
Setelah berbicara banyak dan saling terbuka pagi ini, Zahra dan Aziz sama - sama merasa lega. Semua yang mengganjal di hati beberapa hari ini sudah terjawab semua.
Hubungan Zahra dan Aziz yang awalnya terlihat kaku sudah mulai mencair.
Seperi halnya pagi ini, di saat semua keluarga sedang berkumpul untuk sarapan pagi, Zahra melayani Aziz dengan santai tidak seperti biasanya yang sedikit canggung.
Semua mata tertuju pada pasangan pengantin baru dadakan itu, ada yang berbeda dari mereka saat ini.
Apalagi Zahra, yang kemaren - kemaren terlihat lesu dan lebih banyak diam dan termenung , lagi ini terlihat lebih segar dan gampang tersenyum. begitu juga Aziz, yang terlihat semakin bahagia pagi ini.
Walaupun masing - masing sibuk dengan sarapannya, tapi mata mereka selalu mengawasi sepasang pengantin baru itu.
" sayang , boleh minta tolong minumnya ?!" Aziz minta tolong Zahra mengisikan gelas minumnya yang sudah mulai kosong.
" uhuk...uhuk...uhuk .. " Alif dan arumi secara serempak terbatuk.- batuk akibat tersedak oleh makanannya, Arumi dan Alif dengan sigap mengambil air minum dan dan meminumnya.
Alif dan Arumi saling berpandangan kemudian sama - sama menatap Zahra dan Aziz yang terlihat biasa - biasa saja dan tetap santai melanjutkan makan sarapan mereka masing - masing.
Sementara itu semua yang ada di meja makan itu dengan serempak menatap ke arah alif dan Arumi yang sedang tersedak masal itu heran.
" pelan - pelan dong lif, rum makannya " tegur nenek pada Alif dan Arumi, yang di balas senyum kikuk oleh Arumi.
".Abang mau nambah sayurnya ?" karena Zahra melihat sayur di piring Aziz habis menawarkan sayur kepada Aziz .
" uhuk..uhuk...uhuk..." untuk kedua kalinya Alif dan Arumi kembali tersedak berbarengan kompak, dengan susah payah Arumi dan Alif menelan makanannya dan meminum air minum lagi.
Semua orang yang ada di meja makan pagi itu kecuali Altaf menatap Alif dan Arumi sambil menahan senyum, begitu juga dengan sandi ,cindi dan Adam. Mereka paham apa yang membuat Alif tersedak saat ini.tapi mereka hanya menahan senyum saja, karena mereka tidak mau Aziz dan Zahra malu . sementara Aziz dan Zahra tetap belum menyadari jika mereka sedang menjadi pusat perhatian orang - orang yang berada di meja makan saat ini.
Zahra dan Aziz menatap suami istri itu bingung yang kebetulan juga sedang menatap mereka kesal. Sementara itu sandi, Adam cindi dan nenek kembali mengulum senyumnya menatap kedua pasangan pengantin baru itu.
__ADS_1
" lu kenapa lif, kok bisa tersedak barengan gitu sama istri lu " tanya Aziz bingung.
" semua gara.- gara kalian dodol " jawab Aziz kesal .
Zahra dan Aziz saling berpandangan bingung, Alif dan Arumi yang tersedak mengapa mereka yang di salahkan.pikir Aziz dan Zahra dalam hati tidak mengerti.
" maksud lu aku dan Zahra " tanya Aziz lagi memastikan
" ya iya lah , pagi - lagi udah bikin orang baperan " jawab Aziz kesal.
Aziz dan Zahra lagi - lagi saling tatap,.Zahra mengangkat bahunya tidak mengerti.Aziz pun begitu .
" Kalau mau bucin jangan di meja makan dong bro, gue jadi gak fokus makan nih" keluh Alif pada Aziz, sementara Arumi langsung mencubit paha Aziz karena berbicara demikian pada Aziz tapi arumi juga tidak bisa pungkiri ia saat ini juga sedang kesal pada kedua pengantin baru itu, akibat pembicaraan mereka berdua di meja makan pagi ini, ia dan Alif Sampai tersedak dua kali.
" Aduh sakit , sayang " kata Alif spontan pada Arumi.
" Arumi membulatkan matanya pada Alif karena sudah sembarangan memanggilnya sayang di depan keluarga besarnya.
Arumi merasa pipinya memanas ulah suaminya itu, Arumi lagi lagi mencubit Alif dan kali ini di bagian pinggang.
