CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 163


__ADS_3

Siang ini lagi - lagi kamar Zahra di ramaikan oleh keluarga besar aziz.dan Zahra.


di kamar itu terlihat ada pak widodo, Bu Susan, Oma minan, sandi chelsea dan Aziz yang sedang menemani Zahra dan menyuapi Zahra makan siang.


kali ini mereka semua berkumpul untuk ikut menemani Zahra yang akan memeriksa kehamilannya sekalian mereka juga ingin mengetahui dan menyaksikan kondisi calon bayi - bayi Zahra yang masih berada di dalam perut ibunya. Dan rencananya hari ini dokter ayu akan memperlihatkan jenis kelamin calon anak - anak Zahra dan aziz karena usia kandungan Zahra yang sudah memasuki lima bulan, dan sudah dapat di lihat jenis kelaminnya.


Semua orang masih sibuk bercerita dan bercanda sambil menunggu ke datangan dokter ayu ke ruangan itu, semua sudah tidak sabar untuk melihat calon cucu - cucu mereka, apa lagi dengan Oma minan yang merasa sangat antusias sekali ingin tahu kondisi calon cicit nya itu, Oma minan bersyukur di usia nya yang menjelang senja, ia masih dikasih kesempatan untuk melihat cicitnya dan Oma minan selalu berdoa semoga tuhan selalu memberinya kesehatan sampai cicitnya lahir kedua.


Oma minan bersyukur dan selalu berharap di usia nya yang tidak muda lagi bahkan sudah mendekati senja, di tambah kondisi nya yang sudah mulai lemah dan sakit - sakitan, ia bisa melihat cicitnya dari cucu yang paling di sayangnya lahir. ia berharap bisa merasakan kebahagiaan di hari tuanya sampai ajalnya menjemputnya .


Oma minan dan keluarga yang lain sangat menyambut bahagia kelahiran calon bayi Aziz dan Zahra, mereka tidak menyangka akan mendapat anggota baru tiga sekaligus, karena di keluarga mereka sangat susah mendapat keturunan, apa lagi untuk mendapat bayi kembar, mendengar Zahra hamil bayi kembar tiga, mereka menyambutnya dengan suka cita, segala upaya mereka lakukan agar Zahra dan bayinya sehat dan baik - baik saja.


Tidak butuh waktu lama,.orang yang mereka tunggu - tunggu sudah datang, dokter ayu tanpa mengetuk pintu kamar Zahra langsung masuk bersama suaminya prof rayyan. Dan tidak ketinggalan putri tunggal mereka sekaligus sahabat baik zahra ikut bersama mereka masuk kedalam kamar Zahra.


" Assalammualaikum " ayu ,prof rayyan dan Mia membaca salam serentak


" waalaikumsalam" jawab semua keluarga yang ada diruangan itu,


" Kok lama sekali sih kak " sahut Bu Susan menyambut kedatangan ayu,


" kamu sudah gak sabar ingin melihat calon cucu - cucu kami kak, apa lagi ibu, dari tadi selalu menanyakan kakak yang gak kunjung datang " ujar Bu Susan lagi.


" Maaf dek, kakak tadi ada pasien yang datang udah buka lengkap, jadi bantu pasien itu lahiran dulu " jawab ayu menjelaskan alasannya mengapa datang terlambat tidak sesuai dengan waktu yang di janjikan nya.


" Sudah - sudah jangan ribut lagi, sekarang ayu ayo mulai periksa kondisi kehamilan Zahra, apa baik - baik saja setelah kecelakaan itu terjadi " sahut Oma minan melerai perdebatan bu Susan dan ayu.


" Ya Bu " jawab dokter ayu singkat sambil mendekat ke arah Zahra.


Zahra yang baru saja menyelesaikan makan siangnya, tersenyum menyambut kedatangan ayu, Zahra mencium punggung tangan ayu dan memeluk ayu layaknya seorang anak memeluk ibunya

__ADS_1


" Gimana kabar nya hari ini Ra?" tanya dokter ayu lembut.


" Alhamdulillah Zahra merasa lebih baik dari kemaren Tan " jawab zahra sambil tersenyum.


" Apa kamu ada keluhan sayang "


" Gak ada Tan, hanya pusing saja " jawab Zahra jujur,.Zahra memang sering merasakan pusing belakangan ini, apa lagi jika sudah duduk terlalu lama.


" Ok kita periksa dulu ya " jawab ayu, ayu pun meminta perawat yang menjaga Zahra untuk memeriksa tekanan darah Zahra saat ini.


" Tekanan darahnya seratus lima puluh empat per seratus sepuluh dok " sahut perawat memberi tahu kan tekanan darah Zahra saat ini


" Waduh, tekanan darah kamu tinggi sayang, apa kamu banyak pikiran atau kurang istirahat ?" tanya ayu khawatir, ayu takut jika tekanan darah zahra terlalu tinggi akan berakibat fatal untuk ibu dan bayinya.


" Memang Zahra susah tidur sih belakangan ini Tan " jawab Zahra jujur sambil memandang Aziz yang dari tadi menatap khawatir pada dirinya.


Zahra takut jika Aziz akan marah pada nya, karena tidak jujur selama ini. Zahra takut jika akan menambah beban Aziz jika sering mengeluhkan sakitnya pada suami nya itu, sementara Zahra sangat tahu sekali Aziz pasti lelah Selma ini sudah menjaga dan merawat nya selama ini.


