
Seminggu berlalu setelah kepergian kakek, malam ini Zahra sedang merapi - rapikan pakaiannya dan Aziz dan menyusunnya kedalam koper yang sudah di siapkan Zahra terlebih dahulu.
Rencananya besok siang Zahra dan Aziz akan kembali ke kota untuk melanjutkan pekerjaan yang sudah mereka tinggalkan satu Minggu ini.
Tak jauh beda dengan pasangan Arumi dan Alif, besok Alif dan Arumi juga harus berangkat ke pulau Jawa Karana jadwal perkuliahan Alif akan di mulai Minggu depan.
Tapi sebelum perkuliahannya dimulai Alif harus menyelesaikan beberapa administrasi lainnya ,untuk itu lah Alif mengajak Arumi untuk berangkat ke Jawa besok.
Alif dan Aziz berangkat di waktu yang sama tapi dengan tujuan berbeda.
Di saat para istri sedang sibuk Peking para suami malah sibuk dengan urusan pekerjaan masing - masing.
Aziz yang mendapat telpon dari asistennya ,memilih mengangkat telpon di balkon kamar.
Aziz terlihat tidak fokus saat menerima telpon dari asistennya itu, matanya dari tadi tidak lepas dari menatap Zahra yang sedang sibuk merapikan barang - barang bawaan mereka terlihat sangat seksi bagi Aziz, Zahra yang sedang menggunakan gaun malam dengan rambut yang di kuncir tinggi membuat Aziz salah fokus.
" besok setelah aku Sampai di sana kita bahas lagi " Aziz mengakhiri panggilan telponnya begitu saja , Aziz memilih memutuskan sambungan telponnya dari pada ia tidak fokus mendengarkan Aldo asistennya yang menyampaikan masalah yang telah terjadi saat ini di perusahaan nya.
Aziz yakin hal kecil seperti itu sangat mudah bagi Aldo untuk menyelesaikannya.
Aldo yang mendapati telponnya terputus begitu saja ,menjadi kesal dengan bos nya itu.
" untung bos, kalau bukan udah ku maki nih,matikan telpon seenak nya aja ' gerutu Aldi kesal .
Aziz tidak peduli dengan Aldo yang kesal padanya karena mematikan panggilan telponnya begitu saja.
Pekerjaan Zahra Peking barang sudah hampir selesai tinggal menutup koper dan menariknya di dekat lemari dan besok tinggal di bawa aja lagi.
Zahra yang sedang kerepotan menutup koper yang sedikit susah di tutup karena kepenuhan tidak menyadari kehadiran Aziz di belakangnya , Zahra kaget ketika sepasang tangan tiba - tiba memeluknya dari belakang
" I love you Zahra Amalia " bisik Aziz di telinga zahra.
Zahra merasakan kaku pada tubuhnya , perlakuan Aziz yang tiba - tiba memeluknya dan mengucapkan kata cinta di telinganya membuat Zahra membeku, jantung Zahra berdegup sangat kencang seakan siap untuk lompat dari tempatnya.
Aziz menyadari istrinya saat ini tidak baik - baik itu tersenyum simpul , apa lagi bunyi jantung Zahra yang terdengar berdegup kencang itu sangat merdu di telinga Aziz.
__ADS_1
Aziz melajukan aksinya dengan memberikan ciuman lembut di tengkuk Zahra yang Ter ekspos tanpa tertutup rambut dan hijab itu.
Ya semenjak perbincangan subuh itu, Zahra mulai membiasakan dirinya di depan Aziz, termasuk membiasakan membuka hijabnya jika sedang berduaan dengan aziz atau ketika mereka berada di kamar.
Aziz terus memberi ciuman - ciuman lembut di tengkuk Zahra bagian belakang, Zahra merasakan sesuatu yang aneh ketika Aziz melakukan hal itu padanya .
Ini memang yang pertama bagi Zahra, tapi bukan berarti Zahra tidak tahu apa maksud Aziz yang sebenarnya, sebagai wanita dewasa dan berkecimpung di dunia medis,Zahra paham dengan apa yang di lakukan Aziz saat ini.
Zahra ingin menolak tapi ia takut dosa, zahra paham ini adalah salah satu tugasnya sebagai istri, tapi Zahra belum siap untuk melakukannya sekarang.
Selain itu, Zahra juga baru kedatangan tamu bulanan nya tadi selepas sholat magrib.
Selain berusaha mengkondisikan degup jantungnya yang tidak terkontrol, Zahra juga sedang berfikir bagaimana caranya meminta Aziz untuk berhenti mencumbunya ,agar Aziz tidak kecewa dan tersinggung dengan penolakannya.
" Bang..." Zahra memanggil Aziz diantara ******* yang tanpa sadar keluar dari mulut nya.
