CINTA UNTUK ZAHRA

CINTA UNTUK ZAHRA
BAB 41


__ADS_3

" aku masih mencintai mu Ra " tiba - tiba Rio mengucapkan kata - kata yang sudah tidak mau di dengar oleh Zahra lagi, apa lagi ucapan itu keluar dari mulut Rio orang yang di cintainya dan memilih kakak nya sendiri sebagai pendamping hidupnya tanpa mau memperjuangkan cinta mereka lagi dan menyerah dengan keadaan.


zahra menatap Rio marah, " cukup kak, apa kakak sadar ucapan kakak barusan telah menyakiti hati orang yang sudah mendampingi hidup kakak saat ini , bahkan orang tersebut sedang mengandung benih kakak sendiri.


jadi aku minta kakak untuk bisa melupakan tentang Kita, tenang cerita kita dan tentang rasa cinta kakak ke aku, kak Naira adalah jodoh pilihan orang tua kakak, dan kakak Aisah mereka itu, jadi aku harap kakak bisa bertanggung jawab dengan janji pernikahan yang sudah kakak ucapkan." ujar Zahra berapi - api pada Rio walaupun dengan nada yang pelan karena Zahra tidak mau jadi tontonan pengunjung kantin yang sedang ramai saat ini.


" tapi Ra aku tidak mencintai Naira , yang aku cintai itu dari dahulu Samapi saat ini hanya kamu Ra" kata Rio sambil menatap mata Zahra sendu .


" itu dulu kak, sebelum kamu menerima perjodohan kamu dengan kak Naira yang di lakukan oleh orang tua kamu " ucap Zahra tegas.


" maaf kan aku Ra, saat itu aku tidak tahu lagi harus berbuat apa Ra " sesal Rio pada Zahra


" ada kak , kalau kamu mau, ada yang bisa kamu lakukan saat itu kak" ucap Zahra menatap dalam mata Rio yang juga sedang menatap nya.


" Apa Ra, " tanya Rio menatap balik Zahra


" kalau kakak memang benar - benar mencintai aku ,kakak akan berjuang lebih keras lagi untuk bisa mempertahankan cinta kita kak, tapi Yang kakak lakukan apa, kakak tidak berusaha dengan keras mempertahan kan dan memperjuangkan aku saat itu kak, malahan kakak tidak memberi aku pilihan untuk menerima atau menolak permintaan kakak untuk menikah dengan kak Naira, kakak memberi tahu aku di saat kakak sudah memberikan perjodohan itu ,yang artinya aku harus dengan terpaksa menerima keputusan kakak untuk memilih kak Naira dan menikah dengan nya " Zahra mengatur nafasnya yang tiba - tiba terasa sesak, Zahra merasa lega bisa menyampaikan isi hatinya dan kekecewaan nya yang selama ini tidak tersampaikan pada Rio.


Rio terdiam mencerna ucapan Zahra yang berapi - api itu pada dirinya. Dalam hatinya Rio Membenarkan ucapan Zahra , Rio mengakui selama ini ia kurang tegas dan kurang berusaha dalam mempertahankan cinta nya terhadap Zahra., sehingga ketiak orang tuanya mengancam akan mencoret nama nya dalam kartu keluarga Jiak ia menolak di jodohkan dengan Naira , Rio dengan suka sukarela tanpa perlawanan menerima perjodohan itu.


" maaf kak , aku rasa semuanya sudah jelas , jadi tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi." setalah Zahra merasa sudah bisa mengontrol emosinya ,Zahra memutuskan untuk pergi dari sana dan langsung menuju ke ruangan nya.kaena sebentar lagi jam kerjanya sudah akan di mulai


" aku harap kakak bahagia dengan pernikahan kakak, apa lagi bakal adanya anak di antara kalian nantinya., aku permisi duluan kak, karena sebentar lagi jam kerja aku sudah di mulai " tanpa menunggu jawaban dari Rio Zahra langsung berlari dari kantin tersebut meninggalkan Rio yang masih terkejut di tempat duduk nya .


Tanpa mereka sadari , tak jauh dari mereka duduk tadi ada sepasang mata yang memperhatikan keributan kecil mereka. walaupun Zahra dan Rio berbicara pelan dan terkesan berbisik tapi karena jaraknya yang begitu dekat sehingga pemilik sepasang mata itu dapat mendengar apa yang sedang mereka bicara kan dengan baik waktu terdengar samar - samar.


Sepasang mata itu menatap kepergian Zahra dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .lalu pria yang memilik sepasang mata yang tengah menguping pembicaraan Rio dan Zahra itu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang " aku butuh bantuan mu, tolong kamu cari tahu tentang Zahra Amalia dan seorang pria bernama Rio Mahendra serta cari tahu apa hubungan mereka " perintah pria tersebut dingin pada orang yang di hubunginya tadi .


Setalah bicara demikian pria itu menutup panggilan telponnya dan berlalu dari kantin tersebut menuju ke lantai dua belas rumah sakit itu.


*****

__ADS_1


Sementara itu, sepasang pengantin yang baru sah sedang berkemas - lemas dalam sebuah kamar hotel yang telah di booking nya.


