CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAN 184


__ADS_3

Setelah pamit dengan Aziz dan zahra semua keluarga yang tadi ramai di ruangan rawat inap Zahra sudah pulang ke rumah termasuk keluarga Zahra, sandi, Adam, cindi dan nenek Zahra akhirnya ikut pulang ke rumah pak Widodo atas permintaan keluarga Aziz.


Tinggal lah sekarang aziz dan Zahra serta ketiga si kembar di ruangan itu, kamar yang tadinya ramai oleh canda dan gelak tawa keluarga yang memang jarang - jarang berkumpul menjadi terasa sepi.


Aziz menatap Zahra yang sedang termenung menatap ke tiga putra mereka dari tempat tidurnya, Aziz mendekati Zahra dan mengelus kepala Zahra lembut


" Ada apa sayang ?" tanya Aziz


" Kamar ini jadi sepi ya bang setelah mereka pulang semua " jawab Zahra sedikit sedih, Zahra yang sudah lama tidak berkumpul dengan keluarga nya merasa sangat bahagia ketika semua keluarga yang ia rindukan datang berkunjung dari kota kelahirannya untuk melihat dirinya dan ketiga putra nya.


Semenjak pagi tadi tepatnya dari kedatangan keluarganya pagi tadi, Zahra yang sangat merindukan keluarga nya itu sangat terlihat bahagia, senyum dan pancaran sinar mata bahagia itu dapat di lihat jelas oleh aziz terpancar dari bibir dan mata istrinya. Aziz ikut bahagia melihat istri yang sangat ia cintai itu pahagia.


" Jangan sedih, nenek dan yang lain pulang karena mereka butuh tenaga untuk besok agar bisa bermain dengan si kembar lagi, maka akan lebih baik bila mereka pulang sekarang agar bisa istirahat tenang di rumah, dari pada di sini, pasti istirahatnya akan terganggu dan tidak senyaman dirumah " hibur Aziz pada Zahra


" Mumpung si kembar lagi tidur dan hari sudah sore sebaiknya Abang bantu kamu ke kamar mandi untuk bersih - bersih ya, biar terlihat lebih segar " sahut Aziz mengajak Zahra bersih - bersih selagi si kembar tidur.


Zahra menganggukkan kepalanya, memang sekarang Zahra merasa tidak nyaman apa lagi bajunya yang kena tumpahan asi yang tadi sempat menetes membasahi pakaian nya.


Zahra yang merasa tenaganya sudah mulai pulih dengan pelan mencoba turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi tapi tetap di bantu oleh Aziz. karena Aziz tidak membiarkan Zahra kekamar mandi sendiri.


Sampai di kamar mandi, Aziz masih belum mau meninggalkan Zahra sendiri, karena Aziz takut terjadi apa - apa dengan istrinya itu, padahal Zahra sudah meminta Aziz untuk keluar dan ingin mandi sendiri, dengan sangat telaten dan hati - hati aziz membantu Zahra membersihkan tubuh nya dan memasangkan baju ganti Zahra.


Zahra hanya bisa pasrah dan menuruti setiap omongan dan perintah suaminya tanpa ingin membantah sedikit pun, karena di bantah pun Aziz tidak akan peduli dan tetap akan membantu Zahra.


Setelah lima belas menit berlalu, akhirnya Zahra selesai membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi yang masih tetap di bantu oleh Aziz.


Zahra meminta Aziz untuk membawanya duduk di sofa ruang tamu, karena Zahra ingin lebih santai dan sudah merasa lelah selalu berada di atas tempat tidur, Aziz dengan sabar menuruti ke keinginan zahra, lalu dengan telaten Aziz kembali membantu Zahra menyisir rambut dan memoleskan bedak dan lipstik di wajah dan bibir Zahra.


Aziz tersenyum bahagia menatap Zahra yang terlihat semakin cantik setelah melahirkan.


" Abang kok senyum - senyum gitu lihat Zahra, ada yang aneh ya sama Zahra ?" tanya Zahra yang melihat Aziz menatap dirinya sambil senyum - senyum


" Gak kok, kamu semakin cantik malah Abang suka dan semakin cinta sama kamu sayang " jawab aziz jujur

__ADS_1


" Gombal bilang aja Zahra jelek dan gendut " sahut Zahra yang memang kurang PD setelah habis melahirkan, Zahra merasa tubuhnya lebih berisi dan gemuk dari sebelum hamil dan lahiran, pipi nya terlihat tembem dan perutnya berlemak di mana - mana.


" Siapa bilang istri Abang jelek, justru istri Abang tambah cantik dan tambah seksi setelah lahiran " jawab aziz jujur, aziz tidak melihat Zahra gemuk seperti yang di katakan oleh istrinya itu, malahan Aziz melihat Zahra lebih berisi dan lebih seksi dari biasanya.


" Bohong " sahut zahra dengan bibir yang di manyunkan


Cup


" Bibirnya jangan di manyunkan begitu sayang, Abang gemas, jangan menggoda Abang ya, nanti Abang kilaf " sahut aziz mencium bibir zahra sekilas, Aziz sudah tidak tahan ingin mengecup bibir merah dan menggoda istrinya, dan Aziz tidak melewatkan kesempatan nya itu ketika Zahra memajukan bibirnya.


" Abang mah...." Zahra tidak bisa lagi menyelesaikan ucapannya karena Aziz sudah membungkam bibirnya dan ******* bibirnya pelan dan cukup lama.


Aziz baru melepaskan lumatannya setelah mereka sama - sama kehabisan nafas.


