CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 131


__ADS_3

Naira memarkir mobilnya asal di depan rumahnya, Naira meringis keluar dari mobil sambil memegang perutnya menahan sakit. Dengan susah payah Naira berjalan membuka pintu rumah sambil memanggil Rio suaminya.


" Kak, kak Rio " Naira terus memanggil - manggil nama suaminya sambil meringis, akibat sakit pada perutnya Naira sudah tidak kuat lagi berjalan , dan Naira jatuh terduduk di lantai di ruangan keluarga rumah itu, tanpa sengaja Naira menjatuhkan vas bunga yang ada di atas meja sehingga pecah.


Rio yang sedang istirahat di kamar karena baru saja pulang kerja kaget mendengar bunyi benda jatuh dan pecah dari luar, dengan setengah mengantuk dan lelah Rio mencari sumber suara tersebut


" Naira !!! " teriak Rio kaget , Rio melihat Naira terduduk setengah sujud di lantai ruang keluarga sambil memegang perutnya menahan sakit , wajahnya terlihat pucat, pipinya sudah basah oleh air mata yang terus berjatuhan dari matanya.


Rio berlari mendekati Naira, dan membantu Naira untuk duduk di sofa


" Sakit kak " ucar Naira di sela tangisnya.


" Kamu kenapa bisa seperti ini ?! " tanya Rio khawatir


Naira hanya diam, ia tidak sanggup lagi untuk bicara karena menahan rasa sakit pada perutnya,


Rio tidak sengaja melihat baju Naira sudah basah dengan cairan bercampur darah.rio seketika panik ketika Melihat cairan bercampur darah semakin banyak mengalir di paha istrinya bahkan sudah membasahi baju yang di pakai Naira.


" Kita ke rumah sakit sekarang " tanpa pikir panjang, Rio langsung menggendong Naira dan membawa Naira ke mobil sambil memanggil ART rumah nya


" bi, bi Een "


Bi Een yang bekerja di rumah itu sebagai art berlari tergesa - gesa mendekati Rio yang dari tadi berteriak memanggil - manggil nama nya, saat terjadi kegaduhan di ruang keluarga tadi bi Een sedang berada di kamar mandi, sehingga tidak tahu apa yang sudah terjadi di luar


" Iya pak, maaf tadi bibi sedang di kamar mandi, ada apa pak " sahut Bu Een setelah sampai di dekat Rio , bi Een belum menyadari apa yang sudah terjadi di ruangan itu, bi Een menatap bingung melihat Rio menggendong istrinya.


Bi Een menatap sekeliling mencari tahu apa yang terjadi, karena tadi di kamar mandi bi Een juga sempat mendengar bunyi benda jatuh dan pecah dari luar, ni Een kaget ketika tidak sengaja melihat Naira yang berada di dalam gendongan Rio dengan baju basah oleh air bercampur darah,

__ADS_1


" Loh ibu kenapa pak " tanya Bu Een kaget dan khawatir .


" Saya juga gak tahu bi, saat saya keluar saya sudah menjumpai Naira terjatuh di lantai dan menangis, " jawab Rio juga panik


" saya akan bawa istri saya ke rumah sakit, bibi jaga rumah ya, kalau ada apa - apa nanti saya akan hubungi bibi." ujar Rio lagi lalu berlalu membawa Naira ke mobil dan mendudukkan Naira di bangku penumpang bagian depan , setelah merasa Naira sudah nyaman, Rio menutup pintu mobil dan berjalan ke arah pintu bagian kemudi dan membuka pintu tersebut, Rio sudah duduk di belakang kemudi dan bersiap untuk melajukan mobilnya dan sebelum nya Rio masih sempat memeriksa Naira sebelum menjalankan mobilnya ke rumah sakit.


Tidak butuh waktu lama , Rio sudah sampai di rumah sakit.


Rio memarkirkan mobilnya di depan IGD, Rio turun dari mobil dan berlari ke IGD untuk mencari bantuan dan meninggakkan Naira sendiri di mobil yang terus menangis dan merintih sambil memegang perutnya yang terasa semakin sakit, lima menit kemudian Rio datang dengan beberapa petugas IGD yang membawa brankar, di bantu oleh petugas IGD Rio mengeluarkan Naira dari mobil dan memindahkan Naira ke atas brankar rumah sakit.


Petugas IGD mendorong brankar Naira menuju ruang pemeriksaan di IGD, sementara Rio menyusul Karena ia harus memarkirkan mobilnya dulu .


