
Acara pernikahan Aziz dan Zahra berlangsung sangat meriah, banyak para tamu undangan yang hadir, mulai dari kolega - kolega Widodo's group dan kolega Aziz sendiri, Sampai pada karyawan - karyawan dari perusahaan pak Widodo dan Aziz. Semua ikut bersuka cita dalam pesta itu.Semua para undangan berbaur menjadi satu, pak Widodo dan Aziz tidak ada membedakan para undangan, menurut mereka jika tidak ada para karyawan maka perusahaan mereka tidak akan jadi apa - apa Sampai saat ini.
Acara demi acara sudah di lalui, dan saat ini tibalah pada acara pengumuman penerus dari Widodo's group yang selama ini masih belum terekspos dan telah menjadi isu - isu miring di kancah dunia bisnis akan di umumkan dan isu - isu miring itu pun akan di hapus malam ini.
Asisten pak Widodo naik ke atas panggung, asisten pak widodo yang di tunjuk sebagai juru bicara keluarga besar Widodo telah memulai pidatonya sebagai kata sambutan, Zahra menatap Aziz yang masih kurang yakin dengan keputusannya menyetujui permintaan pak Widodo untuk mengumumkan dirinya sebagai penerus dari Widodo's group, Zahra meraih tangan Aziz dan menggenggamnya pelan, merasa tangannya di genggam oleh sang istri, Aziz memalingkan wajahnya menatap Zahra yang tersenyum padanya, Aziz balas tersenyum pada Zahra,
" Abang jangan ragu, Zahra yakin setelah pengumuman ini, tidak akan ada yang berubah, sudah sepantasnya orang - orang tahu siapa Abang, papi sudah menepati janjinya sekarang sudah waktunya Abang untuk menepati janji Abang pada papi " Zahra berusaha menghibur dan meyakinkan Aziz bahwa tidak akan ada yang berubah jika nanti orang - orang sudah mengetahui siapa Aziz sebenarnya,.Zahra tahu tidak lah muda bagi Aziz menyandang nama Widodo di belakangnya , dan Zahra juga tahu dan sangat paham, dengan adanya nama Widodo di belakang nama suaminya maka beban suaminya akan semakin bertambah dan Zahra berjanji akan selalu berada di samping Aziz untuk mendukung dan mensupport suaminya itu.
" Terima kasih sayang, Abang hanya takut waktu Abang akan banyak berkurang nanti nya untuk kamu dan anak kita, dan Abang juga tidak mau nanti mereka akan menganggap apa yang sudah Abang dapat saat ini adalah berkat nama Widodo yang ada di belakang nama Abang.selama ini. " sahut Aziz menyampaikan alasan dan keraguannya jika pengumuman itu di lakukan. Padahal tanpa orang ketahui, Aziz bisa membangun perusahaan sendiri itu adalah dari usahanya sendiri tanpa ikut campur tangan sang papi.
Aziz membangun perusahaan nya dari nol Hinga menjadi besar seperti sekarang tidak lah mudah, Aziz beberapa kali mengalami jatuh bangun, tapi berkat kegigihannya akhirnya sekarang perusahaan nya yang berada di bidang alat - alat medis itu pun bisa maju dan berkembang makin besar hanya dalam waktu kurang lebih lima tahun ini.
" Itu tidak akan terjadi, Abang sudah membuktikannya selama ini, Abang bisa seperti ini berkat usaha Abang sendiri.jangan dengarkan omongan orang lain, hanya diri kita yang tahu siapa kita sebenarnya. Abang tidak punya hak melarang Orang melakukan penilaian kepada kita , dan Abang tidak bisa mengubah penilaian itu, asal Abang tidak terpengaruh maka semua nya akan berjalan sesuai apa adanya." Azizi menatap Zahra terharu, kata - kata yang di ucapkan Zahra sudah menjadi penyemangat untuk Aziz.
Aziz tersenyum menatap Zahra kagum, Aziz Tidak menyangka selain manja ternyata istrinya juga bisa berpikir bijak dan lebih dewasa.
__ADS_1
" Terima kasih sayang " Aziz memeluk Zahra lembut, undangan yang melihat interaksi aziz dan Zahra merasa iri terutama para gadis - gadis yang masih lajang, mungkin hari ini bisa di katakan hari patah hati sedunia. pemimpin dan dokter yang mereka idolakan selama ini tidak sendiri lagi Bahakan sudah mempunyai istri.Tapi melihat kebahagiaan idola mereka di depan sana, mereka pun ikut bahagia walau hati mereka kecewa.
Pak widodo naik keatas panggung setelah namanya di panggil oleh sang asisten.