" Abang kan udah bilang, Jagan pancing Abang sayang, nanti Abang kilaf, sementara Abang masih harus puasa empat puluh hari lagi " sahut aziz sambil menghapus bibir Zahra yang basah akibat ulah nya dengan ibu jarinya.


" Abang aja yang mesum, Zahra kan tidak ada menggoda Abang " jawab Zahra kesal yang selalu di katakan Aziz menggoda suaminya itu.


" Kamu memang tidak menggoda Abang, tapi kamu yang membuat Abang tergoda sayang " bisik aziz di telinga Zahra. Seketika Zahra merasa pipinya panas dan memerah, Zahra menunduk malu mendengar ucapan aziz.


" Kan Abang mesum nya sama istri sendiri, bukan sama istri tetangga "


" Awas abang mesum sama istri tetangga ya, Abang terima hukumannya " jawab Zahra dengan wajah garangnya bercampur kesal.


" Mana lah mungkin Abang tergoda istri tetangga sayang, kalau yang di depan mata Abang lebih menarik "


" Aduh ,kok di cubit sayang " tanya aziz sambil mengelus tangannya yang habis di cubit Zahra.


" Habis Abang godain Zahra terus " jawab Zahra kesal.


" Iya maaf deh, Abang gak godain lagi, tapi Abang boleh gak minta cium lagi di sini sayang " bisik Aziz sambil menunjuk bibir merah Zahra yang membuat nya terpikat dari tadi dengan ibu jarinya.


Zahra yang merasa malu, hanya menundukkan wajah nya Karena tidak berani menatap mata Aziz, Aziz dengan pelan mengangkat wajah Zahra dan mendekatkan wajahnya, namun sebelum ciuman itu Terjadi gangguan datang siapa lagi kalau bukan dari si kembar.

__ADS_1


ooeeek...oooeeekkk....ooooeeekk..


Aziz dan Zahra yang kaget mendengar suara tangisan bayi sama memalingkan wajah menatap ke sumber suara, ternyata Rasyid dan Fauzan sedang berlomba - lomba menangis bak paduan suara saling menonjolkan kemerduan suara mereka masing - masing.


Aziz sedikit kesal kesenangannya terganggu, tapi aziz tidak bisa marah, karena yang mengganggu kesenangannya bersama Zahra tak lain adalah putra nya sendiri.


Zahra tersenyum dan merasa lucu melihat Aziz kesal tapi tidak bisa marah. Zahra mendorong tubuh Aziz pelan dari hadapannya Kerena ingin menghampiri Rasyid dan fauzan untuk menenangkan kedua bayi itu agar akhdan sang Kakak ikut terbangun dan menangis, Zahra tidak bisa membayangkan jika mereka kompak menangis dalam waktu yang bersamaan, entah apa yang akan di lakukan oleh Zahra jika itu terjadi.


" Biar Abang saja sayang, kamu di sini saja ya " ujar Aziz melarang Zahra berjalan menghampiri Fauzan dan Rasyid yang sendang menangis.


Zahra menurut dan Kemabli duduk, sementara aziz berlalu mendekati kedua anak nya yang sedang tanding menangis tersebut, Aziz memeriksa mengapa kedua putra nya menangis.


"Sayang, seperti nya mereka lapar deh, kamu mau siapa dulu yang akan di berikan asi? " Tanaya Aziz pada Zahra, Karan Aziz melihat kedua putranya menangis kerana lapar


" Fauzan aja bang, Rasyid tadi udah Zahra beri asi langsung " jawab Zahra yang meminta Aziz membawakan Fauzan pada nya untuk susui.


Sesuai permintaan Zahra, Aziz mengambil Fauzan dari incubator nya, dan memberikan bayi mungil itu pada zahra untuk di susui.


Fauzan langsung meraup sumber makanannya dengan lahap ketika bibirnya sudah bertemu dengan sumber makanannya, Aziz tersenyum senang melihat putra - putranya kuat minum.


" Minum yang banyak ya anak. Sholeh ayah dan bunda biar cepat besar dan pintar " sahut aziz membelai kepala putranya lembut dan di amin kan oleh Zahra.


" Abang, Rasyid sepertinya sudah tidak sabar untuk minum susu juga, bisa zahra minta tolong Abang kasih stok asi yang di kulkas aja bang, kasihan kalau nunggu Fauzan selesai pasti lama "


Zahra tidak tega melihat putra bungsunya terus menangis minta minum, kalau menunggu Fauzan selesai Zahra takut Rasyid akan kelelahan menangis. Untuk itulah Zahra minta tolong Aziz untuk memberikan Fauzan stok asi yang di kulkas saja.


" Baik lah bunda sayang, ayah akan memberikan putra bungsu kita susu ya " ujar aziz tersenyum dan.membelai rambut Zahra yang tidak tertutup hijab penuh sayang,.saat ini Zahra memang tidak menggunakan hijabnya karena mereka hanya berlima saja dengan suami.dan anak - anak nya di kamar itu.


" makasih ayah " sahut Zahra tersenyum menggoda pada Aziz. Aziz yang gemas dengan tingkah Zahra pun mencubit pelan pipi cabi Zahra sambil tersenyum


Sebelum mengambil Rasyid dari dalam incubator nya untuk di susui, Aziz terlebih dulu memanaskan asi yang ada di kulkas agar bisa di minum olah Rasyid.


Setelah memastikan suhu asi nya sudah bisa di konsumsi oleh Rasyid, barulah Aziz mengambil Rasyid dan membawa nya ruang tamu dekat Zahra dan Fauzan berada.

__ADS_1


Dengan hati - hati, aziz memberikan asi pada Rasyid lewat botol susu, sama hal nya dengan Fauzan, Rasyid pun meraup makanannya dengan lahap.


__ADS_2