" Zahra sering merasa sakit pada kepala dan kaki Zahra Tan, " sahut Zahra menunjukkan kepala dan kakinya yang di perban.


" Kenapa kamu gak cerita sama Abang sayang " tanya Aziz sedikit kesal pada istrinya itu.


" Maaf, Zahra takut merepotkan Abang, sementara Abang sudah repot merawat dan menjaga Zahra selama ini " jawab Zahra menundukkan kepalanya.


Hhhhh


Aziz menarik nafas dalam dan membuangnya kasar, ayu meraih tangan Aziz dan mengelusnya lembut, ayu tahu Aziz saat ini sangat kesal pada istrinya itu, tapi mencoba untuk menahannya, lewat kode yang diberikannya, ayu meminta aziz untuk tidak marah, karena itu akan menganggu kondisi zahra saat ini, Aziz yang paham dengan kode yang di berikan ayu hanya bisa diam dan menekan kekesalannya.


" Sayang, dengarkan Abang ya, menjaga kamu dan calon bayi kita adalah tugas Abang, dan Abang tidak akan merasa direpotkan dengan semua itu, jadi kedepannya, apa pun yang kamu rasakan tolong beri tahu Abang ya, jika kamu tidak memberi tahu Abang, Abang tidak akan tahu apa yang kamu rasakan, jadi nya seperti ini, tekanan darah kamu tinggi, dan kamu tahu kan akibatnya buat kamu dan anak kita ?" sahut aziz pelan , Zahra yang menundukkan kepalanya mengangguk pelan tanda mengerti dengan apa yang di ucapkan suaminya itu,

__ADS_1


Zahra menyesal sudah tidak memberi tahu Aziz dengan apa yang di rasakannya saat ini, sehingga mengakibatkan tekan darah nya tinggi dan suaminya marah padanya.


Tanpa bisa di bendung lagi air mata zahra tingkah membasahi pipinya, aziz yang merasakan ada yang lain dari istrinya itu, meraih dagu Zahra dan mengangkatnya sehingga Zahra menatap kearahnya


Aziz merasa bersalah telah memarahi istrinya itu, dengan sigap Aziz meraih tubuh Zahra dan membawanya kedalam pelukannya dan mengecup kepala Zahra berkali - kali.


" Maaf, maaf kan Abang sayang, abang tidak bermaksud memarahi kamu , jangan sedih lagi ya " sahut aziz sambil membelai kepala Zahra lembut


" Maaf Zahra bang, Zahra sudah membuat Abang kesal dan marah " ujar Zahra dalam tangis nya.


Sementara keluarga yang lain yang mendengarkan hanya diam saja mendengar keluhan Zahra, mereka berfikir akan lebih perhatian lagi pada menantunya itu.


" Baik lah, mulai sekarang, zahra harus jaga pola istirahatnya ya, tidak hanya itu Zahra juga harus menjaga pola makan nya, jangan memakan makanan yang akan merangsang tekanan darahnya meningkat ya, dan yang lebih penting pikirannya harus tenang " ujar ayu menjelaskan apa yang harus Zahra lakukan agar tekanan darahnya tidak terlalu tinggi.


" Baik Tante "jawab zahra, mendengar istrinya menurut dengan anjuran tang di berikan dokter ayu, Aziz tersenyum senang menatap istrinya dan dengan lembut Aziz mengelus kepala Zahra dan tak lupa memberikan kecupan di sana.


" Apa bisa kita lakukan pemeriksaan nya sekarang ?" tanya ayu setalah melihat Zahra sudah lebih tenang dari sebelumnya


" Iya Tan, bisa " jawab Zahra tersenyum.


Tanpa banyak bicara lagi ayu mulai memeriksa Zahra, sebelumya perawat yang mendampingi ayu terlebih dahulu menutup tirai yang ada di dekat bed pasien sehingga di dalam tirai itu hanya ada Aziz, Zahra ,ayu dan perawat yang mendampingi ayu saja, sedang kan keluarga yang lain tetap berada di ruang tamu dan dapat melihat calon anggota baru mereka dari layar tivi yang ada di ruangan itu.


Ayu mulai mendekatkan alat USG yang sudah ada di siapkan di ruangan Zahra itu ke kerut zahra, tidak menunggu lama, si triple sudah dapat dilihat dari layar monitor, para calon nenek, kekek, dan Tante serta Oma minan yang bakal di panggil buyut pun heboh menyaksikan si kembar triple.


" Alhamdulillah , mereka bertiga baik dan sehat - sehat saja, seperti nya kecelakaan yang menimpa ibunya tidak mempengaruhi mereka bertiga," ujar ayu menjelaskan, dan masih dapat di dengar oleh calon nenek dan kakek yang ada di luar


" Siap untuk lihat jenis kelaminnya ?" tanya ayu pada aziz dan Zahra, Zahra yang sudah tidak sabar ingin mengetahui jenis kelamin calon bayinya menganggukkan kepalanya semangat, Aziz tersenyum bahagia melihat Zahra yang semangat ingin mengetahui jenis kelamin anak anak nya.


" Sebentar ya..." ayu menggesek - gesekkan alat USG tersebut ke kerut buncit zahra.

__ADS_1


" calon anak - anak kalian dua laki - laki, dan satu perempuan " sahut ayu pasti dan yakin.


Aziz dan Zahra tersenyum bahagia, setelah mengetahui jenis kelamin calon bayi -bayi mereka. Begitu juga dengan calon kakek,nenek dan Tante yang berada di luar tirai.


__ADS_2