Di IGD Naira langsung di periksa oleh dokter yang bertugas di IGD siang itu.Naira terus menangis dan merintih menahan rasa sakit di perutnya, ibu hamil itu takut bakal terjadi sesuatu yang buruk pada anaknya.


Rio yang baru datang selesai memarkirkan mobilnya, hanya bisa menunggu di luar, Rio tidak bisa masuk ke ruangan pemeriksaan karena Zahra sedang diperiksa oleh dokter .


ceklek


Tak lama kemudian, pintu ruangan memeriksakan terbuka , Rio langsung berdiri menghampiri dokter tersebut


" Bagai mana kondisi istri dan anak saya dokter " tanya Rio cemas


Dokter tersebut menarik nafas berat, dan menghembuskan nya pelan.


" Istri bapak kehilangan banyak darah, dan kita harus segera melakukan tindakan cecar karena mengingat kondisi ibu yang semakin menurun di tambah kondisi bayi juga mulai mengalami penurunan yang di akibatkan air ketuban yang mulai sedikit." ujar dokter tersebut menjelaskan


" Tapi bukannya istri saya belum saat ini melahirkan dokter " tanya Rio bingung ketika dokter mengatakan akan melakukan tindakan operasi pada istrinya.

__ADS_1


" Iya pak, kehamilan Bu Naira yang memasuki delapan bulan memang belum waktunya untuk lahiran, tapi mengingat kondisi ibu dan bayi yang tidak baik - baik saja saat ini, jadi kita harus melakukan tindakan operasi, untuk menyelamatkan pasien " ujar dokter tesebut.


Rio menyugar rambutnya kasar, Rio berpikir sejenak langkah apa yang akan ia ambil untuk istri dan anaknya, bagaimana pun Rio takut salah dalam mengambil keputusan , yang berimbas ke penyesalan nantinya.


" Lakukan yang terbaik dok , jika memang harus dilahirkan sekarang, lanjutkan dokter " sahut Rio setelah berpikir sejenak.


" Tapi pak, ada hal buruk lainnya yang harus saya sampaikan, saya akan berusaha menyelamatkan ibu dan bayinya ,tapi jika dalam perjalanan tindakan operasi nanti di dalam jika terjadi sesuatu, dan saya harus memilih menyelamatkan salah satu dari mereka , siapa yang harus saya selamatkan pak " tanya dokter itu pada Rio


Rio mengusap mukanya kasar, jujur saja sangat sulit baginya saat ini berpikir jernih, Rio hanya sendiri menghadapi semua ini, tidak ada yang mendampinginya dan tidak ada yang bisa di ajaknya untuk bertukar pendapat,


Walau pun pernikahannya dengan Naira karena terpaksa, namun semenjak Rio menyaksikan kebahagiaan Zahra bersama Aziz, Rio memilih untuk merelakan Zahra dan mencoba menerima pernikahannya dengan Naira. dan Rio juga sangat menyayangi calon anak nya yang sekarang masih di dalam perut ibunya, Rio tidak mau ke hilangan anak dan istrinya .


Tapi saat ini ia harus di suruh memilih salah satu di antara keduanya.rio merasa sangat kebingungan .


" Bagai mana pak " tanya dokter itu lagi karena tidak juga kunjung mendapatkan jawaban dari Rio.


" Selamatkan ibunya dok " jawab Rio menatap dokter itu dengan tatapan pasrah dan sendu.


Dokter tersebut menganggukkan kepalanya ,


" baiklah, bapak silahkan tanda tangan formulir ini, dan kami akan mempersiapkan untuk melakukan operasi segera terhadap istri bapak " dokter tersebut menyerahkan selembar kertas yang harus di isi dan ditandatangani oleh Rio,Rio mengambil kertas tersebut dan melengkapi serta menandatangi kertas itu, setelah itu Rio mengembalikan kertas tersebut ke dokter itu lagi.


" kita berdoa bersama - sama ya pak, semoga kita bisa menyelamatkan ke dua nya. " sahut dokter tersebut sambil menepuk bahu Rio pelan memberi dukungan.


" Amin, terima kasih dokter " ujar Rio tersenyum berat.


" Bapak silahkan menyelesaikan administrasi nya, sementara istri bapak Kami bawa ke ruangan operasi " ujar sang dokter sebelum berlalu keruan tindakan lagi untuk mempersiapkan Naira untuk di dorong ke ruang operasi.

__ADS_1


" Baik dokter " sahut Rio juga berlalu ke bagian administrasi.


__ADS_2