif lembut sehingga Alif tersadar dari keterkejutannya .


" Aku tahu kamu sangat menyayangi Zahra lif, tapi kali ni aku mohon izinkan aku untuk bisa menjaga dan melindungi Zahra seperti kamu menyayangi dan menjaga nya selama ini dengan cara aku menikahinya lif " kata Aziz meminta restu pada Alif . " seperti apa yang di minta kakek kepada kamu " ujar Aziz lagi.


Belum lepas Alif dari keterkejutannya, tiba - tiba dari balik pintu masukkan semua keluarga Alif yang lain siapa lagi kalau bukan nenek , papa dan mama Alif dan tak ketinggalan istri cantik nya .


Dan tidak hanya itu di belakang istrinya ikut masuk dua orang paruh baya sepasang suami istri yang Alif tahu mereka adalah orang tua dari Aziz sahabatnya.

__ADS_1


nenek langsung mendekati tempat tidur kakek dan menggenggam tangan tua itu hangat sambil tersenyum dalam tangisnya tanpa suara, kakek juga menatap nenek dengan lembut, tidak ada kata yang terucap dari mereka ,hanya mata mereka yang saling bicara dan saling menguatkan satu sama yang lainnya


" om Tante " sapa Alif bingung ,bagai mana bisa Asiz datang kerumah sakit tempat sang kakek di rawat bersama. kedua orang tuanya.'Ada apa ini ' berbagai pertanyaan muncul di kepala alif minta penjelasan.


Aziz mendekati sang kakek yang terbaring lemah di tempat tidurnya itu


" Kek, izin kan Aziz untuk menikah dengan Zahra, Aziz janji akan melindungi dan menyayangi Zahra sepenuh hati aziz kek , itulah janji Aziz pada kakek." Aziz menggenggam tangan kakek dan memberikan keyakinan akan kebenaran ucapannya nya tadi .


Kakek menatap lama Aziz untuk meyakinkan dirinya, kakek lalu menatap nenek yang masih berdiri di samping tempat tidur sambil menggenggam tangan kakek, nenek menganggukkan kepalanya, kakek paham dengan isyarat dari nenek, kakek lalu menatap Aziz lagi lebih dalam ,kakek melihat kesungguhan dan ketulusan Aziz ,kakek tersenyum dan menganggukkan kepalanya .


Melihat kakek menganggukkan kepalanya tanda setuju, Aziz merasa sangat senang.


" Makasih kek, Aziz janji tidak akan mengecewakan kakek " ujar Aziz senang sambil membawa punggung tangan kakek dan mencium punggung tangan itu .


" Alif pengantin pria nya sudah ada, kakek mohon siapkan acara ijab kabulnya sekarang lif , waktu kakek sudah tidak lama lagi."


" Tapi kek, bagai mana pernikahan ini bisa di lakukan jika Zahra saja tidak ada di sini " jawab Alif ragu.


" tenang saudara Alif, syarat nikah sudah lengkap walaupun pengantin perempuannya tidak hadir, akad nikahnya tetap sah meski tanpa kehadiran mempelai wanita. Sebab, kehadiran mempelai wanita dalam akad nikah bukanlah merupakan salah satu syarat sahnya akad nikah " seseorang berujar dari luar ,dan orang tersebut masuk kemudian berdiri di samping orang tua Alif.


" anda siapa" tanya Alif pada tamu yang baru masuk tadi.


" saya Joko petugas dari KUA , saya datang ke sini atas permintaan bapak Aziz yang telah meminta saya untuk menikahkan dirinya dengan nona Zahra " Pria itu pun menjelaskan siapa dirinya .


" tenang lif setelah semua proses ijab kabul selesai aku akan jelaskan semuanya pada kamu " ujar Aziz pelan di telinga Alif.


Alif menatap Aziz serius Tampa suara dan masih dalam kebingungan.


" Jangan kecewakan kakek lif, berilah ia kebahagiaan di akhir nafasnya, maaf jika aku mengatakan ini lif, aku hanya tidak ingin kamu menyesal nantinya " bisik Aziz pelan di telinga Alif.


Seketika Alif pun tersadar dan kembali mencoba untuk berpikiran jernih.


Setelah melewati kesepakatan bersama dengan keluarga ,dan atas pertimbangan ini adalah permintaan terakhir sang kakek maka pernikahan Zahra dan Aziz pun di setujui walaupun tanpa kehadiran Zahra di sana.


" Lalu bagai mana dengan Zahra ?" tanaya Alif pada keluarganya.


" Nanti kitab akan jelaskan kepada Zahra , papa yakin Zahra bisa mengerti lif " jawab Adam sambil menepuk pundak Alif.


" Dan kamu tidak usah khawatir, om bisa pastikan Zahra akan segera Sampai Disni dan menjumpai kakek lif " kali ini papa aziz yang menyahut, Alif pun menganggukkan kepalanya.


Sebelum ijab kabul di lakukan , Alif pergi mengurus izin kepada pihak rumah sakit untuk penyelenggaraan acara ijab kabul antara Zahra dan aziz.


Tapi sebelum Alif berlalu, alif meminta Arumi untuk mengabari Zahra ,dan memberi tahu kan kondisi kakek kepada Zahra serta meminta Zahra untuk pulang atas persetujuan dari keluarganya. Alif juga melarang Arumi agar tidak memberi tahukan Zahra tentang pernikahan ini, biar Zahra tahu setelah Zahra sampai di sini nanti saja sesuai kesepakatan keluarga besarnya.

__ADS_1


__ADS_2