
Anton sampai di perusahaannya langsung dengan perasaan yang sangat kacau, melihat bos nya yang tidak baik - baik saja, Dimas sang asisten langsung menghampiri Anton ke ruangannya.
" Bagai mana perkembangannya dim ?!" tanya Anton langsung tanpa basa basi ketika melihat Dimas masuk ke ruangannya.
" Sangat buruk pak, beberapa investor mulai menarik investasi mereka, saya sudah berusaha untuk memberi penjelasan tapi mereka tetap pada keputusannya pak, dan beberapa menit yang lalu ada beberapa investor lagi yang menghubungi menanyakan permasalahan perusahaan pak, dan mereka juga berencana akan menarik investasi mereka jika kita tidak bisa memperbaiki ke adaan dua kali dua puluh empat jam pak " lapor Dimas menjelaskan kondisi dari para investor yang sudah mulai menarik investasinya.
Anton mengusap wajah nya kasar dan menghembuskan nafas dalam berat dari mulut nya, Anton merasa semua upaya yang akan mereka lakukan nanti nya akan sia - sia, para investor itu pasti akan menarik semua investasi mereka dari perusahaannya. Anton merasa usahanya untuk mempertahankan perusahaan agar tetap berdiri selama ini sekarang akan hancur tanpa tersisa lagi.
" Maaf pak, sebenarnya ini ada apa ya pak, kok bisa semua investor menarik semua investasi mereka, padahal sebelumnya kita tidak ada masalah dengan mereka, dan perusahaan selama ini berjalan baik - baik saja pak " tanya Dimas takut - takut pada Anton. Dimas berusaha mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada Anton masalah yang terjadi saat ini, karena menurut Dimas sangat aneh, perusahaan yang baik - baik saja, hanya dalam sehari bisa hancur berantakan bahkan terancam bangkrut dan gulung tikar.
" Semua akibat satu kesalahan yang telah di buat oleh istri saya dim " Anton menatap Dimas lesu, Anton yang memang sudah dekat dan sangat percaya dengan Dimas, tidak segan - segan menceritakan masalah yang tengah terjadi menimpa keluarga nya saat ini, dan akibat dari masalah itu berimbas pada perusahaan yang sudah dengan keras ia coba pertahankan selama ini.
Dahulu, perusahaannya pernah sempat akan gulung tikar, tapi karena kenaikkan pak Widodo dan aziz, akhirnya Anton kembali bisa membangun perusahaan nya dan bisa bertahan seperti saat ini, namun semua usahanya itu terasa sia - sia setelah Mirna melakukan tindakan bodohnya, wanita yang sangat ia cintai dari dahulu dan dari cinta nya itu, Anton dan Mirna mempunyai seorang putri, dan untuk menebus kesalahannya di masa lalu, Anton pun memutuskan untuk menikahi Mirna tiga tahun lalu, tentu saja setelah Mirna berpisah dari sandi pria yang sudah di bohongi oleh Mirna, tapi siapa sangka, keputusannya untuk menikah dengan Mirna merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya, akibat kesalahan nya itu, Anton harus membayar mahal dengan ke hancuran perusahaan yang sudah susah payah ia bangun hingga bisa berdiri seperti ini lagi setelah sempat kolaps dahulu nya.
" Jadi, berita tertabraknya istri pengusaha dan menantu dari pemilik widodo's groups itu benar pak?, dan pelakunya istri bapak sendiri ?!" tanya Dimas kaget setelah mendengar cerita Anton.
__ADS_1
Memang tidak banyak orang yang tahu bahwa Anton sudah menikah lagi setelah kasus perceraiannya beberapa tahun lalu.jadi tidak banyak yang tahu jika orang yang telah menabrak Zahra istri dari dokter muda dan pengusaha terkenal itu adalah Mirna istri dari Anton.
" Iya dim, dan parahnya, Mirna melakukannya dengan dalam keadaan sadar dan di sengaja " ujar Anton lagi dengan nada kecewa pada Mirna.
" Kamu tahu bagai mana kondisi istri pak Aziz saat ini dim ?" tanya Anton menatap Dimas yang terdiam mendengarkan cerita Anton mengenai istrinya Mirna.
