
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam ketika Aziz dan Zahra Samapi di apartemen. Zahra langsung menuju dapur dan membereskan belanjaan yang tadi mereka beli ke dalam kulkas.
Setalah selesai ,Zahra langsung menyusul Aziz yang tadi langsung masuk ke kamar mereka.
Zahra tidak menemukan Aziz di dalam kamar, ketika melewati kamar mandi Zahra mendengar suara air dari dalam kamar mandi, Zahra berpikir pasti saat ini aziz ada di kamar mandi.
Zahra menyiapkan baju tidur untuk Aziz dan meletakkannya di tepi tempat tidur.
Aziz keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi bagian pinggang ke bawah, Zahra yang niatnya mau masuk kamar mandi jadi urung, karena Aziz masih berdiri di pintu kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya.
Zahra membalikkan badannya membelakangi aziz, Zahra jadi gugup ketika tidak sengaja melihat roti sobek Aziz yang tidak tertutup sehelai benang pun itu.
" Abang keluarnya seperti itu sih " tegur Zahra masih dalam posisi membelakangi aziz.
Aziz mengerutkan keningnya bingung,aziz menatap tubuhnya tidak ada yang akan menurut Aziz, tapi kenapa Zahra tidak mau menatapnya yang ada malah mengomel padanya .
" salah apa nya sayang " tanya Aziz bingung.
" Ya salah lah bang, masak Abang keluar hanya pakai handuk gitu aja " omel Zahra lagi kesal karena Aziz tidak merasa berbuat salah .
Aziz tersenyum jail, ia jadi tahu apa yang membuat istrinya mengomel begitu, bahkan Sampai tidak mau menatap dirinya.
Aziz menghampiri Zahra pelan, saking lelahnya sehingga Zahra saja tidak mendengar langkah kaki Aziz yang mendekatinya, tiba -.tiba saja Aziz sudah berada di belakangnya.
" Kenapa sayang " bisik Aziz pelan ." mengapa kamu membelakangi suami mu ini?" goda Aziz lagi kali ini dengan meraih bahu Zahra dan memutarnya sehingga menghadap ke arahnya .
" Abang !" teriak Zahra kaget ,lalu memukul lengan Aziz keras sebelum berlalu dari hadapan Aziz lari masuk ke dalam kamar mandi.
Zahra menutup pintu kamar mandi cepat sehingga terdengar sedikit keras. Aziz tertawa terpingkal - pingkal sambil memegang perutnya karena sakit akibat tertawa.aziz merasa terhibur setelah menggoda Zahra yang sering malu - malu pada dirinya.
Aziz tidak habis pikir dengan sikap Zahra yang masih malu - malu pada dirinya, padahal mereka sudah menikah seminggu lebih, tapi istrinya itu masih sering malu - malu pada dirinya.
__ADS_1
Tapi Aziz senang ,itu menjadi suatu hiburan tersendiri bagi dirinya.aziz merasa semenjak ia menikah dengan Zahra, hidupnya yang awalnya lurus - lurus saja tanpa warna, menjadi berwarna .
Zahra keluar dari kamar mandi masih dengan wajah yang cemberut menatap Aziz yang sedang bersandar pada headboard tempat tidur.
Zahra berjalan ke arah meja rias. Zahra memulai perawatan malamnya dengan masih dengan cemberut dan bibir yang di majukan .
Aziz yang dari tadi memperhatikannya menjadi gemas dan sangat ingin melahap bibir mungil itu, Aziz terus memperhatikan Zahra sampai Zahra meyelesaikan ritual perawatan malamnya.
Zahra berjalan ke arah tempat tidur, Tanpa memperdulikan Aziz yang terus memperhatikannya Zahra naik ke atas tempat tidur dan mulai berbaring sambil menarik selimut dan menutupi tubuhnya dengan selimut, posisi Zahra yang membelakangi aziz membuat Aziz makin tidak sabar untuk memeluk gadisnya itu, gadis ya Zahra masih gadis karena hampir dua Minggu menikah Aziz masih sabar untuk puasa .
Aziz memeluk Zahra dari belakang. Mendapat pelukkan dari Aziz jantung Zahra langsung tidak aman, jantungnya berdegup kencang seakan meronta ingin lepas dari tempatnya.