" Aduh..., kok jadi KDR itu sih sayang " keluh Alif manja pada Arumi sambil mengelus - elus bekas cubitan Arumi. Arumi makin malu dan mukanya makin memerah ulah Alif yang masih belum mau berhenti bicara.
Zahra yang baru sadar dan paham penyebab mengapa Alif kesal padanya dan Aziz menundukkan kepalanya malu, Aziz juga mulai mengerti kenapa Alif kesal padanya tetap berusaha cuek dan melanjutkan makannya , Aziz meraih tangan Zahra di bawah meja dan menggenggamnya erat dan lembut. Aziz bukannya tidak tahu kalau saat ini istrinya sedang malu dan menundukkan kepalanya demi menyembunyikan wajahnya yang memerah itu, jika bukan sedang di meja makan dan di depan keluarga besar nya ,mungkin saat ini Aziz sudah memakan istrinya itu.
Emang Zahra makanan Aziz wkwkwkwkk.
Sementara Zahra yang merasakan tangannya yang kini sedang di genggam oleh Aziz makin salah tingkah dan gugup.
" udah - udah , ributnya di tunda dulu ,lanjutkan makan kalian lif, ziz " tegur Adam pada Alif dan Aziz sambil menahan senyum geli .
__ADS_1
" kasihan Zahra dan Arumi tuh mukanya udah seperti tomat matang ulah kalian " kata Adam lagi.
Semua orang tertawa mendengar ucapan Adam, Arumi dan Zahra makin malu dan berusaha menyelesaikan sarapannya dengan cepat.
****
Selesai sarapan Arumi dan Zahra membersihkan meja makan dan di bantu oleh cindi.
Arumi sedari tadi mencuri - curi pandang pada Zahra. Zahra yang merasa di perhatikan oleh Arumi menatap Arumi heran dan bertanya .
" Ada apa rum, dari tadi lihat - lihat aku terus " tanya Zahra pada Arumi.
Arumi mendekati Zahra yang sedang mengumpulkan piring kotor di atas meja menjadi satu dan mengangkatnya dan di tarok ke wastafel untuk di cuci. Arumi membantu Zahra mengangkat sisa piring kotor di atas meja dan juga meletakkan nya di wastafel.
Sementara itu cindi sibuk merapikan meja makan yang sudah kosong dari piring kotor dengan lap di tangannya
Zahra yang akan bersiap - siap untuk mencuci piring tersebut di kagetkan oleh suara Arumi yang berada di belakangnya.
" Ra, kalian berdua udah baikan ya ?" tanya Arumi pada Zahra. Zahra mengerutkan keningnya " siapa ?" tanya Zahra bingung.
" ya kamu sama dokter Aziz lah Ra siapa lagi " tanya Arumi kesal.
" OOO, baikan maksudnya apa ya rum, kami kan memang baik - baik aja " tanya Zahra lagi bingung dengan pertanyaan Arumi yang tidak jelas.
" maksud aku kok tumben ya kamu dan dokter Aziz jadi so sweet begitu, biasanya kan kamu banget " kata Arumi lagi., Zahra mengerti maksud dari pertanyaan Arumi, Arumi pasti merasa heran dengan perubahan hubungan nya dan Aziz yang mulai mencair setelah mereka berbicara panjang lebar saling terbuka pagi tadi.
ya Zahra tidak bisa pungkiri, semenjak berbicara pagi tadi sehabis sholat subuh dengan sajadah yang masih terbentang, hubungannya dengan Aziz terasa lebih hangat dan mencair, tidak seperti biasanya yang terlihat kaku dan lebih banyak basa basinya. di tambah dengan sikap Aziz yang selalu manis pada Zahra membuat hati Zahra luluh dan bisa menerima kehadiran Aziz dalam hatinya, dan mungkin saja sudah mulai merasa mencintainya walau pun Zahra ragu, yang pasti Zahra merasa sudah mulai nyaman dan terbiasa dengan keberadaan Aziz di sisinya yang baru terjalin beberapa hari ini.
Zahra senyum - senyum sendiri mengingat berapa manis nya aziz memperlakukan dirinya.sehingga membuat Zahra candu.
__ADS_1
Arumi yang melihat Zahra senyum - senyum sendiri menjadi kesal karena merasa di cuekin Zahra.
" ihh kamu mah gitu Ra, Di tanya bukannya jawab malah senyum - senyum sendiri " ujar Arumi sambil memukul bahu zahra pelan,Zahra tertawa senang melihat temannya kesal karena ulahnya itu.