" Dari kabar yang saya dapat, Bu Zahra istrinya pak Aziz koma pak dan sekarang masih kritis di rumah sakit. " jawab Dimas menyampaikan kondisi Zahra yang ia ketahui dari media.
" Hah ...., malang sekali nasib anak itu dim, padahal ia anak yang baik dan penyabar. " ujar Anton dan membuang nafas kasar.
" Bapak mengenal Bu zahra istri pak Aziz ?" tanya Dimas heran, karena dari nada bicara nya Anton Dimas merasa Anton sangat mengenal istri dari rekan bisnisnya bis nya itu.
Dimas menggelengkan kepalanya pertanda tidak tahu " kedua kecelakaan itu pelakunya adalah Naira dan Mirna, istri dan anak ku dim " sahut Anton kembali menatap ke arah luar lewat kaca jendela ruangannya itu.
" Maksud bapak ?!" tanya Dimas kaget
__ADS_1
" Ya Dima, kecelakaan pertama yang Zahra alami tiga tahun lalu, dan itu akibat perbuatan dari putri ku yang menaruh dendam tanpa alasan pada zahra, dan kamu tahu saat itu Zahra tengah hamil ketiga anak - anak nya, dan....." Anton menjeda ucapannya sejenak, Anton kembali menatap Dimas yang tengah sedang menunggu cerita dari Anton.
" Dan saat itu, aku bersyukur, pak widodo dan aziz bisa bersikap bijaksana, Naira memang putri ku, tapi waktu itu status aku dan Mirna belum menikah, makanya pak Widodo dan aziz berbaik hati tidak mencampur aduk kan musibah yang menimpa Zahra dengan urusan perusahaan. tapi dengan syarat aku harus menjauhkan mirna dari kehidupan mereka." ujar Anton lagi
" Tapi kasus sekarang berbeda dim, walau pun penyebabnya sama, tapi kali ini pak Widodo dan Aziz sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya, sehingga berimbas pada perusahaan ini dim, semua tidak terkecuali dari aku yang gagal memenuhi janji ku untuk menjauhi Mirna dari kehidupan mereka " ujar Anton lagi penuh dengan kekecewaan " Jika saya berada di pihak mereka, saya pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang sudah mereka lakukan pada saya saat ini dim " kata Anton lagi menatap Dimas pilu.
" Semua sudah hancur dim, semua usaha yang aku bangun agar perusahaan ini tetap berdiri sudah sia - sia,.semua hancur hanya karena kesalahan orang yang aku cintai dim " ujar Anton sedih
" Tapi pak, pasti ada yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan perusahaan ini pak " ujar Dimas mencoba menyemangati Anton yang terlihat sudah pasrah dan putus asa.
" Apa yang bisa kita lakukan dim, gak ada yang bisa kita lakukan, walau pun semua yang aku miliki dikumpulkan jadi satu tidak akan bisa menutupi kerugian yang ada dim " sahut Anton putus asa.
Dimas diam mendapat Anton yang begitu terlihat bersedih dan putus asa. Selama bekerja dengan Anton, Dimas mengenal Anton pria yang berwibawa, tegas dan pekerja keras, sehingga tidak heran perusahaan yang dulu hampir gulung tikar bisa bangkit lagi sebesar dan sesukses sekarang ini, tapi Anton ang ia jumpai saat ini berbeda jauh dari Anton yang ia kenal selama ini, Anto yang ada di depannya begitu terlihat rapuh, lemah dan seorang yang berputus asa.
" Saya akan bantu bapak menyelesaikan masalah ini pak, tetap lah menjadi pemimpin yang saya kenal selama ini pak, pemimpin yang tegas dan pekerja keras " sahut Dimas menatap Anton iba.
__ADS_1
" Saya permisi dulu pak, saya akan mencoba menghubungi investor - investor yang lain, dan mencoba meyakinkan mereka agar tidak menarik investasinya di perusahan kita pak " ujar Dimas menatap Anton yang masih menatap ke arah luar lewat kaca jendela ruangannya.
Tanpa menunggu jawaban dari Anton, Dimas pun keluar dari ruangan Anton menuju meja kerjanya untuk melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.