CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 9


__ADS_3

Zahra tidak percaya dengan apa yang sudah keluar dari bibir Rio saat ini, Zahra merasa marah dan kecewa pada rio saat ini


" apa maksud kamu kak" tanya Zahra


" aku tau kamu masih mencintai ku Ra, aku juga sangat mencintai mu, aku nggak mau kita pisah Ra, berjanjilah kamu mau menunggu ku, setalah beberapa bulan aku nikah dengan Naira aku akan menceraikan nya Ra,dan kita bisa bersama - sama kembali, aku janji akan kembali ke kamu Ra " ujar Rio menggebu - gebu tanpa ada rasa bersalah sama sekali.zahra terpana mendengar ucapan Rio barusan , Zahra merasa tidak percaya Rio mengucapkan kata - kata itu bahkan tanpa beban dan rasa bersalah dlsedikit pun


" kamu gila ya kak " teriak Zahra marah " kamu pikir pernikahan itu sebuah permainan kak, jangan harap ya kak aku akan setuju dengan keputusan kamu itu kak" lanjut Zahra kesal


" Tapi aku tidak mencintainya Ra, cinta ku hanya untuk kamu, yang aku inginkan itu Hanya kamu Ra, tidak ada yang lain lagi " ujar Rio sambil menatap Zahra yakin


Zahra menarik nafas dalam " terima lah perjodohan kamu dengan kak Naira dengan lapang dada kak, belajar lah untuk mencintainya" jawab Zahra mencoba memberi pengertian pada rio " sesakit nya hati aku saat ini kak, tapi aku nggak mau menyakiti saudara aku sendiri kak, walaupun kak Naira jahat sama aku selama ini, tapi dia tetap kakak aku kak, terimalah kenyataan bahwa kak naira adalah jodoh kamu saat ini, jadi lepaskan aku kak" lanjut Naira lagi


" tapi Ra...."


" tidak ada tapi - tapian nya kak, belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa kak Naira adalah calon istri kamu , sama dengan aku yang harus menerima kenyataan bahwa cinta aku ke kamu harus kandas saat ini dengan cara yang menyakitkan seperti ini kak." jawab Zahra lagi


" Ra...."


" aku nggak mau kak, aku nggak mau menunggu kamu, mari kita jalani hidup kita masing - masing mulai saat ini kak, dengan status kita yang baru " jawab Zahra tegas " satu Minggu lagi status kamu dan aku hanya lah sebatas kakak ipar dan adik ipar tidak lebih kak, kakak ingat itu " ujar Zahra lagi memotong ucapan Rio dengan memperjelaskan dan mempertegas kata ipar.


Rio menundukkan kepalanya. Rio tidak menyangka satu Minggu lagi statusnya dan Zahra akan berganti dengan kakak ipar dan adik ipar.


" selamat ya kak atas pernikahan kalian nantinya, aku janji di saat kalian pesta nanti aku akan usahakan untuk cuti dan menghadiri pesta pernikahan kalian " setelah berkata demikian Zahra berdiri dan berlalu dari taman tersebut meninggalkan Rio yang masih terdiam mencerna kata - kata Zahra yang mengatakan ipar barusan.


Zahra mengambil motornya, dan melajukan motornya pelan menuju pulang ke kosnya kembali, dalam perjalanan air mata Zahra kembali jatuh mengingat pembicaraannya dengan Rio barusan di taman tadi, Zahra tidak menyangka kakaknya Naira mampu memancing di air yang keruh, ketika dia dan Rio sedang berusaha Restu dari orang tua Rio saat ini. Naira langsung minta ibunya untuk menjodohkannya dengan rio.karna Naira tahu orang tua Rio tidak menyukai Zahra, dan tidak menyetujui Zahra menjadi menantunya.

__ADS_1


sebegitu kah kakaknya itu membenci dirinya ,Sampai - sampai mampu menikung nya saat ini.


Zahra mengentikan motornya di tepi jalan yang agak sepi dan mendekati kosnya saat ini, Zahra menghapus air matanya dan merapikan penampilannya lagi, Zahra tidak mau sesampainya di kos Arumi melihatnya sangat berantakan. Zahra sudah dapat menebak Arumi pasti akan mengejarnya dengan begitu banyak pertanyaan. sedangkan jujur saja untuk saat ini Zahra masih tidak mau di ganggu dengan hal - hal yang berkaitan dengan diri nya dan Rio saat ini.zahra ingin memenangkan dirinya sejenak dari permasalahan antara dirinya ,Rio dan Naira. Zahra masih ingin sendiri saat ini, dan ia sedang tidak ingin di ganggu oleh siapa pun termasuk Arumi sahabatnya.


bukannya tidak mau berbagi ,tapi Zahra merasa belum saat nya sahabatnya itu tahu permasalahan yang di hadapinya saat ini.


setelah merasa rapi Zahra kembali membawa motornya pulang ke kos nya. sesampainya di kos Zahra melihat kamar Arumi sepi, Zahra merasa sedikit lega. paling tidak Zahra bisa menghindar sementara dari Arumi Sampai bengkak bekas tangisan di matanya hilang dan pikirannya tenang.


Zahra masuk ke kamarnya , setalah sampai di kamar Zahra langsung menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya . tidak sampai tiga puluh menit Zahra sudah keluar dari kamar mandi dan sudah menyelesaikan ritual mandinya, Zahra terlihat lebih segar dari pada tadi. Zahra mematut dirinya di depan kaca sambil memasang skincare nya. setelah semua selesai Zahra bersiap - siap untuk tidur, Zahra merasa sangat lelah saat ini ,tidak hanya tubuhnya yang lelah, tapi pikiran dan hatinya juga sangat lelah, Zahra berharap dengan tidur cepat dapat memulihkan tenaganya kembali esok pagi.


