CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 24


__ADS_3

"Bagai mana kondisi mama saya dokter " sesampainya di IGD mama cindi langsung di periksa oleh dokter yang berjaga di IGD


" Ibu anda mengalami syok hebat dan di tambah tekanan darahnya yang sedikit tinggi mengakibatkan ibu anda tidak sadarkan diri, ketika ibu anda sadar nanti usahakan jangan buat beliau banyak berfikir dan biar kan istirahat dulu Samapi kondisi beliau membaik" ujar dokter tersebut menjelaskan


" baiklah dokter " jawab cindi


Sedangkan di luar IGD Adam dan papa cindi sedang berembuk mencari cara bagai mana cara menghubungi sandi yang ponselnya masih belum bisa di hubungi , dan mereka tidak ada yang tahu saat ini sandi pergi kemana dan ada dimana


saat Adam dan cindi kerumah sandi tadi mereka Hanay Menjumpai intan yang sudah tidak sadarkan diri sementara sandi tidak ada di rumah.


" jadi bagai mana ini pa, sandi masih belum bisa di hubungi, ada sudah tanya ke sekretaris sandi ,dia juga tidak tahu sandi di mana pa" ujar Adam putus asa karena dari tadi ,Adam menghubungi sandi tidak bisa - bisa , papa sandi sudah coba juga menghubungi sandi juga sama tidak bisa .


Papa cindi termenung ,memikirkan langkah apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.


" kita tunggu sampai besok pagi, jika sampai besok pagi sandi masih belum bisa di hubungi mau tak mau kita harus memakamkan intan tanpa kehadiran sandi, kasihan jika terlalu lama kita makam kan nantinya." ujar papa cindi akhirnya.


" berhubung keluarga intan tidak ada yang mau kita tunggu jadi besok pagi jam sembilan intan sudah kita makam kan " ujar papa cindi lagi


" baik lah pa kalau begitu " ujar Adam mengikuti keputusan mertuanya itu, memang selain Adam tidak ada lagi yang akan mereka tinggu karena intan yatim piatu dan di besarkan di panti asuhan.


Menjelang tengah malam, akhirnya jenazah intan di bawa pulang kerumahnya, pastinya setelah menunggu kondisi mama cindi stabil .

__ADS_1


dan pagi ini jam sembilan pagi intan langsung di makamkan tanpa kehadiran suaminya sandi.


karena sampai jam sembilan ini sandi masih belum ada kabar beritanya .


Sementara itu , di kantornya sandi datang seperti biasa untuk menyibukkan dirinya dengan pekerjaan nya yang tak habis - habisnya , sekretaris sandi masuk menghadap sandi dan menyampaikan pesan orang tua sandi kemarin malam kepada sandi


tok..tok..tok, sekretaris sandi mengetik pintu dulu sebelum masuk ke ruangan sandi dan membuka pintu ruangan sandi setelah mendapat instruksi masuk dari dalam


" permisi pak , ujar sekretaris sandi mendekat ke hadapan meja sandi


" ya ,ada apa " tanay sandi yang masih tetap sibuk dengan berkas di depan nya .


" maaf pak saya mau menyampaikan pesan orang tua bapak kemarin malam , karena bapak mereka hubungi ponselnya nggak Aktif pak, orang tua bapak meminta bapak untuk pulang segera " ujar sekretaris sandi .menyampaikan pesan orang tua sandi


" saya tidak tahu pak, bapak di minta untuk mengaktifkan ponsel nya pak." jawab sekretaris sandi.


Sandi baru ingat , bahwa ia mematikan ponsel nya kemaren karena tidak mau di ganggu oleh intan dan ia lupa untuk mengaktifkannya lagi.