" udah semua sayang, nggak ada yang tinggalkan " tanya Alif pada istri nya.


Ya sepasang pengantin itu adalah alif dan arumi.


Alif dan Arumi tengah bersiap - siap untuk cek out dari hotel siang ini, dan berniat langsung pulang kerumah Alif. Alif membawa istri ya sementara ke rumah orang tuanya karena dua Minggu kemudian Alif berencana langsung membawa istrinya ke pulau Jawa untuk mendampingi diri nya selama ia melanjutkan pendidikan nya di sana nanti


Alif yang harus berangkat dua bulan lagi terpaksa berangkat dua Minggu lagi, karena jadwal sekolahnya yang di majukan sehingga mau tak mau Alif pun memajukan hari pernikahan dan keberangkatannya ke pulau Jawa .


Alif tidak mau menunda pernikahannya, karena Alif tidak mau konsentrasi belajarnya nanti terganggu.sehingga Alif meminta kepada keluarganya untuk memajukan hari pernikahannya, dan bersyukur nya Arumi dan orang tuanya setuju setelah Alif mengatakan alasan kenapa pernikahannya di majukan .


Dan sekarang di sini lah sepasang pengantin baru itu,


Alif mengajak Zahra masuk kedalam rumahnya ketika mereka sudah sampai di rumah Alif .


kakek ,nenek dan kedua orang tua nya serata tidak ketinggalan si usil Altaf sudah menunggu kedatangan sepasang pengantin baru itu sedari tadi.Mereka sudah tidak sabar menunggu Alif dan Arumi yang katanya akan pulang sore ini.


" assalammualaikum" alif dan Arumi mengucapkan salam berbarengan .


" waalaikumsalam " jawab penghuni rumah serentak dari dalam .


Alif membawa Arumi langsung menuju ruang keluarga di mana keluarga besarnya berkumpul saat ini .


" kamu sudah datang nak" nenek langsung memeluk Arumi bahagia, Arumi membalas pelukan nenek Alif dengan hangat .


" selamat datang di rumah nak, mulai sekarang kamu jangan pernah sungkan karena ini juga sudah menjadi rumah kamu saat ini " ujar nenek sambil menangkup pipi arumi lembut


Arumi tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" makasih nek " jawab Arumi sambil bersalaman dan mencium tangan keriput itu penuh sayang .

__ADS_1


Selanjutnya Arumi menyalami pemilik rumah satu - satu dengan sopan .


Semua keluarga sangat senang menyambut kepulangan mereka


" kalian mau istirahat atau makan siang dulu ?' tanya cindi pada anak menantunya


" kamu sudah makan sebelum pulang tadi ma, dan Sepertinya Arumi langsung istirahat aja ma, karena terlihat masih capek " jawab Alif sambil menatap istri nya mesra. Arumi jadi malu di tatap Alif seperti itu dan menundukkan kepalanya menyembunyikan pipinya yang terasa mulai panas dan memerah. Alif tersenyum ketika tak sengaja melihat pipi istrinya yang memerah seperti tomat.


" Oya udah ,kamu bawa menantu mama ke kamar lif, biar bisa langsung istirahat " ucap mama cindi pada Alif.


Alif dan Arumi pun permisi pada yang lain, kemudian arah mengajak Arumi untuk masuk kekamarnya .


Arumi yang baru perdana masuk ke kamar Alif meras takjub dengan tatanan kamar Alif yang walaupun tidak terlalu besar tapi Ter tata dengan sangat baik dan rapi. jadi siapa saja yang masuk ke kamar itu merasa sangat betah dan nyaman .


Alif menuntun Arumi untuk duduk di ranjang nya setelah meletakkan koper mereka di pojok kamar dekat lemari.


" sayang ,Abang tinggal dulu kamu keberatan nggak ?" tanya Alif hati - hati pada istrinya. Alif takut istrinya tidak mau di tinggal.padahl Alif saat ini sedang ada janji untuk jumpa dengan seseorang di sebuah kafe dekat rumah nya saat ini.


" Abang janji, kalau urusan Abang sudah selesai Abang akan langsung pulang " ujar Alif lagi karena belum dapat respon dari istri cantiknya


" abang mau kemana ?" tanya Arumi akhirnya


" Abang ada janji dengan om Adam, tadi ia menghubungi abang. " jawab Alif jujur.


*baik lah, tapi Abang cepat kembali ya " Alif menganggukkan kepalanya ,lalu mencium kening istrinya lembut


" sekarang kamu tidur ya sayang, istirahat biar nanti malam bisa vit lagi " kata Alif pada Arumi sambil mengedipkan matanya menggoda Arumi., Arumi langsung memukul lengan Alif pelan dan malu


Alif tertawa melihat istrinya yang sedang malu habis di goda nya tadi.


lalu Alif pun pamit pada istri nya itu,

__ADS_1


setalah pamit izin keluar sebentar pada keluarga nya yang lain, Alif langsung pergi dengan mobilnya menuju tempat pertemuannya dengan sandi sudah disepakati


__ADS_2