Zahra terbangun ketika mendengar suara azan subuh berkumandang, Zahra bergegas masuk ke kamar mandi dan berwudhu, selanjutnya Zahra dengan khusyuk melaksanakan kewajibannya di lanjutkan berdoa dan mengadukan keresahan hatinya pada sang Khaliq, setiap kali merasa resah Zahra selalu menjadikan ibadahnya untuk tempat nya mengadu kepada sang Khaliq dengan berharap ia akan mendapatkan ketenangan setelahnya.


selesai memanjatnya doanya Zahra melanjutkan dengan membaca mushaf nya sebentar, karena di saat melantunkan ayat-ayat Allah tersebut hatinya merasa tenang dan tentram.


Zahra menghentikan bacaannya ketika mendengar suara ponselnya berbunyi tanda ada panggilan masuk di sana.


" nenek ?" gumam Zahra ,ketika melihat nama neneknya yang ada di panggilan masuk tersebut


" ada apa ya nenek nelpon sepagi ini"? gumam Zahra lagi, tidak mau nenek nya menunggu lama, Zahra langsung mengangkat panggilan masuk tersebut


" assalammualaikum nenek..." sapa Zahra lembut


" waalaikumsalam Ra.." terdengar sapaan lembut dan penuh kasih dari neneknya di seberang sana, Zahra sangat merindukan suara itu, suara penuh kasih sayang setiap kali berbicara sama dirinya , kelembutan yang tidak pernah Zahra dapatkan dari kedua orang tuanya. ya semenjak kecil Zahra lebih sering menghabiskan waktunya bersama nenek, kakek ,dan keluarga tantenya yang tinggal serumah dengan nenek dan kakeknya. zahra kecil yang selalu mendapat kan perlakuan yang tidak mengenakkan dari kedua orang tua dan kakak nya lebih memilih tinggal bersama nene,kakek serta Tante dan om suami dari tantenya dari pihak ayahnya. bersama mereka Zahra mendapatkan yang namanya kasih sayang yang selama ini tidak pernah di dapatnya dari ayah, ibu dan kakaknya.


" nenek apa kabar, tumben nenek telpon Zahra pagi - pagi begini, ada apa nek?" tanya Zahra lagi

__ADS_1


" kata bertanya satu - satu dong Ra, nenek kan jadi bingung mau jawab yang mana" jawab neneknya sambil tertawa , Zahra juga ikut tertawa mendengar ucapan neneknya


" iya maaf nek, nenek dan kakek apa kabar, Zahra kangen " nenek dan kakek Alhamdulillah baik Ra " jawab nenek tiba - tiba panggilan beralih ke Vidio call Zahra menerima panggilan tersebut tak lama munculah wajah Tante cindi adik ayah Zahra di layar ponsel tersebut


" jadi kangennya cuma sama nenek kakek aja nih, sama Tante nggak kangen Ra" tanya Tante cindi memberengut.


" assalammualaikum Tante....,Zahra kangen Tante, kangen makan masakan tante " ucap Zahra ruang ketika melihat wajah Tante nya muncul di layar tersebut.


" kalau kangen pulang dong Ra, udah lama loh kamu nggak pulang kampung " ujar Tante Zahra dan di anggukkan oleh neneknya.


" insyaallah Tan, dalam waktu dekat Zahra pulang ya, katanya di rumah bakal ada pesta pernikahan kak Naira ya" ujar Zahra lagi, Tante cindi dan nenek menatap Zahra khawatir " kumu sudah dapat kabar tersebut Ra, dari siapa " tanya Tante cindi , sementara nenek hanya diam saja memperhatikan cucu kesayangannya itu dari tadi , Zahra menganggukkan kepalanya


" sudah Tan, dari kak Naira, kemaren kak Naira dan Rio datang ke kos Zahra dan mengabari kabar gembira itu " Zahra mencoba biasa saja ketika menjawab pertanyaan Tante cindi, bagaimana pun Zahra tidak ingin Tante dan neneknya khawatir dengan keadaanya saat ini, Tante cindi dan nenek kaget lalu saling berpandangan sejenak, " Naira ke kos kamu Ra" tanya Tante cindi tidak percaya, yang di jawab anggukkan oleh Zahra


" memang ibu dan anak sama aja, nggak punya perasaan " geram Tante cindi, nenek mengelus pundak Tante cindi supaya tidak terpancing emosi


" kamu baik - baik aja kan Ra?" tanya Tante cindi lagi


" insyaallah Tan, Zahra baik - baik aja, Tante dan nenek nggak usah khawatir ya, Zahra insyaallah merelakan semuanya Tan, mungkin Rio bukan jodoh Zahra " jawab Zahra mantap


" sabar ya nak " ujar nenek sambil tersenyum.


" insyaallah nek " jawab Zahra sambil tersenyum


kemudian mereka membahas topik yang lain, Tante cindi dan nenek tidak mau membahas masalah yang di sebabkan oleh Naira dan Rio terlalu lama,karena mereka tahu saat ini Zahra tidak baik - baik saja. mereka tahu dan paham Zahra sedang menyimpan duka agar tidak terlihat oleh orang lain, dari dulu Zahra akan selalu tampil ceria padahal banyak duka dalam hidupnya.

__ADS_1


tak terasa hampir setengah jam mereka saling berkabar lewat telpon tersebut, yang akhirnya panggilan tersebut harus di akhiri karena Zahra harus bersiap - siap untuk berangkat kerja, walau pun weekend tadi tidak berlaku untuk profesi yang di jalani Zahra saat ini.


__ADS_2