" Tidak baik tidur membelakangi suami sayang " ujar Aziz memeluk Zahra erat. Mendengar ucapan Aziz Zahra dengan terpaksa membalikkan tubuhnya sehingga sekarang posisinya menghadap ke arah suaminya.
Aziz tersenyum senang melihat Zahra menuruti omongannya.
" istri pintar," ujar Aziz sambil tersenyum," tapi kok wajahnya di tekuk begitu sayang " tanya Aziz sambil membingkai wajah istrinya lembut.
" Maaf, Abang janji gak jail lagi nanti " jawab Aziz menghibur Zahra yang merajuk.
" Janji ?" ujar Zahra manja, Aziz terpana , ' apakah ini satu lagi sisi lain istrinya yang tidak ia ketahui ?' bisik hati Aziz.
kemaren garang seperti macam sekarang manjanya bikin Aziz ingin mengurungnya seharian di kamar.
" Abang janji ya gak boleh jail lagi " tanya Zahra lagi karena Aziz tak kunjung menjawab pertanyaan nya tadi.
" iya janji sekarang ,belum tentu nanti " jawab Aziz santai .
Zahra kembali cemberut mendengar jawaban Aziz." aku mau tidur " jawab Zahra ketus ,Aziz tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti bunglon itu.kadang garang, kadang manja dan kadang - kadang menggemaskan .
" Ya sudah ayo tidur, sini Abang peluk " Aziz menarik Zahra lebih dekat ke arahnya, dan Aziz pun memeluk tubuh istrinya mesra.zahra hanya menurut ketika Aziz ingin memeluknya tidur, hampir dua Minggu bersama aziz membuat ia nyaman apa lagi jika sudah berada dalam pelukkan suaminya itu.
__ADS_1
apakah ia sudah jatuh cinta pada Aziz, Zahra belum tahu jawabannya, yang ia rasakan saat ini adalah nyaman bila berada di dekat suaminya itu apa lagi bila di peluk Aziz seperti ini terasa begitu damai dan menenangkan.
" sayang ,tamu bulanan nya masih lama ?" tiba - tiba Aziz bertanya tamu bulanannya, Zahra yang sudah mulai memejamkan mata mengerutkan dahinya menatap aziz.zahea diam sejenak mencerna kemana arah pertanyaan Aziz.
Zahra membelalakkan matanya kaget dan malu, ketika tahu kemana arah pertanyaan Aziz tadi, Zahra menyembunyikan wajahnya ke dalam dada bidang aziz.
" sayang kok gak di jawab sih " tanya Aziz lagi, Aziz tahu istrinya paham maksud pertanyaan nya tadi,dan itu di buktikan dengan sikap malu - malu istrinya itu.
" Masih bang, kan baru dua hari " jawab Zahra malu - malu.
" biasanya berapa hari?" tanya Aziz lagi.
" lima atau tujuh hari "
" hah , berarti masih lama lagi abang puasa dong " jawab aziz spontan .
Zahra langsung mencubit perut Aziz karena bicara asal dan tidak di saring.aziz hanya meringis ketika mendapatkan cubitan dari istrinya.
".Sabar ya junior, belum waktunya kamu untuk bertamu " ujar Aziz pelan sambil melihat kearah juniornya.
Zahra tersenyum malu mendengar ucapan Aziz yang meminta sang junior bersabar .
Aziz mengelus kepala Zahra pelan, hal yang paling di sukai Zahra jika sudah tidur dalam pelukkan Aziz.
Tak lama kemudian , Zahra sudah mulai tertidur, di tandai dengan dengkuran halus yang keluar dari mulutnya.
Aziz tersenyum, seperti biasa Aziz akan tidur setelah istrinya tidur. itu lah kebiasaan baru. Aziz setelah menikah , Aziz akan memastikan istrinya tidur dulu baru ia akan memejamkan matanya.
aziz merapikan anak rambut yang menutupi wajah Zahra, dan seperti biasa sebelum memejamkan matanya aziz akan mencium kepala zahra terlebih dahulu sambil membaca kan dia untuk istrinya itu baru setelah nya ia akan tidur menyusul istrinya.
Aziz tidak melepaskan sedikit pun pelukannya pada tubuh Zahra saat mereka sedang tidur.
__ADS_1