" baik lah, kamu bisa keluar " ujar sandi pada sekretaris nya.


sandi lalu mengambil ponsel yang berada dalam kantong celananya , dan ternyata ponselnya itu masih dalam keadaan mati ,sandi lalu menghidupkan ponselnya tersebut , sandi mengerutkan keningnya melihat begitu banyak panggilan masuk dari cindi ,Adam dan papanya, kemudian sandi melihat kotak whasup nya di sana juga banyak pesan dari cindi, Adam dan papa nya.

__ADS_1


karena penasaran sandi membuka pesan tersebut, semua pesan yang dikirim bunyi nya mengabari intan sakit dan di bawa kerumah sakit.


sandi meneruskan membaca pesan tersebut sampai sandi termenung dan kaget dengan pesan yang di kirim cindi foto intan yang setengah badannya di tutup lain dan yang tersisa bagian muka yang di buka, terlihat di sana intan memejamkan matanya seperti sedang tidur tapi wajahnya terlihat pucat, sandi lalu melihat foto yang kedua intan yang sedang di kafani dan foto yang terakhir sebuah makam yang masih terlihat baru dan basah


sandi membaca pesan yang terkirim di bawah nya " maaf bang ,kami terpaksa memakamkan kak intan tanpa menunggu Abang pulang, karena dari kemarin sore ponsel Abang tidak bisa kami hubungi. pulang lah segera setelah abang membaca pesan ini " bunyi pesan terakhir dari cindi.


Sandi merasa tidak percaya dengan apa yang di lihat dan di bacanya dari pesan yang terkirim tersebut , sandi mencoba menelpon cindi tapi tidak diangkat.sandi bergegas mengambil kunci mobilnya dan pulang kerumahnya dengan tergesa - gesa,ketika melewati meja sekretaris nya berhenti sejenak


" batalkan semua perempuan hari ini saya ada keperluan penting " ujar sandi kemudian berlalu dari sana dengan jalan terburu - buru bahkan kesannya berlari kecil.


Sekretaris sandi merasa heran dengan tingkah bos nya itu, tapi ia tetap melakukan perintah bosnya itu.


Sesampainya di rumah sandi turun dari mobilnya dan langsung berlari ke dalam rumahnya ,ia mau memastikan kebenaran kabar yang di kirimkan cindi, Adam dan papanya tadi. Memang tadi di luar sandi melihat ada bendera kuning terpajang di sisi kanan gerbang rumahnya, tapi sandi harus membuktikannya dulu kedalam rumah, ia merasa ini hanya lah candaan. dari keluarganya saja.


Sesampainya di dalam rumah sandi tertegun melihat kondisi rumah nya saat ini, ruangan yang semula terdapat sofa di sana sekarang hanya ruangan kosong dan terbentang karpet di lantai, sandi mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari keberadaan istrinya, tapi sandi tidak ada menemukan istrinya diantara para pelayat yang masih ada di sana .istri yang selalu menyambut kepulangannya dengan senyuman itu tidak di temuinya.


Seseorang menepuk pundaknya pelan


" akhirnya kamu pulang juga nak " papa sandi memeluk sandi sambil menepuk - menepuk pundak sandi pelan.Tidak ada suara yang keluar dari mulut sandi, sandi menatap papanya minta penjelasan


cindi dan Adam datang dari luar , " masih ingat kamu untuk pulang bang " kata cindi dengan nada sedikit meninggi , Adam yang berada di sampingnya mengelus punggung cindi " sabar cin, jangan pakai emosi, kita dengar dulu apa alasannya bang sandi " bisik Adam di telinga istrinya.

__ADS_1


cindi melengos kesal dan menatap sandi tajam.


Sebaiknya kita bicara di kamar saja, di sini masih ramai oleh orang yang datang untuk melayat dan mendoakan almarhum " ujar papa sandi dan membawa sandi ke kamar tamu yang ada di rumah itu.Sandi hanya bisa mengikuti langkah orang tuanya tanpa bisa berkata apa - apa, karena ia masih syok dan tidak percaya dengan yang telah terjadi .


__ADS_2