" Hmmm" sahut Aziz masih tetap dengan aksinya.aziz sudah tidak bisa lagi menahan keinginannya dari godaan istri cantiknya itu.
" bang ..." lagi - lagi Zahra memanggil Aziz sedikit mendesah , mendengar suara Zahra yang memanggilnya seperti itu membuat Aziz makin terpancing dengan suara seksi istrinya itu.
Zahra Merasakan bulu - bulu halus di tengkuknya meremang .
" jangan sekarang ya bang" akhirnya dengan penuh perjuangan kata - kata itu lolos juga dari bibir Zahra .
" Kenapa sayang " sahut aziz bingung, tapi masih belum mau berhenti dari aksinya nakalnya itu.
"Zahra ...Zahra sedang datang bulan bang " jawab Zahra pelan. Seketika Aziz berhenti dari aktifitas nya dan membeku dari tempat berdirinya .
Zahra mendengar Aziz menari nafas dalam dan berat, Zahra merasakan kekecewaan Aziz saat ini padanya.
Zahra menggenggam tangan Aziz yang masih memeluk nya dari belakang..Zahra merasa bersalah telah membuat Aziz kecewa.
".maaf " ujar Zahra dan menundukkan kepala karena merasa bersalah.
Aziz tersadar , ini bukanlah kesalahan zahra, tapi ini adalah salah tamu bulanan nya yang datang tidak tepat pada waktunya.
__ADS_1
Aziz memutar tubuh Zahra sehingga sekarang Zahra dan Aziz saling berhadapan. Aziz Mengangkat dagu Zahra dan menatap wajah yang penuh dengan rasa bersalah itu,
" ini bukan salah kamu sayang, ini salah bulannya yang bertamu di waktu yang tidak pas " ujar aziz sambil bergurau.
Aziz tidak bisa melihat Zahra sedih dan merasa bersalah seperti itu.Walau kecewa Aziz tetap merasa senang, berarti jika suatu hari nanti ia meminta haknya pada Zahra, Aziz yakin Zahra pasti tidak akan menolaknya.
Aziz yakin kerena melihat respon Zahra yang merasa bersalah tidak bisa memenuhi keinginan nya tadi.
" Jadi, kalau tamu nya sudah pergi boleh dong " goda Aziz pasa Zahra, seketika Zahra merasakan mukanya memanas dan Zahra yakin saat ini pasti mukanya sudah memerah menahan malu mendengar ucapan frontal Aziz . Zahra malu, dan menundukkan kepalanya .
" Boleh gak sayang " tanya Aziz lagi karena tidak kunjung di jawab oleh Zahra .Zahra hanya menganggukkan kepalanya pelan, Zahra tidak sanggup menatap aziz saat ini.
" Yes.." sorak Aziz girang .Zahra menegakkan kepalanya kaget mendengar teriakkan Aziz. Zahra tidak menyangka dengan respon yang di berikan Aziz.
" Terima kasih sayang " ujar aziz sambil mencium bibir Zahra singkat.
Lagi - lagi Zahra di kagetkan oleh perbuatan Aziz yang di luar kendalinya.
Zahra meraba bibirnya yang tadi di kecil oleh Aziz, ini adalah ciuman pertama Zahra, dan itu sudah di ambil oleh suaminya.
Jantung Zahra makin tidak bisa terkontrol lagi degupnya . walau singkat, tapi mampu membuat Zahra syok ketika ciuman pertama nya di ambil.
Aziz yang masih tersenyum senang tidak sengaja melihat Zahra yang sedang memegang bibirnya.
" Apakah ini ciuman pertama kamu sayang ?" tanya Aziz tahu.tapi mendapati anggukkan kepala Zahra yang malu - malu lembut membuat Aziz bahagia.
Aziz merasa tidak percaya, Zahra sudah menjalani hubungan begitu lama dengan Rio, tapi aziz lah yang beruntung mendapatkan ciuman pertama Zahra .
Namun kejujuran istrinya saat dan di buktikan dengan respon tubuh istrinya hal ini menambah keyakinannya untuk lebih memperlakukan Zahra dan mencintai gadis itu dengan segenap jiwa raganya.
Aziz senang dirinya lah yang sudah menjadi orang pertama bagi istrinya.
" makasih sayang sudah menjaganya untuk Abang." ujar Aziz senang sambil memeluk tubuh Zahra erat dan bahagia.
walau pun tadi ia sempat merasa kecewa karena sang istri kedatangan tamu bulanan nya, tapi rasa kecewa itu tertutupi oleh kebahagiaan yang ternyata ia adalah laki - laki pertama bagi istriny.walau bukan cinta pertama istrinya,menjadi laki - laki pertama bagi istrinya merupakan kebahagiaan yang tak ternilai oleh Aziz.
__ADS_1