Pak widodo mengucapkan salam dan ucapan terimakasih atas kesediaan para undangan hadir malam ini di pesta perayaan pernikahan anaknya.
Semua orang menatap kedua mempelai, mereka menebak - nebak siapa anak yang di maksud pak Widodo, apakah pengantin perempuan atau pengantin laki - laki.
Walau pun banyak di antara para undangan berpikir pengantin perempuan lah anak yang di katakan pak Widodo,karena yang mereka ketahui selama ini pak Widodo hanya mengenalkan anak perempuannya pada kolega bisnisnya.
" Terima kasih saya ucapkan pada para undangan yang sudah menyempatkan diri diantara kesibukkan untuk hadir memenuhi undangan kami malam ini. Di Acara pernikahan anak saya ini maka saya akan mengumumkan penerus dari Widodo's group, dan dia adalah anak saya, anak laki - laki saya yang selama ini tidak terekspos di kalangan pebisnis ini lah dia saya panggilkan M . Gafar Al Aziz Widodo, anak laki - laki kami satu - satunya, " pak Widodo memanggil nama Aziz dan meminta Aziz untuk menghampirinya ke atas panggung .
Semua orang kaget dan tidak percaya ketika nama Aziz di sebut sebagai penerus dan alih waris dari Widodo's group, apa lagi teman - teman sejawat yang terdiri dari dokter dan perawat yang selama ini sering berinteraksi dengan Aziz di rumah sakit.
Selama ini sikap Aziz tidak pernah menunjukkan bahwa ia anak seorang pemilik rumah sakit, Aziz bersikap layaknya karyawan - karyawan yang lain. dan perlakuan management kepada aziz pun sama seperti karyawan - karyawan yang lain, tapi siapa sangka , dokter yang terkenal ramah, murah senyum dan suka bercanda itu anak dari pemilik rumah sakit tersebut dan tidak hanya itu ternyata dokter Aziz yang mereka kenal saat ini juga seorang penerus dan ahli waris dari Widodo's group yang terkenal memiliki perusahaan dan rumah sakit di mana - mana.bahkan Sampai ke luar negri.
__ADS_1
Setelah Sampai di atas panggung , Aziz pun di minta untuk memperkenalkan diri oleh sang papi.
" Assalammualaikum, Terima kasih saya ucapkan pada para undangan yang sudah bersedia hadir di malam ini, dan kenalkan saya M . Gafar Al Aziz Widodo, anak laki - laki dari pasangan Widodo dan Susan , mohon maaf jika selama ini saya terkesan bersembunyi tapi saya ada alasan tersendiri di balik itu semua,dan apa alasan tidak bisa saya katakan, dan di acara yang spesial ini saya juga ingin mengenalkan seorang wanita cantik yang mungkin sebagian orang sudah mengenalnya, wanita istimewa dan telah menjadi inspirasi saya selama ini, dialah istri tercinta saya Zahra Amalia, dan tidak hanya itu di hari bahagia ini saya juga mengumumkan kehamilan istri saya , saya mohon doanya dari kita semua semoga keluarga kami selalu di limpahi kebahagiaan dan keselamatan untuk istri dan anak saya. " Aziz menatap Zahra dari panggung dan melambaikan tangannya, di sana Zahra tidak sendiri, ada Bu Susan yang mendampingi nya, ketika aziz menegangkan dirinya, Bu Susan pergi ke arah pelaminan untuk menemani menantu kesayangannya itu.
Aziz memang melarang Zahra untuk mendekatinya ke arah panggung, karena Aziz tidak ingin istrinya kecepatan.
Semua para undangan bertepuk tangan setelah Aziz menyelesaikan pidatonya, semua ikut merasakan kebahagiaan keluarga itu.
Namun, di sudut ruangan itu, ada seseorang yang mengepalkan tangannya kesal dan geram, ia kesal karena ternyata Zahra lebih beruntung dari dirinya, dan orang tersebut tidak menerima itu.
Dengan kesal, orang tersebut pergi begitu saja meninggalkan acara tersebut, dia tidak memperdulikan suaminya yang akan kebingungan mencari dirinya nantinya.
Sementara itu, Rio termenung di kamar mandi, Rio menatap wajahnya dari pantulan kaca di wastafel kamar mandi itu.
Setelah Aziz meyelesaikan pidatonya, Rio minta izin pada Naira untuk kekamar mandi.
__ADS_1
Rio yang sedang menatap wajahnya dari pantulan kaca itu merasa wajah itu begitu menyedihkan.
" Kamu kalah Rio, di sudah tidak mencintai mu lagi, Zahra sudah bahagia, suaminya bukanlah tandingan mu Rio, jadi menyingkir lah dari hidup Zahra." gumam Rio menatap pantulan wajahnya.